NovelToon NovelToon
SKUAT INDIGO 2

SKUAT INDIGO 2

Status: tamat
Genre:Perperangan / Action / Spiritual / Epik Petualangan / Fantasi / Iblis / Horor / Tamat
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: David Purnama

Amelia dan Akbar kembali berpetualang.

Dahlia mengajak teman-teman nya untuk berkumpul kembali setelah lama tidak bertemu. Sekaligus menjenguk bapak yang sedang sakit.

Sementara itu di alam gaib. Para jin dan siluman golongan hitam berencana menguasai bumi dan mengalahkan manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon David Purnama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6 RIDWAN YANG SUDAH BAHAGIA

Ridwan sudah berkeluarga. Ia sudah menghapus bayang-bayang pujaan hatinya yang telah tiada. Kini ia hidup bahagia bersama istri dan telah dikaruniai seorang putra. Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana di Tegaldlimo. Ia sudah tidak lagi mengajar di pelosok desa di kampung halamannya dulu. Di salah satu sekolah dasar yang berada di kecamatan kini ia melanjutkan pengabdiannya sebagai seorang guru.

Nama Nur Ridwan menjadi cukup dikenal oleh orang-orang di daerahnya bahkan hingga ke luar daerah. Ini terjadi lantaran kebaikkannya yang sering memberikan bantuan kepada orang-orang yang datang kepadanya dengan membawa persoalan-persoalan yang berbau klenik atau gaib. Ridwan sesuai kemampuan yang ia miliki dengan tulus membantu mereka sebagia perantara untuk solusi atas hilangnya beban permasalahan yang mereka tanggung. Ia sama sekali tidak pernah mempromosikan kebisaannya ini. Bahkan ia pun menolak pemberian upah berupa uang yang sering dipaksakan kepadanya. Ridwan benar-benar ikhlas dalam menolong sesama. Ia pun enggan untuk disebut sebagai paranormal atau semacamnya. Sehingga justru itulah yang cepat menyebarkan nama dan kebaikannya.

Ridwan menerima kedatangan para tamunya kapan saja kecuali di jam sekolah dimana ia harus mengajar. Awalnya istrinya keberatan dengan apa yang dilakukan oleh suaminya itu. Tapi lambat laun sang istri pun melunak setelah melihat bagaimana orang-orang yang terbantu oleh suaminya dalam berbagai macam urusannya begitu lega dan berterimakasih kepada mereka.

Pagi itu Ridwan sedang bermain dengan anaknya di teras rumah sementara istrinya sedang sibuk dengan kegiatannya di dapur. Hari itu kewajibannya untuk pergi ke sekolah digugurkan karena tanggal merah yang tercetak di kalender. Fokusnya teralihkan ketika ia secara tiba-tiba merasakan kehadiran energi yang besar datang mendekat kepadanya. Ia lantas membawa anaknya masuk ke dalam rumah untuk diserahkan kepada ibunya.

“Akan ada tamu”, ujar Ridwan kepada istrinya.

Benar saja. Ketika Ridwan keluar menuju ke teras rumahnya sudah ada sosok pria paruh baya yang berpenampilan serba hitam tengah duduk di kursi yang ada di sana.

“Ada keperluan apa aki sampai datang kemari?”, tanya Ridwan kepada sosok itu yang tidak lain adalah Ki Blinger.

Perdebatan panjang lebar terjadi. Sang tamu menjelaskan rincian permasalahan yang sedang dihadapinya. Ia sampai memohon-mohon kepada Ridwan agar bersedia turut ambil bagian dalam misinya kali ini. Ki Blinger pun juga menceritakan perihal Akbar yang juga sudah bersedia terlibat dalam persoalannya ini. Sementara yang ada dibenak Ridwan dengan kedatangan Ki Blinger adalah membalikkan memorinya empat tahun silam dimana orang yang sedang dihadapannya inilah yang juga menunjuk ia dan ketiga rekannya dalam misinya dulu. Kenangan itu kembali memunculkan sosok Rike di bayangan angan-angannya. Rasa sedih bercampur amarah kini menggelayutinya.

Ridwan mengkaji kata demi kata yang disampaikan kepadanya. Ia tidak ingin emosi dan nafsu menguasainya dalam mengambil sebuah keputusan. Setelah amarahnya mereda sama seperti Akbar ia pun akhirnya bersedia untuk ambil bagian dalam misi yang dibawa Ki Blinger demi kepentingan bersama. Ridwan mengiyakan tugas-tugas yang diembankan kepadanya. Setelah keduanya bersepakat sang tamu segera pergi.

“Kapan waktunya?”, tanya Ridwan.

“Aku akan memberimu tanda”, jawab ki Blinger.

Tugas Ridwan adalah mengumpulkan sebanyak mungkin orang-orang yang bersedia turut andil dalam sebuah misi yang telah diterangkan secara gamblang oleh Ki Blinger. Di sisi lain dari pihak Ki Blinger tidak ada yang turut serta dalam agendanya ini. Dukun kondang itu meyakini sebuah kesalahan fatal apabila ia malah meminta tolong kepada antek-anteknya sendiri.

Nur Ridwan yang sudah cukup mempunyai nama dalam dunia supranatural tentunya tidak terlalu sulit untuk mencari beberapa teman untuk bisa dihubungi dan dimintai pertolongan. Satu pesan dari Ki Blinger yang harus ia jalankan adalah bahwa orang-orang yang diajaknya haruslah dari kubu yang berseberangan dengan aliran Ki Blinger. Misi ini adalah sebuah pertempuran besar yang akan menentukan keberlangsungan dunia pergaiban di nusantara.

Guru olahraga itu berpikir keras tentang segala apa yang disampaikan oleh ahli ilmu supranatural golongan hitam yang terkenal sakti itu. Meski telah mengiyakan ajakannya tapi ia tidak ingin menelan mentah-mentah semua perkataan yang telah disampaikan kepadanya. Ia harus hati-hati dan teliti dalam setiap tindakan yang akan ditempuhnya. Meski rasa curiga sudah menghilang bukan tidak mungkin jika apa yang akan dijalaninya hanya sebuah tipu muslihat belaka. Ia harus mempersiapkannya secara matang tentang segala kemungkinan yang bisa saja terjadi.

1
luar binasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!