NovelToon NovelToon
Cinta Ditikungan Terakhir=

Cinta Ditikungan Terakhir=

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:330.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Anis Abibich

Ketika cinta sudah berada ditikungan terakhir dan selangkah lagi menuju finish, namun ternyata semua harus terhenti ditengah jalan.
Tiga hari sebelum hari pernikahannya Ana membatalkan rencana pernikahan nya tersebut.
Apakah alasan Ana mengakhiri semuanya?
Mungkinkah tidak ada hati yang terluka?

Jangan pernah hadir ditengah tangan yang sedang menggenggam tangan lainnya sampai salah satu tangan melepaskannya

Jika Tuhan mengambil apa yang kamu genggam bukan berarti Dia menghukummu, Dia hanya mengosongkan tanganmu untuk menerima yang lebih baik

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anis Abibich, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Biar Halal Memandangku

Ana akhirnya mau dianter Angga menuju tempat proyek apotik, namun sebelum keduanya beranjak ke tempat parkir Angga minta ijin ke Ana untuk menemui temannya untuk berpamitan.

"Rudy" panggil Angga pada seorang laki-laki yang sedang sibuk mengarahkan pekerja mengatur beberapa stand pameran.

"Ya Pak"

"saya mau tukar mobil saya sama mobil kamu ya, mana kunci mobilmu" Angga mengatakan sambil menyerahkan kunci mobilnya ke Rudy.

"ini pak" Rudy menyerahkan kunci mobilnya ke Angga, "emang kenapa pak kok tukar mobil? Saya sebenernya ga pede pak naik mobil bagus" kata Rudy sambil garuk-garuk kepalanya

"mau buat narik taxi online" jawab Angga sambil tersenyum

"Udah ya saya bawa dulu mobil kamu nanti saya kabari lagi" Angga pergi meninggalkan Rudy yang kebingungan dengan maksud bosnya itu.

"Ayo saya anter" ajak Angga pada Ana yang lagi menunggu Angga sambil memainkan ponselnya.

Ana akhirnya mengikuti langkah Angga menuju ke parkiran mobil.

Setelah mobil melaju dijalan, Ana membuka percakapan

"Mas Angga kantornya dimana?" tanya Ana tanpa menatap Angga

"saya ga punya kantor mbak, masak ojek online punya kantor" jawab Angga sambil tersenyum

"saya tanya serius, kali aja ada lowongan buat saya dikantor mas Angga" jawab Ana sambil menatap Angga

"kalau lowongan pekerjaan gak ada mbak, yang ada lowongan di hati saya" Angga menjawab sambil tertawa "gombal banget ya mbak"

Ana hanya tersenyum sinis

"emang gak krasan mbak dikantor yang sekarang? Tanya Angga ke Ana sambil tetep fokus menyetir.

"bukannya gak krasan sih cuma pengen suasana baru aja, saya udah lima tahun lebih kerja disana, ibarat mobil kalau udah lima tahun lebih biasanya udah gak nyaman dipakai minta ganti baru" jawab Ana sambil tersenyum.

Angga hanya manggut-manggut aja.

"ini belok yang kanan atau yang kiri mbak jalan jawanya?" tanya Angga pada Ana,

"yang belok kanan nanti bangunannya dipojokan" jawab Ana sambil tangannya menunjuk ke arah kanan

Sesampai di tempat yang dituju, Ana segera turun dan menemui pengawas dari kantornya yang sedang mengawasi pekerjaan diproyek apotik tersebut, setelah itu Ana sibuk mengambil foto beberapa sudut bangunan yang sudah hampir jadi dan tinggal proses finishing tersebut. Karena sibuk Ana melupakan Angga. Ternyata laki-laki tersebut sedang asik berbincang dengan pengawas dari kantor Ana, sepertinya Angga memberikan beberapa masukan.

"Bu Ana, yang sama bu Ana tadi apa orang dari kantor juga? Saya kok ga pernah liat" tanya pengawas itu pada Ana.

"bukan pak, dia teman saya, emang kenapa pak?" Ana balik bertanya

"enggak apa-apa, soalnya kok bapaknya itu paham bangunan apalagi masah interior ruangan, tadi kasih beberapa masukan dan kayaknya masukannya bener bu" pengawas itu menjelaskan ke Ana.

"Ya sudah pak, bapak masih ada yang perlu ditanyakan sama saya gak? Kalau tidak ada saya mau balik kantor mau bikin laporan nanti saya sampaikan ke klien biar cepat ditindak lanjuti bila ada perubahan"

Ana segera bergegas meninggalkan tempat tersebut, diliatnya Angga berdiri di sebelah mobilnya.

"sekarang mau kemana lagi?" tanya Angga sambil mendekati Ana.

"maaf tadi saya sampai lupa kalau ngajak kamu, saya gak perlu dianter lagi, saya bisa balik ke kantor sendiri naik taxi online" jawab Ana

"loh apa kamu lupa saya taxi online yang ngantar kamu dari tadi argo saya masih jalan ini" Angga menjawab sambil tersenyum

"waduh makin banyak hutang saya ke kamu, berapa total semua?" dengan serius Ana berbicara pada Angga

"ga usah dibayar pakai duit mbak, bayar traktir saya makan siang aja tapi saya yang tentukan tempatnya gimana? Impaskan" Angga berbicara sambil mengedipkan satu matanya pada Ana

Jam menunjukan pukul dua belas lewat emang udah waktunya makan siang.

"baiklah saya traktir kamu tapi jangan jauh-jauh ya, karena saya masih banyak kerjaan, yang arah ke kantor saya saja biar cepat lagian saya belum sholat dhuhur"

"baiklah, Ayo naik" ajak Angga

Setelah mobil melaju, Angga bertanya pada Ana "kamu suka nasi bebek? Kita makan nasi bebek aja yuk"

"boleh" jawab Ana singkat

Akhirnya mobil Angga belok dan mencari parkir ke warung bebek yang lumayan rame karena pas jam makan siang.

"kamu sering makan di sini? Tanya Ana

"ya gak sering banget sich, cuman ini salah satu nasi bebek yang enak menurutku", jawab Angga sambil mengajak Ana masuk ke warung nasi bebek

Setelah pesan mereka mencari duduk, karena lumayan rame mereka dapat duduknya sangat sempit sehingga Ana benar-benar duduk mepet ke Angga. Setelah pesanan datang mereka segera makan, Angga melihat cara Ana makan, "gadis ini makan dengan santai lahap dan tanpa kesan canggung karena ada orang lain disebelahnya, dan cara makan dia cepat banget" batin Angga

"sudah habis, kamu mau nambah lagi?" tanya Angga yang melihat piring Ana sudah bersih.

Ana menjawab hanya dengan menggeleng saja dia bangkit dari duduknya untuk mencuci tangan di wastafel.

Kembali duduk disebelah Angga dan Angga baru menyelesaikan makannya kemudian bergegas ke wastafel untuk mencuci tangan.

"Saya bayar dulu ya" pamit Ana ke Angga sambil meninggalkan duduknya, setelah membayar Ana menghampiri Angga yang sudah berdiri di samping mobilnya. "ayo" ajak Ana ke Angga untuk segera masuk mobil

"ini langsung ke kantor kamu ya" tanya Angga

"Iya" jawab Ana sambil membuka ponselnya.

Ketika dalam perjalanan Angga membuka obrolan

"kamu kalau makan cepet banget ya?" tanya Angga sambil sedikit senyum.

"emang kenapa gak boleh ya, saya dari kecil terbiasa makan cepat karena kata ibu saya kalau orang makannya lambat itu berarti kerjanya juga lambat, kadang saya juga jadi bahan olok-olokan di kantor, kata orang-orang saya klu makan ditinggal berkedip aja udah habis" Ana menjelaskan sambil tersenyum

"padahal harusnya kalau makan sesuai ajaran nabi harus dikunyah 36 kali ya, tapi saya baru 5 kali udah masuk perut"

"ya klu gitu dibiasakan aja makannya pelan-pelan dinikmati, coba tadi makannya kamu sambil liat aku pasti bakalan pelan dan gak habis habis" Angga terkekeh kecil sambil tetap fokus menyetir

"lah emang kok bisa gitu?" tanya Ana dengan sedikit mendelikan matanya ke arah Angga.

"ya bisalah, coba dech besok kita makan siang lagi kamu makannya sambil liatin aku"

Ana hanya mencibirkan bibirnya

"perempuan tidak boleh memandang laki-laki yang bukan mahramnya mas entar malah jadi zina mata" celetuk Ana

"ya udah kamu jadi mahram aku aja kalau gitu biar halal memandangku" jawab Andra cepat

"apaan sich mas ngaco itu namanya" jawab Ana sambil sedikit cemberut, tapi entah kenapa jantung Ana seperti tidak bisa dikondisikan untuk tidak berdetak tak beraturan.

Walaupun status Ana yang seorang guru ngaji juga namun tidak dipungkiri Ana masih banyak kekurangan dia dalam menjalankan syariat agamanya. Itu yang kadang menyebabkan Ana sering risih bila ditempat mengajar mengajinya dia dipanggil ustazah, karena baginya panggilan itu belum pantas untuknya, dia melakukan semua hanya karena keinginannya untuk membagi ilmunya dan membantu orang yang tidak bisa mengaji untuk bisa mengaji.

Kemudian keduanya sama sama diam sampai mobil Angga berhenti didepan kantor Ana.

Ana segera turun dan mengucapkan terima kasih.

"Ana" Angga memanggil Ana yang berjalan menuju gedung kantornya. "Tumben dia panggil aku Ana tanpa embel2 mbak" bisik Ana dalam hati.

"ini nomer ponsel aku mungkin kamu membutuhkan ojek online lagi" Angga berjalan menghampiri Ana sambil memberikan kertas yang ada nomer ponsel dia.

"terima kasih" Ana menerima kertas dari Angga.

"assalamualaikum" Angga mengucapkan sambil tersenyum

"waalaikumsalam" jawab Ana sambil sedikit salah tingkah.

*

*

*

Jangan pernah melupakan jasa orang yang pernah berbuat baik kepada kita walaupun dia tidak pernah meminta balasan atas kebaikannya.

Bersambung....

1
Dinda Gusti
duh nyesek,mas tyo🥺
Dinda Gusti
Angga krg sat set🙄
Anonim
Luar biasa
Anonim
closing nya selalu bijak...#self reminder
Anonim
another quote that i agree
Anonim
agree ma quote ny... intinya ikhtiar n tawakal
Anonim
setuju ma quote ny...
Anonim
setuju ama quote nya...
RithaMartinE
bagus ceritanya
😍
Lia Kiftia Usman
paksu di rmh... dari sumatra walau tdk marah tapi suaranya tinggi ... awal2 pernikahan selalu kaget2an ...sampai skrg masih suka kaget sih.. itu aja rasanya "nyes" dihati, apalagi beneran dibentak .. 🤦‍♀️ lumayan aq nya latihan jantung terus selama ini, memang harus kuat2 ingat dan bersandar kpd Allah swt... jadi hati, jantung, tetap aman😊😊
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
na'ubillahindzalik,,jangan sampai terjadi kepadaku,,, sekarang saya lagi hamil trimester akhir,,,,mohon do'a kelancaran nya y Thor,,,,
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
bagus ceritanya,
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
betul Thor,,,
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
baguuus banget ceritanya
sayang q terlambat menemukan nya,
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
bener Thor,,,,,,
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
kata mutiara nya bagus Thor
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
alurnya santai
tapi seruuuu
maaf thor baru like storynya
ALDI
siip
ALDI
2
Vie ab
sekg coyyyy
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!