Queeny adalah Vampir baik hati.
Memiliki kekuatan dan tangguh.
Queeny ditakdirkan sebagai 'sang Abadi'.
Yang mampu mengendalikan seluruh bangsa vampir.
Akankah Queeny mampu menjadi pemimpin seluruh Clan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea Anggie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 06
KEDIAMAN FOX
-RUANG KELUARGA-
"Stanlie, bagaimana pekerjaanmu?" tanya Steve Fox, yang sedang membaca koran.
"papa harap kamu serius dengan proyekmu" tambah Steve Fox.
"papa tenang saja, proyekku sudah berjalan"
Stanlie bersandar di sofa.
"pa? seberapa dekat keluarga Fox dengan Bells?" tanya Stanlie karena penasaran.
"keluarga Bells adalah keluarga clan emperial, tentu kamu tau bahwa clan emperial adalah clan tertua dan terkuat dalam bangsa vampir" kata melly menjawab.
"mereka keluarga baik! tentu papa akan berhubungan baik. dan kamu jauhi clan glov." Steve meletakkan koran dimeja dan pergi.
"lagi lagi papa menyuruhku seperti itu." Stanlie kesal.
"exel temanku pa.." Stanlie membela.
"kamu terlalu polos stanlie, jika kamu tau clan glov sesungguhnya jangankan membela Exel, bahkan kamu pun tidak segan akan membunuh nya" jawab Melly pergi mengikuti Steve.
Stanlie bingung, dia berfikir kenapa papa dan mamanya tidak suka dengan Exel. Exel selalu bersikap baik pada mereka, Stanlie pergi ke kamarnya...
-----
KEDIAMAN BELLS
-KAMAR QUEENY-
Queeny sedang berbaring,bermalas malasan dikamar, bermain dengan laptopnya. Terdengar pintu dibuka.
kleeeekk..
"sayangku Queeny, kamu sibuk kah??" suara di balik pintu.
"tidak sibuk kak Mattew, masuk lah," Quenny tetap asik menatap laptopnya.
Mattew masuk dan merebahkan tubuhnya diranjang, disamping Queeny. Mattew menghela nafas panjang.
"Enaknya jadi putri Bells, bermalas malasan."Goda mattew membelai rambut Queeny.
"iya lah.. bosan juga di rumah, ingin perg."keluh Queeny, meletakan kepalanya ke bantal .
"bosan ya? ikut aku ke universitas saja, hari ini ada kelas siang," Mattew mengutak atik ponselnya.
"benarkah?? oh aku mau, mau.. ayo kak, cepat."
Quenny bangun dari tidurnya dengan sigap. Dia senang diajak pergi ke universitas tempat kakaknya bekerja.
"oke oke, bersiap siap lah." Mattew bangun dari tidurnya dan berdiri meninggalkan kamar Queeny.
Queeny bersiap mengganti pakaian, menyiapkan tasnya. Tak lama Queeny keluar dari kamar. Quenny menuruni anak tangga perlahan. Dia melihat lihat sekitar, rumah terasa sepi. Mata nya yang cantik menyusuri seluruh rumah, berharap menemukan seseorang.
"cari siapa?" sapa seseorang dari atas yang menuruni anak tangga dengan cepat.
"oh kaka Jhony, kak Rhony, hmmm.. aku mencari papa dan mama, mereka tidak terlihat."Quenny penasaran.
"papa dan para mama sedang berdiskusi." jawab Khony.
"mereka di ruang rahasia," imbuh rhony.
"wah.. ternyata ada hal serius ya. Sampai sampai pergi ke ruang rahasia." Quenny mengerutkan dahinya.
Tiba tiba seorang pelayan datang. "mohon maaf nona dan Tuan muda, saya menerima perintah Tuan besar memanggil ke 3 tuan muda, dan nona muda ke ruang rahasia bawah tanah" kata pelayan.
"Apa ada masalah?" Tanya mattew yang baru turun dari kamarnya.
"saya tidak tahu Tuan." pelayan itu menundukan kepalanya.
"Ayo kita pergi saja dulu," jawab Rhony.
"Baiklah, seperti nya ini sangat penting." Jawab mattew.
Mereka semua berjalan menuju ruang rahasia bawah tanah. Sebelumnya mereka semua belum pernah sekalipun kesana. Hanya papa dan para mama yang kesana. Seperti nya kali ini ada hal penting. Sehingga mereka semua di minta datang ke ruang rahasia.
Sepanjang perjalanan, mereka semua hanya saling menatap satu dengan yang lain tanpa bersuara.
Queeny menggandeng tanngan Jhony dan Rhony.
Sedangkan Mattew ada di depan berjalan beriringan dengan pelayan.
Sesekali Queeny mencengkram lengan Jhony dan Rhony. Jhony dan Rhony mengusap tangan Queeny berusaha menenagkan. Queeny terlihat sedikit takut dan cemas.
Mereka pun sampai di depan pintu ruang rahasia.
Lagi lagi mereka saling memandang satu sama lain
"silahkan Tuan Tuan dan nona masuk," pelayan menunjukan pintu yang begitu besar dan tinggi berukiran huruf huruf kuno dihadapan mereka.
"ini tidak ada gagang pintunya, bagaimana kami masuk" Mattew bingung.
"letak kan telapak tangan pada pintu Tuan, hanya orang orang keluarga bells yang bisa masuk."pelayan menjelaskan.
"baiklah kami akan coba," jawab Jhony.
Jhony dan Rhony meletakan telapak tangan mereka bersamaan ke pintu. Dengan ajaib tubuh mereka memudar dan menghilang.
Mattew menatap Queeny, Queeny mengangguk.
Mattew dan Queeny meletakkan tangan mereka bersamaan ke pintu, dan benar saja tubuh mereka memudar dan menghilang. Tubuh mereka dalam sekerjap berada di dalam ruangan. Mattew dan Queeny berjalan masuk menyusuri jalan. Hingga sampai di sebuah ruangan yang membuat mattew dan Queeny terkejut.
Ya..
Ruang rahasia yang indah dan mewah.
"sudah selesai lihat lihatnya?" James bells mendekati Queeny dan mattew.
"papa.." Mattew dan Queeny menjawab serentak.
"selamat datang di rumah kita yang sesungguhnya, anak anak ku," James Bells berjalan menuju kursi dan duduk.
"ayo,duduklah.." James Bells bersikap tenang.
"hmm.. papa, maafkan Queeny lancang, apakah ada masalah sehingga kami di bawa kesini?" Queeny menunduk.
"Baiklah semua sudah datang, papa tidak akan bermain rahasia lagi dengan kalian, sudah waktunya kalian tahu semuanya tentang keluarga Bells dan juga clan emperial. Kalian tentu tau ramalan leluhur kita tentang kelahiran seorang anak sang disebut sebut sebagai 'SANG ABADI', seseorang yang dianggap mampu menguasai dan mengendalikan semua bangsa vampir, mempunyai kekuatan yang istimewa. Dan beredar rumor bahwa dengan meminum darahnya saja akan menjadi vampir abadi. Jika mati akan bisa bangkit, sekalipun kepala dan tubuh terpisah. 'SANG ABADI' sekarang menjadi buruan semua bangsa vampir." James bells berdiri dari tempat duduknya.
ishhh gak seruu dehh lanjut lagi laah kaaa
vampire maah bebasss ehehee