NovelToon NovelToon
Suami Pilihan Papaku

Suami Pilihan Papaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Percintaan Konglomerat / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:105.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia

"Alzena Morgan" terpaksa harus meningal kan kekasih nya karena di paksa sang papa untuk menikah dengan laki-laki pilihan papa nya.

Sempat memberontak dan ingin kabur namun gagal karena di ancam oleh sang papa.

"Menikah lah dengan putri ku, hanya kau yang bisa aku percaya untuk memiliki nya" ucap tuan Morgan kepada Gara.

"Apa? Om, apa aku tidak salah dengar?" tanya Gara kaget sekaligus bingung.

"Hanya kau yang akan mencintai nya dengan tulus dan bukan karena dia pewaris tunggal kelaurga kami," ...

"Elgara Aidenio" seorang CEO di perusahaan xx grup, yang kerap di panggil tuan muda Gara pemilik perusahaan terbesar di kota x, ayah nya adalah sahabat dekat tuan Morgan, namun ayah nya Elgara Aidenio sudah lama meningal.

Bagaimana kah kisah rumah tangga Alzena selanjutnya dengan suami pilihan sang papa? Ayo ikuti kisah "Suami Pilihan Papaku"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab #06

Terlihat Alzena yang kini baru saja selesai mandi,ia pun bergegas memakai piama nya sebelum nanti Gara masuk ke dalam kamar.

Namun saat diri nya baru selesai mamakai baju dari sepasang piama tersebut, Gara membuka pintu kamar dan melihat nya.

Untung saja baju dari piama tersebut sedikit panjang sehingga menutupi sebagian paha Alzena.

"Mengapa kau masuk tampa mengetuk pintu?" Marah Alzena menatap Gara dari kejauhan.

"Mengantuk pintu apanya? Ini kamar ku," jawab Gara santai.

Sejujurnya dia mencoba untuk tidak fokus dengan paha mulus dan kaki jenjang milik Alzena, namun mana mungkin itu bisa karena dia laki-laki normal.

"Apa yang kau lihat?" lagi-lagi Alzena kesal karena Gara duduk di Sofa dengan bersilang kaki dengan mata yang tertuju ke arah dirinya.

"Menurut mu?" Gara malah balik bertanya dengan tatapan mesum nya menurut Alzena itu adalah tatapan mesum.

Alzena pun bergegas mengambil celana dari piama nya itu dan buru-buru kembali ke kamar mandi.

"Haha, dasar bocah," gumam Gara yang kemudian mengambil ponsel nya lalu mulai larut dalam dunia ponsel.

Sementara itu di kamar mandi.

"Sial sekali, mengapa dia harus melihat aku yang seperti ini? Menyebalkan, menyebalkan!" amuk Alzena sambil beberapa kali mengacak-acak rambut nya.

Sepuluh menit pun berlalu, namun Alzena masih saja belum keluar dari kamar mandi, Gara yang sudah gerah pun akhirnya risih dan bergegas menghampiri kamar mandi lalu mengetuk nya beberapa kali.

Tok ... Tok ... Tok ...

"Alzena, apa yang kau lakukan di dalam? Aku juga mau mandi," ucap Gara yang kini berada di luar pintu kamar mandi tersebut.

Namun tidak ada jawaban dari Alzena.

Lagi-lagi Gara mengetuk nya.

Namun saat hendak mengetuk pintu tersebut kamar mandi itu pun terbuka, dan hal hasil Gara bukan nya mengetuk pintu kamar mandi, melainkan mengetuk jidat nya Alzena.

"Astaga, sakit!" teriak Alzena sambil memegang jidat nya yang memerah.

Bagaimana tidak, tangan besar nya Gara tampa sengaja mengetuk kepala nya yang di kira pintu kamar mandi.

Astaga, maaf, maaf kan aku, apa kau baik-baik saja?" ucap Gara dengan cepat memegang jidat nya Alzena sambil meniup nya.

Alzena menatap Gara dengan tatapan yang tidak bisa di artikan, sungguh laki-laki yang bagi nya menyebalkan itu sangat gercep sekali.

"Jangan sentuh aku!" marah Alzena menyingkir tangan Gara dan kemudian berjalan cepat keluar dari kamar mandi tersebut.

Gara yang melihat jidat merah istri nya sedikit merasa bersalah atas rasa tidak sabar nya itu yang membuat Alzena kesakitan.

Namun dia tidak mau memperpanjang masalah lagi, karena sebentar lagi makan malam, dia pun memilih untuk segera mandi.

"Gara bodoh, sialan sakit sekali hikss," ucap Alzena sambil berdiri di depan cermin dan melihat merah di jidat nya.

_"Baru menikah sudah kdrt saja dia," batin Alzena._

Tiga puluh menit pun berlalu

Sejak tadi siang datang ke Mansion Gara, Alzena belum keluar sama sekali dari kamar itu, rasanya cukup cangung karena tidak ada yang bisa dia lakukan di tempat yang bagaikan sangkar ini.

"Alzena! Alzena!"

Suara Gara ya g memagil Alzena beberapa kali membuat Alzena tersadar dari lamunannya.

"Alzena!"

Lagi-lagi suara Gara mengelegar di dalam kamar tersebut.

Alzena yang risih pun kemudian berjalan menghampiri kamar mandi, terlihat Gara yang hanya mengeluarkan kepala nya dari sebalik pintu kamar mandi tersebut.

"Astaga, ada apa!?" Alzena kesal sambil menutup mata nya.

"Aku lupa membawa handuk ku, cepat tolong ambilkan," ucap Gara meminta bantuan Alzena untuk mengambil handuk nya.

"Astaga merepotkan sekali, tidak aku tidak mau!" bantah Alzena.

"Baik lah, kalau begitu apa kau ingin melihat aku keluar tanpa sehelai benang pun?" tanya Gara yang sudah megigil kedinginan di dalam kamar mandi.

Alzena terdiam, ia tidak pernah membayangkan jika Gara keluar dari kamar mandi tampa sehelai benang pun di badan nya, pasti sangat menakutkan.

"Kau taruh di mana?" ucap nya lagi.

"Di lemari pakaian ku," jawab Gara singkat.

Alzena pun berlari kecil menuju lemari pakaian Gara dan bergegas mengambil handuk lalu kembali ke kamar mandi.

Tidak pernah di bayangkan oleh Alzena sebelum nya dia akan tinggal serumah bahkan sekamar dengan pria ceroboh, menurut nya saat ini Gara adalah pria yang ceroboh sekali.

"Ambil lah," ucap Alzena takut-takut mengulur kan handuk tersebut kepada Gara.

"Sedikit lebih dekat, aku tidak bisa meraih nya, Astaga," kesal Gara sambil mencoba meraih handuk yang ada di tangan Alzena.

Alzena pun kemudian lebih dekat lagi ke pada Gara.

Namun kaget nya, Gara malah memegang pergelangan tangan nya, bukan nya handuk.

"Gara apa yang kau lakukan!" ucap Alzena menatap tangan basah Gara yang memegang pergelangan tangan nya.

"Mau mandi bersama mu," ucap Gara dengan senyum tipis yang menerikan.

"Apa? Tidaaaaaaaaaaaak" teriak Alzena mengelegar di dalam kamar itu dengan gemetar.

"Hey, Astaga apa yang sedang kau pikir kan? Berikan handuk nya!" Gara kini jadi emosi, karena bukan nya memberikan handuk, Alzena malah berteriak tidak jelas.

"Hah? Apa!" bingung Alzena, hal yang di bayangkan oleh nya ternyata hanya lah sebuah hanyalan yang terbesit dari pikiran buruk nya saja.

Gara merampas handuk itu setelah Alzena mendekat dan mengunakan nya di dalam kamar mandi.

Sementara Alzena masih memukul-mukul pelan kepala nya dan kemudian berjalan kembali ke sofa lalu melihat ponsel nya.

"Apa yang dia pikirkan? Apa karena aku tidak sengaja memukul kepala nya tadi? Jadi dia seperti ini!" gumam Gara sambil berjalan keluar dengan handuk sepinggang nya.

Namun Alzena masih belum menyadari nya, dia masih fokus dengan ponsel yang ada di tangan nya, sambil tersenyum-senyum sendiri.

Gara yang melihat itu pun curiga, dia berfikir jika Alzena masih berhubungan dengan mantan kekasih nya itu, sehingga main ponsel sampai seasik itu.

"Berikan padaku," ucap Gara sambil merampas ponsel yang ada di tangan Alzena.

"Gara!" ucap Alzena kaget dan kemudian menatap Gara yang berdiri di hadapan nya dengan tubuh yang hanya di baluti handuk sepinggang.

Sontak Alzena buru-buru mengambil bantal sofa dan kemudian menutupi wajah nya dengan cepat agar tidak terlalu berfokus kepada tubuh kekar Gara.

Sementara itu, Gara malah fokus dengan ponsel nya Alzena, ternyata dia hanya sedang saling mengirim pesan dengan Lola, mungkin itu sahabat nya Alzena.

"Lola siapa?" tanya Gara menatap Alzena yang wajah nya kini di tutupi bantal.

"Teman ku! Kenapa kau begitu curiga dan posesif? Berikan ponsel ku," ucap Alzena lagi sambil mengulurkan tangannya.

Gara tersenyum, dan timbul lah akal jahil di benak nya.

Dia meggang pergelangan tangan Alzena dan kemudian mengarahkan tangan itu agar menyentuh perut nya, tangan lembut Alzena membuat nya merasa getaran hebat terjadi di diri nya.

Sementara Alzena yang merasa itu bukan ponsel nya sontak kaget dan membuka bantal yang menutupi wajah nya, lalu menatap apa yang di pegang oleh tangan nya.

"Gara!" Teriak nya mendorong Gara lalu berdiri dari duduknya.

"Apa hmm?" tanya Gara sambil tersenyum jahil.

Keduanya tidak terlihat seperti pasangan suami istri yang baru menikah melainkan seperti anjing dan kucing yang tengah berkelahi sepanjang hari.

Bersambung ....

jangan lupe like, komen dan bintang lima nya ya.

1
SUPRI YATMI
waaahhh,..padahal ceritanya bagus loch thoor, jgn menggatung seperti ini dong,...bukannya suudzon ya thoor, jgn sampai cerita ini nyontek sehinga lupa alur cerita💔
@azza
next Thor
Rina Rina: nyesal bacanya dasar gak tanggung jawab,
total 1 replies
Fi Fin
nyesel bacanya ..itu ga tanggung jawab namanya
Fi Fin
Algara Aideneio anak Samuel Aidineo sama Moza dong
Fitriana
lanjut Doong,,,, jangan lama
Author Nadia🪷
Teman" mohon maaf aku mau kasih tau kalian kalau aku Hiatus dari NT, soal alasan gak bisa aku jelaskan intinya aku Hiatus di sini, gak tau kapan balik lagi, dan sekarang aku berkarya di apk Oren hitam🙏🥰
Author Nadia🪷: cari aku di lapak sebelah ya karena aku sekarang online di sana 🥰🙏 apk F****
total 1 replies
StAr 1086
pasti tar david jadi sukses dan balas dendam....
Bara Athallah
g lanjut ya thoor
Agus Rina Rina
cerita nya persis flim India
RenAisyasuk
mirip film india..darkan
Ida Joan
wah..
penasaran ni...lanjut thorrr
Nurul Istiqomah
moza siapa thor..maff aku baru baca novel yg ini..tp ko berubah nama jd moza ya
Septy Novitasari
pasti david mantan pacar nya
Aisyah ais
next
Maria Lina
up jga akhirnya ya thor lanjut thir
Author Nadia🪷: maaf ya kak sekarang aku jarang up karena Sibuk banyak pekerjaan
total 1 replies
Fitriana
David sadar,,,, ad yg lebih sayang pada mu sekarang
Aisyah ais
next
Felicya
lanjut thor semngat trus dan sehat sllu 💪💪😘😘
Felicya
thor ceritanya seru buat Al bucin sama gara thor lanjut dan semngat terus💪💪😘😘
Aisyah ais
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!