NovelToon NovelToon
Second Life Of Calista

Second Life Of Calista

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Kelahiran kembali menjadi kuat / Tamat
Popularitas:785.2k
Nilai: 5
Nama Author: Athena_25

Calista Queen Alexander menatap nanar jasad suaminya yang berada dipangkuannya,karena merasa tidak dapat hidup sendiri,tanpa pikir panjang Calista mengakhiri hidupnya,berharap bisa bertemu lagi dengan sang suami,

Namun bukannya pergi ke alam baka bertemu sang suami,Tuhan memberikan kesempatan kedua untuknya,,

Calista yang menyadari akan kesempatan kedua kehidupannya bertekad akan membalas dendam kepada orang-orang yang sudah merenggut kebahagiaannya,,


Hanya karya fiktif dari kehaluan penulis...!!

Adapun nama tempat ,makanan serta latar kebiasaan hanya fiktif belaka.

Kalaupun ada kesamaan nama tempat dan makanan serta latar dengan dunia nyata,mohon maklum tidak ada niat menjelekkan atau mencemarkan hal tersebut.

Harap diingat novel bertema Halu ya genks,,,jadi isinya hanya dunia halu,,🤭🤭semoga sukaaa,,,,,🥰🥰

happy reading,,,,🥰🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Athena_25, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SLOC-06

Setelah melihat mobil suaminya yang sudah tak terlihat dari halaman, Nyonya Sandra pun bergegas masuk ke dalam rumah, dia yang masih penasaran dengan perubahan sikap Calista pun kemudian berjalan menuju dapur dia ingin memastikan sesuatu.

Saat dia sudah sampai di dapur dia segera menghampiri bibi Yun, "Bi, Sejak kapan Calista bisa memasak?" tanya Nyonya Casandra dengan raut wajah bingung.

"Saya juga tidak tau nyonya, tadi semua pelayan juga terkejut ketika melihat nona Calista masuk dapur saat pagi buta dan bilang ingin memasak, Nona Calista hanya meminta saya membantu menyiapkan bahan,dan membersihkannya saja, selebihnya nona Calista sendiri yang memasak" bibi Yun menjelaskan dengan bangga atas usaha nona mudanya itu

"Saya terkagum-kagum melihat kelihaian nona saat memasak, seperti seseorang yang sudah sering memasak didapur bertahun-tahun nyonya" bibi Yun masih menambahkan penjelasannya.

"Baiklah bibi, terima kasih penjelasannya, bibi bisa melanjutkan pekerjaan bibi saya mau ke rumah kaca dulu" pamit Nyonya Casandra ke bibi Yun.

"Sama-sama nyonya, silahkan.." bibi Yun mempersilahkan sang nyonya pergi.

**⋆┈┈。゚❃ུ۪ ❀ུ۪ ❁ུ۪ ❃ུ۪ ❀ུ۪ ゚。┈┈⋆**

Sementara itu, di sekolah, sinar matahari pagi menyapu koridor-koridor luas, memantul dari lantai marmer yang mengilap. Calista baru saja menyelesaikan tugas piketnya, menyimpan alatnya dengan tenang. Ketenangannya bagai permukaan air danau yang tak lama kemudian diusik oleh riak-riak racun.

Dari ujung koridor, datanglah mereka—Sella and the genk—dengan langkah yang sengaja dibuat berisik, seolah ingin seluruh dunia tahu bahwa mereka penguasa sekolah ini. Sella, dengan suara cemprengnya yang memekakkan telinga, membuka 'serangan'.

“Heh, cupu! Kau masih bisa datang ke sekolah, ternyata? Kukira setelah kejadian kemarin kau sudah jadi hantu di bilik belakang, hahaha!” tawanya melengking, dikuti oleh Jessi dan Pretty yang segera menyambutnya seperti anjing peliharaan yang setia.

Namun, seperti ritual yang sudah usang, Bella si 'medusa' muncul dari balik kerumunan, wajahnya memasang topeng keprihatinan yang sempurna. Matanya yang besar sengaja dibikin berkaca-kaca.

"Guys, tolong… jangan seperti itu ke Kak Calista" rayunya, suara lembutnya bagai madu yang beracun. "Kasihan, kakak…" namun di dalam hatinya, sebuah sorak sorai kemenangan sedang digelar dia sangat bahagia melihat Calista jadi bahan bullyan Sella dan genknya.

Sella langsung memainkan perannya. “Bella, ngapain sih kamu masih membela dia? Dan kamu menyebutnya ' kakak' ? Dia saja tidak pernah menganggapmu adik! Jangan terlalu baik, Bel. Nanti kamu akan digigit saat lengah.”

“Iya, Bella, kamu harus bisa memilah. Tidak semua orang layak menerima kebaikanmu,” sambung Jessi, menyelipkan filosofi murahan.

“Jangan terlalu baik hati, jadi orang,” timpal Pretty, dengan kosakata yang terbatas.

Bella menghela napas dramatis, memandang sekelilingnya dengan pandangan 'suci' .

"Jangan begitu, guys. Kita harus baik kepada semua orang, bahkan ketika kebaikan kita dibalas dengan kejahatan. Terutama kepada keluarga kita sendiri," Kata-katanya yang sok bijak itu langsung memikat para penonton yang dengan polosnya mengangguk-angguk, hati mereka semakin condong kepada 'malaikat' yang mereka lihat.

Mereka semua telah dihasut dengan cerita-cerita bohong sejak hari pertama SMA. Bella, si anak adopsi yang malang, dan Calista, si anak kandung yang kejam dan tidak menerimanya.

Setiap penjelasan Calista selalu di putar balikkan oleh Bella, dijadikan senjata untuk semakin menguburnya. Hasilnya, Calista menjadi sosok yang terasing, pendiam, dan penuh ketakutan.

Tapi itu di kehidupan pertamanya. Setelah melewati neraka di kehidupannya dulu, membuat dendam di dadanya bertumbuh subur, dan setelah takdir memberinya kesempatan kedua dan menjadi Calista yang baru, hari ini, dia hanya berdiri dan menyimak ' *menyimak*' mereka dengan ekspresi datar.

Tidak ada lagi gemetar di tangan, tidak ada lagi air mata yang menggenang. Hanya ada ketenangan seorang jenderal yang sedang memetakan medan pertempuran.

Setelah ocehan mereka reda, Calista mengangkat satu alisnya. Matanya, yang biasanya menunduk, kini menatap langsung ke arah Sella dengan pandangan dingin yang membuat si pemimpin genk itu sedikit mundur.

"Sudah selesai ngocehnya?" suara Calista terdengar jernih dan datar, memotong udara. "Kalau sudah, aku mau ambil alat pel," Dia mengambil langkah maju, mendorong kerumunan itu dengan sikap acuh.

"Lantai di bawah kaki kalian pasti bau, gara-gara jigong kalian yang muncrat-muncrat waktu ngomong," ucapnya dengan senyum tipis yang menusuk,

" Minggir! Kalau tidak mau aku tendang" sambil mendorong kaki tangan Sella agar menyingkir dari jalannya.

Seketika itu dunia seakan berhenti berputar.

Bukan hanya Sella dan genknya yang terpana, tetapi juga semua siswa di koridor itu. Mulut mereka terbuka lebar.

Sejak kapan Calista berani? Sejak kapan Calista memiliki nyali untuk berkata-kata seperti itu? Selama ini, mereka hanya mengenalnya sebagai sosok yang pendiam dan hanya bisa menangis saat di bully, kalaupun tidak menangis dia hanya bisa lari dan menghindar.

Para pembully itu terlindungi oleh kekuasaan orang tua mereka—Sella, anak kepala sekolah, Jessi, anak pengacara ternama, Pretty, anak pejabat kepolisian. Mereka adalah segitiga yang kebal hukum.

Tapi hari ini, kekebalan itu retak.

Calista tidak lagi peduli.

Dia berjalan melewati mereka dengan langkah pasti, bahunya hampir menyenggol bahu Sella yang masih terpaku. Dia mengambil alat pel yang bersandar di ember, lalu berbalik. Senyumnya masih terpaku, tapi kini ada cahaya menantang di matanya.

“Pertunjukan hari ini cukup menghibur,” ujarnya, suaranya cukup keras untuk didengar mereka yang penasaran.

Dia tidak memberi mereka kesempatan untuk membalas. Dengan langkah percaya diri yang sama, Calista berjalan menjauh, meninggalkan genk medusa yang tercengang dan koridor yang dipenuhi bisikan-bisikan penuh keheranan.

Saat dia membelok di ujung lorong, senyum tipisnya akhirnya merekah. Ini baru langkah pertama. Baru pembukaan. Permainan baru saja dimulai, dan Calista sudah memegang papan caturnya sendiri. Dan untuk pertama kalinya dia merasa dirinya kembali hidup, dia siap menata ulang papan catur kehidupan sekolahnya yang berantakan ini.

.

.

.

.

𝗧𝗲𝗿𝗶𝗺𝗮 𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗮𝗰𝗮 𝗸𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗺𝗮𝗺𝗶,

𝗝𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗹𝘂𝗽𝗮 𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗷𝗲𝗺𝗽𝗼𝗹 𝗱𝗮𝗻 𝘁𝗮𝗻𝗱𝗮 𝗰𝗶𝗻𝘁𝗮 𝘆𝗮 𝘀𝗮𝘆𝗮𝗻𝗴...

𝗕𝗶𝗮𝗿 𝗺𝗮𝗺𝗶 𝘁𝗮𝗺𝗯𝗮𝗵 𝘀𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴𝗮𝘁 𝘂𝗽𝗻𝘆𝗮.

.

.

.

.

𝗧𝗲𝗿𝗶𝗺𝗮 𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗮𝗰𝗮 𝗸𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗺𝗮𝗺𝗶,

𝗝𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗹𝘂𝗽𝗮 𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗷𝗲𝗺𝗽𝗼𝗹 𝗱𝗮𝗻 𝘁𝗮𝗻𝗱𝗮 𝗰𝗶𝗻𝘁𝗮 𝘆𝗮 𝘀𝗮𝘆𝗮𝗻𝗴...

𝗕𝗶𝗮𝗿 𝗺𝗮𝗺𝗶 𝘁𝗮𝗺𝗯𝗮𝗵 𝘀𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴𝗮𝘁 𝘂𝗽𝗻𝘆𝗮.

1
allana
semangat kakk💪
한스 HANSEN
Perasaan nya ngena banget di hati... se merinding itu bacanya! kenapa ya orang baik selalu bernasib tragis.

tapi nanti dulu...? kenapa tempat nya hidup kembali itu di toilet...? nggak ada tempat lain lagi kah...?

pas bagian terakhir jadi ngakakk sendiri 😂🤦
Muft Smoker
aduuuh sypa lgii ini ,,
banyak banget ulet sagu nya si kak ,,
blum bpa ny ulet yg kpn aj bisa dtg ,,
🤭🤭🤭
Muft Smoker
aduuuh 2 musuh blum ketahuan nii ,, udh di tngkap dn di bumi hngus kan blm ,, klo blum bisa gawat ma keselamatan calista ,,
NONA JANDA
i'm like.....🥰🥰🥰🥰
Athena: Terimakasih kak😍
total 1 replies
Nia Risma
ini si bell ebell udh di kaish tau Queen buat sadar diri sadar posisi maish aja bebel jadi orang,,
Athena: sabar, nnt kblkg mlh lbh esmosi wkwkwk
total 1 replies
Nia Risma
mampir Thor,,
Athena: Terima kasih kk, semoga suka, mau revisi blm ada wkt🙈
total 1 replies
Lily
boleh gak sih bella di karungin trus di hanyuntin di kali gedek bgt aku
Athena: boleh silahkan, 🤭
total 1 replies
Kustri
ternyata bkn galen suami calista
Athena: bkn kk
total 1 replies
Kustri
maaf yo mi... byk yg tk skip🙏
tp... tetep lanjut💪
Athena: awal2 mg ngebosenin nnt klo udh di bab 30 an udh mulai sdkt bagus 😂😂😂
total 1 replies
Kustri
sarapan aja ampe 2part😓
Athena: iya gpp, kk skip aja, aku bru bljr nulis mknya msh amburadul
total 1 replies
Kustri
cal, apa kamu g pengen belajar bela diri, karate ato semacam'a gitu... buat jaga"😁
Athena: nnt di blkg kk🤭
total 1 replies
tarisya
mirip banget cerita sebelah, nama cowoknya pun sama,
tarisya: dari awal sampe beberapa bab aja udah sama persis dari nama peran cowok sampe jalan ceritanya ,
total 4 replies
Fayrene Cyprian
/Sob//Sob/ sedih aku nyaa.. thor tanggungjawab 🥹🥹
Athena: Maaf kk aku hnya bisa kasih tisu gulung 🧻🧻 semoga bermanfaat, btw mkin blkg mkin menguras esmosi dan air mata 😂😂😂 Terima kasih sudah mmbca novel receh ku
total 1 replies
Drezzlle
buruan dong kalian juga nyusul nikah
Drezzlle
cepet banget 1 bulan/Facepalm/
Alyanceyoumee
nasib jadi anak cikal ga punya Abang. ga tau rasanya gimana di sayang Abang
Alyanceyoumee
syukurlah ada yang bisa ngelindur gin Calista sekarang. si Bella mati kutu di pojokan.
Nuri_cha
waah, selangkah lebih maju menuju pelaminan ya Cal. untunglah kalian masih berjodoh
Nuri_cha
masih sekolah, ma. sabaaaar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!