NovelToon NovelToon
Ibu Susu Untuk Reina

Ibu Susu Untuk Reina

Status: tamat
Genre:CEO / Single Mom / Janda / Hamil di luar nikah / Romansa / Ibu susu / Tamat
Popularitas:29.6k
Nilai: 5
Nama Author: Chika Ssi

Gendis baru saja melahirkan, tetapi bayinya tak kunjung diberikan usai lelahnya mempertaruhkan nyawa. Jangankan melihat wajahnya, bahkan dia tidak tahu jenis kelamin bayi yang sudah dilahirkan. Tim medis justru mengatakan bahwa bayinya tidak selamat.

Di tengah rasa frustrasinya, Gendis kembali bertemu dengan Hiro. Seorang kolega bisnis di masa lalu. Dia meminta bantuan Gendis untuk menjadi ibu susu putrinya.

Awalnya Gendis menolak, tetapi naluri seorang ibu mendorongnya untuk menyusui Reina, putri Hiro. Berawal dari menyusui, mulai timbul rasa nyaman dan bergantung pada kehadiran Hiro. Akankah rasa cinta itu terus berkembang, ataukah harus berganti kecewa karena rahasia Hiro yang terungkap seiring berjalannya waktu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chika Ssi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6. Kontrak Ibu Susu

Hiro mendorong pelan bingkai kacamatanya ke pangkal hidung, matanya tak lepas meneliti gerak-gerik Gendis yang sedang menimang Reina dalam dekapannya. Ada sesuatu dalam tatapan wanita itu, sekelebat bayangan yang membuat dada Hiro mengencang. Jemarinya tanpa sadar mengetuk meja, ritme tak beraturan yang kian cepat setiap kali Gendis menunduk dan tersenyum pada Reina.

Kerongkongan lelaki tersebut kering. Pikiran Hiro berputar, menyusun potongan-potongan cerita yang pernah dia dengar, samar tetapi cukup untuk menyalakan bara curiga. Bayangan masa lalu yang kelam berkelebat, mengaitkan Gendis dengan sesuatu yang dia rahasiakan dari siapa pun.

Hiro menegakkan tubuhnya, seakan mencari sandaran yang lebih kokoh dari sofa yang dia duduki. Namun, tatapannya tetap terkunci pada Gendis, seolah dari setiap gerakan sederhana wanita itu ada rahasia besar yang akan terungkap. Jemari Hiro meremas gagang kacamatanya hingga terasa dingin di telapak, menahan resah yang makin sulit diredam.

"Hiro," panggil Gendis sambil menatap lelaki itu.

Hiro menoleh menatapnya. memaksakan senyum yang terasa kaku pada wajahnya. Gendis kini sedikit membuka pelukan seakan sedang menunjukkan kepada lelaki itu bahwa putrinya sudah tenang dan terlelap.

Gendis seolah ingin membuktikan bahwa dia pantas dan bisa menjadi ibu untuk Reina. Perempuan tersebut sampai tak sadar apalagi bisa membedakan antara kasih sayang dan obsesi. Yah, obsesi untuk memiliki Reina sebagai putrinya.

"Lihat, dia tenang dalam pelukanku. Aku sudah yakin akan menjadi ibu susu untuknya." Gendis tersenyum, tetapi matanya berkilat seolah genangan bening itu hanya menunggu sedikit goyangan untuk jatuh.

Hiro menutup laptopnya, kemudian mengangguk. Lelaki tersebut mengayunkan kaki mendekati Gendis, perempuan yang sempat menarik perhatiannya di masa lalu. Dia melirik Reina sekilas, lalu kembali menatap Gendis.

"Aku tahu kamu mampu dan bisa. Tolong kami, Ndis. Kami butuh kamu setidaknya sampai Rei bisa mengonsumsi makanan lain. Ya, paling tidak sampai berusia enam bulan. Aku rasa itu cukup." Hiro menatap lembut Reina sambil mengusap pipinya penuh cinta.

"Baik, Hiro. Bahkan aku bisa memberinya ASI hingga dua tahun. Aku rasa kami dipertemukan bukan tanpa alasan. Kami saling membutuhkan satu sama lain." Gendis mengalihkan tatapannya kepada Reina.

Hiro hanya bisa tersenyum tipis. Bayangan mengenai apa yang baru saja dia lihat membuat senyumnya tertahan. Hatinya berkecamuk memikirkan banyak hal buruk yang tengah berputar di kepala.

"Aku akan menyiapkan kontrak dan berkonsultasi dengan dokter untuk langkah selanjutnya."

Gendis menunduk, jemarinya gemetar saat mengatur posisi Reina kembali di atas brankar. Helaan napasnya terdengar panjang, seakan melepaskan beban yang ditahan sejak tadi. Tanpa sepatah kata, Hiro berjalan keluar dengan langkah berat namun pasti.

Koridor rumah sakit yang lengang seakan memantulkan riuhnya pikiran Hiro. Sesekali dia mengepalkan tangan, matanya lurus ke depan, terarah menuju ruang konsultasi dokter spesialis yang merawat Reina. Ada tekad yang berlapis kegelisahan di wajahnya, dia harus tahu apa yang perlu dipersiapkan agar Gendis bisa menyusui Reina dengan aman, tanpa bayang-bayang bahaya yang mungkin mengintai.

Hiro mengetuk permukaan kayu, lalu masuk ke ruangan itu. Dokter David menoleh ke arahnya sambil tersenyum tipis. Hiro menatik kursi, lantas mendaratkan bokong ke atas benda tersebut.

"Apa yang bisa saya bantu, Pak?" tanya David sambil membetulkan letak kacamatanya.

"Begini, Dok. Reina sudah memiliki calon ibu susu. Apa saja yang harus saya lakukan agar kesehatan Reina tetap terjamin dan ibu susunya nyaman."

"Untuk kenyamanan ibu susu silakan bicara secara pribadi dengan yang bersangkutan. Secara medis, calon ibu susu harus melakukan serangkaian tes untuk mengetahui memiliki riwayat penyakit menular atau tidak." David langsung menjelaskan hal utama tersebut kepada Hiro.

“Lalu, mengingat kondisi Reina yang memiliki gejala alergi, sebaiknya calon ibu susu menghindari konsumsi susu sapi.”

Nada suara dokter David terdengar tenang, tetapi ada ketegasan yang membuat Hiro duduk semakin tegak.

“Tidak hanya susu murni, ya,” lanjut David, “tetapi juga turunan produk olahan. Keju, yoghurt, bahkan kue atau biskuit yang mengandung susu sapi. Kita ingin melihat bagaimana perkembangan Reina ketika dia hanya mendapatkan ASI dari ibu susu tanpa protein susu sapi.”

Kening Hiro berkerut. Jari telunjuknya mengetuk lutut berkali-kali. “Jadi … Gendis harus diet total?”

“Betul. Kita ingin menyingkirkan kemungkinan alergi silang. Kalau Reina masih menunjukkan reaksi meski sudah ASI bebas susu sapi, barulah kita uji apakah dia juga sensitif terhadap kedelai atau protein lain. Memang prosesnya panjang, Pak Hiro, tapi penting. Usia emas bayi tak bisa ditawar.”

Hiro mengangguk pelan. Kata-kata itu berputar di kepalanya, menancap bersama rasa bersalah yang tidak pernah benar-benar reda. Reina begitu rapuh dan dia tidak bisa mengambil risiko sekecil apa pun.

“Berapa lama diet ini harus dilakukan?” tanya Hiro, suaranya terdengar lebih rendah.

“Minimal sampai Reina berusia satu tahun. Itu periode paling kritis. Kalau setelah itu tidak ada gejala alergi serius, kita bisa longgarkan.”

Hiro menegakkan bahunya, seakan membangun benteng baru untuk menahan kegelisahan. “Baik, Dok. Saya mengerti.”

***

Langkah Hiro terdengar mantap menyusuri koridor rumah sakit, meski hatinya bagai kapal yang oleng dihantam ombak. Kertas catatan dari dokter terlipat rapi di tangannya. Di balik lipatan itu, tekadnya semakin jelas. Dia butuh kepastian, sesuatu yang lebih kokoh dari sekadar janji lisan.

Sore itu, langit Jakarta terlihat muram. Awan kelabu menggantung rendah di balik jendela kaca besar rumah sakit, seakan ikut menyimpan rahasia yang tak terucap. Hiro berhenti sejenak di dekat mesin penjual minuman, menatap bayangan wajahnya di permukaan kaca. Lingkar hitam di bawah matanya semakin pekat. Dia menghela napas panjang, kemudian melangkah lagi.

Sementara itu Gendis masih duduk di ruang rawat, tubuhnya condong ke depan, memandangi Reina yang tidur pulas di brankar kecil. Cahaya lampu redup menyorot wajah mungil itu, membuat bulu matanya tampak begitu rapat, bibirnya bergerak pelan seperti sedang mengisap mimpi.

Jemari Gendis menyusuri lengan bayi itu dengan lembut. Senyum samar muncul di wajahnya. Namun, segera meredup ketika pintu terbuka dan Hiro masuk.

Suara derit engsel pintu membuat Gendis menoleh. Dia mendapati Hiro dengan map cokelat di tangan, ekspresinya sukar dibaca.

“Rei tertidur begitu pulas," ucap Gendis pelan, seakan takut membangunkan Reina.

Hiro berjalan mendekat, menaruh map itu di atas meja, lalu duduk. Dia tidak langsung bicara, hanya menatap Gendis cukup lama hingga perempuan itu merasa gelisah.

“Mengenai menjadi ibu susu Reina, ada syarat baru.” Suara Hiro datar, nyaris dingin.

“Kamu harus diet. Tidak boleh konsumsi susu sapi dan semua turunannya. Minimal sampai Reina satu tahun.”

Alis Gendis bertaut. “Diet?” gumamnya, lirih.

1
Ana Akhwat
Sebenarnya ceritanya bagus,hanya karena terlalu banyak dramanya akhirnya saya lompati langsung baca di akhir bab🤭
Nani heri Upitarini
sat set dong....bergerak dlm senyap,...
Ika Yanti Unyil
setelah lewati berbagai hal.akhirnya hiro bisa bersatu dengan gendis
aksara bener2 superhero untuk mereka
terima kasih bacaannya thor
terus semangat berkarya thor ❤️❤️❤️❤️
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻 bikin mewek. salut sama penantian cinta dan semangatnya Hiro.🥰🥰 semangat Thor 💪🙏🏻
Debora Dwi
mungkin Reina anak kk Hiro, suami Yumi? 🤔
Esther
Happy ending.
Akhirnya sah Hiro dan Gendis
Meski ada hati yang terluka dibalik kebahagiaan mereka.
Semangat Aksara
tiara
akhirnya berakhir bahagia kehidupan Hiro dan Gendis.terima kasih karyanya thor semangat berkarya sehat selalu
Bisa Pesan Cover di Saya: Makasiiih kakkk, sudah bersedia baca karyaku yang jauh dari kata sempurna ini sampai akhir. Baca juga karya baruku yaaa
total 1 replies
ovi eliani
Alhamdulillah akhirnya syah juga , cinta sejati diantar mereka sdh terlaksana melalui akad nikah yg sakral semoga bahagia , menjadi keluarga SAMAWA Hiro dan gendis BTW jgn Lupa Buatin adek buat Reina ya thor , semangat thor di tunggu cerita yg lainnya, klo bisa squel nya cerita hiro dan gendis menceritakan hiro dan gendis anaknya aksara , tetima kasih author🙏
ovi eliani: oke siap Insya Allah🙏
total 2 replies
ovi eliani
Alhamdulillah akhirnya hiro sadar semoga semua berakhir dengan bahagia , baik hiro gendis dan reina bersatu sampai kakek nenek . terima kasih ini cerita yg kunantikan istimewa . vote dan bunga untuk mu thor semangat thor selalu berkarya yg terbaik 🙏
Esther
Hiro terselamatkan demi Gendis dan Reina.
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "TABIR SEORANG ISTRI"_on going, atau "PARTING SMILE"_The End, Biar lebih mudah boleh langsung klik profil ku ya, Terimakasih 🙏
total 1 replies
ovi eliani
terkadang aku baca cerita author ada harapan hiro sembuh, terkadang harapan palsu pliss thor jgn membuat cerita ini seolah ingin panjang dan menyakit kan banyak orang, berilah secerca harapan buat mereka gendis , jiro dan reina , terutam yg baca. jgn terlaku berlarut dalam cerita menyedihkan hinga membuat pembaca kadang menanti kadang tidak diaini pwrlu ketegasan. maaf ini hanya komentar thor semangat thor🙏
ovi eliani: saya suka gaya elo👍
total 2 replies
Esther
😭😭 nangis lagi bacanya
Esther
semoga hasil pemeriksaan lanjutannya baik...semangat Hiro untuk sehat
ovi eliani
ngak busa berkata apa semua kata sefihb, bahagia semua menjadi satu, semoga hasil ya baik hiro bisa sehat, semua karena kekuatan cinta meteka bertiga saling yayangi satu sama lain terima kasih thor ceritanya keren banget perjuangan yg tak mengenal rasa lelah dan cinta yg sesunggunya.
Esther
ceritanya bagus 👍👍
Esther
semoga Hiro mendapatkan kesembuhan dan mendampingi Reina sampai dewasa.
Aksara....pengorbananmu untuk Gendis dan Hiro begitu luar biasa
ovi eliani
Subahanallah, ya Allah semoga berhalan lancar, Hiro bisa sembuh dari sakitnya karena waki nikah reina adalah hiro biarkan mereka menjadi keluarga kecil bahagia, di mana hiro fendis dan reina bersatu. ubtyk aksara tetima kasih cari wanita yg lain untuk mu. buat author keren keren👍
tiara
huhuhu bingung kasian Hiro juga Aksara,mereka orang-orang yang baik tapi menghadapi situasi yang sulit
Esther
masih berapa part nih episode sedihnya😭.
Hiro-Gendis-Aksara......kemana hati akan berlabuh
tiara
huhuhu sediih jadinya kan, apakah Gendis menikah dengan Aksara ya, karea Hiro sepertinya kritis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!