NovelToon NovelToon
Jodoh Yang Di Tukar

Jodoh Yang Di Tukar

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Romansa
Popularitas:19.5k
Nilai: 5
Nama Author: shangrilla

Azzam tidak menyadari bahwa wanita yang ia nikahi bukanlah kekasihnya, melainkan saudara kembarnya.

Sejak kepulangannya dari Kanada, sebenarnya Azzam merasa ada yang aneh dengan kekasihnya, ia merasa kekasihnya sedikit berubah, namun karena rasa cintanya pada sang kekasih, ia tetap menerima perubahan itu.

Bagaimana jika suatu saat Azzam mengetahui yang sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shangrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sah

Happy reading..

Langit pagi yang cerah menyambut hari spesial Azzam dan Zura. Azzam berdiri di depan cermin, mengenakan jas berwarna putih tulang elegan yang melekat pas di badannya, tanda ia siap untuk mengikat janji sehidup semati.

Di gedung ini mereka akan melaksanakan akad nikah, dan langsung di susul dengan acara resepsi.

"Gagah sekali anak Mama," ucap Haniyah seraya menatap putra bungsunya dengan rasa bangga.

Kemudian Azzam memeluk Mamanya, ia meluapkan rasa bahagia dan rasa haru nya.

Haniyah mengusap lembut punggung Azzam. "Sebentar lagi kamu akan memiliki tanggung jawab yang besar. Kamu akan menjadi seorang suami sekaligus kepala rumah tangga. Jaga dan bimbing istri dan anakmu dengan baik dan benar karena kelak itu akan di mintai pertanggungjawaban di akhirat nanti" pesan Haniyah pada Azzam.

"Insya Allah, Ma. Do'akan Azzam ya, semoga Azzam bisa mengemban amanah ini dengan baik dan benar."

"Pasti. Mama selalu do'a kan kebahagiaan anak-anak Mama." Haniyah melepas pelukannya lalu menangkup pipi Azzam dengan kedua tangannya. "Restu Mama menyertaimu, nak."

Di sisi lain, Aziza mengusap air matanya, suasana haru menyelimuti ruangan ini. Kemudian ia bergantian memeluk adiknya.

"Adek, kakak udah gede sekarang, sebentar lagi jadi suami." ucap Aziza sambil tersenyum dan juga meneteskan air mata.

"Setelah Azzam menikah nanti, kakak boleh tinggal di rumah kakak lagi. Azzam yang akan menemani Mama." ucap Azzam.

Ziza melepas pelukannya. "Jadi kakak di usir nih?" tanyanya sambil mendelik pada Azzam, hanya candaan, tidak serius.

"Ya enggak lah, kapanpun kalian mau tinggal di rumah ya silahkan. Rumah sebesar itu walaupun di tambah cucu kakak juga masih muat." sahut Azzam.

"Kita keluar sekarang kalau semua sudah siap," sela Abiyan.

Aziza melihat jam di pergelangan tangannya. "Iya, penghulunya sebentar lagi pasti datang." imbuhnya.

Mereka pun keluar dari ruang persiapan menuju ruang akad. Abiyan dan Ziza berjalan mengapit Azzam, sedangkan Haniyah di belakang mereka seraya menuntun Fawwaz sang cucu.

Azzam berjalan menuju pelaminan dengan langkah mantap.

***

Ruang rias tiba-tiba terasa begitu sempit bagi Zura. Ia menarik napas dalam-dalam untuk meredakan rasa gugupnya.

Cermin besar di hadapannya seakan berbisik, mengingatkannya pada keputusan besar yang akan diambilnya beberapa saat lagi. Zura menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan detak jantung yang berdebar kencang.

Refleksi dirinya yang terhias cantik itu tak sepenuhnya mampu mengusir rasa cemas yang menderanya. Tangannya yang dingin menyentuh hiasan di rambutnya, berharap sentuhan itu bisa memberi kekuatan.

Zura memandang sekali lagi pada pakaian yang melekat di dirinya. Kebaya yang sempurna dan di hiasi renda serta mutiara yang berkilauan. Sepasang pakaian yang telah dipilih berdua dengan penuh harapan dan impian.

Pakaian kebaya berwarna putih tulang melekat pas di badannya sehingga membentuk lekuk tubuhnya. Kebaya yang di kenakan Zura senada dengan jas yang di kenakan Azzam.

Pintu ruang rias terbuka, dan langkah Ayahnya dan ibunya yang pelan mendekat padanya semakin membuat jantungnya berdegup.

"Ayah di sini, Nak," ucap sang ayah dengan lembut sambil mengulurkan tangan. Zura menggenggam tangan ayahnya erat-erat, mencari kekuatan dari orang yang selama ini menjadi pelindungnya.

"Ayo kita keluar, penghulunya sudah datang." ajak Maryamah, sang Ibu.

Zura kembali menarik napas dalam-dalam sebelum keluar dari ruang rias.

Mereka berjalan perlahan meninggalkan ruang rias menuju ruang akad. Setiap langkah yang diambil seakan menggema dalam hati Zura, mengingatkannya pada jalan hidup baru yang akan dia tempuh bersama pasangannya.

Kegugupan masih bersarang di dadanya, tapi hadirnya ayah di sisi memberikan sedikit ketenangan. Zura tahu, tidak ada lagi yang perlu ditakutkan, karena hari ini adalah awal dari cerita baru yang akan dia ukir bersama Azzam.

Di ruang akad yang telah dihias dengan indah, para tamu rupanya sudah menunggu dirinya. Mereka duduk di kursi masing-masing sambil berbisik tentang betapa indahnya dekorasi dan pengantin yang akan segera memasuki ruangan.

Azzam dan keluarga juga sudah menunggu di ruang akad, lengkap dengan seorang penghulu dan dua saksi yang di bawa Azzam.

Ketika Zura tiba di samping Azzam, mereka saling bertukar pandangan. Dan lagi-lagi, Azzam menatap Zura dengan rasa takjub, karena hari ini Zura terlihat berkali-kali lipat lebih cantik dari biasanya.

"Kamu kelihatan gugup, sayang." bisik Azzam.

Zura kembali mengambil napas dalam lalu menghembuskannya perlahan. Azzam menggenggam tangan Zura supaya meredakan kegugupan yang di alami Zura, walaupun dirinya sendiri juga tak kalah gugupnya.

"Yang tenang, jangan tegang, semua akan berjalan lancar. Bismillah," ucap Azzam lagi.

Zura mengangguk serta tersenyum tipis.

Suara penghulu mulai menggema, mengawali prosesi akad nikah yang sakral. Dengan suara yang bergetar, Azzam mengucapkan ijab kabul dengan lancar, disaksikan oleh semua yang hadir yang kemudian berseru "Sah!" dengan suara bulat.

Zura, tak mampu menahan air matanya, rasa haru menyelimuti hatinya, kini dirinya resmi menjadi istri Azzam.

Di tempat lain, Mama Azzam dan juga sang kakak juga mengusap air matanya, termasuk Ibu Zura, bahkan Maryamah sampai sesegukan menyaksikan acara yang sakral ini.

Tepuk tangan riuh memenuhi ruangan ketika mereka berdua dinyatakan resmi sebagai suami istri.

"Mulai saat ini kalian sudah sah menjadi suami istri." ucap pak penghulu.

Zura meraih tangan Azzam lalu di cium punggung tangannya, tanda bakti pertamanya sebagai seorang istri.

Azzam tersenyum simpul, dengan lembut mengangkat wajah Zura, memberikan kecupan di kening, dan disambut dengan sorakan bahagia dari para tamu undangan yang hadir. Hari ini, mereka memulai bab baru dalam hidup mereka, bersama, dengan cinta yang mendalam dan harapan yang tinggi untuk masa depan yang cerah.

Selesai akad nikah langsung di lanjut acara resepsi.

Azzam dan Zura. Kedua sejoli itu berdiri di pelaminan yang mewah, dikelilingi oleh bunga-bunga yang semerbak harumnya mengisi ruangan. Gaun pengantin Zura yang anggun, dipadu dengan setelan jas hitam Azzam yang elegan, keduanya seperti raja dan ratu dalam dongeng. Tamu undangan yang memenuhi gedung besar itu terlihat antusias, sibuk mengabadikan momen bahagia dengan kamera mereka.

Tepuk tangan riuh menggema saat Azzam dan Zura melangkah turun dari pelaminan untuk memulai sesi foto bersama keluarga. Senyum merekah di wajah kedua mempelai, terutama saat berfoto dengan orang tua mereka yang terlihat begitu bangga dan bahagia.

Baim sang fotografer yang sibuk mengatur gaya mereka, ia bukan tamu undangan untuk sang sahabat, tapi sebagai fotografer dan juga menjadi saksi saat akad nikah tadi.

"Waktunya berjoget!" seru Baim. Kemudian ia menyerahkan kamera pada team-nya.

Lampu-lampu hias di dalam gedung ini menyala terang, musik mulai mengalun dan para tamu undangan diajak untuk berdansa. Azzam dan Zura pun tak mau ketinggalan, mereka berdansa di tengah-tengah ruangan, dipandu oleh nada-nada romantis yang memenuhi udara. Setiap gerakan mereka seirama, seolah tak ada yang bisa memisahkan kedua hati yang telah dipersatukan ini.

To be continued.

1
ㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤ𒈒⃟ʟʙᴄ
baru mampir novel kembaran🙈🙈bab awal aja sudah banyak teka teki ini🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
Linda Semisemi
kok ga ngerasa ada perbedaan ya? walo pun kembar pst ada bag fisik yg berbeda. pdhl udh pacaran lama di Kanada
Nurul Safitri
sebener nya zahwa itu kmna ya ??
Nurul Safitri: innalillahi
total 2 replies
farila
lanjut Thor
M⃟3💋 ˢ⍣⃟ₛ༄⃞⃟⚡𝐜𝐜🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦
masuk pak ekooo... undaaaa cynkkkk
ᴍᴜsᴀғɪʀ_24434: muacchhh 😘😘😘
total 1 replies
farila
tetap semangat author
ᴍᴜsᴀғɪʀ_24434: makasih kak😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!