NovelToon NovelToon
Merajut Asa Bersamamu

Merajut Asa Bersamamu

Status: tamat
Genre:Romantis / Chicklit / Tamat
Popularitas:134.6k
Nilai: 5
Nama Author: In Gusman

Tak pernah terbayangkan olehku usaha bapakku bangkrut,sehingga semua yang kami miliki habis dalam sekejap. Bapak terpukul membuat beliau terpuruk dalam keputusasaan,sementara ibu sibuk mengejar ambisinya untuk bisa menjadi seperti dulu lagi.

Aku Raya Anggraini...sebagai anak paling besar,mau tidak mau aku harus mengambil alih tanggungjawab bapak untuk mencari nafkah demi masa depan adik-adikku.
Sementara tunanganku yang kujadikan tempat bersandar justru mengkhianatiku.
Sedangkan ibuku selalu saja menyalahkanku atas putusnya pertunanganku itu,lalu mencoba mencarikan jodoh dari kalangan orang-orang kaya demi melancarkan ambisinya.
Aku merasa dijual oleh ibuku,aku merasa seperti barang dagangan yang ditawarkan kepada pria-pria yang memang sudah mapan secara finansial.

Sanggupkah aku menjalani semua ini?
Kuatkah aku menghadapi tekanan-tekanan dari ibuku?
Dan siapakah akhirnya yang akan menjadi jodohku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon In Gusman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Kejujuran

Kita cari makan dulu,sudah waktunya makan siang dan sholat dzuhur. Mas Bahar memutar motornya ke Jl. Paris...di sana ada sebuah rumah makan padang yang telah menjadi langganan kami. Selain merupakan tempat makan yang nyaman,di sana juga menyediakan musholla yang bersih untuk beribadah. Begitu sampai,Mas Wawan petugas parkir disana sudah menyambut kami.

"Wah selamat siang Mas Romeo dan Mbak Juliet...kok lama nggak keliatan ke sini" sapanya ramah.

"Saya di tinggal mudik mas...baru juga pagi tadi datang" timpalku,sementara Mas Bahar hanya melempar senyum ke arah Mas Wawan.

"Taruh situ aja bos,nanti biar saya yang atur"

"Oke...thank you Wan...nitip ya,kami masuk dulu" ucap Mas Bahar.

Mas Bahar menggandeng tanganku masuk ke area rumah makan. Suasananya sedikit ramai...maklum ini jam makan siang.

"Aduh makin mesra sajo pasangan satu ini,suka uni liatnya tapi bikin iri...hehehe...Kok lamo nian kalian indak kesini...kemano sajo?"

"Aduh uni...sebulan juga belum ada kali...kok dibilang lama,aku ditinggal pangeranku pulang kampung..." ucapku...kulirik Mas Bahar tersenyum senang mendengar ucapanku. Sepertinya dia sudah tak se BT tadi waktu bareng teman-teman panti.

"Mau makan apa ini...yang seperti biaso nyo sajo atau mau coba menu yang lain?"tanya Uni Ida.

"Iya seperti biasa nya saja...tapi kami mau numpang sholat dulu...Boleh?" kata Mas Bahar.

"Aduh,tentu sajo boleh...tapi minumnyo apo ini? Nanti biar disiapkan..."

"Jeruk manis anget 2..." jawab Mas Bahar.

"Tapi kali ini aku pengen es jeruk..." ucapku sambil bergelayut manja di tangannya.

Muka cemberut yang sedari tadi menghiasi wajah Mas Bahar pun pudar seketika dengan kemanjaanku. Aku hafal betul,semarah apapun dia,pasti akan luluh dengan kemanjaanku. Karna menurut dia kalau aku manja berarti aku membutuhkannya. Huuh...benar kata Mas Yusuf,Mas Bahar mah suka lebay...

"Kamu habis nyanyi jangan minum es...nanti radang..."

"Tapi aku pengen...boleh ya...ya..."rajukku padanya.

"Hmmm...yang satu tar kasih es batu 2 biji aja uni"

"Ih mana dingin..." ucapku sambil cemberut.

"Yaaa...kasih satu lagi biar dia puas uni..."

"Enggak...kasih 3 lagi baru adeemmm...hehehe..."

"Nakal kamu...mulai nggak nurut ya..."

"Haduh kalian ini...bikin gemes sajo...jadi seberapo banyak ini es batunyo...?"

"Kasih 5 biji uni tapi masukinnya tar habis sholat ya..." ucapku

"Oke...cantik...sana tuh di susul pangerannyo...nitip do'a biar rumah makan uni tambah laris yo...hehehe"

Aku mengangguk sambil tersenyum dan mengacungkan kedua jempolnya.

Selesai sholat dzuhur,meja tempat biasa kami duduk sudah penuh dengan pesanan kami. Tambah siang pengunjung tambah banyak,mataku menyapu seluruh ruangan dan tiba-tiba aku tertarik pada sebuah spot baru di rumah makan itu.

"Liat apa...makan ya makan...jangan makan sambil celingukan" tegur Mas Bahar yang teryata dari tadi memperhatikan aku.

"Mas liat deh...rumah makan uni sekarang ada panggung musiknya. Tuh liat...ada organ tunggalnya" ucapku antusias.

"Kamu nggak boleh tampil disana,sudah cukup Raya...aku nggak mau kamu tampil dipanggung lagi... Apalagi sampe ada cowok yang baper sama kamu" tegasnya.

"Hmmm oke..." jawabku pelan.

"Nggak usah pasang tampang kecewa...habiskan makanmu terus kita pergi ke pantai..."

"Pantai....serius?"

Mas Bahar mengangguk cepat.

"Kamu suka?"

Kini gantian aku yang mengangguk dengan cepat...aku suka sekali pantai,apalagi ketika otak kita tengah dipenuhi banyak masalah dan hati yang sedang gundah gulana...laut adalah tempat yang pas untuk melepaskan semuanya.

"Habiskan makananmu,biar kita cepat berangkat ke Pantai Parangtritis. Aku sudah pamit ibu kok,kalo kita kemungkinan pulang nya bisa sampai sore"

"Mang mau ngapain disana sampe sore?" tanyaku

"Ada banyak hal yang ingin ku tanyakan padamu... Kau pun janji mo cerita sesuatu padaku kan?"

"Hmmm...masih inget aja,kirain dah lupa...hehehe..."

"Janji adalah hutang...jadi wajib diinget buat bayar...hehehe..." jawabnya nggak mau kalah.

"Huuh..." Aku meruncingkan bibirku dan Mas Bahar pun tergelak melihatnya.

Selesai makan siang Mas Bahar pun melajukan motornya ke arah selatan...ke arah Pantai Parangtritis. Begitu motor di parkir dan helm ku lepas,aku segera berlari menuju tepian pantai,meninggalkan Mas Bahar yang masih menunggu karcis parkir.

Senyum manis terukur di wajahnya demi melihat tingkahku yang seperti anak kecil.

"Mas cepet kesini...lama amat sih jalannya...kaya siput" teriakku...karna jarak kami memang agak jauh.

"Kamu senang sekali liat pantai Raya..." ucap Mas Bahar begitu sampai di sisiku.

"Iya...tapi Raya juga suka pegunungan..." kataku sambil menggelayut manja di tangannya,Mas Bahar tersenyum dan membelai kepalaku dengan tangan kanannya.

"Raya..." panggilnya

"Yaa..." jawabku singkat

"Kamu tau,aku sangat sayang padamu Raya. Bahkan mungkin rasa ini melebihi sayangmu padaku."

"Aku ingin kita membangun hubungan ini dengan dasar kejujuran tapi entah kenapa aku merasa tak ada kejujuran diantara kita...terutama kejujuran darimu...Sebagai seseorang yang terdekat denganku,aku selalu menceritakan apapun padamu,tapi sepertinya tidak denganmu. Sepertinya begitu banyak hal yang tak ku ketahui tentangmu Raya,padahal kita bersama sudah 3 tahun lebih. Sekarang aku mau tanya,seberapa banyak hal yang kau sembunyikan padaku" ucapnya sambil menuntunku duduk di sebuah gubuk yang tersedia di sana.

Aku diam tertunduk,Mas Bahar memegang daguku agar aku mengangkat wajahku.

"Bila sampai waktunya nanti kita akan menikah dan hidup bersama,ceritakan semuanya,agar aku tak merasa asing denganmu. Mulailah dari kegiatanmu yang tak pernah ku ketahui" lanjutnya.

"Raya sejak kelas 4 SD sudah belajar beladiri pencak silat dan sekarang Raya pemegang sabuk hitam. Masalah main band,berawal dari 3 tahun yang lalu,ketika band panti asuhan itu mendapat job 17 Agustus di kampung kita. Pak Hadi menyukai jenis suara Raya,lalu beliau menawarkan Raya untuk bergabung bersama di band panti. Bapak melarang Raya tapi karna Raya suka,makanya selama 2 tahun Raya suka pentas dengan mereka secara diam-diam. Hingga satu ketika,bapak memergoki Raya pulang jam 2 malam."

"Bapak marah dan menyuruh Raya keluar dari band,sampai suatu ketika Pak Hadi dan Mas Yusuf datang ke rumah untuk meminta tolong Raya pentas di acara ulang tahun panti. Dari situ Raya kembali dibujuk untuk gabung lagi,Raya mau dengan catatan dapat ijin dari bapak,lalu datanglah lagi Pak Hadi bersama Mas Yusuf meminta ijin sama bapak. Setelah Raya merengek terus ke bapak,akhirnya bapak mengijinkan dengan catatan pentasnya tidak malam hari dan Raya juga harus meminta ijin pada Mas Bahar."

"Tapi kau tak pernah minta ijin padaku,bahkan sekedar cerita pun enggak" ucapnya dengan nada yang sedikit tinggi.

"Maaf..." hanya itu yang bisa kuucapkan sambil menunduk.

.

.

.

.

.

.

.

Lanjut...

1
Eka Widya
ceritanya cukup menarik.sekilas spt permasalahan keluarga pd umumnya tp ada konflik batin seorang ank.yg seharusnya keluarga menjadi tempat berkeluh kesah
Maina Susanti
suka banget nih
Rahma
anak kandung atw apa yaa???
Rahma
raya, suka banget nangis... dikit² nangis...
Rahma
apa yg kurang dr mas bahar, neng??
In Gusman: Mungkin karna terlalu sempurna,jadi membuat berbeda prinsip...😍😍😍

Terimakasih dah mampir...🙏🙏🙏
total 1 replies
Happys
alur ceritanya bagus Kaka
g lebay...sesuai realita di masyarakat
buat lanjutannya ya Kaka
kita tunggu lho..
In Gusman: Terimakasih sudah mampir...semoga manfaat
InsyaAlloh besok di lanjut lagi...
total 1 replies
Ari Libry
Raka..bucin wkwkwk
Ari Libry
Raka baik bgt seeh..
Wildan
lanjut yg ke dua nya thor..
In Gusman: insyaAlloh...
total 1 replies
Indah Wirdianingsih
Al FATIHAH untuk Aipda jenni Antok
semangat terus thor trus berkarya ya ❤❤❤
In Gusman: Terimakasih...😍😍😍
total 1 replies
RSDP💖
AL FATIHAH.....semangat trus thor
aku suka critanya😊
In Gusman: Terimakasih...🙏🙏🙏😍😍😍
total 1 replies
RSDP💖
lhaaaaahhh kok tamat....
lanjut dong thor😢😢
In Gusman: Maaf untuk sementara segitu dulu...semoga lain waktu bisa terinspirasi untuk melanjutkannya lagi
total 1 replies
Indah Wirdianingsih
selamat buat rska dan raya, kok udah tamat aja thor
Indah Wirdianingsih: di lnjut ya thor jngan sampai ngak ceritain kehidupan raya dan raka setelah menikah thor😍😍
total 2 replies
IG @zmling_
hai aku mampir nih

mampir juga yuk di Mr. mafia or Mr. Psychopath?

Salam semangat
In Gusman: Terimakasih yaaa...

Salam semangat juga...
total 1 replies
Indah Wirdianingsih
alhamdulilah Next thor
Suadah Al Asy'ari
lanjut
saya nyimak terus
In Gusman: makasih yaaa..,
total 1 replies
Moh Haryadi Haron
aku pdamu thooorrr
Indah Wirdianingsih
raka bucin sama raya
Moh Haryadi Haron
lanjut thorrr
Moh Haryadi Haron
visualnya dong thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!