Indira Necelia Mahatma seorang gadis yang baik, periang dan pemberani yang bisa meluluhkan hati Andris sang ketua dan pendiri gangster Hellboy. Gangster Hellboy yang suka bertarung dan balap dengan geng lainnya termasuk dengan Logitacht yang notebenya dalah musuh terbesarnya.
Andris Matteo ketua gangster Hellboy yang disegani dan ditakuti. Dia adalah lelaki tampan yang digilai para siswi disekolah. Andris yang susah didekati dan susah meluluhkan hatinya kini menjadi kekasih Indira yang lembut terhadapnya saja.
Apa yang terjadi dalam cerita cinta mereka nantinya?
Ketika rahasia yang menyakitkan akan terungkap berlahan dan akan mengores sedikit demi sedikit hati keduanya. Tetapkah mereka akan bersama atau malah memutuskan cerita cinta mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RuangTilyt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Homo
Bagaikan lawak mendengar kata homo, Gio tertawa terbahak-bahak. Ia tahu alasan kenapa sampai detik ini Andris tidak tersentuh sama cewek lain apalagi cewek godaan seperti Dila. Biarpun Andris tergolong pria tampan mempunyai ratusan mantan tapi disayangkan semua hanya kata pacar bukan singgah dihatinya apalagi disentuhnya.
“Kau gila Dil, pria setampan dia mana mungkin homo. Sudahlah cari pelanggan yang lain sana.” Ucap Gio menyakinkan.
“Tampan si tampan tapi sayang itunya loyo. Jadi malas cari pelanggan lain takutnya loyo kayak cowok homo itu.” Jawab Dila yang masih agak kesal telah diperilakuan seperti itu
Semenjak bekerja sebagai cewek penghibur tidak satupun yang menolak ajakan Dila sicewek sexy tapi mala mini ada satu pelanggan yang dianggap itunya loyo apalagi bukan homo. Menyesal dari awal menyukai cowok tampan tersebut membuat semangat Dila murung.
“Namanya Andris, kau sering perhatikan dia ya makannya tahu semua cewek dia tolak kecuali teman-temannya yang lain?” Tanya Gio yang penasaran kenapa Dila berpikir temannya itu homo.
“Dari awal dia masuk club ini sampai detik ini aku belum pernah lihat dia masuk kelantai dua apalagi bermain dengan cewek lain. Itukan namanya homo, dia hanya tergoda sama sejenisnya.” Celetuk Dila.
“Aku sudah mengenalnya lama, dia suka lawan jenis tapi sayangnya susah ditakluki. Dia terkenal dengaan ketampannya dan sikap dinginnya tapi kau harus tahu Dil, dia itu banyak mantan.” Kata Gio memberitahu siapa Andris.
“Loyo kayak gitu mana ada mantan sih, aku nggak percaya. Tadi saja ku mau cium bibirnya dia langsung nolak dan aku berbisik genit diteliganya dia tidak bereaksi apa-apa.” Kata Dila menginggat penolakan Andris.
“Kau nggak percaya sama omongan ku ya sudah. Pergi sana cari pelanggan yang lain biar gairahmu naik lagi.” Usir Gio pada Dila yang masih duduk didepan meja bar.
“Ha kau sama saja sama teman loyomu itu. Bye!” Ucap Dila kesal dan pergi meninggalkan Gio yang tertawa melihat tingkah Dila
Cewek sesexy Dila kau tolak juga Ris, cewek bagaimana yang bisa meluluhkan hati dan otak kerasmu itu.
Malam semakin gelap hingga pukul satu dini pun Andris belum keluar dari club malam tersebut. Ia mengabiskan banyak botol minuman dengan rokok enath sudah berapa bungkus dihisapnya. Dirinya semakin kacau saja, tidak berniat pergi meninggalkan tempat kalem tersebut padalah besok ia masih sekolah.
Mencari kesempatan yang emas melihat cowok tampan sendiri dan mabuk berat membuat niat cewek tersebut menghampiri dan menggodanya.
"Sayang kamu sudah mabuk, ayo ikut aku. Biar aku membuat malammu semakin bergairah dan indah." Kata cewek penghibur lainnya yang melihat ada lelaki sudah mabuk berat dikursi sendirian.
Lelaki yang mabuk berat itu tidak menolak bahkan membiarkan cewek tersebut menompang dirinya. Menaruh tangan kanan dibahu cewek tersebut. Tanpa sadar lelaki tersebut hampir tenggelam dengan dunia malam bersama cewek .
Gio yang masih menjaga tempat bar hanya kasihan melihat temannya itu menyiksa dirinya. Masalah apa lagi yang ia dapatkan sehingga ia harus bermalam dengan botol keras dan rokok itu. Gio yang tak tega melihat Andris sudah mabuk berat.
Betah terkejutnya Gio melihat Andris sudah menaiki anak tangga dengan ditopang cewek. Gio menghampiri cewek yang berniat mengambil kesempatan itu dan membawa Andris kekamar tempat istirahat pengawai yang bekerja diclub tersebut.
Gio berlahan-lahan membaringkan tubuh berat Andris dan membukan sepatunya. Memberi selimut untuk menghangatkan tubuh itu dan keluar mengunci kamar tersebut.
**********
Andris merasa kepala sedikit pusing membuka matanya berlahan-lahan dan melihat langit dinding tempat ia tidur. Merasa tempat itu berbeda dari suasana kamarnya membuat dia berpikir melihat keadaan tubuhnya sekarang, dan masih utuh sebagian. Ada perasaan lengah, dia pikir dia telah berbuat yang tidak-tidak pada cewek yang mau mengambil kesempatan saat dia mabuk.
Andris bangun dari tempat tidur dan melihat ada beberapa panggil tak terjawab dari mamanya yang cemas tidak ada kabar sama sekali. Andris melihat jam sudah pukul delapan pagi, sial telat kesekolah. Baru menyadari disebelahnya ada gundulan dan matanya melihat ada lelaki disampingnya saat beranjak dan sedikit terkejut.
Apa yang kulakukan sama lelaki yang telanjang dada itu?
Andris membuka selimut yang menutupi sebagian tubuh lelaki yang membelakanginya dan melempar bantal. Lelaki yang disamping tersebut terbangun dari mimpi indahnya dan kesal melihat ada bantal.
“Kau kalau bangun ngapain buat orang terkejut sih ah? Ganggu mimpi basah saja!” Kesal lelaki itu dan menatap mata tajam itu.
Lelaki itu mengerti kemana arah mata Andris dan melanjutkan kalimatnya. “Pikiran kau kotor sesudah mabuk ya, aturlah kau berterimakasih samaku telah membawa ketempat tidur bersamaku bukan bersama cewel lain. Kalau cewek lain bisa buting kalau samaku bisa puas. Hahaha.”
Andris tetap diam dan menutup bagian bawahnya. Ha sial, kenapa pikiranku kotor!
“Gio apa yang kau lakukan padaku!” Tanya Andris dan menatap tajam setajam silet pada Gio yang masih cengegasan.
“Belum ngapain sih, cum….”
“Cuma apa ha? Kau macam-macam sama tubuhku!”
“Hahaha, aku normal bro. Kalau pun nggak normal aku nggak mau main samamu yang itunya loyo.”
“Kau tahu darimana ituku loyo, jangan ngarang omonganmu!”
“Semalam aku buka dikit saja, masih dikit ya hahhahah.” Canda Gio yang mendapat balasan mengerikan dari Andris.
Ha sial, kenapa ini cowok nggak bisa bercanda dikit sih. “Ok ok. Aku Cuma bercanda bro, nggak usah itu mata melotot seakan mau keluar dari tempatnya.
"Aku Cuma bawa kau sini karena semalam aku kasihan lihat kau mabuk berat dan mencegah cewek yang ambil kesempatan semalam untung aku melihat kalau tidak sudah waahhh kalian. Aturan kau berterimakasih bukan melototiku seperti singa haus dengan daging."
“Kita dimana sekarang? Aku mau pulang dan sekolah.” Bukan berterimakasih Andris malah menanyakan keberadaan mereka.
Dasar orang tak tahu berterimakasih, aturan biar saja semalam dibawa cewek biar alergi anti cewekmu hilang!
“Masih diclublah, lagian buat apa sekolah kau lihat jam sudah pukul berapa sekarang. Tidur lagi ya sayang biar kau kupuasi. Hahahha!” Canda Gio lagi dan mendapat lemparan bantal.
“Setidaknya masih niat sekolah walaupun terlamat dikit. Bukan kayak kau hanya mau mimpi basah.” Andris beranjak dan mengumpuli pakaian yang sebagian tercecer itu.
“Sadis amat si jadi cowok. Pergilah kau biar aku tidur lagi.” Usir Gio yang tidak menggangapi omongan teman yang tidak tahu terimakasih itu.
“Sabtu lusa ada balapan. Ini kunci juga nanti ada kakek-kakek masuk.” Andris berkata demikian.
Andris keluar dan kabur dari tempat itu sedangkan Gio yang mendengar kata kakek-kakek langsung berlari mengunci pintu kamar takut akan terjadi hal yang bukan-bukan dengan kakek entah siapa itu.
- - -
Hai hai guys semua...
Semoga suka dengan kelanjutanya ya☺️
bantu kasih semangat buat dengan kasih like, komen, vote dan favoritkan ya guys...
salam hangat dari The Gengster Boy😎
next kk semngt💪💪
Next kk,,,semangat kk buat nulisnya