NovelToon NovelToon
Second Chance

Second Chance

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Barat
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Claudia Diaz

Giovanni El Nino adalah seorang pemuda yang berprofesi sebagai pekerja seni di dunia hiburan, namun karena kepribadiannya yang angkuh dan tak acuh terhadap sesamanya membuat sang ayah terpaksa menjadikannya seorang guru di SMA Harapan Bangsa dengan harapan anaknya mengalami perubahan sikap yang lebih baik.

Akan tetapi tetap saja, kepribadian Nino tidak juga berubah, justru ia menjadi guru yang dibenci oleh murid-muridnya.



*****




Rhodophyta Algavian seorang pemuda yang lugu namun cerdas, selalu menjadi bahan perundungan teman-temannya di SMA Harapan Bangsa.

****

Suatu ketika hal besar menimpa Nino, ia mengalami kecelakaan hebat dan diberikan kesempatan oleh malaikat untuk memperbaiki hidupnya dan berbuat baik dengan masuk ke dalam tubuh Vian dan mengubah hidup pemuda tersebut.


Apakah Nino akan berhasil membantu Vian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Claudia Diaz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nino POV ( Mencoba Melihat dan Mendengar)

Aku sudah terperangkap di dalam tubuh muridku sendiri karena takdir yang digariskan untukku. Akan tetapi itu tetap saja menggelikan.

Jika saja aku bisa memilih, tentu saja aku akan memilih terperangkap dalam tubuh aktor Hollywood yang terkenal atau pun seorang musisi ternama seperti Paul McCartney contohnya, tapi ini?

Hah, aku pun tidak pernah berekspektasi akan masuk ke dalam tubuh bocah ini.

Bocah yang sangat menyedihkan, tak pernah ada seseorang yang tulus berteman padanya. Jika bukan karena otak cerdasnya, aku yakin tak ada yang ingin mendekat padanya.

Bocah ini terlalu polos, selalu merasa sungkan pada orang lain, aku jadi penasaran apakah dia sadar jika dia hanya dimanfaatkan oleh anak-anak lain karena dirinya yang selalu tidak pernah bisa menolak permintaan teman-temannya?

Eh, tunggu dulu. Mengapa aku tiba-tiba jadi ingin tahu?

Ah entahlah, aku juga tidak tahu.

Kulihat dari dalam sini sepertinya bocah itu masih di bawah alam sadarnya, aku tidak ingin repot-repot mengambil alih kesadarannya kali ini. Bukan karena aku tak ingin melaksanakan tugas, tapi aku juga perlu adaptasi.

Kurasa beberapa waktu lalu telah terlewati, lama sekali bocah ini sadar dari tidur panjangnya?

Suasana ini membuatku merasa bosan, oh ayolah aku tidak sabar melihat dunia luar, bukan kamar rawat inap seperti ini.

Haruskah aku mengambil alih tubuhnya, agar dia sadar dengan cepat? Ah, tidak-tidak, sepertinya itu merepotkan, dan aku tidak ingin melakukan sesuatu yang merepotkan.

Namun tak lama kemudian, dia membuka matanya, Puji Tuhan akhirnya dia bangun juga.

Kulihat dia berbicara dengan mamanya, ya dari pembicaraan yang aku dengar, dia tidak mengingat kejadian apa yang menimpanya hingga dia bisa terdampar di rumah sakit ini.

Dokter yang memeriksanya mendiagnosa jika ia mengalami amnesia sebagian, bocah malang, kasihan sekali.

Akan tetapi aku sangat bersyukur, ia tidak mengingat kejadian tersebut, karena aku yakin jika dia mengingatnya, ia pasti akan sakit hati.

Ya, sedikit banyak pasti ia akan mengingat peristiwa pengkhianatan kekasihnya yang ia agung-agungkan itu. Padahal sudah jelas sekali jika gadis itu memanfaatkannya, dasar bodoh!

Aku masih memantau pergerakan anak ini. Kali ini ia sedang berusaha turun dari ranjang pasien. Astaga anak ini benar-benar keras kepala, apa dia tidak melihat jika kakinya masih bergetar begitu hebatnya, ck?!

Ia masih berusaha berjalan dengan berpegangan erat pada tembok, oh ya ampun bagaimana kalau mamanya khawatir karena tidak mendapati dirinya di kamar?

Omong-omong tadi mamanya sedang pergi untuk pulang sebentar, mengurus rumah. Sungguh seorang ibu idaman.

Ia terus berjalan dengan tertatih, aku masih tetap mengawasinya.

“Mengapa, mengapa mereka selalu menatapku seperti itu. Hentikan semua tatapan mengerikan itu, itu membuatku tidak nyaman dan aku tidak menyukainya. Jadi, tolong hentikan memandangku, dengan tatapan itu kumohon?!"

Suara itu, apa suara itu adalah suara hatinya, mengapa terdengar sangat memilukan?

Apa saja yang sudah dilalui bocah ini? Sejenak kisah hidup bocah ini sangat membuatku penasaran.

Jika dipikir-pikir sebenarnya dia tidaklah terlalu buruk, mengapa aku bisa menilai demikian? Karena aku bisa melihat dan menyadari wajah Vian yang sesungguhnya, kalau saja tidak ada kacamata khasnya yang selalu membingkai, ia pasti akan menjadi pemuda yang tampan dan menjadi idola sekolah.

Tubuhnya pun sangat ideal untuk ukuran pria, jika saja ia rajin berolahraga dan menjaga bentuk badannya, aku yakin namanya pasti akan langsung melejit jika ada yang menawarinya menjadi seorang model.

“Vian, apa yang kau lakukan di sini?” tanya sebuah suara. Tunggu sepertinya aku tidak asing dengan suara ini, seperti suara Mommy?

“Halo, apa kau mendengarku, aku ibunya Nino, gurumu.”

“Ah, hai Bibi. Maaf saya melamun.”

Ah, aku pernah melihatnya bertemu dengan Mommy saat ia membesukku dengan teman-temannya yang selalu memasang topeng palsu, hampir saja aku melupakan kejadian itu.

“Apa yang kau lakukan di sini—kau masuk rumah sakit juga?” Mommy masih bertanya pada Vian, kulihat anak itu mengangguk.

“Kata Mama saya baru saja mengalami kecelakaan, aku tertabrak sebuah mobil, tapi saya justru tidak ingat sama sekali,” jawabnya, sungguh kasihan.

“Ya ampun bagaimana bisa?” jawab Mommy yang sepertinya terkejut, hingga menutup mulutnya tak percaya, hem ciri khas seorang wanita yang selalu menanggapi sesuatu hal secara berlebihan.

“Ah, maaf Bibi tidak tahu jika kau baru saja mengalami kecelakaan, kalau saja Bibi mengetahuinya, Bibi akan membesukmu,” lanjut Mommy. Hei, jika Mommy menjenguknya siapa yang akan menungguku?!

“Saya mengerti jika Bibi masih merasa sedih dan kelelahan karena menjaga Pak Nino,” jawab anak itu. Ah, anak yang pengertian, aku bangga padamu.

“Bagaimana keadaan Pak Nino?” lanjutnya bertanya lagi. Hei, dia menanyakan keadaanku, apa aku tidak salah dengar?

“Masih sama seperti saat kau membesuknya, Bibi juga berharap akan ada keajaiban untuk Nino, tapi Bibi rasa ini sebuah ujian untuk kami, tentu saja kami harus tetap bersabar dan tetap kuat demi Nino,” aku masih bisa mendengar suara Mommy yang terkesan sendu.

“Saya yakin Pak Nino akan baik-baik saja, Pak Nino adalah orang yang kuat dan pantang menyerah,” katanya. Aku tidak tahu dia bisa berkata seperti itu, entah itu tulus atau tidak. Jika iya aku akan sangat berterima kasih, tapi jika tidak biarlah malaikat yang akan mencatat dosanya nanti.

Kupikir tidak akan ada murid yang peduli padaku, melihat diskusi kemarin, aku baru tahu jika rata-rata dari mereka semua membenci keberadaanku.

Dapat kudengar percakapan mereka, sepertinya Mommy agak bingung melihat kondisi Vian yang nekat berjalan sendiri tanpa bantuan kursi roda, dan anak itu menjelaskan semuanya. Hingga Mommy berinisiatif mengambilkan kursi roda untuknya. Dasar bocah keras kepala!

Sampai akhirnya Mommy kembali bersama seorang perawat yang membawa sebuah kursi roda.

Mereka kemudian pergi menyusuri koridor rumah sakit, namun tiba-tiba aku mendengar suara Vian yang meminta izin untuk membesukku kembali. Aku cukup terkejut, kupikir ia tak akan pernah lagi menjengukku karena menurutku, yang kemarin itu hanya sebuah keterpaksaan saja.

Ia hanya dijadikan umpan oleh teman-teman sekelasnya. Dasar licik mereka semua!

Mommy hanya mengiyakan saja permintaan Vian. Sepertinya Mommy sangat senang jika ada orang yang membesukku. Mereka lalu pergi ke tempat di mana aku dirawat.

“Nah, kita sudah sampai,” kata Mommy-ku ketika sampai di ruang di mana aku dirawat.

“Nino, muridmu datang lagi, dia anak yang baik bukan?” lanjutnya lagi.

Ada apa dengan anak ini, mengapa ia melihatku dengan begitu intens. Apa dia terpesona padaku. Oh tidak, aku masih normal?!

Kulihat dia menatap tubuhku yang terbaring lemah dengan pandangan yang tidak bisa diartikan, akan tetapi aku bisa mengerti apa yang ada di dalam pikirannya. Ya, anak ini cemburu, karena aku menjadi idola para guru dan murid katanya.

Ah, tapi apa itu benar, atau hanya sebuah omong kosong?

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

“Vian, boleh Bibi bertanya?"

“Apa, Bi?"

“Menurutmu ketika di sekolah Nino orang yang seperti apa?”

“Haruskah saya menjawab dengan jujur?”

“Itu terserahmu, tapi Bibi berharap kau menjawab dengan jujur, meski itu menyakitkan,” kata Mommy. Mengapa aku juga dibuat penasaran, apa yang akan Mommy tanyakan pada bocah ini?

Dapat kulihat anak itu berpikir dan mempertimbangkan jawaban apa yang harus diberikan pada Mommy.

“Nino, jika di sekolah itu sosok yang seperti apa?" Mommy, selalu saja penasaran dengan sosokku saat di luar rumah.

Anak itu terdiam sebentar, sepertinya ia sedang berhati-hati memikirkan sebuah jawaban yang akan diberikan.

“Saya tidak dekat dengan beliau, karena beliau pribadi yang sangat tertutup, tapi dari cara beliau bertindak pada murid-murid selama ini, saya percaya jika beliau adalah sosok yang tegas dan disiplin,” jawab Bocah itu. Ah, aku agak speechless dia bisa menjawab seperti itu.

“Setiap orang pasti memiliki karakter yang berbeda, Bibi. Tidak mungkin saya hanya menilai dari satu sudut pandang saja,” ah, anak itu aku jadi sedikit terharu.

Kulihat Mommy tersenyum kemudian berjalan dan memeluk bocah malang itu, “Bibi tahu kau anak yang baik.”

1
🎧✏📖
hadir😁
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍫⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ●⑅⃝ᷟ◌ͩαяℓєт
Oalah kirain bertukar roh.. ternyata masih dalam tubuh masing-masing semoga semuanya baik baik aja dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍫⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ●⑅⃝ᷟ◌ͩαяℓєт
pada akhirnya roh Nino yang masuk ke dalam tubuh Vian .. lalu bagaimana dengan roh Vian.. apa nanti yang akan terjadi
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍫⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ●⑅⃝ᷟ◌ͩαяℓєт
lah .. siapa yang menabrak vian apakah dia akan baik baik saja dan gimana dengan yang menabrak nya apakah mau menolong Vian
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍫⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ●⑅⃝ᷟ◌ͩαяℓєт
wah .. beruntung tuh masih di kasih kesempatan kehidupan baru yang lebih baik.. manfaatkan semuanya itu dengan baik jangan di sia siakan
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍫⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ●⑅⃝ᷟ◌ͩαяℓєт
Astaga Nino harusnya kamu itu bisa buat contoh dan panutan tp beneran kelakuan mu gk pantas untuk di tiru, jangan terlalu sombong
New Spirit
tobatlah qmu wahai kawan yg beriman😌 kalo mau smua kembali normal maka jalanmu akan di permudahkan
New Spirit
kalo di kasih kesempatan seharusnya bisa cerna lah napa kamu bisa digituin sma murid mu, ada aja lah kalo giniin🙄
New Spirit
wah di hdup kan kembali rupanya atau kualifikasi nih🤔agak lain sih. tapi ga apalah yg penting dia bisa berubah nya lagi.
New Spirit
lagi pengen ke alam barzahhhh ini si Nino nya
dah ga kuat hdup di dunia makanya buat ulah dulu sebelum ke alam lain
agak lain nih anak
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ᶦⁿᵗᵃ꙳❂͜͡✯🏡s⃝ᴿ●⑅⃝ᷟ◌
astaga Nino Nino wkwkkw 🤣
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ᶦⁿᵗᵃ꙳❂͜͡✯🏡s⃝ᴿ●⑅⃝ᷟ◌
lah kamu aja sering bikin muridmu kesell😒
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ᶦⁿᵗᵃ꙳❂͜͡✯🏡s⃝ᴿ●⑅⃝ᷟ◌
mau nyolong nih pasti 🤣
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ᶦⁿᵗᵃ꙳❂͜͡✯🏡s⃝ᴿ●⑅⃝ᷟ◌
mother is wonder Woman 🤣🤣
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ᶦⁿᵗᵃ꙳❂͜͡✯🏡s⃝ᴿ●⑅⃝ᷟ◌
julukan nya bagus pangeran tapi ada malas nya jadi anuu 🤣🤣
gapapa sih kalau mau😭🙊🙊🙊
wkwkwkwkk pede banget Nino🙊👩‍🦯
mulai sadar dan berpikir ya👩‍🦯
saling merindukan 😭😭😭
nah ini lho, bukan cuma buat yang sakit😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!