Katanya kisah cinta masa SMA itu paling sulit dilupakan, apakah mitos itu berlaku untuk Raina?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NRH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku bingung
Hari senin. Dua hari setelah tragedi malam itu....
Aku agak demam tapi kata Rayka di bbm hari ini ada ulangan geografi dan aku mana bisa gak masuk. Akhirnya dengan sedikit tenaga dan semangat yang aku punya, aku berangkat ke sekolah. Setibanya dikelas Rayka menanyakan gimana cerita malam itu sebenarnya dan aku cerita sama Rayka sejelas-jelasnya. 'Lian ko gaul sama yang begitu ya ka? Aku jadi takut aja gitu" kataku. "Gimana kalo genf Gojo itu ngenalin kamu terus kamu disangka pacarnya Lian dan kamu jadi sasaran kan bahaya Na?" kata Rayka. "Nggalah itukan malem keliatan juga ngga kali ka" jawabku.
Satu persatu murid sudah berdatangan termasuk Lian, Robi dan Yogo. Mereka bertiga terlihat asyik mengobrolkan sesuatu di belakang. "Pandu" kataku saat melihat Pandu berdiri didepan kelasku dan melambaikan tangan. "Ini dari Pak Dadang katanya maaf gak bisa nemenin kita sampe beres pelatihan" kata Pandu. "Lah apa ini? Aku kan ga ikut sampe selesai Du" kataku. "Aku gak bilang ke Pak Dadang kamu pulang duluan ko lagian kalo itu pengawas gak bilang ke Pak Dadang kamu juga aman" kata Pandu sambil memberikan sebuah amplop kepadaku.
Aku kembali duduk dan membuka amplop tersebut "wah uang nih 600ribu" kataku pelan. "Wah asyik nih traktiran jadiyah" kata Rayka sambil merebut amplop itu dariku.
Ulangan dimulai....
Aku cuma baca-baca sedikit materi di Bab 2 tentang perhitungan jumlah penduduk, dependency ratio dan sex ratio tapi aku lumayan lancar ngerjain soal ulangan kali ini malah Rayka yang keliatannya celingukan linglung. Sesekali aku menurunkan kertasku agar keliatan sama Rayka. "Oke thankyouu Rainaku sayang" katanya.
Bel pulang .......
Lian mendatangi mejaku dan aku masih sibuk membereskan buku-bukuku kedalam tas. "Na aku mesti ngomong sama kamu" kata Lian. Rayka kemudian terlihat memahami sesuatu dan pergi meninggalkan kami berdua. "Aku duluan deh Na Yan" kata Rayka.
Raina : Ada apa?
Lian : Kamu ko diemin aku hari ini?
Raina : Mana ada aku lagi gak enak badan aja jadi sedikit ngomong hari ini (dengan sedikit senyum)
Lian : Kamu gak ada masalah kan sama aku?
Raina : Aku agak takut sama temen-temen kamu di basecamp itu jadi aku juga agak gak bisa ngomong waktu itu, harusnya aku ajak kamu masuk kerumahku dulu sebelum pulang karna gimanapun kan kamu udah nganterin aku yan! Maaf ya yan!
(aku memegang kedua tangan Lian yang sedari tadi ditaruhnya diatas meja)
Lian : Ahhhh aku lega akhirnya kamu balik ke cerewet mode on lagi kamu tau gak aku hampir aja ngira kamu illfeel sama aku dan jauhin aku. Kamu tau kan aku baru sekarang dapet sahabat cewe gini jadi aku kurang paham gimana cara mengerti sahabat cewe kaya kamu dan Rayka....
Entah kenapa mendengar kata "sahabat" yang diucapkan Lian barusan muncul kekecewaan didalam hatiku dan aku jadi gak karuan merasakannya. "Perasaan macam apa sih ini?" gumamku.
Tibalah aku dirumah dan aku langsung minta Ibu anter aku ke dokter karena badanku langsung ngedrop gak karuan gitu ditambah minggu ini aku harus fit karena ada perkemahan sabtu minggu. "Bu anter teteh ke dokter yu ini badan aku gaenak banget" kataku. Ibu mengiyakan ajakanku dan kamipun bergegas menuju klinik yang gak jauh dari rumah kami. Di klinik ternyata antriannya lumayan panjang dan Ibu malah sibuk mengobrol dengan temannya yang juga ada disana. Akhirnya akupun cuma bisa maen hp sambil duduk di depan klinik.
Bippbipplbillllllppppp.....
Hp ku berdering tanda panggilan masuk
Reksa menelpon ternyata "iya ada apa sa?" tanyaku "Kamu gak apa-apa? Lagi ke klinik mana? Sama siapa? Awas kamu kambuh lagi vertigonya jangan cape-cape deh makanya Na......... Reksa memang paling perhatian ke aku dibanding sahabat-sahabatku yang lain. Reksa juga yang sering jadi incaran pertama saat aku butuh temen curhat. "Eh si Lian gimana? Kamu beneran gak ada perasaan sama dia? Apa kamu suka sama temen SD kamu itu kali ah si si Ridan itu ya?" kata Reksa semangat.
Aku menceritakan semuanya sama Reksa dengan detail karena ya gitulah cuman Reksa yang paham perasaanku.
Ridan
Dia ini sahabat masa kecilku.. Rumahnya gak jauh dari rumahku dan lagi dia emang deket sama aku dulu terus belum lama ini aku ada reunian gitu sama temen SD dan sempet tukeran pin BB sama dia jadi berlanjut ke chat gitulah. Ridan baik dan sopan terus juga care gitusih sama aku.
Setelah selesai pemeriksaan aku dikasih obat yang lumayan banyak diagnosis dokter sih bilang aku emang darah rendah dan asam lambung karena pola makan yang gak sehat dan gak teratur. Ibu sempet marah-marah karena denger perkataan dokter itu. Aku hanya mengiyakan semua nasihat Ibu aja.
lanjuutttt
ditunggu feedbacknya 😍
ditunggu kunjungannya di :
CAHAYA YANG HILANG
TERJEBAK DALAM PERNIKAHAN SEMU