NovelToon NovelToon
Legenda Cincin Penguasa

Legenda Cincin Penguasa

Status: tamat
Genre:Action / Petualangan / Misteri / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:792.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kamal Fauzi

Petualangan Pendekar Muda yang sangat berbakat namun tidak pandai memahami kehidupan.

Hingga akhirnya dia mengalami berbagai pertemuan dan perpisahan dalam hidupnya.Dapatkah dia menemukan arti dari kehidupan yang penuh pertarungan yang di jalaninya dengan menggunakan pusaka cincin penguasa yang memiliki kekuatan penghancur yang sangat besar?


Jika ada kesamaan nama,tempat dan kejadian mohon di maklumi karena cerita ini bersifat fiktif.Terima kasih dan selamat membaca bagi yang membacanya......

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kamal Fauzi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Guru Jaya Bhaya

Kabut hitam menutupi tubuh Sena sesaat sebelum Serigala menerkam tubuhnya. Tubuh serigala terlempar sekitar 10 meter dan mati seketika. Kabut hitam itu perlahan kembali kedalam cincin.

Sena yang masih menangis memeluk Bi Ratih tentu tidak menyadari hal itu hingga 2 Serigala lainnya bersiap menerkam kepalanya , Sebuah pukulan tongkat yang secara cepat menghantam kedua kepala serigala hingga terlempar dan mati.

Pria yang memakai tongkat berwarna emas itu seketika memandangi Sena yang masih terlihat dengan wajah kosong tapi matanya terus mengeluarkan air mata.

"Nak, Jadilah kuat setidaknya kamu bisa melindungi hal hal yang penting bagi hidupmu tanpa penyesalan". Pria sepuh berpakaian compang camping dengan perawakan kurus itu kemudian melompat dan menghilang di hadapan Sena.

Sena yang tidak bisa menerima keadaannya, saat ini pingsan di dekat mayat bi ratih.

Pinggiran kota Sindara yang kacau - balau akibat serangan hewan buas perlahan mulai ramai dengan tangisan. Entah berapa tangisan yang bergema di langit saat melihat puluhan mayat tak utuh dan penuh darah berserakan. Meskipun keenam penjaga mampu mengalahkan 6 serigala buas setelah bertarung cukup lama. Namun 4 serigala lainnya masuk ke pinggiran kota dan memakan cukup banyak korban.

Beruntung kehadiran pria sepuh bertongkat emas membunuh 3 serigala berhasil mengurangi jumlah nyawa yang melayang.

Sena perlahan membuka matanya setelah tidak tersadar beberapa menit. Dengan langkah gontai dia berusaha menarik tubuh kaku bi ratih kembali ke dalam hutan. Namun karena keadaan tubuh yang lemah dan terluka dia kembali terjatuh.

Pria tua yang terlihat seperti pertapa yang melihat hal itu, mendekat dan membantu Sena mengangkat Bi Ratih.

"Nak, Mayat ini akan kau bawa kemana?" Pria tua memandangi Sena dengan rasa iba. Dengan wajah tanpa ekspresi, Sena menunjuk ke arah hutan.

"Nak !! Siapa namamu? ". Pria tua itu menoleh ke arah sena sambil berjalan ke arah hutan namun jawaban dari pertanyaannya tidak kunjung di jawab sehingga mengira Sena adalah bocah bisu. Rasa iba nya pun semakin besar terhadap Sena.

"Saya seorang pertapa bernama Jaya Bhaya". Pria tua itu memperkenalkan dirinya dan bercerita tentang perjalanan hidupnya. Namun sampai mereka sampai di sebuah gubuk reok. Ekspresi Sena pun tak pernah berubah hanya sesekali memandangi Mayat Bi Ratih yang sedang di angkat pria tua itu.

"Apakah anak ini juga tuli tapi saat di kota Sindara dia mengerti ucapanku!!". Jaya Bhaya semakin bingung.

Sena dan Jaya Bhaya menguburkan Bi ratih dengan layak. Setelah selesai Jaya bhaya mendatangi Sena yang masih berlutut di depan kuburan Bi Ratih padahal hari semakin malam.

"Nak,Sebaiknya kita mencari penginapan. Jika hari samakin malam takutnya hewan buas akan muncul kembali". Sambil memegang pundak Sena, Jaya Bhaya mengajak Sena namun Sena tetap tak bergeming seakan seperti manusia tanpa indera. Jaya Bhaya menggelengkan kepala, muncul rasa iba kepada bocah lusuh di depannya hingga berniat mengangkatnya jadi cucunya agar tidak terlantar.

"Siapapun perempuan di kuburan itu pasti akan bersedih jika kau melanjutkan hidupmu seperti ini nak. Lanjutkan hidupmu dengan bahagia agar dia tersenyum di surga nanti". Jaya Bhaya terus menasehati Sena agar ikut dengannya namun hal itu tak berpengaruh hingga akhirnya Jaya Bhaya mengatakan akan mengangkat Sena menjadi Muridnya dan mengajarinya hingga menjadi Pendekar yang Hebat.

Sena mengepalkan tangannya. Pikirannya mulai melayang mengingat pesan Bi Ratih untuk melanjutkan hidup dan mencari jati dirinya, namun untuk mencapai hal itu dia harus memiliki kekuatan untuk mengarungi dunia yang luas ini. Sena menghapus air matanya dan mulai berdiri

"Nama saya Arya Sena, Mohon bimbingan Guru". Kata Sena sembari membungkuk.

1
Bang Haji
Ini cerita novel terbaik yg pernah saya baca... Luar biasa..
Daryus Effendi
justru bertele tele membosankan thor
Feri Hermanto
Luar biasa
Rahman Hartomo
guuru letoy
Asep Tile
Duh bos harusnya sena itu ama anak raja biar endingnya lebih pas. Kan putri raja punya tubuh abdi
Sak. Lim
kox smbong arogan sic mc nya jdi mles bacanya
Sak. Lim
munafik mc nya lebay
Ruslan Koban
ceritanya bagus mohon di lanjutkan
Zarabex
lanjut Thor 👍 mantap
Suparno Suparno
menurut Saya ceritanya bagus dan terarah . g melenceng dari judulnya ....Saya Suka...
Zzz -_-: mampir kak, judulnya Iblis penyerap darah, kali aja suka🙏
total 1 replies
Indra Kirana
cerita nya nggak tau mana awal mana akhir
Andang Yuliyanto
bagus


nagus...bagus
Sigit Purnomo
wow nasi bakar joooooossss
Sigit Purnomo
ojoooooossss
Sugiri
sunggguh luar biasa kekuatan sena seorang diri mampu memporak porandakan ratusan pasukan topeng perak lanjut
Sugiri
benar 2 sangat seru pertempuan sena melawan topeng mas
Sugiri
sadis ngeri kelakuan sena membantai mahluk binatang buas
Sugiri
pantesnya dujuluki pendekar salju
Sugiri
isnaya diam2 menaruh hati sama sena trlihat sekali dengan sikapnya kasian deh luo ajunta.
Sugiri
terungkap sudah trnyata arya sena keturunan dari keluarga trhormat siapa kedua orang tua arya kenapa dititipkan bi ratih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!