NovelToon NovelToon
IDENTITAS PALSU

IDENTITAS PALSU

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / CEO / Mafia / Tamat
Popularitas:110.3k
Nilai: 4.6
Nama Author: Emily

Gwen Itzayana 27 tahun, gadis cantik yang berprofesi sebagai pengacara muda di kota New York. Harus berurusan dengan kartel narkoba di Meksiko setelah ayahnya seorang polisi yang sedang menyamar di dalam organisasi itu.
Penyamaran Eduardo berhasil di ketahui anggota kartel, menyebabkan pria itu di bunuh secara kejam.

Gwen menangisi kepergian Eduardo, hingga gadis itu nekat bertolak ke Meksiko dan menyusup ke dalam organisasi yang paling di takuti seantero negeri Sombrero tersebut.

Bagaimana nasib Gwen, mampukah ia bertahan hidup di antara penjahat-penjahat kejam itu. Apakah penyamaran nya akan di ketahui?

Terlebih Gwen di hadapkan pada pimpinan kartel di luar dugaannya. Apakah itu?

Ikuti kelanjutan kisah ini ya. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian setelah membaca 🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ROCKY SI KUDA LIAR

Gwen dan teman-temannya sangat menikmati pertunjukan yang di sajikan. Klan Chaves, aktif mengirim perwakilan di setiap cabang perlombaan.

"Bagaimana, apa kamu menyukai kegiatan ini Gwen. Bagimu ini yang pertama kali kan?", tanya Dominggus yang berdiri di sampingnya.

"Iya tentu saja. Aku tidak menyangka, ternyata kamu pandai menari dan bernyanyi suara mu indah. Kamu juga pandai memainkan musik Mariachi, Dominggus". Gwen bertepuk tangan memberikan pujian pada Dominggus dengan tulus.

Dominggus membungkukkan badannya seraya menaruh tangan ke dadanya. "Muchas gracias, nona cantik", jawabnya sambil tersenyum hangat pada Gwen.

Gwen mencubit bahu Dominggus. Pemuda itu selalu bisa membuat Gwen tertawa lepas seperti sekarang.

"Hei...Kalian berdua diam lah. Acara puncak akan segera di mulai. Bos besar akan menampakkan dirinya", ucap Juana mengingatkan Gwen dan Dominggus yang tengah asyik bercanda.

Gwen langsung terdiam. Mendadak kedua sorot matanya menajam. Menatap ke arah panggung beratap.

Sebuah kursi ukir bak singgah sana masih terlihat kosong.

Entah siapa yang memulai berteriak memanggil nama Rafael dengan tepuk tangan yang akhirnya di ikuti yang lainnya. Termasuk Gwen.

Tentu saja gadis itu tidak akan membuat gesture tubuh yang mencurigakan.

"Kita sambut pimpinan La Quintana. Tuan Rafael Oliviera Kortez", ujar seorang pria yang menjadi pembawa acara.

Seorang laki-laki dewasa berusia sekitar tiga puluh lima tahun atau mungkin lebih tengah melambaikan tangan pada semua orang yang berdiri di lapangan terbuka, menatap tak berkedip ke arah sosok laki-laki itu.

Termasuk manik hitam pekat Gwen menatap tak berkedip sosok itu. Dia tak lain laki-laki yang di temui nya di ruang kerja tadi. Seketika tubuh Gwen limbung sedikit mundur ke belakang. Gadis itu sangat terkejut. Beruntung orang-orang sedang fokus pada Rafael. Sehingga tidak ada yang memperhatikan perubahan Gwen.

"Ya Tuhan. Ternyata dia orangnya. Dia yang telah membunuh papa. Dia yang membuat ku kehilangan papa untuk selamanya?", batin Gwen sambil mengepalkan kedua tangannya.

"Rafael Oliviera Kortez", gumam Gwen dengan suara tertahan.

"Akhirnya aku menemukan mu!". Terdengar gemeretak gigi karena menahan emosi yang tiba-tiba menyerang dirinya.

"Tiba pada perlombaan paling bergengsi. Memilih rodeo terbaik tahun ini. Persiapkan dua orang perwakilan dari masing-masing klan kalian. Laki-laki dan wanita", ucap MC dengan lantang di sambut gemuruh sorakan tepuk tangan.

"Yang mampu menjinakkan Rocky si kuda liar itu, akan mendapatkan hadiah langsung dari tuan Rafael yang tampan dan baik hati", teriak MC yang di sambut tepuk tangan semua orang.

"Untuk tahun ini hadiahnya sangat istimewa".

"Bagi kalian laki-laki, silahkan memilih salah satu wanita cantik dan seksi yang sudah di sediakan di sebelah sana".

MC menunjuk ke atas panggung bagian sebelah kanan. Ada lima gadis muda berwajah cantik dan berpakaian sangat minim, begitu menggoda.

"Dan bagi kalian peserta wanita, akan menghabisi satu malam dengan tuan Rafael atau mendapatkan ciumannya. Kalian bisa memilih sesuai keinginan kalian para wanita", ujar MC di sambut sorakan histeris para wanita.

Juana bersorak-sorai. Oh.. perawan suci Guadalupe, aku berharap aku yang mendapatkan hadiah itu. Wanita itu mencengkram tangan Gwen yang hanya terdiam.

"Gwen... Bagaimana caranya aku bisa mendapatkan hadiah itu. Tuan Rafael sangat menggoda. Iya kan Gwen", teriak nya berapi-api sambil meloncat girang, membuat gendang telinga Gwen rasanya mau pecah.

*

Satu persatu perwakilan klan mencoba menjinakkan Rocky si kuda liar. Sudah lima perwakilan yang mencobanya. Namun gagal. Ada beberapa klan yang tidak mengirimkan wakilnya karena tidak ada yang berani mendekati kuda liar itu.

"Sekarang kita panggil klan Chaves dari ibu kota. Lady first. Ayo perwakilannya maju mempersiapkan diri", ucap pembawa acara.

Juana terlihat celingak-celinguk. Begitu pula teman-temannya yang lainnya saling bertukar pandang dan mengangkat bahu tanda tidak bersedia.

"Apakah tidak ada yang mau mencoba tantangan ini dari tim Chaves?". Mc kembali memanggil.

Kali ini dengan percaya diri Gwen maju ke depan. Gadis itu terlihat seksi sekali dengan kemeja ketat berwarna putih bersih di padu dengan celana jeans biru ketat dan sepatu boot berwarna coklat tua. Untuk menghalau sengatan sinar matahari, gadis itu memakai topi koboi senada dengan boot nya.

Juana, Dominggus serta temannya yang lainnya kaget begitu Gwen maju tanpa ragu sedikitpun.

Dari kejauhan sepasang manik coklat terang tengah menatap tajam Gwen dari balik kacamata hitam sambil mengusap dagunya.

Gwen hendak di pasangkan helm dan rompi keselamatan oleh panitia, namun gadis itu menolak. Ia langsung berjalan mendekati Rocky dengan langkah tegap.

Jemari lentik Gwen mengusap lembut bulu tebal kuda berwarna hitam itu dan membisikkan sesuatu. "Aku harap kau membantuku rocky", bisik Gwen.

Tepuk tangan dan teriakan memberi semangat membahana, terutama dari teman-teman Gwen satu tim. Memberikan dukungan mereka.

Beberapa saat kemudian gadis bertubuh ramping itu telah berhasil menaiki punggung kuda liar tersebut. Merasa ada yang mengusiknya membuat Rocky melompat-lompat liar. Membuat tubuh Gwen ikut melonjak kesana-kemari.

Orang-orang berteriak ngeri sekaligus takjub karena sejauh ini Gwen satu-satunya peserta yang mampu bertahan.

Juana mengajak orang-orang memasang taruhan. Mampukah Gwen menjinakkan kuda liar itu.

Rafael serta pimpinan klan-klan yang berada di atas panggung pun ikut histeris. Beberapa kali Rafael spontan berdiri ketika Gwen hampir terjungkal. Namun berhasil menjaga keseimbangan tubuhnya.

Chaves tersenyum bangga. Bahkan ia memasang taruhan dengan teman-temannya. Tentu saja Chaves memilih Gwen akan mampu menjinakkan kuda liar itu.

"Sejak pertama bertemu gadis itu, aku memang sudah memiliki penilaian sendiri. Ia gadis pemberani", gumam Chaves.

Beberapa saat berlalu..

Rafael menyandarkan punggungnya pada kursi kebesarannya. Sambil bertepuk tangan, setelah Gwen benar-benar telah berhasil menjinakkan Rocky si kuda liar.

Rafael memberi isyarat pada Nunez agar mendekat.

"Cari tahu siapa gadis itu! Aku menyukainya..."

...***...

To be continue

1
Niechenie Cwekgemini Clalud'hti
ko firasatku yg membunuh bpknya kawannya si Eduardo Thor 😀
Dwika Wahyuning Tyas
Deskripsi masing2 karakter jelas. Alur cerita jelas tidak bertele-tele. Latar belakang cerita dan Visual sinkron jd tidak merusak khayalan pembaca. Cara penulisan dan menyampaikan cerita mudah dipahami dan di mengerti.
Dwika Wahyuning Tyas
maaf ya thor aku baru komen🤭 terlalu fokus dan asik baca. seperti biasa novelnya sat set wat wet gak bertele-tele, pertahankan ya thor. request tetap bikin novel latar belakang luar negri semua aja😍 salah satu author yg wajib bgt dibaca semua karyanya😊 semangat berkarya😍
Ririn Nursisminingsih
kok udah tamat thor🤗🤗
Ririn Nursisminingsih
selalu kereeen kak emily karyamh👍👍😍😍
Ririn Nursisminingsih
nah gwen tanpa sadar kmu diperalat sama pamanmu
Ririn Nursisminingsih
kereenn gwen

👍👍😍
Ririn Nursisminingsih
thor a baca ulang lagi.... karyamu selalu kereennn👍👍
Emily: Udah byk karya baru dg visualnya juga loh mbak say. Coba deh baca juga siapa tau suka 😍🙏
total 2 replies
ayudya
lanjut Thor 🤣...
Emily: Gwen Rafael sudah tamat. Udah kehabisan idenya buat Gwen Rafael. Lanjut MENJADI TAWANAN MAFIA ya. 🙏
total 1 replies
ayudya
bucin sekali si Rafael ini🤣..., 💪 semangat author
ayudya
sudah cukup lama sekali cerita ini Thor di lanjutkan.
Amelia
Ditunggu karya barunya kak Emily 👏
Emily: Untuk skrg belum ada karya baru, lanjut MENJADI TAWANAN MAFIA dulu ya🙏
total 1 replies
Amelia
😍😍😍 Akhir happy ending.👏
Emily: Tks sdh membaca 🙏
total 1 replies
Amelia
Boncap ya kak Emily 🙏
Amelia
Duhhh bahagianya😍
Delyana.P
Finally tamat juga ya kak Emily. Tks untuk cerita yg bagus dan menghibur 👏👍
Emily: Sama-sama sayang🙏
total 1 replies
Delyana.P
Gwen di lawan dari awal udah brutal dia mah 🤣
Dinda Wei
Hukum aja istri bandel mu Rafael, biar gak berkutik.😂 lanjut kak Emily 😍
Dinda Wei
Ternyata Gwen nggak bs diatur mafia. Mafia yg justru nggak bs berkutik dibuatnya. Lihat aja neneknya kek gimana 😂
Delyana.P
grandma sayang banget sama Gwen. Mampos kau RODRIGUEZ
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!