Jevandra Raksa Bumi, Seorang laki-laki tampan yang tidak banyak di ketahui orang jika di balik wajah tampannya terdapat sosok iblis yang sangat kejam.
Hidup dalam dendam masa lalu yang membuatnya begitu membenci keluarga besar Bagaskara hingga membuatnya terpaksa menikahi seorang gadis bernama Diara Bagaskara sebagai tumbal atas balas dendam masa lalu.
Akankah Diara berhasil membuat Jevandra melembut dan luluh akan kelembutannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sendirian
Sudah dua hari setelah pernikahan mereka dan sejak pembicaraan mereka waktu itu, Diara tidak melihat laki-laki yang telah menjadi suaminya pulang ke rumah ini.
Hal itu membuatnya bertanya-tanya tentang dimana keberadaan suaminya.
"Ibu, Rye?" panggil Diara saat kepala pelayan Rye datang.
"Ya, nyonya?" jawabnya sopan.
Diara masih menimbang apakah dia harus bertanya atau tidak. Dia tidak melakukan apapun selama dua hari ini. Dia juga tidak tau apa yang harus dia lakukan di rumah sebesar ini.
"Apa saya boleh bertanya sesuatu?" tanya Diara mencoba untuk bertanya pada pelayan Rye.
"Silahkan, nyonya." jawab pelayan Rye membuat Diara memberanikan dirinya untuk bertanya.
"Dimana tuan muda? Apa beliau tidak pulang lagi?" tanya Diara karena ini adalah malam ketiga suaminya tidak pulang.
Dia tau jika pernikahan ini tidak di inginkan suaminya. Hanya saja dimana dia tinggal?
"Ini Villa pribadi tuan muda, nyonya. Biasanya beliau hanya datang jika merasa lelah dengan pekerjaannya. Jika hari biasa, tuan muda akan tinggal di pusat kota. Rumah utama keluarga Raksa Bumi." jawab pelayan Rye membuat Diara mulai mengerti saat ini.
Dia di tempatkan di villa ini hanya untuk bisa menjauhkannya dari keluarganya bukan? Oke jika begitu. Diara akan mencari tau apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat laki-laki itu begitu membenci keluarganya.
Karena Diara belum mengetahui alasan sebenarnya tentang hubungan antara mendiang kakeknya dan keluarga Raksa Bumi di masa lalu.
"Kalau begitu, apakah saya boleh menghubungi tuan muda?" tanya Diara lagi.
"Silahkan, nyonya. Tuan berpesan kapanpun anda ingin menghubungi anda bisa melakukannya. Hanya saja-"
"Saya paham. Saya tidak di izinkan untuk menghubungi keluarga saya bukan?" jawab Diara sambil tersenyum.
Dia harus berpura-pura untuk terlihat baik-baik saja. Walau saat ini dia begitu sangat merindukan keluarganya.
Pelayan Rye tersenyum melihat Diara yang terlihat baik-baik saja. Setidaknya dia tau jika nyonya muda mereka berada dalam kondisi baik.
"Saya permisi, nyonya." pamit pelayan Rye meninggalkan Diara karena hanya dia saja yang di perbolehkan Jevandra untuk mengurus tawanannya.
Ya, Jevandra menyebut Diara adalah tawanan dan semua orang yang berada di tempat ini tau hal itu.
Diara mencoba untuk menghubungi Jevandra, tapi beberapa detik kemudian dia membatalkannya.
Sedangkan Jevandra yang sedang makan malam bersama ibunya melihat ponselnya berdering lalu mati, membuatnya melihat siapa yang menghubunginya saat itu.
"Siapa, Jevandra?" tanya ibunya melihat ada orang yang menghubungi putranya.
"Istriku!"
Trang!
Garpu yang di tangan Nadia terjatuh saat mendengar apa yang Jevandra katakan.
Bukan hanya Nadia, tapi ibunya juga terkejut saat mendengar Jevandra mengatakan sosok istrinya.
"Kenapa? Apa aku salah?" tanya Jevandra pada mereka.
"Maaf, Nadia permisi dulu Tante." pamitnya kebelakang.
Jantungnya berdebar kencang saat mengetahui jika Jevandra sudah memiliki istri.
"Jevandra, apa yang kamu katakan nak? Istri apa yang kamu maksu?" tanya ibunya menatap tidak percaya pada putranya.
"Ya, istriku. Aku sudah menikah dua hari yang lalu dan Minggu depan aku akan mengenalkannya pada ibu dan juga media. Bukankah Minggu depan adalah hari peringatan kematian ayah dan juga kakek?"
"Lalu apa hubungannya dengan istrimu?" tanya ibunya mulai tersulut emosi.
"Aku ingin mengenalkannya pada media. Jika aku sudah menikah dan-"
"Lalu bagaimana dengan Nadia? Semua orang mengetahui jika Nadia adalah calon istrimu!" seru ibunya mulai tak terkontrol lagi.
Jevandra hanya menatap datar pada ibunya. Dia sudah sering membahas tentang hal ini.
"Yang berpikir dia adalah calon istriku itu mereka. Bukan aku. Bahkan aku tidak pernah mengatakan tertarik dengannya, karena memang aku tidak pernah berpikir untuk menikahinya!" jawab Jevandra dingin.
Dia memang tidak pernah tertarik dengan Nadia, karena sekeras apapun perempuan itu berusaha Jevandra tetap tidak tertarik.
"Kasihan Nadia, Jevandra. Dia yatim piatu dan-"
"Jika ibu mengkhawatirkan dirinya jangan takut. Aku sudah menyiapkan sebuah rumah dengan fasilitas lengkap untuknya. Beberapa saham yang bisa dia jadikan modal untuk hidupnya di masa depan. Bahkan jika ibu ingin aku mencarikan laki-laki untuknya, aku bisa melakukan hal itu. Tapi aku pastikan, jika laki-laki itu bukan aku, Bu." pungkasnya hendak pergi setelah mengatakannya.
Dia tidak ingin berlama-lama di rumah utama, karena memang dia malas bertemu ibunya dan berdebat soal ini.
Satu-satunya alasan dia datang adalah neneknya. Karena selama ini, Jevandra hanya dekat dengan neneknya saja.
***
keren ini mah calon mommy banyak pikiran gampang di bikin hamil
biasanya cepat Up nya..
laki jg pny ksbrn.... jd jgn uji ksbrn ny... jk gk mau hal keras trjd
dgn wajah yg tak sama kau dgr...
kalo mdel yak gn trs ya mt kau🤣