transmigrasi seorang anak yang rajin
yang ingin menjadi seorang dokter hewan,tapi karna kecelakaan dia terbunuh,lalu dia terlempar ke dunia dimana para penjinak monster ada.
sketika kerajinannya berubah menjadi malas,dia tidak mau adanya masalah
apakah dia berhasil menjadi tamer terkuat dengan sifat malasnya, atau dia akan terus bermalas-malasan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang Penguasa Langit Malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masalah lagi,Masalah lagi,Males Banget
*Monster Tamer*
Setelah membeli tanah, gue pun melempar "Toko Dokter Hewan" ke tanah tersebut.
Ding...
Toko Dokter Monster telah berdiri. Ding...
Tuan rumah disuruh memberikan nama pada toko Anda. Ding...
Anda harus mengetik nama toko di sistem. Notif sistem.
"Oke lah kalau gitu," ucap gue sambil ngetik di sistem.
Ding...
Selamat. Toko "Sang Dokter Pemalas" berhasil dibuat.
Moto toko telah diisi.
Motonya adalah: "Selagi gue gak malas, semua monster bakal sembuh. Jika pemiliknya malas, monster kalian mati" 😴 Notif sistem + tulisan neon di depan toko.
"Ini baru definisi malas terbaik, hahaha," ucap gue sambil masuk toko dan duduk di ruangan kasir.
Lalu saat nonton TV di toko, tiba-tiba...
*Breaking News*
Pembawa acara: "Menurut ramalan cuaca, nanti malam bakal ada Monster Break. Radius 10 km. Lokasi di daerah Longki sampai Soking. Diberitahukan untuk seluruh warga sipil segera berada di rumah atau tempat aman lainnya. Sekian Breaking News."
"Bajingan, kenapa pas banget ada di toko gue sih sialan," ucap gue kesal sambil gigit remot.
Ding... Misi dadakan wajib diberikan.
Misi: Tuan rumah harus membunuh 100 monster tingkat apa pun. Misi ini wajib dilakukan. Jika tidak, kemalasan tuan rumah akan hilang. Notif sistem.
"Sialan, lu mulai lagi sistem gak berperikemalasan . Sialan, bener-bener hari yang sial," ucap gue makin kesel.
"Tapi kalau gue gak turun tangan, tempat ini bakal hancur. Hilang semua cita-cita malas berbulan-bulan. Sial," ucap gue sambil mukul meja.
Ding... Tuan rumah kesal, sistem ngakakak. Wahahaha. Menjadi malas tidak semudah itu, tuan rumah. Sebaiknya lu sabar, hahaha. Ucapan sistem.
"Beraninya lu, sistem! Gue resign! Gue resign! Cabut lu dari tubuh gue!" ucap gue makin kesal.
Hahaha, sistem tidak bisa lepas dari tuan rumah. Kalau mau lepas, tuan rumah harus bunuh diri, hahaha. Notif sistem.
"Sialan, bajingan, anjing, bangsat! Kalau gue bunuh diri, gue bakal reinkarnasi jadi apa lagi?" ucap gue marah.
"Mungkin tuan rumah bakal jadi kambing, hahaha," ledek sistem.
"Sialan," ucap gue naik darah.
Lalu saat gue debat sama sistem, ada suara dari dalam TV.
"Jika kalian menemukan Hello Kitty Man, segeralah lapor. Keluarga Saton bakal beri uang tunai 10 miliar. Bounty bakal dipasang di seluruh Kota Longki. Dan barang siapa yang menemukan Tamer dari Hutan Kematian bakal dapat hadiah yang sama," ucap kepala keluarga Saton.
"Makin buat kesel aja, dasar keluarga Saton anjing. Seluruh keluarga lu anjing," ucap gue mukul TV.
"Sistem, gimana cara gue turun tangan nih? Di seluruh kota ada gambar gue, sial," ucap gue.
Disarankan tuan rumah berubah jadi Kamen Rider. Sistem punya kostumnya, dari mulai Kamen Rider OOO sampai Kamen Rider Zero-One. Harganya murah meriah: 10.000 poin sistem. Notif sistem.
"Sialan, lu cari kesempatan buat jualan ya," ucap gue sambil tonjok layar sistem.
"Daripada toko tuan hancur, mending beli ke sistem, hehe," kata sistem.
"Oke, beli kostum OOO, Putotyranno Combo," ucap gue pasrah.
Ding... Kostum Kamen Rider OOO Putotyranno Combo telah masuk ke ransel. Poin sisa 47.000. Terima kasih telah membeli barang ampas, hahaha. Ucap sistem.
"Sialan, gue kena tipu sistem korup nan malas," ucap gue.
"Hahaha, lu juga pemalas, tuan rumah. Kita sama, hahaha," balas sistem.
Gue pun mengambil kostum itu dari ransel, dan yang keluar cuma kotak perubahan.
"Sistem, ini gimana pakainya?" ucap gue.
"Lu pernah lihat Kamen Rider, kan? Cara pakainya juga sama. Tinggal tempel di pinggang, lalu teriak 'Henshin', entar kostum itu muncul," ucap sistem.
"Apa harus pakai gaya?" ucap gue sambil praktekin adegan perubahan.
"Benar sekali, tuan rumah," balas sistem.
"Sialan, bikin malu aja," ucap gue.
Lalu siang menjadi malam, dan tepat pukul 8 malam Monster Break muncul.
Oya, Monster Break adalah sejenis bencana alam yang terpicu karena manusia. Contohnya: seseorang membunuh atau menculik anak monster tingkat bencana, dan ketahuan induknya. Induknya bakal marah, dan kemarahan itu memanggil kawanan monster lain untuk mencari pembunuh/penculik anaknya. Kalau monsternya terdiri dari puluhan bahkan jutaan, itu setara lu nginjak kelamin monster tingkat Raja Bintang 10 Hitam. Monster itu marah, terus ngeluarin "rudal". Kalian bakal mati. Gitu, paham kan? Kalau gak paham, makan semangka aja kali dapat pencerahan.
Kembali ke cerita.
Malam itu jutaan monster berlari ke arah kota. Banyak monster menyerang penduduk. Di sana terdapat induk Serigala Bulan bintang hitam pekat, level 10.
Gue pun dengan sisa harga diri berubah di depan banyak orang. Gue nempelin kotak perubahan di pinggang dan teriak "Henshin!" sambil ngangkat kaki. Untungnya gue pakai masker.
"Buk, lihat! Ada orang berubah! Itu keren!" ucap bocil laki-laki.
"Lihat, lihat! Orang gila itu berpose aneh. Padahal baru umur 17 tahun, udah gila aja. Kasihan," ucap bapak-bapak ngopi sambil bawa HP, videoin monster yang mengamuk.
Lalu saat gue berubah, armor pun menempel di tubuh gue. Gue kelihatan gagah, tapi malunya gak ketolong. Setelah berubah, gue pun memanggil Singa Kehancuran gue. Yang semula warna merah menyala, sekarang jadi warna ungu kayak kostum yang gue pakai.
"Wih, sistem, monster gue berubah warna. Tapi aneh, dia itu singa, bukan bunglon. Kenapa bisa berubah warna?" ucap gue menunggangi singa gue yang sekarang warna ungu petir.
"Oh, itu penyamaran dari kostum. Agar identitas tuan rumah makin tersembunyi," notif sistem.
"Tumben guna," ucap gue sambil melesat ke gerbang kota.
Di sana terdapat pemandangan yang cukup ngeri. Banyak sekali monster yang menyerang. Pemimpinnya seekor Serigala Bulan warna hitam keunguan.
*Nama*: Serigala Bulan
*Kualitas*: Jenderal
*Atribut*: Petir dan Angin
*Bintang*: 10 Merah
*Level*: 10
*Skill yang dimiliki*:
- Thunder Summon: Skill yang mengkloning dirinya sendiri untuk menyerang musuh
- Thunder Crimson: Petir merah yang menghantam segalanya dari atas
- Thunder Strike: Skill ini membuat tubuh pengguna dikelilingi atribut petir dan menabrakkannya ke lawan. Skill ini sangat kuat, bisa membuat lawan terkena status lumpuh
*Kelemahan*: Api dan Tanah
*Status*: Marah karena kehilangan anak
Di belakang serigala itu:
*Nama*: Singa Awan
*Kualitas*: Raja
*Atribut*: Angin dan Petir
*Bintang*: 10 Hitam
*Level*: 10
*Skill yang dimiliki*:
- Aura Raja: Skill yang membuat monster ketakutan. Sangat berguna jika dipakai melawan kualitas di bawahnya
- Ledakan Tornado: Skill ini membuat pengguna memanggil tornado dari angin. Saat skill ini terkena musuh, skill akan meledak dan memberikan damage besar. Namun skill ini menurunkan stamina cukup besar
- Badai Angin: Skill ini mensummon tiga tornado kecil. Saat terkena, bakal membuat musuh kebingungan
- Badai: Skill ini membuat alam berubah menjadi badai angin dan petir. Skill ini sangat ngeri karena damagenya gak ngotak. Efek samping: pengguna langsung tepar/pingsan karena tenaga terkuras hingga batas maksimal
*Kelemahan*: Tanah dan Api
*Status*: Marah dan kasihan
Di samping singa:
*Nama*: Garuda Emas
*Kualitas*: Raja
*Atribut*: Petir dan Cahaya
*Bintang*: 9 Hitam
*Level*: 10
*Skill*:
- Cahaya Penghancur: Ledakan cahaya dari langit, membuat area dan musuh terkena damage besar
- Cahaya Kedamaian: Cahaya yang membuat semua yang di-lock bakal dapat regenerasi HP dan tenaga
- Cahaya Roket: Bola cahaya kecil menyerang target dengan kecepatan tinggi. Bola ini akan mengakibatkan musuh terkena damage berkelanjutan
- Cahaya Kemalasan: Cahaya yang membuat tubuh rileks dan jadi malas. Skill ini bisa membuat pengikutnya jadi hoki saat bermalas-malasan
*Kelemahan*: Gelap
*Status*: Kemalasan yang hakiki. Marah tapi malas dan kasihan. Ingin malas-malasan tapi malas. Ingin hidup tenang tapi teman dalam keadaan sulit. Pengen rebahan tapi gak berdaya karena dia raja langit.
"Sistem, gue pengen Garuda Emas itu. Sistem, berikan cara agar Garuda Emas itu bisa gue kontrak. Kemalasan yang hakiki, ini mantap," ucap gue bertepuk tangan di lapangan.
"Woy, orang aneh! Jangan jadi gila di situasi kayak gini! Kita harus menghadang mereka!" ucap Tamer tingkat Raja dan monsternya Naga Es.
*Nama*: Naga Es
*Kualitas*: Raja
*Atribut*: Jelas Es
*Bintang*: 4 Hitam
*Level*: 1
*Skill yang dimiliki*:
- Badai Salju: Serangan yang bisa menurunkan salju. Bisa membuat lawan terkena status freeze
- Meteor Naga: Serangan yang bisa menurunkan meteor kecil. Bisa menyerang target dengan damage berkelanjutan. Mengonsumsi banyak stamina
- Tombak Es: Serangan yang membuat es menjadi 3 tombak. Bisa menyerang 3 kali
- Raungan Raja Naga: Raungan yang menggemparkan musuh. Bisa menurunkan salju
*Kelemahan*: Api
*Status*: Bersemangat dan percaya diri
Aku melihat namanya: yaitu Leon dari keluarga Saton. Dan naga itu melirik Singa gue dengan sinis.
"Sistem, jangan hiraukan dia. Berikan cara agar Garuda itu jadi monster gue," ucap gue.
"Wih, ini keren. Tamer yang malas dan monster yang malas, sungguh kombo wombo paling gila. Oke, gue atur," notif sistem.
Lalu dari atas Garuda Emas ada sebuah target. Efek: target bisa mendapat peluang tinggi saat menjinakkan.
"Mantap, kau makin berguna, sistem."
Lalu tak lama semua orang menyerang. Di sana Leon memimpin pasukan dari keluarga Saton. Gue bertindak dan langsung mengarah ke Garuda Emas. Saat gue mengarah, pertempuran pecah. Banyak monster dan Tamer terluka parah hingga ada yang mati. Kedua pihak sama-sama kuat, serangan mereka saling berbenturan dengan sengit. Ledakan demi ledakan terpicu seperti pesta kembang api darah.
"Semuanya dengar perintah! Tamer yang punya skill pengikat dan debuff segera bertindak! Ikat para monster dan berikan debuff, agar semua Tamer bisa menyerang!" ucap Leon.
Gue dengan cepat mengejar Garuda Emas. Saat kami berhadapan, Garuda itu menyerang dengan skill Cahaya Roket. Butiran-butiran cahaya sekecil kelereng menyerang gue. Dengan gesit, Singa gue menghindarinya dengan cepat. Singa gue membalas dengan Hukuman Api, rantai mengikat Garuda itu dengan erat dan membuatnya berteriak karena terbakar. Setelah cukup lama, Singa gue membanting Garuda itu ke tanah. Tapi Garuda itu menggunakan Cahaya Kedamaian pada dirinya sendiri, sehingga semua luka berhasil disembuhkan.
Di sisi lain, para Tamer yang dipimpin Leon terus menekan. Naga dia terus mengeluarkan Badai Salju dan membuat beberapa monster terkena efek freeze, lalu anak buahnya mengeliminasi mereka. Combo mereka cukup lancar. Di sisi lain, banyak korban Tamer yang berjatuhan karena dikadang Singa dan Serigala. Singa itu menoleh ke sekeliling, mungkin dia mencari Garuda Emas.
..........Bersambung..........