Memutuskan untuk mengakhiri pernikahan yang sudah dirasa tidak baik-baik saja dan pergi meninggalkan kota kelahirannya.
Fahira Feryaldi, pernikahannya harus kandas dan berujung perceraian di usia pernikahan yang memasuki tujuh tahun. Pergi meninggalkan kota kelahirannya adalah jalan terakhir mengubur semua kenangan.
Tak disangka stelah tiga tahun kembali,ia di pertemukan lagi dengan mantan suaminya Reno Prakasa.
" Ara .... " Nama panggilan untuk Fahira.
" Tidak di sangka aku bisa bertemu dengan mu lagi,kau bagai di telan bumi. Aku sulit untuk mencari informasi tentang mu"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ♍Virgo girL 🥀🌸, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu
Acara pengajian Yasin tahlil dan santunan anak yatim baru saja selesai,terlihat Ara yang sedang menyalami satu per satu dari mereka.Hari ini tepat tiga tahun alm Ayah nya menghembuskan nafas terakhir.Bapak Feryaldi,beliau cukup d kenal oleh masyarakat.Bijaksana,ramah,dan baik.Bukan hanya di lingkungan nya saja,bahkan di tempat nya bekerja pun beliau cukup di kenal.
Dilingkungan Pak Feryaldi bisa dikatakan sesepuh,beliau bekerja sebagai security sekolah dimana Ara menamatkan Sekolah Menengah Pertama nya.Perawakan nya tinggi tegap namun sangat santun,tak jauh dengan Ara meski dia perempuan prawakan nya pun bisa dibilang tinggi di banding perempuan pada umumnya.
"Alhamdulillah,selesai juga acaranya"
Di sana tinggal beberapa sanak saudara yang masih asik mengobrol dan ber sendau gurau.
"Balik Ibu kota lagi kapan Ra?"
"Jum'at mas"
"Jum'at besok?"
"Bukan.. Jum'at depan"
Prayoga Feryaldi,kakak tertua Ara.Sudah ber rumah tangga,memiliki dua orang anak gadis,kedua nya mengabdi di pondok pesantren ternama di daerah Jawa tengah.Mereka tinggal tidak cukup jauh dari kediaman utama.
"Mampir ke rumah mas Ra,kalau ada waktu"
"In syaa Allah mas,, tapi hari ini menginap kan mas?"
Yoga pun mengangguk "Mas pulang dua atau tiga harian lagi.Mba mu masih di tahan oleh yang lain tuhh"
Yoga menunjuk kerumunan para saudara yang sedang asik mengobrol.
"Rencana mau main atau kemana setelah ini Ra?"
"Aku ada acara bareng temen-temen sekolah mas,besok malam Minggu di kafe sunshine"
"Reuni?"
" Ya begitulah mas,reuni Akbar tiga angkatan"
Ara tak kuasa,mata nya terus mengembun dan sudah beberapa kali dia menguap,seperti nya terkena ngantuk berat.
Beberapa orang sudah mulai beranjak dari duduk nya,Ara pun ikut meninggalkan ruangan itu,hanya tersisa para lelaki saja.
Sebenarnya belum terlalu malam untuk beranjak dari sana dan tidur,masih pukul 20.45 waktu setempat.Hanya saja pada saat pagi hingga sore mereka sudah menyiapkan segala sesuatu nya sendiri.Cape yang sedang mereka rasakan.
🍀
🍀
🍀
Terlihat beberapa orang baru saja datang.Setelah memberi salam Yoga mempersilahkan mereka masuk,ada beberapa paper bag memenuhi tangan mereka sebagai buah tangan.
Sepertinya terlambat,sangat terlambat tapi tidak apa,tidak masalah.
"Apa kabar mas?" sapa seseorang yang duduk di sebrang kursi Yoga.
"Alhamdulillah baik,,ini dari rumah langsung ke sini atau bagaimana?"
Dia tertawa sumbang "Dari rumah mas,maaf baru ingat ada acara.Saya pulang kerja jam setengah sembilan.kebetulan ada yang mengabari jadi saya ingat"
"Siapa? Ara mengabari mu lewat chat?"
"Ara pulang mas?" Kebiasaan,bukan menjawab malah balik tanya.
Menyesal atau entah keceplosan Yoga memberitahukan kepulangan Ara,padahal dia tahu satu-satu nya orang yang Ara hindari adalah dia.
"Bagaimana kerjaan mu sekarang?"
Buru-buru Yoga mengalihkan perhatian orang di depannya itu.Yoga tidak mau menjadi biang kemarahan Ara jika tahu dia yang keceplosan .
"Mas,jawab pertanyaan ku dulu.Ara kembali?"
"Dia disini mas?"
"Mana mas,?"
"Aku ingin bertemu dengan nya"
"Aku mohon mas!"
Pertanyaan dan permohonan terus dia ucapkan berkali-kali.Harapan dan mimpi nya ingin sekali bertemu kembali dengan Ara seperti nya akan segera terkabul.
Yoga menghembuskan nafasnya kasar,dia menatap nyalang pada seorang di depannya.
"Mas aku mohon!aku janji tidak akan menyakiti,menekan atau apapun itu.."
"Kalo tidak percaya,mas boleh di sini nanti ketika aku mengobrol dengan Ara."
"Hem.. bukan kami tidak membolehkan Ara bertemu dengan mu,tapi Ara sendiri yang tidak ingin bertemu dengan mu Reno."
Reno Prakasa,mantan suami Ara yang dahulu sempat di segani karna predikat bos mafia.Preman insaf,bisa disebut seperti itu.Karna sekarang dia hanyalah masyarakat pada umumnya.Sudah tidak memiliki kekuasaan.
Ara yang dahulu dikurung,ditekan,bahkan beberapa kali mengalami kekerasan saat menjadi istrinya.Trautama,mungkin akibat yang pernah dia dapatkan dari Reno.
Dua anak buah yang hingga saat ini masih melindungi dan mengikuti Reno kemana pun mengerti lirikan dari sudut mata nya.Keduanya bergegas pindah duduk dan menghimpit Yoga.
"Maaf mas,sekali ini saja" Reno menunduk kan wajahnya dan berlari kecil menaiki tangga menuju kamar Ara,dia tahu pasti Ara ada disana.
Tok..
Tokk...
Tokkk...
Tanpa bertanya Ara yang baru saja terlelap dalam tidurnya,mendengar ketukan pintu segera beranjak menuju pintu.
"Araa...."
iini kesalahan ara yang dibenarkan oleh author
*istri tidak bisa jaga aib rumah tangganua dan aib suami, dia berkoar2 biar semua orang tau
*istri gangang menyalahkan suami tapi lihat kesalahannya
*istri gampang pergi dari rumah dan tinggal dengan lelaki lain
*merasa paling benar padahal kelakuan laknat
*dan masih banyak lagi
coba survei lelaki pasti mana ada lelaki mau punya istri kayak ara istri munafik ini
fandi cari wanita yang mau menghargai perasaanku dan menjaga aib rumah tangga bukan kayak ara istri laknat yang ada masalah rumah tangganya dia berkoar2 paling tersakiti dan ndan biar semua orang tau, istri kayak gini tidak pantas kau pertahankan fandy cari istri yang bisa menjaga aib dan harga dirimu
apakah pantas seorang istri pergi dari rumah dan perginya dengan lelaki lain lagi.
kesalahan fandi kebohongan tapi apakah yang dilakukan ara baik, jawabannya kelakuan ara lebih laknat, tidak pantas seorang istri pergi dengan lelaki lain lama lagi
ciri novel egois adalah novel akan membenarkan semua kelakuan pemeran utama wanita (diri author itu sendiri), bahkan kelakuan laknat sekalipun