NovelToon NovelToon
Gardenia

Gardenia

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:207.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yuni Citra Susanti

Karena sebuah kesalah pahaman, seorang gadis suci dihancurkan kehormatannya. Tak hanya kehilangan kehormatan, Ia harus kehilangan cinta, karir dan keluarganya. Di tengah upayanya bertahan menghadapi cobaan, Ia terpaksa harus dijatuhkan dengan kenyataan lain. Mengandung benih orang yang "merusak"-nya. mampukah Ia tetap melangkah membawa kemalangan dan merubahnya menjadi kebahagiaan??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuni Citra Susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5. Peringatan

"Bagaimana Bu Risa tentang laporan saksinya di kepolisian? Lancar?" tanya Pak Dedi membuka percakapan.

"Lancar Pak, dan semoga semua selesai. Jika memang ada hal yang kurang dan membutuhkan keterangan lanjutan dari saya mereka akan menghubungi kemudian," terang Risa.

Pak Dedi manggut-manggut sambil merapikan letak kacamatanya."Kamu yakin bukan orang yang melaporkan kejadian ini?" tanya Pak Dedi.

"Tentu saja Pak, Bapak tahu saya bukan orang seperti itu. Lagipula saya tidak terlalu jelas menyaksikan dengan kejadiannya, itu yang saya sampaikan saat menjadi saksi tadi. Saya melaporkan apa yang saya lihat dan saya dengar sesuai dengan yang saya saksikan, tanpa menambah atau mengurangi nya. Tentang saya terseret kejadian ini dan menjadi saksi, anggap saja saya adalah seseorang yang sedang sial, berada di tempat yang salah dan di waktu yang salah," ujar Risa tanpa jeda.

Sesungguhnya Pak Dedi yakin bahwa gadis dihadapannya tak mungkin pelaku pelaporan kasus itu. Ia tahu, Risa tak akan membuat perusahaan nya mengalami citra buruk karena hal tersebut. Namun dalam pikirannya Pak Dedi tetap merasa penasaran tentang siapa sosok yang sudah membuat heboh perusahannya beberapa hari ini. Pihak kepolisian pun seolah enggan memberi tahu siapa sosok dibalik pelaporan kasus ini.

"Apa bukan si korban sendiri yang membuat laporan Pak," tanya Risa namun dijawab dengan gelengan.

"Polisi menemukan surat kaleng yang, tanpa nama. Hanya menuliskan kejadian dan beberapa foto korban. Kamu tahu kan perusahaan kita bukan perusahaan sembarangan. Satu gosip kecil, apalagi sampai ke tangan polisi tentu langsung blow up. Untung ada KomJen Arif yang membantu saya mengendalikan beberapa hal di kepolisian," kata Pak Dedi.

"Lalu apakah permasalahan yang menjadi gosip akhir-akhir ini sudah selesai Pak?" tanya Risa.

"Saya sudah bertemu mereka dua kali, dibantu oleh HRD mereka menjelaskan jika ternyata itu hanyalah kesalahpahaman saja. Tak ada yang namanya pelecehan. Biasalah pasangan kekasih yang bertengkar. Hanya saja kali ini sedikit luar biasa, karena adanya laporan pe*****saan."

"Mereka masing-masing menemui saya tadi, keduanya sepakat bahwa semua selesai dengan damai. Meskipun pasti akan sulit meredam gosip yang sudah terlanjur keluar. Harapan saya masalah ini tak akan menggangu kinerja perusahaan, serta mempengaruhi citra baik perusahaan. Dan jangan sampai Pak Awan tahu masalah ini. Untuk itu saya meminta bantuan Bu Risa tentang masalah ini, ya Bu,"

Risa mengangguk, tanda mengerti dan bersedia. Tentunya semua pasti tidak ingin masalah ini menjadi berlarut-larut dan menimbulkan kerugian dalam perusahaan yang pasti akan berimbas pula bagi para karyawan.

Karena urusannya di dalam ruangan Pak Dedi dirasa telah selesai, Risa mohon pamit undur diri untuk kembali ke ruangannya. Ia melangkah meninggalkan ruangan Pak Dedi menuju ke ruangannya. Saat melintasi toilet wanita, seketika tangangnya di tarik oleh seseorang dengan cengkeraman yang kuat. Merasa tak mampu menolak Risa menurut saja saat Ia melihat dan mengenali sosok pria itu.

Ia dibawa ke ruang rapat yang kedap suara. Dan untuk memastikan tak ada yang masuk pria itu mengunci pintunya.

"Apa yang kamu lakukan Indra? Mau apa Kamu?" tanya Risa mencoba untuk tetap tenang.

Indra tak menjawab pertanyaan Risa, hanya kakinya melangkah mengikis jarak mereka. Risa bergerak mundur, hingga tak terasa punggungnya sudah menyentuh tembok. Indra menundukkkan kepala untuk menyelaraskan pandangannya pada pandangan Risa.

Indra menghentikan langkahnya. Kini jarak mereka hanya beberapa langkah saja. "Saya hanya ingin bertanya sesuatu kepada Anda," ujarnya.

Risa mengernyit heran. "Apa yang mau kamu tanyakan? Dan kenapa harus di sini?" tanya Risa.

Indra menarik nafas dan menghembuskannya cepat. "Harus di tempat ini karena saya ingin bicara empat mata pada Anda. Saya hanya tak ingin ada gangguan karena pertanyaan pribadi dan membuat mereka atau tunangan Anda curiga. Apalagi dengan kejadian baru-baru ini yang melibatkan saya," ujarnya. angi Risa.

Risa menatap Indra tak percaya. "Bukannya yang kamu lakukan ini semakin membuat orang curiga?" sindir Risa. "Lalu apa yang mau Kamu tanyakan, cepat katakan!" ujarnya lagi.

Melihat lawan bicaranya mulai menunjukkan sikap pasrah Indra menyeringai senang. Ia semakin mendekat Risa untuk mengintimidasi gadis itu. Namun ternyata kedekatan ini justru menimbulkan hal lain yang di tangkap oleh penciumannya. Aroma manis segar tercium dari tubuh gadis di hadapannya saat jarak mereka hanya dipisahkan oleh satu langkah saja. Perbedaan tinggi yang sumbang bagi keduanya mengharuskan Indra menunduk memperdalam pandangannya.

Indra mendekat satu langkah agar Risa mendengar ucapannya. "Apa Anda yang melaporkan saya ke polisi?" tanya Indra dekat. Ia segera memalingkan wajah kaget karena tiba-tiba aroma gadis di hadapannya menyeruak. Wangi floral yang lembut menggelitik hatinya.

"Tidak! Bukan saya," ujar Risa.

Indra menatap Risa tajam. "Apa yang membuat saya percaya jika bukan Anda yang melakukannya?" tanyanya.

"Lalu kenapa saya harus melakukannya?" tanya Risa. "Kenapa kamu menuduh saya? Tidak ada alasan bagi saya untuk menjadikan kamu seorang tersangka. Kita tidak saling mengenal dekat. Apa untungnya buat saya?" imbuhnya.

Indra terdiam. Dalam hati Ia memikirkan tentang kebenaran ucapan Risa. "Jika bukan Anda lalu siapa yang melakukannya? Saya merasa keberadaan Anda bukanlah kebetulan semata. Seolah dengan sengaja Anda memata-matai pertengkaran kami. Dan kenapa Anda bisa menjadi saksi jika bukan Anda sendiri yang melaporkannya?" tanya Indra menahan geram. Kecurigaan Indra namun tak terbukti membuat Ia sedikit frustasi.

Risa mulai merasa tak tenang. Ia takut Lelaki di hadapannya kalap. "Saya juga tidak tahu Indra. Surat panggilan itu sudah ada di meja saya. Kamu bisa menanyakan tentang hal itu ke asisten saya," jawabnya.

Tiba-tiba Indra mencengkeram pundak Risa. Gadis itu kaget namun masih mencoba untuk tenang. Ia tak ingin penolakannya malah membuat Indra menambah kekuatan cengkeramannya.

"Perlu anda ketahui, akibat perbuatan orang tak bertanggung jawab seluruh karyawan di kantor ini memandang rendah saya. Mereka mencap saya sebagai ba**ngan. Hampir satu Minggu ini saya merasakan hukuman sosial dari apa yang tidak saya lakukan. Dan entah mengapa orang yang saya curigai di balik pelaporan ini adalah Anda Ibu Clarissa," ujar Indra.

Wajah Risa bersemu merah karena jarak yang terlalu dekat membuat Ia merasakan deru nafas Indra. Risa memalingkan wajahnya. Indra yang menyadari itu dan melepas cengkeraman tangannya.

Risa mencoba menetralkan debaran jantungnya. Namun rupanya Indra kembali mengungkung gadis itu di antara kedua tangannya. Mungkin, Indra berusaha mengintimidasi Risa. Ia tak tahu jika perbuatannya bisa membuat gadis itu merasakan hal yang lain.

"Saya yakin apapun pembelaan saya kamu tetap tidak akan mempercayainya. Tapi saya tetap berhak mengatakan, bukan saya yang melaporkan kamu," ucap Risa penuh penekanan.

"Saya tidak sengaja berada di sana malam itu. Saya hanya berada di tempat dan waktu yang salah," ujarnya.

Fajar merasa frustasi dan kesal. Yang mana yang akan dia percaya. Kecurigaannya ataukah ucapan gadis itu. Tiba-tiba telapak kanannya mengepal. Ia meninju tembok tepat di samping kiri kepala Risa. Sontak perbuatan Indra membuat Risa merasa takut. Tubuhnya menegang dengan nafas tertahan. Puncaknya saat gadis itu tak bisa mengendalikan suara 'Hik' yang keluar dari mulutnya. Ia cegukan.

Risa bermaksud menahan suara itu dengan menutup mulut dengan kedua tangannya. Namun bukan suara itu yang menghilang, justru air matanya yang mengalir. Ia menangis.

Risa mencoba menahan tangisan dan membuat tubuhnya bergetar. Indra yang tidak menyangka jika gadis di depannya akan bereaksi seperti itu hanya memandang tak percaya. Amarahnya seketika hilang, menjadi salah tingkah. Kedua tangannya yang semula kokoh menahan Risa, perlahan terlepas begitu saja.

Indra memandangi gadis di depannya yang masih terisak seakan memberi waktu. Hidungnya tampak memerah, meski sekuat tenaga Ia menahan laju air matanya.

Indra menarik nafas dan membuangnya dengan kasar. Sambil mendekati Risa Ia berujar. "Sebelum saya menemukan siapa dalang di balik pelaporan ini urusan kita belum selesai." ujarnya.

Indra lalu melangkah ke luar ruangan, meninggalkan Risa yang masih terisak kecil.

Gadis itu mencoba menenangkan hatinya. Ia tak percaya sosok Indra bisa berubah menjadi mengerikan. Padahal dari yang Ia dengar selama ini pemuda itu selalu bersikap ramah kepada siapa saja.

**

1
strawberry
😭😭😭😭
artika artika
bonusnya mana thor....sdh lama tdk update
artika artika
akhirnya mewek..😭😭😭
Embun Pramista
Akbar kali, bukan Faris
Endah Purworini
semangat thor. aq suka ceritanya
oyen
ini si othor kemana ya!!
lama gak muncul "!!
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
bonus chapternya kon thor.... dh lamaaaaa bgt ditunggu ga ada updatenya jg 😓😓
Delvia
akbar gantengnya laki banget.. emang turki tuh cowoknya laki banget
◦•●◉✿miamustofa✿◉●•◦
well done thor 👌👍

setelah aku stop baca di part 82, krn d rasa alur nya ga maju2.
akhirnya, hr ini tuntas baca 29 part dalam sehari, abis sampe tamat.

Terima kasih sdh berkarya, memberi hiburan buat kami.
tetap semangat melahirkan karya2 lg ya thor.
jangan kecil & patah semangat dengan kritik & saran.

aku kasih hadiah vote & bunga ya thor, biar terus semangat berkarya..
☕Wirasena☕®®f❣️
gak rela kalau udah end....cerita yg selalu aku tunggu up nya...bikin S2 nya kak cerita tentang jani,bian akbar 🥺🥺🥺aku tunggu bonchap nya😉 semangat kak😉
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
ahhh... sebenarnya ga rela kl dh end aja 😅 apalagi sebln hiatus, sekalinya update tau2 dh end aja.... salah satu novel favorit aku...smbil nunggu up kmrn, ngulang lg baca dr awal...ditunggu bonus chapter nya ya thor.... ❤❤❤
10 like
Wina Nengsih
ditunggu extra part-nya kalau bisa bikin cerita Jani dan Siska juga ya
Reny Angryani
sebulan menanti dikasih END
author tegaaaa...
꧁ッѕυℓιѕ༺૨૨Բ💙Ϙяƒ༻ッ꧂
apa ada S2 nya kak🙄
💜☕ѕυℓιѕ☕💙
kok rasanya gak tega ya kalau udah end.. selamat ya indrasa udah dapat restu dari semua pihak... ikut senang 🥺🥺 ku tunggu extra partnya kak😉
Lady Noni
ini novel terrr...pavorite..selalu di tunggu..🥰
Dila
di tunggu bonchap nya thor... ❤❤🤗
Elina
yah udahan😭
Rina
kapan ni ya lnjutnya ko d lama bngt, pnasarn ni up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!