Volume 1- End
Seorang anak perempuan mencoba mewujudkan cita-citanya untuk menjadi agen rahasia. Sifatnya yang sedikit dingin menjadi daya tarik tersendiri untuk orang lain.
kebiasaannya yang lebih menyukai kesendirian dan tak suka suara bising bertentangan dengan resiko menjadi agen rahasia yang mana hari-harinya akan di penuhi serencengan peluru yang memekakkan telinga.
Pertemuan secara tak sengaja dengan agen CIA yang melihat kemampuannya dalam menganalisa sesuatu mampu menarik perhatian salah satu agensi paling terkemuka di dunia.
Pelatihan keras dengan gaya militer yang ia jalani berhasil membuatnya menjadi wanita tangguh dan kuat. Berbagai latihan baik fisik maupun mental terus ia tekuni untuk menggapai apa yang ingin ia penuhi.
Berbagai pertarungan hidup dan mati harus di hadapinya setiap kali menjalankan misi. Menemukan banyak misteri dan teka-teki dengan berbagai petualangan terus membuka matanya agar lebih mengenal dunia.
Warning!!!!
Di beberapa chapter akan ada adegan kekerasan. Mohon tanggapi ini dengan bijak.
Note:
Bukan novel terjemahan. Di larang menjiplak.
Selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EijEnEs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Acuh
Dia?" Ucap Chelsea dalam hati. Saat sudah dekat dia bisa mengenali pria yang duduk di dekat Meghan karena dialah yang menabraknya kemarin.
_____________________
_____________________
Chelsea pun duduk di depan Meghan. Meskipun dia mengenal pria di depannya tapi seperti biasa dia tetap bersikap cuek.
"Aku minta maaf untuk yang kemarin Nona." Ucap Edward pada Chelsea.
Chelsea mengangguk, sedang Meghan memandang mereka heran.
"Kau kenal dia Ed?" Tanya Meghan pada Edward.
"Tidak, hanya kemarin aku tak sengaja menabraknya saat akan ke ruang dekan." Jawab Edward "Jadi siapa namamu Nona?" Tanyanya pada Chelsea.
"Chelsea." Jawabnya singkat.
"Baiklah kita akan memesan apa?" Ucap Edward.
"Avocado fried eggs, quiche, and orange juice." Meghan.
"Omelet, hash brown, and ice tea." Jierui.
"Dan kau Chel?" Tanya Edward pada Chelsea yang sedang sibuk memainkan hp nya.
"Ahk maaf, tadi aku terlalu fokus. Aku ingin scrambled egg, salad, and cold soda." Ucap Chelsea sedang Edward memesan burger, pancake dan coca cola.
Mereka pun makan dengan tenang. Setelah selesai, seseorang menghampiri mereka.
"Permisi apa aku boleh bergabung?" Tanya seorang perempuan.
"Silahkan Nona." Jawab Meghan sambil tersenyum ramah. Wanita itupun duduk bersama Chelsea dan lainnya.
"Siapa namamu?" Tanya Jierui
"Namaku Alice." Jawabnya.
"Aku Meghan."
"Aku Jierui."
"Aku Edward."
"Chelsea." Singkat jelas dan padat.
Merekapun mengobrol dengan penuh canda tawa tak terkecuali Chelsea yang sesekali hanya tersenyum simpul.
"Akhir-akhir ini banyak murid baru." Gumam Chelsea dalam hati. Dia sesekali melirik ke arah Edward dan Alice.
Setelah beberapa saat Chelsea pun pamit, seperti biasa dia selalu menerima coklat dari para mahasiswa.
"Temanmu sangat dingin tapi banyak yang menyukainya." Ucap Alice pada Meghan sambil tertawa kecil.
"Dia memang begitu, tapi sebenarnya dia baik hanya sikapnya saja yang terlalu cuek." Kata Meghan.
"Baik apanya dia selalu meminta soda gratis setiap hari padaku. Untung hari ada Edward jadi dompetku bisa aman". Ucap Jierui dalam hati.
"Aku tidak bisa bayangkan jika Chelsea bersikap ramah dan sering tersenyum, mungkin semua lelaki di kampus ini akan terus menerus mengejarnya." Alice geleng-geleng kepala. Mereka lanjut mengobrol sampai tak sadar ada seseorang yang meperhatikan dari jauh.
***
Chelsea hendak berjalan ke arah perpustakaan untuk mengembalikan buku namun telinganya mendengar sesuatu.
"Dia sudah mulai bergerak bos. Sepertinya tak ada yang mencurigainya." Ucap seorang yang sedang menelepon.
Chelsea mengernyitkan dahi tapi segera dia pergi dari situ agar tak ada yang melihatnya. Saat di perpustakaan ketika dia sedang membaca tiba tiba seseorang menghampirinya.
"Hai Chel ternyata kau sedang disini." Ucap Jierui.
"Kau biasanya tidak kemari." Chelsea masih tak mengalihkan pandangannya dari buku yang dia baca.
"Meghan sepertinya tertarik dengan Edward." Jierui berkata dengan sedikit lesu.
"Lalu?" Tanya Chelsea.
Jierui menghembuskan nafas kasar. Dia sedikit kesal pada Chelsea yang seolah tidak peduli. "Tak ada gunanya bicara dengan si kutub ini." Gumam Jierui dalam hati, dia lalu pergi dari situ. Chelsea tersenyum tipis saat Jierui mulai menjauh. Dia tak tahu apa yang harus dilakukannya karena ini menyangkut masalah hati. Yang bisa Chelsea harapkan hanyalah Meghan memilih yang terbaik untuk dirinya sendiri.
***
Saat Chelsea akan pulang kampus, Edward tiba tiba mencegatnya dan menawarkan tumpangan mobil.
"Chel kau bisa ikut mobilku. Kebetulan jalan pulang kita searah." Tawar Edward.
"Terima kasih. Maaf merepotkan mu." Chelsea tak ada alasan untuk menolak karena hari ini dia sedang libur bekerja, ditambah dia bisa menghemat sedikit uang untuk biaya pulang.
"Tidak sama sekali." Ucap Edward.
Mereka pun akhirnya pulang bersama. Saat di mobil sesekali Edward melontarkan beberapa pertanyaan namun, Chelsea hanya menjawab pertanyaannya dengan mengangguk dan sesekali menggeleng pelan. Saat dia kehabisan topik, tiba-tiba Chelsea menanyakan sesuatu.
"Bagaimana kau tahu jalan rumah ku searah denganmu?" Tanya Chelsea sambil menoleh ke arahnya.
"Aku tadi menanyakannya pada Meghan." lagi-lagi Chelsea hanya mengangguk pelan.
Akhirnya mereka pun tiba di asrama Chelsea. Edward melambaikan tangannya tapi hanya sikap acuh Chelsea yang ia terima. Di belakang mobilnya terlihat mobil lainnya berhenti tidak jauh dari mobil Edward. Di dalam mobil itu seorang wanita terlihat tersenyum pahit.