Desakan mama yang menginginkan agar Kevin segera menikah membuat ia dipertemukan dengan seorang wanita penuh akan misteri, atau lebih tepatnya masalah.
Hubungannya dengan sang kekasih memang tidak bisa dipertahankan lagi dengan pengkhianatan yang dilakukan Fira dibelakang Kevin. Sehingga itu pula yang membuat Kevin yakin membawa Nayla masuk ke dalam bagian hidupnya.
Bersama wanita yang dipilihnya itu, Kevin akan membuktikan pada sang mantan bahwa ia bisa hidup tanpa Fira, juga membalas pengkhianat Fira akan hubungan mereka yang lalu.
2021 direvisi ulang 2026
@nyanalyn_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6. PHSC NEW
Ruangan sekretaris Kevin kini di isi oleh dua orang pria. Satu orang itu adalah asisten pribadi Kevin yang juga merangkak menjadi sekretarisnya. Dan satunya lagi mungkin tamu bisnis yang akan mengajak kerja sama perusahaan milik Mahardika dan Kevin tentunya.
“Atasanmu itu apa masih lama keluarnya? Waktuku sangat terbatas, banyak pekerjaan yang harus segera aku selesaikan,” ucapnya beberapa kali melirik jam tangan di lengannya.
“Tunggu sebentar Pak Akram, saya sudah menghubungi atasan saya. Tuan Kevin bilang ia sebentar lagi akan sampai dikantor, tunggulah sebentar lagi Pak Akram,” seru Cakra.
Tamu bos nya kali ini memang sangat terburu-buru. Harusnya ia bisa mengerti pekerjaan masing-masing yang sama sibuk. Bukan hanya Pak Akram saja yang memiliki segudang pekerjaan yang banyak, Kevin pun sama.
Nayla membuntuti ke mana langkah Kevin membawanya. Banyak mata yang terus mengikuti pergerakannya yang datang bersama atasan tempat mereka bekerja.
Tak lama berselang disusul kedatangan Fira dengan wajah yang sangat jelas mengabarkan ke marahannya yang ditahan.
Desas desus miring di kalangan karyawan kantor, merambat menjadi gosip panas. Beberapa dari mereka sudah mengetahui hubungan sang bos dan sekretarisnya itu. Walau hubungan yang sekarang ini tak mereka ketahui bahwa Kevin dan Fira sudah putus hubungan.
“Kau bisa menunggu aku selesai bekerja kan, Nayla,” seru Kevin tiba di depan pintu ruangannya. Nayla balas mengangguk.
Cakra masih terus mengotak atik ponselnya, mengirimi pesan pada sang bos, apakah sudah dikantor atau masih di perjalanan.
Saat pintu yang tiba-tiba terbuka atensi Cakra dan Akram beradu melihat ke arah dimana benda kayu itu yang memunculkan dua tubuh berlainan jenis.
“Kau— Nayla ini benar kamu bukan,” seru Akram bangkit. Mendapati wanita di masa lalunya itu, seketika perasaan marah, rindu beradu menjadi satu.
Kevin mengernyitkan keningnya bingung. “Anda kenal dengan calon istri saya, Pak Akram?” tanya Kevin melirik ke dua arah antara melihat Nayla di sampingnya lalu berpindah pandangan ke arah Akram.
•••
Setelah pembahasan bisnis kelar, Akram lalu pulang dengan terburu-buru. Ia sempat hendak mengajak Nayla mengobrol namun karena CEO dari PT Angkasa Mahardika itu sudah mengklaim Nayla sebagai calon istrinya, ia pun mengurungkan keinginannya itu.
Dilain waktu saat ada kesempatan Akram pastinya akan mengajak Nayla bicara banyak. Ia ingin mengulang masa lalu dengan jelas, serta menanyai kebenaran yang masih janggal dicerna Akram.
Cakra membuang muka, sekarang ditempat ini hanya ada mereka bertiga saja. Ruangannya dengan sang bos memang satu tempat, hanya saja diberi pembatas dengan pintu pertama yang langsung menuju tempat ia bekerja, lalu terdapat pintu ke dua, yang dimana itu adalah ruangan milik Kevin.
Dulu saat Fira masih menjabat sebagai sekretarisnya, ruangan Fira ditempatkan di ruangan yang berbeda. Posisi Cakra memang lebih dominan, meskipun dulu ia hanya bekerja sebagai asisten sang bos, namun tetap saja jadwal kerja yang biasnya disusun oleh sekretaris, tetap Cakra yang lebih mengetahuinya.
“Jadi ada hubungan apa kau dengan Akram dimasa lalu, Nyala?” ungkit Kevin. Nayla terdiam, sama seperti saat ia berhadapan dengan Akram tadi.
“Nayla?”
“Panjang ceritanya, intinya dia memang orang dari masa lalu ku. Tapi aku tidak pernah menjalin hubungan dengannya dan lelaki mana pun. Untuk saat ini mungkin hanya kamu satu-satu nya lelaki yang membuat aku tertarik,” jelas Nayla.
Ungkapan Nayla malah membuat Cakra yang salah tingkah. Bisa saja ternyata bos nya itu mencari wanita, kalau ia perhatikan Nayla memang gadis yang baik. Cara ia bertingkah tak sama seperti Fira. Memang kedudukan Fira lebih tinggi jika dibandingkan dengan Nayla. Ia yang dulunya bekerja sebagai sekretaris dan kekasih sang bos, tapi jelas jika dimata Cakra sekarang, lebih mendukung hubungan bos nya dengan wanita yang baru.
“Kau mau dipesankan makanan, Nayla?” Kevin mengubah obrolannya. Ia ingat Nayla pasti belum makan siang. Makanan yang di caffe tadi pun belum ada yang disentuhnya sama sekali.
“Cakra, tolong pesankan makanan untuk ku dan Nayla. Pastikan kau membeli menu yang sama seperti yang Nayla pilih di caffe sebrang,” tidak membutuhkan persetujuan Nayla, Kevin langsung memerintah anak buahnya itu.
“Cih apaan kau ini Vin,” decak Cakra tapi tak urung ia tetap menuruti perintah atasannya itu. Dan apa tadi, memesan menu sesuai yang di pilih Nayla?
Gila saja, mana Cakra tau makanan apa yang sudah Nayla beli di caffe, kalau ia saja tidak melihat langsung bagaimana rupa hidangannya.
•••
Linda akhir-akhir ini sangat bahagia, suasana hatinya sangat baik. Ia juga selalu memerintah anaknya untuk pulang ke rumah, tak lupa membawa Nayla.
Mahardika duduk santai di sofa ruang tamu, koran yang dipegangnya itu malah tidak menarik untuk dibaca. Kehebohan sang istri yang berkeluyuran menata ruangan itu membuat ia pusing.
“Sayang, berhentilah bekerja. Kau nanti akan kelelahan,” seru Papah Mahardika. Ia pegang tangan Mama Linda yang masih menata buku-buku di lemari dekat pintu.
“Sebentar lagi semuanya beres, Mas. Ini sudah tugas ku, kau tidak perlu khawatir, aku juga tidak merasa lelah sekarang,” balas Linda memasang senyum termanisnya.
Di usia mereka yang sama-sama berusia senja, tak lantas membuat fungsi ototnya melemah. Linda rutin seminggu sekali mengikuti yoga dan senam di komplek perumahan. Sedangkan Papah Mahardika sering melalukan olahraga mandiri dan nge-gym bersama Kevin di waktu libur.
Malam sekitar jam 9 lewat, Kevin tiba di rumah Mama dan Papah nya. Ia datang berdua bersama Nayla seperti permintaan sang Mama.
“Wah, yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Ayo masuk, lalu kita makan malam bersama,” ajak Mama Linda gembira.
Nayla bersalaman santun pada orang tua Kevin. Saat menikmati hidangan makan malam ini, Nayla terus saja dilayani oleh Linda.
“Tante, tidak usah repot-repot. Nayla merasa sungkan kalau tante terus melayani Nayla makan,” seru Naya malu. Kalau ia sebagai anak Linda sudah pasti ia akan senang diperlakukan seorang ibu yang sangat baik dan penyayang itu.
“Mama tidak merasa direpotkan sama sekali, Nak. Kamu juga jangan panggil tante lagi, mulai sekerang panggil Mama saja, sayang ya,” seru Mama Linda meladeni.
Kevin mengulas senyum teramat tipis, pilihannya menjatuhkan hubungan serius pada Nayla memang pilihan yang benar. Beberapa bulan sudah ia mengenal wanita itu, dan ia sudah mengenal luar dan dalam dari wanita yang penuh akan misterinya.
“Papah setuju kan, kalau hubungan Kevin dan Nayla di percepat saja. Kalau bisa tidak usah tunangan dulu, tapi langsung menikah saja,” celetuk Mama menatap Papah Mahardika dengan serius.
“Iya, kalau itu pilihan yang baik, Papah ikut saja. Toh yang akan menjalani biduk rumah tangga itu Kevin dan Nayla. Jadi gimana menurut kalian, Nak. Apa ada yang keberadaan kalau hubungan kalian akan dipercepat?” sambung Papah Mahardika.
Bukan istrinya saja yang menginginkan agar anaknya segera menikah. Ia pun sama, mengenai penilaian tentang wanita yang dipilih anaknya. Mahardika tidak perlu khawatir, ia sudah menyelidiki terlebih dahulu latar belakang keluarga Nayla.
Linda pun sudah sangat setuju dengan pilihan Kevin. Dulu saat ia menawarkan beberapa perhiasan turun temurun warisan mertuanya, Nayla pun malah hanya memilih perhiasan yang paling sederhana, terlebih lagi wanita itu hanya mengambil satu kotak.
Itu yang membuat kesimpulan besar Linda bahwa Nayla bukanlah wanita matre. Linda juga sempat terkejut saat Nayla mengembalikan perhiasan itu lewat anaknya. Tak lupa, Nayla juga berpesan bahwa ia tidak pantas mendapatkan harta yang bukan hak nya sendiri.
Untuk ke dua kalinya pula Linda dibuat kagum dengan Nayla. Di era sekarang kebutuhan hidup di dominasi dengan biaya yang serba mahal. Banyak anak gadis yang berlomba mempercantik diri untuk menggaet pria muda yang kaya. Namun penilaiannya pada sosok Nayla amat berbeda. Perempuan itu seperti hanya menampakkan kesederhanaannya dan jati dirinya yang sesungguhnya.
•••
Pengumuman dikantor menghebohkan semua karyawan. Fira yang mendengar itu langsung pergi menuju ruangannya.
“Arghhh.., ini gak mungkin! Aku gak rela kamu nikah sama orang lain, Vin. Kamu itu cuma milik aku,” geram Fira emosi.
Kabar tentang Kevin yang akan segera menikah sedikit banyak membawa pengaruh positif dan negatif, kehebohan para karyawan pria dan wanita yang bergosip dengan pemikiran masing-masing tentunya juga membuat panas gedung kantor. Banyak yang patah hati saat mendengar atasannya yang tampan itu akan segera membina rumah tangga. Namun tak banyak dari mereka pula mendoakan ke langgengan hubungan Kevin dan pasangannya kelak.
kyak novel sblumx tapi sayang pake koin.🤦🏻akux masih penasaran sih...ama ceritax