NovelToon NovelToon
PESONA OM DUREN ( Duda Keren)

PESONA OM DUREN ( Duda Keren)

Status: tamat
Genre:Duda / Cintapertama / Tamat
Popularitas:235.3k
Nilai: 5
Nama Author: Morata

Buset dah, siapa yang berani parkir sembarangan disini. Jika begini kan, mobil saya tidak bisa keluar! kesal Henderson seorang pria tampan, yang baru beberapa bulan yang lalu menyandang gelar duda. Setelah Sang istri tercinta Mauren meninggal pasca melahirkan sang putri baby Queen mengisahkan luka yang mendalam.

Hingga sang kakek hendak menjodohkannya dengan seorang gadis berparas cantik bernama Mince Norin yang saat ini bekerja di salah satu Bengkel motor. Apakah Henderson akan menerima perjodohan itu? dan bagaimana hubungan keduanya kelak?

by Morata

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Morata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6. IKATAN BATIN

Beberapa hari setelah kepergian Mauren, semangat Henderson hilang begitu saja. Bahkan sampai sekarang pun dia masih belum masuk ke kantornya. Memang kantor itu miliknya sendiri. Namun, dia masih dalam keadaan berkabung.

Walaupun berkali-kali orang terdekatnya mengatakan agar Henderson lebih mengikhlaskan. Namun, memang Henderson itu masih suka termenung memikirkan istrinya.

Hingga Tuan Samera kembali mengambil alih kendali perusahaan yang selama ini dipercayakannya kepada Henderson, Selama Henderson masih dirundung duka.

Seperti saat ini, terlihat Henderson sedang duduk di sofa di dalam kamarnya yang menghadap ke arah balkon. Tangan Henderson memegang foto Mauren yang di bingkai.

Henderson mengusap foto Mauren dan tak terasa air matanya kembali menetes. Di luar kamar terdengar suara tangisan putrinya yang begitu kencang. Namun, Henderson masih sibuk dengan lamunannya hingga tak mempedulikan anak kandungnya sendiri.

Henderson memejamkan mata dan menyandarkan tubuhnya di. Dalam keheningan, sayup-sayup dia mendengar ada yang memanggil namanya berulang kali.

Semakin lama semakin jelas panggilan itu. terdengar ada bisikan di sisi kanan Henderson, dari gadis cantik yang memakai pakaian putih bersih. Kecantikan gadis itu sampai membuat Henderson mengerjap berulang kali.

"Sayang...." bisik Gadis itu dari sisi kanan

"Mauren!"pekik Henderson kaget, tapi Gadis itu hanya tersenyum.

"Sayang, jangan seperti ini, relakan aku pergi dalam damai. Teruskan hidupmu demi putri cantik kita. Dia Putri kita." ucapnya dengan mendekatkan diri ke arah Henderson.

"Kau mau kemana Mauren?" tanya Henderson.

"Aku akan selalu ada di hatimu, Aku tidak akan pergi dari hatimu. Jika kau rindu padaku, doakan aku dan datang ke rumahku yang baru. Jangan menangis lagi, karena akan membuatku semakin sakit. Kau harus berjanji untuk menjaga anak kita.

"Aku tak bisa hidup tanpa kau. Aku membutuhkanmu, bukankah dulu kau janji akan menjaga anak kita bersama-sama." ucap Henderson.

"Sayang...., manusia hanya bisa berencana. Tapi Tuhan yang mempunyai kuasa untuk seluruh alam semesta. Aku tetap di sini, di hatimu. Aku akan menjagamu dan anak kita dari kejauhan, suatu saat kita pasti akan berkumpul lagi. Kita akan bertemu lagi, aku pamit." ucapnya lembut dan mengecup pipi Hendarson dengan perlahan lalu dengan sekejap ia hilang.

"Mauren....! teriak Henderson yang tersadar dan membuka matanya. Pria itu melihat ke arah dadanya, dan menemukan bingkai foto Mauren yang sejak tadi dia pegang berada dalam dekapannya. Henderson menghembuskan nafas perlahan, lalu mengerjapkan matanya berulang kali.

Saat Hendarson memekikkan nama Mauren, saat itu juga anak bayi mereka tengah menangis di luar kamar. Bayi yang memang belum sempat diberi nama itu, tangisnya memenuhi segala penjuru rumah.

Henderson menajamkan pendengarannya dan memejamkan mata kembali.

Sekali lagi Henderson menatap ke arah bingkai yang di dalamnya ada foto Mauren dengan pose yang terlihat sangat cantik di matanya.

"Lihatlah sayang, anak kita membutuhkanmu."gumam Henderson.

Pria itu, lantas bangkit dari duduknya dan mengembalikan bingkai foto Mauren di tempatnya semula. lalu Henderson berjalan keluar pintu dan keluar kamar terlihat nyonya Carlota yang sedang kewalahan untuk menenangkan bayi yang menangis itu. Nyonya Carlota memang sedang berada di sana. Karena wanita paruh baya itu rindu dengan cucu satu-satunya.

Ibu Anjani memang tak terlihat. Karena kondisinya masih lemah dan tak memungkinkan untuk menggendong bayi. Sedangkan Pak Wijaya dan Devano sudah berpamitan untuk ke kantor lebih dulu.

Henderson berjalan menghampiri mama dan kakak iparnya. Nyonya terlihat menggoyang-goyangkan badan, agar cucunya berhenti menangis. Juga dengan istri Devano yang tadi sempat mencoba memberikan susu pada bayi itu. Namun, tetap saja tak membuat dia menghentikan tangisnya.

"Eh, sayang....., Mama ke sini karena rindu sama cucu Mama ini." jawabnya Nyonya Carlota. Dan Henderson hanya mengangguk, lalu meneruskan langkahnya mendekat ke arah Nyonya Carlota Dan juga kakak iparnya.

"Boleh aku menggendong ya, Ma?"pinta Henderson pada nyonya Carlota yang seketika membuat wanita paruh baya itu memandang ke arah istri dari Devano. Dia tak menyangka bahwa Henderson akhirnya mau menggendong anak bayinya, Karena setelah bepergian Mauren pemuda itu seperti kehilangan semangat. Istri Devano menganggukkan kepala ke arah Nyonya Carlota seolah menyetujuinya.

"Tentu sayang, ini anakmu. Ini buah hatimu gendong lah." ucap Nyonya Carlota seraya memberikan bayi yang masih menangis itu ke dalam dekapan Henderson.

Bayi yang masih merah itu yang semula menangis dengan keras. Namun, saat berada di dalam dekapan Henderson langsung menghentikan tangisnya. Ikatan batin seorang ayah dan anak itu sangatlah kuat. Membuat nyonya carlota dan istri Devano yang berada di sana terharu, hingga sudut matanya terlihat basah.

"Aku bawa dia ke kamar dulu, ya." pamit Henderson selalu melangkah menjauhi nyonya Carlota dan istri Devano dan memasuki kamar

"Syukurlah." gumam Nyonya Carlota tersenyum ke arah istri Devano, yang juga menyinggung Kan senyum dengan mengusap sudut matanya.

Henderson berjalan perlahan membawa putrinya ke dalam kamar. Sementara istri Devano dan nyonya Carlota tampak berpandangan, karena memang baru hari ini Hendarson bersikap demikian.

Biasanya pemuda itu terlihat tampak frustrasi karena ditinggal istrinya lebih dulu. Nyonya Carlota berniat berpamitan karena sudah cukup melihat anak dan cucunya.

"Tante pamit dulu ya," pamit Nyonya carlota pada menantu dari ibu Anjani.

"Kenapa buru-buru? di sini saja dulu." sahut istri Devano.

"Tante ke sini tadi memang tujuannya hanya memastikan anak dan cucu Tante sudah baik-baik saja. Dan kau lihat sendiri kan Henderson sudah mau menggendong anaknya itu, adalah hal yang luar biasa." papar. Nyonya Carlota dengan mata berkaca-kaca.

"Tapi jujur Tan, Sebenarnya aku lebih bahagia tante saring berkunjung kesini."

"Kenapa?"

"Karena aku mempunyai teman untuk berkeluh kesah bercerita. Suamiku kerja sering pulang malam, jadi kurang ada waktu." ucap istri Devano menundukkan kepala.

"Kau boleh main ke rumahku, kapan saja. silakan, pintu rumahku selalu terbuka untukmu."ucap nyonya Carlota

Sementara di kamar, Henderson meletakkan anaknya di atas ranjang besar milik ya. Lelaki itu memandang setiap lekuk wajah mungil anaknya.

Hingga tanpa terasa tetesan air mata itu kembali hadir, tanpa bisa dicegah melewati pipi Henderson.

Lelaki itu mengingat setiap momen romantis dengan mendiang istrinya. Henderson mengusap pelan anaknya, yang bahkan belum diberi nama. Bayi yang langsung terdiam ketika menangis saat berada dalam dekapannya. Seolah-olah bayi itu dapat merasakan ikatan batin yang sangat kuat Dengan ayahnya.

"Andai kau masih hidup, pasti kamar ini lebih terasa hidup jika ada suaramu sayang. lihatlah anak kita sangat cantik." gumam Henderson sambil memejamkan mata merasakan kerinduan kembali pada Mauren.

Beberapa detik kemudian Henderson membuka matanya dan memandang kembali kearah sang bayi, karena bayi yang terlihat menggeliat.

Mata lelaki itu, melirik sebuah surat yang tergeletak di atas nakas. Surat yang beberapa hari lalu diberikan oleh dokter Gibran Dengan mengatakan surat itu adalah surat terakhir dari Mauren.

Henderson bangkit Dari ranjang, lalu berjalan ke arah nakas. Tangan pemuda itu terjulur untuk mengambil amplop itu. Kemudian Henderson duduk di tepi ranjang, dan tepat di samping anaknya berbaring.

Bersambung.....

hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

1
tini_raharjo
motor apa mobil yg handerson bawa ini?
tini_raharjo
perempuan kok Wanita???
HARTIN MARLIN
entar bucin lagi
HARTIN MARLIN
pasti kaget Herison melihat Nori di sana
HARTIN MARLIN
mampir nih
Zamz Hasanah
di prat ini aku ngeri" sedap bacanya
semuga maorin dan bayi nya selamat🤲
Zamz Hasanah
betol Lina jangan mau hnya kamu yang jadi sasaran mertua bisa jadi suami kamu yang mandul
Erna Wati
Ju juuujju jii Hui Ju UU huu
Nani Rodiah
alur yg tidak bertele-tele sangat asyiik ketika membacanya
Nani Rodiah
terima kasih atas karyamu yang cukup menghibur 💪💪🥰🥰
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
masih perlu perbaikan
Nuris Wahyuni
yg pentingkan bang proyeknya berhasil ,sabar sabar bang org sabar tar cepet temu jodoh no🤣🤣
Sri Ayudesrisya46
yeiiiyy Happy ending, ditunggu novel baru nya ya thor. samangaaat
Reni Anjarwani
lanjut
Titrun Ase
menarik ceritanya
Yati Mulyati
Lanjut ..
Lastiar Hasibuan
yey ye. Yee kabar bahagia mnghampiri Lina dan devano. gmn dengan mertua Lina yg seperti orang kesetanan itu ya!!! klu Taw Lina Uda hamil apa dia akan membalikan fakta LG atau gmn ya??
Lastiar Hasibuan
lanjut kakak Authorr..... kutunggu up terbarunya . Norin dan herderson sudah bahagia .sekarang giliran devano juga harus bahagia donk kakak Authorr, buat mereka bahagia degan kehadiran anak , soal nya kaan mereka Uda ikut terapi.
Dian Eka
cemunguts thor, ditunggu kelanjutan cerita princess balapan
Lastiar Hasibuan
dasaar mertua durjana di lembutin masih ngeyel, klu aku di posisi lina Uda aku balas juga itu dengan makian. Uda Taw juga anaknya yg bermasalah, dia juga Uda buktikan melalui pemeriksaan tp tetap sja ngotot apasih maunya ni mertua. apa tunggu pembalasan baru kapok..
lanjut kakak yg semangat up-nya. uji dulu tu si nenek peot buat dia sakit lalu ga ada yg perhatikan, baru deh kasih Lina tu yg rawat. bisa tidak dia berkutik .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!