NovelToon NovelToon
Perjodohan Paksa Dengan Crush

Perjodohan Paksa Dengan Crush

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Keluarga & Kasih Sayang / Karir / Angst / Romansa / Tamat
Popularitas:58.4k
Nilai: 5
Nama Author: Chocolateee

"Gue mau terima perjodohan konyol ini tapi dengan satu syarat," ungkap Arsen.


"Apa?" Aliza penasaran dengan persyaratan yang akan diajukan oleh Arsen.


Sebenarnya diawal Arsen sudah memberikan saran untuk "Menikah kontrak." tapi Aliza tidak setuju.


"Hubungan gue dan Risa akan terus berlanjut setelah kita menikah."


Penjelasan Arsen mampu membuat Aliza membeku seketika. Persyaratan macam apa ini?

Namun, setelah beberapa menit terdiam seraya berpikir keras akhirnya Aliza menyetujuinya.


"Oke. Gue setuju."


Apakah Aliza akan bahagia dengan pernikahannya dengan Arsen walaupun suaminya itu masih terus menjalin hubungan dengan pacarnya?


Mari ikuti kisah selanjutnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chocolateee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 Air mata

Tangisan Aliza semakin menjadi. Isakan yang kian terdengar pilu.

Arsen yang melihat Aliza terlalu lama menangis, reflek menarik tangan gadis itu dalam dekapannya.

Tangis Aliza mulai reda. Gadis itu mengangkat kepalanya dari dada bidang Arsen. "Ayo pulang, Kak," ucap Aliza dengan suara serak sehabis menangis.

"Es krimnya gimana?" tanya Arsen bingung memandang es krimnya yang mulai meleleh. Sedari tadi es krim itu dirinya pegang dengan tangan kanan. Bahkan untuk menarik Aliza itu hanya menggunakan tangan kirinya.

Aliza membungkam bibirnya dengan melipatnya kedalam. Takut jika suara isakan akan terdengar kembali setelah melihat es krim stroberi miliknya yang mulai mencair hingga sedikit menetes ke jari tangannya.

Memorinya memutar kembali kejadian dimana dia membeli es krim dan berbincang dengan Abang penjual es krimnya.

"Mau beli es krim, Bang," ucap Aliza seraya menatap kotak es krim disamping penjualnya.

"Mau yang rasa apa, Neng?" Dengan senyum merekah Abang itu segera membuka kotak es krimnya dan menunjukan ada rasa apa saja.

"Aku mau rasa stroberi satu sama vanilanya satu," ucap Aliza seraya menunjuk es yang dirinya maksud.

"Masih banyak ya, Bang?" tanya Aliza ketika melihat masih banyaknya es krim.

"Iya, Neng. Soalnya lagi musim hujan. Jadi jarang yang beli es krim."

Aliza memangngguk memang benar sekarang musim penghujan jadi pemintanya kurang.

"Emang biasanya jualan dimana, Bang?" 

"Ya cuma blok sini aja. Saya nggak bisa jalan jauh-jauh. Takut nyeri sendi kumat karena dulu saya pernah jatuh terus cidera," jelas Pria yang berumur 30 tahunan itu seraya memasukan es krim pesanan Aliza kedalam plastik.

"Jadi jualan harus muter muter ya."

"Iya, Neng. Tapi nggak papa Abang mah. Yang penting masih sehat kuat jalan dan nggak kumat penyakitnya. Abang udah syukur alhamdulilah," ungkap pria dengan handuk yang terhampir dibahu kanannya dan sesekali digunakannya untuk mengusap wajahnya. 

"Saya udah bersyukur bisa makan," lanjutnya.

Mata Aliza berkaca-kaca menahan tangis tapi semampunya dia tahan agar tak jatuh.

"Udah lama Abang jualan es krim?" tanya Aliza dengan suara kecil menahan tangis.

"Dari saya sebelum menikah, Neng. Sampai sekarang saya punya anak satu. Dan anak saya menderita asma. Makanya saya harus kuat dan semangat cari rejeki. Tapi kadang saya juga takut kalo pas penyakit asmanya kumat kaya tadi pagi," ucapnya.

"Terus sekarang gimana keadannya, Bang?" tanya Aliza. Entahlah, tiba-tiba saja ada rasa khawatir ketika mendengar perkaranya Abang penjual es krim.

"Alhamdulillah udah agak baikan makanya Abang bisa kerja. Kalo belum membaik nggak akan Abang tinggal kerja dari pada nanti kepikiran pas lagi kerja. Walaupun ada istri yang merawat tapi tetep nggak tenang."

"Iya, Bang. Namanya juga orang tua. Wajar kok kalo khawatir anaknya lagi sakit."

"Hehe. Iya Neng," ucap Pria itu diakhiri senyum.

Aliza yakin senyum itu menyimpan banyak luka. "Oh. Maaf ya, Bang. Saya terlalu banyak bertanya."

"Nggak papa, Neng."

"Semoga anak Abang cepat sembuh ya."

"Iya makasih, Neng. Ini es krimnya. Jadinya 4 ribu." Pria itu menyodorkan plastik transparan pada Aliza.

"Oh. Ya. Ini, Bang." Aliza menyodorkan uang berwarna merah 3 lembar.

"Banyak banget, Neng. Saya nggak ada kembalian." Pria itu menatap uang tiga lembar yang ada ditangannya dan berniat mengembalikan uangnya.

"Nggak papa, Bang. Ini buat berobat anak Abang yang lagi sakit. Semoga lekas sembuh ya, Bang," ucap Aliza dengan senyum yang begitu tulus seraya mendorong tangan penjual itu tanda Aliza menolak uangnya dikembalikan.

"Alhamdulillah. Terima kasih ya, Neng. Semoga Nengnya dilimpahkan rezekinya, panjang umur, sehat selalu ya, Neng." Pria itu mengucapkan terima kasih dengan begitu tulus. Terlihat jelas dari sorot matanya.

Aliza tersenyum sendu. Betapa doanya begitu tulus seakan dia benar-benar membutuhkan uang itu.

Betapa kurang bersyukurnya Aliza selama ini. Jalan hidup Aliza bisa dikatakan jauh lebih baik untuk masalah ekonomi tapi dirinya tetap mengeluh perihal masalah yang lain. 

Seharusnya dia lebih bisa bersyukur.

Sekarang Aliza tau jika bersyukur itu tidak harus menatap kebawah.

Dadanya kembali sesak. Sebegitu beratnya cobaan seseorang tapi mereka tetep bisa bertahan dan bahkan ada yang pintar menyimpan luka dibalik senyuman.

"Iya sama-sama, Bang. Makasih banyak ya, Bang." Aliza mulai beranjak setelah mendapatkan anggukan.

"Aliza? Lo ngelamunin apa sih?" tanya Arsen seraya melambaikan tangan didepan wajah gadis itu.

"Eh. Gue nggak papa." Aliza sedikit gelagapan setelah sadar dari lamunannya.

"Yakin?"

"Iya. Gue cuma keinget pas ngobrol sama Abangnya." Aliza menatap kembali penjual es krim yang masih meneduh dan betapa senangnya Aliza ketika ada orang yang membeli es krim Abang itu.

"Kenapa? Lo boleh cerita."

"Nggak papa."

Arsen menghembuskan napas perlahan. "Kalo nggak papa. Nggak mungkin lo tadi nangis. Cerita aja siapa tau bisa bikin lega. Setidaknya gue bisa dengerin cerita lo sampai selesai."

Aliza tetap menggeleng. 

"Semakin lo pendam semakin lelah diri lo nyimpan semuanya. Manusia itu butuh bercerita walau hanya sekedar hal yang sepele. Hal sepele pun kadang perlu diceritain apalagi pas ada masalah."

"Lo nggak bisa nyamain semua orang.

Gue tau lo terlalu banyak menyimpan luka.

Lo takut buat cerita karena mereka selalu nggak menghargai lo. Mereka nggak mau sekedar jadi pendengar tanpa memberi solusi pun."

"Kalo lo masih mikir nggak ada orang yang akan mau ngedengerin lo. Ada gue yang akan selalu berusaha buat jadi pendengar yang baik. Lo bisa cerita apa aja sama gue kalo lo mau. Dengan senang hati gue dengerin sampai lo selesai cerita," ucap Arsen menatap Aliza lekat.

Aliza merasakan perasaan yang berbeda.

Terasa nyaman mendengar tutur katanya.

Sepertinya memang pikiran Aliza saat ini salah. ternyata masih ada orang yang mau mendengarkannya.

Gadis dengan mata sembab itu segera memalingkan wajahnya ketika Arsen terus menatapnya.

"Gue nggak bisa cerita, Kak. Gue rasa juga ini nggak terlalu penting untuk dibicarakan."

Gagal. Gagal sudah usaha Arsen. Aliza ini terlalu tertutup untuk masalah apa yang dirinya rasakan.

***

Aliza sekarang sudah sampai di studio foto yang dimaksud oleh ibu calon mertuanya. 

Sengaja memang sudah dipilihkan katanya itu adalah tempat foto terbaik di kota Jakarta.

Semua busana untuk pre wedding juga sudah dipilihkan oleh Ema. Yang pasti adalah busana adat Jawa. 

Karena mereka sama-sama keturunan Jawa yang tinggal atau mulai pindah dari Jawa ke Jakarta ketikai anak-anak mereka masih keci.

"Loh? Sendiri, Mba?" tanya seorang perempuan yang pasti bekerja di studio foto ini.

"Iya, Kak. Emang Kak Arsen belum dateng?" tanya Aliza bingung. Katanya laki-laki itu tadi sedang otw ketika membalas chatnya padahal jarak kantor Arsen dan tokonya lebih jauh tokonya.

1
Alora Ulandari
happy end dongggg kak trus si risa tu nikah trus baikan
Witri A
bab 2
Amelia Samsung
lanjut lh
Erni Fitriana
chocolate...sepertinya manis nih karyanya😘
CheapShop
hah... begini aja
CheapShop
berharap ada cowo lain.... masa bekas kakak diambil adik....
lan
thor ini update ya sekali seminggu?
Chocolateee: Aku usahain dua hari sekali, Kak.
total 1 replies
CheapShop
lama.... sedikit..... berharap bonus up....
paling jg ga mau liat itu flashdisk
Sondang Sartika Lumbanraja
nahhh loooo orang tua dah setuju pisah
CheapShop
cepet ketahuan mertua biar cerai.....
CheapShop
masih belom jelas.... knapa ga pisah aja.... cinta sendiri ya
Umisah Asther
kasian km Al moga cepat pisah biar nyesel arsen...punya suami bukan bikin bahagia malah nyakitin trs
Umisah Asther
gitu dong hrs tegas Aliza.... jangan mau di tindas
4U2C
𝐤𝐚𝐫𝐚𝐭𝐞𝐫 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐢𝐧𝐢 𝐭𝐞𝐫𝐥𝐞𝐛𝐢𝐡 𝐀𝐋𝐈𝐙𝐀 𝐭𝐞𝐫𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐥𝐞𝐦𝐚𝐡,,𝐜𝐨𝐛𝐚 𝐮𝐫𝐮𝐬 𝐭𝐨𝐤𝐨𝐦𝐮 𝐬𝐞𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢,,𝐞𝐧𝐠𝐠𝐚𝐤 𝐮𝐬𝐚𝐡 𝐛𝐢𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐠 𝐩𝐚𝐬𝐚𝐥 𝐀𝐑𝐒𝐄𝐍,,𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐭𝐚𝐡𝐮 𝐀𝐑𝐒𝐄𝐍 𝐚𝐝𝐚 𝐩𝐚𝐜𝐚𝐫 𝐤𝐞𝐧𝐚𝐩𝐚 𝐡𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐦𝐞𝐦𝐚𝐤𝐬𝐚 𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐬𝐞𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐀𝐋𝐈𝐙𝐀,,𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐭𝐚𝐡𝐮 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐚𝐰𝐚𝐥 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐛𝐚𝐡𝐚𝐠𝐢𝐚 𝐦𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐡𝐚𝐫𝐚𝐩,,𝐬𝐨𝐚𝐥 𝐩𝐞𝐫𝐣𝐨𝐝𝐚𝐡𝐚𝐧 𝐢𝐭𝐮 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐛𝐚𝐭𝐚𝐥 𝐤𝐞𝐫𝐚𝐧𝐚 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐭𝐚𝐡𝐮 𝐀𝐑𝐒𝐄𝐍 𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐩𝐮𝐧𝐲𝐚 𝐩𝐚𝐜𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧,,𝐤𝐞𝐧𝐚𝐩𝐚 𝐡𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐩𝐞𝐧𝐮𝐫𝐮𝐭,,𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧𝐢 𝐩𝐞𝐫𝐧𝐢𝐤𝐚𝐡𝐚𝐧 𝐢𝐭𝐮 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐀𝐋𝐈𝐙𝐀,,𝐦𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐬𝐮𝐤𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐢𝐤𝐬𝐚 𝐡𝐚𝐭𝐢𝐦𝐮 𝐲𝐚..𝐨𝐤 𝐭𝐞𝐫𝐮𝐬𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐥𝐚𝐬 𝐧𝐚𝐤 𝐛𝐚𝐜𝐚,,𝐤𝐚𝐫𝐚𝐭𝐞𝐫 𝐩𝐞𝐫𝐞𝐦𝐩𝐮𝐚𝐧 𝐧𝐲𝐚 𝐜𝐮𝐦𝐚 𝐭𝐚𝐡𝐮 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐝𝐢𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐚𝐣𝐚,,𝐦𝐚𝐜𝐚𝐦 𝐭𝐢𝐚𝐝𝐚 𝐬𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐣𝐮𝐚𝐧𝐠..𝐡𝐮𝐬𝐬𝐬𝐬𝐬.
Chocolateee: Makasih ya, kak. udah mau kasih saran sama kritiknya.
total 1 replies
Silvi Aulia
hai Thor aku mampir nih 🤗
jangan lupa mampir di novel aku juga ya Thor buat beri dukungan nya 🙏
Darellia
hay kak, salam kenal semangat berkarya ya maaf aku telat mampir
Asseret Miralrio
❤️Karakter-karakter dalam cerita ini begitu hidup dan membuatku empati padanya.
Tình nhạt phai
Tolong update sekarang juga biar bisa tidur malam dengan tenang.
Bipana Telaija Gurung
Aku udah ngebayangin situasi karakter-karakter disini ke kehidupan nyata, bisa ngeri ngeri sedap gitu loh!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!