Apakah salah jika aku mencintainya? Apakah salah jika aku mencintai kekasih orang lain? Tidak pernah terpikirkan olehku, aku akan mencintai seseorang sedalam ini.
Tidak pernah terpikirkan olehku cinta pertamaku akan tenggelam sebelum berlayar. (Silvilia Rahma )
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MeyaZz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 06( Kenapa Begitu Mengkhawatirkanku? )
Bolehkah Aku berharap?( Silvilia Rahma)
-
-
-
-
Setelah kejadian aku pingsan beberapa hari yang lalu. Aku merasa aku semakin dekat dengan Pak Fian. Aku merasa Pak Fian perhatian padaku. Pak Fian selalu tahu aku berada ditaman belakang sekolah setiap jam istirahat. Yahh karna itu tempat favoritku. Aku selalu merasa tenang setiap kali aku kesana. Aku pun bingung kenapa dia sangat mengkhawatirkanku. Setiap aku bertanya. Dia akan menjawab takut aku pingsan lagi. seperti sekarang ini Dia duduk disampingku. Bahkan bersikap biasa saja. Sedangkan aku terus menahan rasa maluku. Karna jujur ini pertama kalinya aku berdekatan dengan Laki-laki selain ayah dan adikku.
" Kamu belum makan kan? nih buat kamu" ucap Pak Fian sambil menyodorkan makanan itu padaku.
" Terima kasih pak" Jangan tanya kenapa aku tidak menolaknya. Karna ini sekian kalinya hal ini terjadi. Aku sudah bosan untuk berusaha menolak dan selalu berakhir dengan menerimanya.
" Pak apa saya boleh bertanya. Kenapa Pak Fian sangat baik pada saya?"
Pak Fian hanya diam tidak menjawab pertanyaanku. Memangnya pertanyaanku salah?. keterlaluan sekali untung ganteng. Hehe . Akhirnya aku memilih untuk diam dan memakan makanan yang diberikan Pak Fian
*****
Kedekatanku dengan Pak Fian beberapa hari ini menimbulkan kesalahpahaman. Tak jarang aku menerima perilaku yang tidak mengenakan. bukan hanya siswi bahkan guru yang masih muda yang ingin mendekati Pak Fian ikut berperilaku buruk padaku.
Sering kali aku diminta membersihkan toilet sekolah padahal aku tidak melakukan kesalahan. Tapi tidak papa anggap saja olahraga.
Saat ini Aku berada di dalam kelas. Sibuk dengan duniaku sendiri. dan hanya memperhatikan buku yang kupegang. Hingga
sekelompok siswi mendekat padaku. menggebrak mejaku. Aku terkejut dengan suara itu.Aku menoleh kearah mereka. Mereka melayangkan perkataan kasar. Mereka mencibirku. Menghinaku. Melempar semua perkataan kasar kepadaku. Aku menunduk diam aku tidak tahu harus mengatakan apa. Mereka menatapku seolah olah mereka jijik kepadaku.
" Genit banget sihh jadi cewek. Dasar perempuan penggoda"
" Dasar cewek munafik. Didepan aja keliatan cewek baik-baik ternyata dibelakang jadi penggoda"
Sakitt
Hatiku sakit saat mendengar perkataan itu. Ingin aku berteriak.Aku bukan wanita seperti itu.Aku bukan wanita seperti apa yang kalian tuduhkan. Tapi aku tidak sanggup untuk mengatakannya. Aku hanya berdiam diri menerima hinaan mereka. Beberapa dari mereka aku tahu namanya. Karna mereka adalah teman kelasku. Keributan terjadi hingga suara yang ku kenal menghentikan semuanya. Dia Pak Fian. Karna memang sekarang adalah jadwal Pak Fian Mengajar dikelasku.
" Apa yang kalian lakukan"
" Ka kami tidak melakukan apa-apa Pak"
" Duduk ditempat kalian masing-masing "
" iya pak "
Aku melihat raut keterpaksaan diwajah
mereka. Aku mengalihkan pandanganku kearah Pak Fian. Raut wajahnya tampak khawatir kepadaku. isyarat matanya seperti mengatakan apa kau baik-baik saja. Aku membalas dengan senyuman dan mengangguk samar menyatakan aku sedang baik-baik saja. Pak Fian tersenyum kepadaku tampak lega. Dia melanjutkan pembelajaran.
" Apa Pak Fian benar-benar mengkhawatirkanku?. Tapi kenapa. Aku bukan siapa - siapanya Pak Fian. Kami hanya sebatas murid dan guru " Pertanyaan itu selalu berputar dalam pikiranku.
Jam pelajaran terakhir sudah berakhir. Aku bergegas menuju parkiran dimana aku menaruh sepeda bututku. Aku mulai mengayuh sepedaku.
Dipertengahan jalan aku mendengar seseorang berteriak minta tolong. Suara itu berasal dari Gang sempit dekat pasar. Aku turun dari sepedaku. Dan menuju asal suara. Aku melihat seorang wanita paruh baya sedang dihadang oleh dua preman. Aku memutar otakku agar aku bisa menolongnya.
Aku menggunakan alarm ponselku yang sudah kuganti dengan nada dering sirine polisi (untung aku punya hehe). Ponselku berbunyi membuat para preman itu terkejut dan lari menjauhi wanita itu.
" bye bye para preman " Batinku. Aku berjalan menghampiri wanita itu, sepertinya wanita itu syok. Terbesit rasa kasihan melihat keadaannya yang sedang ketakutan.
" Apa ibu baik-baik saja " aku memegang bahunya untuk memberikannya ketenangan. membawanya duduk dikursi taman yang tak jauh dari Gang itu.
" Iya nak , terima kasih sudah menolong ibu"
" Kenapa ibu bisa ada disitu?" tanyaku setelah ibu itu tenang.
" Ibu tadi ingin ke pasar nak. Lalu ibu bertemu seseorang yang meminta bantuan kepada ibu. dia bilang ayahnya pingsan di Gang itu. tapi saat ibu kesana malah ibu mau dirampok sama mereka "
Aku prihatin mendengarnya. Bagaiman bisa seseorang beralasan seperti itu untuk melakukan kejahatan.
" Bu tunggu disini sebentar ya. Saya mau beli minuman untuk ibu" Aku bergegas ke warung terdekat dan membeli minuman.
" Ini ibu minum dulu, pasti ibu syok karna kejadian tadi" Aku memberikan minuman itu agar bisa membantunya untuk lebih tenang.
" Terima kasih ya nak, nama kamu siapa nak?"
" Nama saya Lia bu"
" Oh nak Lia. Saya wina nak, panggil aja mama biar lebih akrab"
" Baik bu, eh mama wina maksudnya, hehe" Aku bingung. karna aku tidak terbiasa dengan nama panggilan seperti itu.
Saat asyik mengobrol seorang bapak menghampiri kami. sepertinya bapak itu seorang supir.
" Maaf nya saya terlambat, tadi jalanan macet nyonya" ucap pria itu
" iya tidak papa Pak Herman"
" Lia mama pergi dulu ya" Lanjut mama wina
" Ahh iya bu, ehh maksudnya mama"
" Hmm yaudah nanti pasti kamu terbiasa sama panggilan itu. Mama pergi dulu ya"
" Hati- hati ma"
setelah semuanya selesai aku ke tempat dimana aku menaruh sepedaku. Aku bergegas untuk pulang
Sampai dirumah aku segera masuk kekamarku. Membaringkan badanku ketempat tidur. Ingin rasanya tidur seharian. melepaskan lelah hari ini. Aku menghela nafasku. Hari ini adalah hari yang sangat berat bagiku. Dalam satu hari banyak kejadian yang terjadi.
" Hah , aku sangat lelah hari ini "
Tok tok tok
Aku melirik pintu kamar yang sedang diketok seseorang.
" Liaa mandi dulu nak, setelah itu kamu istirahat, masak anak perempuan jam segini masih bau"
" Iya bu Lia mandi sekarang"
Dengan sedikit perasaan terpaksa aku mengambil handukku dan pergi kekamar mandi. Karna aku tidak mau diomeli nantinya oleh ibuku.
" Tak mandi antik dimalahi ibu" Hadeeh adikku mengejekku dengan suara cadelnya. Gemas aku rasanya.
" Hmmm iya kakak mau mandi nih Cup Cup Cup" Aku menghujani adikku ciuman dipipinya. ya ampun gemes aku
" Atak udah angan cium nino, Atak bau" Ucap nino sambil menutup hidungnya
" Hmm iya adekku sayang kakak mandi dulu ya" Aku meninggalkan adikku menuju kamar mandi.
setelah badanku bersih rasanya tubuh menjadi ringan.
" Lia kalau sudah selesai mandinya bantuin ibu menyiapkan makanan ya, biar nanti pas ayahmu pulang makanan udah siap semua"
" Iya bu ini Lia udah selesai mandinya kok"
" Haduh ibu katanya tadi kalau udah selesai mandi bisa istirahat. Yaudah dehh gapapa" batinku
-
-
-
-
Happy Reading
Jangan lupa VOTE, LIKE, AND KOMEN
Terima kasehh😊🍁🍁🍁*
mampir ya
ijin promo ya 🍜🍜🍜
jgn lupa baca novel dg judul "HITAM"
kisah tentang pernikahan yg tak diinginkan,
jangan lupa tinggalkan like and commen ☀️☀️☀️
maaf baru bisa mampir y kak🙏
10 like sudah aku tinggal kan❤
semangat updatenya akak😘
Salam dari IM JUST FOR YOU
semangat ya..
feed back..