NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Sang Idola Kampus

Istri Rahasia Sang Idola Kampus

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Perjodohan
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: MochiFlora

"Kamu hanya aib dalam hidupku!"

Itu kalimat pertama yang Raden Rangga Wijaya ucapkan pada istri sahnya.

Rangga—mahasiswa hukum tampan, presiden BEM, idola kampus yang dikejar ratusan perempuan, terpaksa menikahi gadis yang paling dibencinya. Meysa Putri Mahendra. Si miskin culun berkulit kusam yang tidak pantas berdiri di sampingnya.

Meysa juga tidak mau. Menikah dengan pria arogan yang memandangnya seperti sampah? Tapi ancaman pencabutan KIP dan warung neneknya yang jadi taruhan membuatnya pasrah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MochiFlora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IRIK

Pagi itu kampus terasa lebih ramai, terlebih di sudut dekat gerbang utama, di mana kerumunan mahasiswi tiba-tiba berkumpul seperti lebah melihat madu.

Meysa baru saja turun dari ojek online ketika Aqeela dan Wulandari menyambutnya dari depan kantin. Wajah Wulandari tampak menyebalkan seperti biasa, sementara Aqeela membawa buku tebal yang hampir menutupi dadanya.

"Cha, lihat tuh," ujar Wulandari sambil menunjuk ke arah kerumunan. "Ada konser dadakan lagi.."

Meysa menoleh. Di tengah puluhan mahasiswi yang bersorak-sorak, seorang pria berdiri dengan kedua tangan di saku celana, kacamata hitam menutupi matanya, dan kaos oblong hitam polos membalut tubuh bidangnya. Ia tersenyum tipis, lalu berjalan lambat seperti sedang menjadi pusat perhatian.

Rangga.

Auranya benar-benar seperti idola K-Pop yang tersesat di fakultas hukum.

"Aku heran," gumam Aqeela. "Cowok itu cuma pakai kaos oblong, kenapa heboh banget sih?"

"Karena wajahnya, Qeela. Wajah," jawab Wulandari sambil memutar bola matanya.

Meysa hanya diam. Matanya tertuju pada Rangga yang kini berusaha melewati lautan manusia. Ia hampir tersandung ketika seorang mahasiswi berambut pendek menarik lengannya untuk sekadar selfie.

"Maaf, aku harus ke kelas," suara Rangga terdengar sedikit jengah.

Namun tak ada yang bergeming. Kerumunan malah makin padat.

Sampai akhirnya seseorang muncul dari balik kerumunan itu. Emily. Ia melangkah percaya diri, meraih pergelangan tangan Rangga, dan menariknya dengan cepat.

"Maaf, permisi. Dia sudah ditunggu dosen," ucap Emily dengan lantang.

Kerumunan itu terbelah. Rangga terlihat sedikit terkejut, namun ia mengikuti tarikan Emily tanpa melawannya. Mereka berdua berjalan cepat meninggalkan gerbang, menuju koridor Fakultas Hukum.

Aqeela, Meysa, dan Wulandari saling berpandangan dengan ekspresi yang sama, sangat terkejut.

"Emily? Yang kemarin pindahan itu?" gumam Aqeela.

"Dia kayak sudah kenal lama sama Rangga," sambung Wulandari.

Meysa tidak berkata apa-apa, namun kakinya bergerak mengikuti. Tanpa sadar, ketiganya berjalan cepat di belakang Emily dan Rangga, menjaga jarak tapi tidak mau kehilangan satu adegan pun.

Emily dan Rangga berjalan menyusuri koridor yang mulai sepi. Emily melepaskan tangannya setelah yakin tidak ada lagi kerumunan di belakang.

"Maaf, aku ambil tindakan sendiri," kata Emily sambil tersenyum kecil. "Tadi kamu hampir kewalahan."

Rangga menghela napas, lalu melepas kacamata hitamnya. Matanya yang tajam menatap Emily sejenak.

"Terima kasih. Aku tidak suka keramaian seperti itu."

"Sama-sama. Oh iya, aku Emily. Kita satu kelas, kan?"

"Rangga."

"Aku tahu," Emily tersenyum lebih lebar. "Siapa yang gak kenal sama Rangga? Kamu terkenal banget, bahkan di UGM pun namamu selalu diperbincangkan.."

Rangga tidak membalas senyuman itu. Ia hanya mengangguk, lalu berjalan melanjutkan langkah menuju kelas 302. Emily berjalan di sampingnya, terus mengoceh tentang berbagai hal.

"Lihat tuh Emily," ketus Wulnadari."Baru kenalan sudah nempel kayak perangko. Berani banget narik tangan Rangga seenaknya."

"Kelihatan banget dia mau deketin Rangga," timpal Aqeela.

Emily dan Rangga masuk ke kelas 302 bersamaan. Emily duduk di bangku baris depan, tepat di samping tempat duduk Rangga yang selama ini selalu kosong karena tidak ada yang berani mendekat. Ia meletakkan tasnya dengan anggun, lalu mengeluarkan buku catatan berwarna krem.

Wajahnya dari samping terlihat anggun, dengan hidung mancung dan bulu mata lentik yang mengepak pelan setiap kali ia berkedip. Rangga tidak menyadari bahwa matanya sudah terlalu lama tertuju pada gadis di sebelahnya.

"Cantik," gumamnya pelan. Mulutnya membentuk senyum kecil, senyum yang jarang sekali muncul, bahkan saat bersama Meysa sekalipun. Ia hampir tidak percaya bahwa dirinya bisa merasakan sesuatu yang lain selain dingin dan bosan.

Di bangku depan, Renal yang sedari tadi menyandarkan tubuhnya ke kursi sambil memainkan ponsel, mendengar suara samar itu. Ia menoleh ke belakang, lalu melihat Rangga yang sedang tersenyum-senyum sendiri seperti orang kesurupan.

Mata Renal menyipit. Senyum jail langsung merekah di bibirnya.

"Cieeeee," desis Renal sambil memiringkan kepala, suaranya cukup keras untuk membuat Dimas dan Andika di sampingnya ikut menoleh. "Rupanya ketua BEM kita yang dingin itu mulai jatuh cinta nih."

Seketika wajah Rangga berubah. Senyumnya lenyap digantikan ekspresi datar yang biasa ia tunjukkan. Berusaha terlihat tidak peduli.

"Apaan sih, Ren," jawab Rangga ketus. "Lo itu suka banget bikin cerita sendiri."

"Cerita sendiri? Gue lihat sendiri tadi lo senyum-senyum kayak orang gila abis ngeliatin si Emily," Renal tertawa kecil, lalu menoleh ke arah Dimas. "Mas, lo liat kan tadi?"

Dimas hanya mengangguk, namun sudut bibirnya terlihat sedikit tertarik. Andika diam seperti biasa, tapi matanya mengerjap nakal ke arah Rangga.

"Gue cuma lagi mikirin tugas," elak Rangga cepat. "Bukan urusan lo."

"Iya, iya. Tugas katanya," Renal mendecak. "Tapi tugas apaan yang bikin lo senyum-senyum sendiri?"

Rangga memilih untuk tidak menjawab. Ia mengalihkan pandangan ke papan tulis yang masih kosong, berusaha mengabaikan rasa panas di belakang lehernya. Namun sesekali matanya tanpa sengaja menangkap gerakan Emily yang sedang merapikan rambutnya.

Di bangku belakang, Meysa melihat semuanya.

Ia melihat Rangga yang memperhatikan Emily. Ia melihat senyum kecil yang tak pernah ia terima selama hampir sebulan menikah. Ia melihat bagaimana Rangga berusaha menyembunyikan kegugupannya saat Renal menyindir.

Wulandari yang duduk di samping Meysa menggumam pelan, "Awas aja kalau Emily jadi deket sama Rangga. Kasihan nanti dia."

"Dia tidak akan pernah tahu kalau aku sudah lebih dulu terluka," ucap Meysa dalam hati

Dosen hukum pidana sedang menerangkan tentang unsur kesengajaan dalam tindak pidana. Suaranya lantang, tapi tidak cukup untuk menutupi bisikan-bisikan kecil di bangku belakang.

Tiba-tiba Aqeela mencondongkan tubuh ke samping, mendekati Wulandari dan Meysa. Matanya berbinar, bibirnya tersenyum lebar seperti baru saja menemukan harta karun.

"Lan, Cha," bisik Aqeela pelan, hampir tidak terdengar di antara suara dosen. "Nanti setelah pulang kuliah, kita ke toko make up yuk?"

Wulandari mengernyit. "Ke toko make up? Buat apa?"

Aqeela bersemangat, tangannya sedikit melambai meskipun masih di bawah meja. "Kalian belum tahu? Hari ini diskon besar-besaran, lho! Salah satu produk ternama, yang biasanya mahal banget, sekarang empat puluh persen!"

Meysa menoleh, ikut penasaran. "Produk apa?"

"Itu, yang lagi viral di TokTok. Lipstiknya tahan lama, foundationnya ringan di wajah. Aku sudah ngidam produk itu sejak bulan lalu!" Mata Aqeela berkilat-kilat seperti kucing yang melihat ikan.

Wulandari mendengkus pelan, "Ya sudah, kita ke sana setelah pulang. Tapi kamu yang traktir kopi, Qeela."

"Oke, deal ya!" ucap Aqeela sambil mengulurkan tangannya pada Wulandari, begitu juga Wulandari membalas uluran tangan itu..

"Yes, pokoknya aku mau borong semua produk yang lagi diskon." kata Aqeela, kegirangan..

1
Emi Sudiarni
kok sedikit bangat up ny
partini
lah Ternyata ada yg tidak suka sama mereka berdua,,jangan menyerah be strong maysa kalau kamu pergi tanda nya kamu kalah sama tuh curut
Humaira
Ya ampun Thor sedikit banget bacanya
Emi Sudiarni
makanya jdi suami jgn jhat..
partini
jahat banget sih di tendang,biar tuh sia Rangga hidup dalam penyesalan
MochiFlora: Terkutuklah kamu Rangga 🤣
total 1 replies
Emi Sudiarni
lanjutkan seru bngat
MochiFlora: Terima kasih kaka 🙏🥰
total 1 replies
Humaira
Bagus pak Soerya buat anakmu menyesal
Humaira
Lagi lagi dibikin keguguran
semoga setelah ini Meysa sadar dan mau meninggalkan si Rangga
jangan lemah mey
Emi Sudiarni
ksihan meysa
Ranita Rani
mumet q liat cwe kya gini,,,,
Ranita Rani
karakter meysa terlalu lemah,,,
partini
WTF gila kamu. ga
Emi Sudiarni
emang kelewatan rangga ini
Emi Sudiarni
ksihan meysa
Rian Moontero
mampiiirrr👍👍
MochiFlora: Terima kasih sudah mampir kakak 🙏🥰
total 1 replies
Humaira
Sumpah gereget banget sama si Meysa
partini
giman mau di kasih tau orang nya aja najis lihat dia
Emi Sudiarni
lanjut kak seru ceritany
Emi Sudiarni
hadir kan kak author cwok yg naksir meysa biar rangga cmburu
Humaira
APASIH NGESELIN BANGET SI ULAT BULU EMILY 😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!