NovelToon NovelToon
Gundik Bercadar Dinikahi Pria Sholeh

Gundik Bercadar Dinikahi Pria Sholeh

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Aliansi Pernikahan / Tamat
Popularitas:451.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: kisss

"Menikahlah dengan ku selama 99 hari! Setelah itu aku akan menjadikanmu janda dan semua harta ku akan menjadi hak mu!"

Teuku Muhammad Al-Ghazali melamar Laras si wanita malam yang nakal dan genit. Kata orang Laras adalah wanita yang jelas neraka nya, sebab secara terang-terangan dia menjajakan dirinya.

Namun, percayalah, kalau Laras tidak pernah jatuh cinta seumur hidupnya, banyak sekali luka yang di torehkan oleh orang yang ia sayangi, tak terhitung pengkhianatan yang ia dapatkan. Oleh karena itu, dia tidak percaya lagi pada agama.

"Bila Allah itu nyata, mengapa dia tidak pernah mendengar doaku? Kenapa dia membiarkan ku di sakiti oleh hamba-Nya? Siang malam aku menangis, tetapi, tak ada satupun pertolongan yang ku dapat dari Allah!"

Lantas, mengapa pria sholeh seperti Teuku Muhammad Al-Ghazali, pria berdarah Arab-Aceh itu melamar wanita yang berbeda jauh dengannya? Padahal begitu banyak Cut (sebutan untuk wanita di Aceh, biasanya pasangan Teuku) dan Syarifah yang mengejarnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kisss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Al-Ghazali Kebelet Nikah

Kakak-kakak … please, bantu karya ini masuk ke dalam rangking karya baru ya 🙏🥺🤭. Dengan cara komentar, oke, vote dan kasih rating 5.

...----------------...

"Besok kita nikah? Kamu serius?" tanya Laras terbata-bata. Dia tidak bisa menahan keterkejutan nya. Tidak menyangka kalau Al-Ghazali akan mengajaknya menikah secepat ini.

Dia mengira kalau Al mengajaknya menikah Minggu depan atau bulan depan. Bukan besok.

Al-Ghazali menatap Laras dengan wajah polos atau WATADOS (wajah tanpa dosa). Seolah-olah dia tidak bersalah apa-apa.

"Iya, emang kenapa?" tanya Al-Ghazali polos membuat Laras menggigit bibirnya.

Haiss … kalau saja Al-Ghazali pria sembarangan. Sudah pasti sekarang Laras akan mencium bibir merah meraih itu dan mencubit pipi Al. Tetapi, tak bisa. Dia harus menjaga rasa gemasnya, karena Al masih haram untuk di sentuh.

"Cepat sekali? Ku kira kamu akan mengajak ku menikah bulan depan atau paling cepat Minggu depan. Eh tahu-tahunya besok!" jelas Laras dengan nada kesal.

Belum sempat Al menjawab, tiba-tiba Laras tersenyum genit. Dia menatap pria itu dari atas sampai bawah.

"Oh aku tahu, kenapa kamu nggak sabar nikah! Udah kebelet belah duren, 'kan? Ayoo … ngaku, pasti penasaran gimana rasanya awowok!" goda Laras dengan segala pikiran kotornya. Membuat Al langsung menatap horor wajah tengil Laras.

Pria kalem itu pun tak bisa menahan kekesalan nya. Dia berdecak pinggang lalu menatap tajam gadis kecil yang kini tertawa cekikikan di atas ranjang rumah sakit.

"Kamu ini ya! Bener bener nyebelin. Saya Dian dari tadi diam, karena nggak tahu harus jawab apa dan saya kira kamu bakal diam. Nyatanya mulut mu sangat nakal yah! Pengen saya jewer rasanya telinga kamu! Awas … nanti kalau udah jadi istri saya. Bakal saya jewer telinga kamu, kalau berani ngomong m*sum kayak tadi!"

Al-Ghazali mengomeli Laras untuk pertama kalinya. Dia sudah berusaha untuk sabar dan kuat iman, tetapi, Laras terus-terusan menggoda nya. Wajar kalau dia mengambil keputusan untuk menikahi Laras besok. Sebab, berdekatan dengan Laras iman Al serasa naik rollercoaster.

Naik nya lama, turunnya cepat. Apalagi setiap saat Laras menggoda nya.

Laras yang melihat Al-Ghazali mengomel untuk pertama kali pun hanya bisa tertawa cekikikan. Dia merasa senang, karena Al memarahinya.

"Nah, ini yang aku mau! Kamu tuh nggak datar dan sikap kamu nggak monoton. Setiap kamu ngomong tuh adem bawaannya, nggak ada emosi. Nggak pernah marah, wajah kamu pun sangat bersahabat dan sikap kamu sopan. Aku tuh nggak bisa! Lebih tepatnya belum terbiasa sama orang yang sopan santan seperti kamu!" jelas Laras apa adanya membuat Al-Ghazali memutar bola matanya malas.

"Sopan santun, bukan sopan santan!" ralat Al-Ghazali kembali sabar membuat Laras tertawa cekikikan lagi dan lagi.

"Terserah deh, pokoknya, kamu jangan terlalu sopan dan adem. Aku belum terbiasa! Karena lingkungan ku semuanya jahat dan kasar. Kalau ngomong tuh nggak pernah di filter. Pakaian mereka rapi, tapi lisan mereka kotor. Jadi, saat aku denger kamu ngomong. Aneh aja gitu! Tapi, bukan berarti aku suka pria kasar, ya. Hanya saja … aneh gitu, Al!"

Laras menceritakan bagaimana dia tumbuh remaja di dalam lingkungan yang tidak baik. Mereka semua orang jahat. Al Ghazali yang mendengarnya pun paham.

Pria itu kembali tersenyum lembut ke arah Laras.

"Nggak apa-apa. Perlahan-lahan aku akan menuntun kamu agar menjadi pribadi yang sopan santun dan punya rasa kemanusiaan yang tinggi! Nanti kamu juga sebaliknya, kalau ada sikap ku yang tidak baik, kamu bisa tuntun aku menjadi lebih baik lagi!" balas Al Ghazali kembali lemah lembut.

Sejujurnya Laras ingin menangis sekarang, namun, dia tahan sekuat mungkin dan berlagak seperti biasa-biasa saja.

Laras tahu pasti kalau Al-Ghazali punya ilmu agama tinggi. Tetapi, dia tidak menyangka kalau pria ini akan sangat menghargai nya yang punya lisan kotor dan tak sopan.

Di masa lalu Laras pernah berpapasan dengan orang yang ahli agama. Berpakaian tertutup, gamis panjang dan jilbab menutupi hingga perut. Tetapi, melihat cara Laras berpakaian saja mereka menatapnya dengan sinis. Seolah Laras jelas neraka nya.

Bahkan, ada yang tega mengatakan. "Allah pasti tidak akan mau mengampuni orang sepertimu!" Waktu itu Laras hanya berlagak biasa saja, tetapi, diam-diam dia menangis.

Sekarang Laras baru mengerti. Ada dua tipikal orang Sholeh, yang pertama ilmu agamanya tinggi, tetapi merasa paling Sholeh. Yang kedua, ilmu agamanya tinggi, tetapi merasa diri paling salah.

Kembali lagi pada Laras. Dia terdiam beberapa saat, lalu kembali berbicara saat air matanya tak lagi menumpuk di pelupuk matanya.

"Ekhm … jadi, pulang dari sini, kita bakal ketemu sama nenek kamu?" tanya Laras mengalihkan pembicaraan membuat Al Ghazali menganggukkan kepalanya.

Belum sempat menjawab, seseorang mengetuk pintu, membuat Al segera berbalik badan dan membuka pintunya.

Tampak seorang pria paruh baya memakai baju orange mengantarkan paket untuk Al.

"Assalamualaikum, Pak. Ini ada paket COD atas nama Teuku Muhammad Al-Ghazali, kata suster di depan tadi, orang nya ada di ruangan ini!" ujar pria itu membuat Al tersenyum ramah.

"Benar, Pak. Terima kasih banyak yah!" Al memberikan tiga lembar uang merah ke pria paruh baya itu.

"Lebihnya ambil buat bapak aja."

"Wah, Alhamdulillah. Terima kasih, Pak. Semoga berkah rezekinya!"

Kemudian, Al menutup pintu kamar, setelah pria paruh baya itu pergi. Laras mengernyitkan dahinya ketika melihat Al membawa kotak paket untuknya.

"Apa ini, Al?" tanya Laras penasaran.

Al Ghazali tersenyum manis. Dia segera merobek bungkusan paketnya. Dia mengeluarkan sepasang gamis dan jilbab dengan warna senada. Warna pink soft.

Laras menekan ludahnya kasar, saat melihat gamis itu.

"Kamu pakai pakaian ini ya?" pinta Al-Ghazali lembut menatap calon istrinya.

Laras yang mendengarnya pun hanya mampu membuka mulutnya lebar. Dia tidak tahu harus berbuat apa, tubuhnya membatu.

Seumur hidup dia tidak pernah memakai pakaian tertutup. Laras mantan gundik, bajunya terbuka, bukan tertutup seperti ini.

"Al, a-aku–,"

"Kapan lagi kalau bukan sekarang kamu hijrah," potong Al cepat membuat tangan Laras gemetar.

"Aku juga mau hijrah, tapi, bukan sekarang. Minggu depan, tahun depan, pokoknya nanti!" elak Laras tak berani memakai gamis.

"Kalau kamu meninggal nya hari ini gimana?" tanya Al cepat membuat Laras merasa tertampar.

"Setiap muslimah wajib pakai jilbab. Oke kalau kalian nggak mau pakai jilbab di dunia, tapi, ingat! Saat kalian meninggal, mau tidak mau kalian bakal dipakaikan hijab. Bedanya hijab kalian terbuat dari kain kafan. Warnanya putih bersih. Jangan sampai saat di alam kubur nanti, malaikat bingung melihatnya. Di catatan malaikat, kalian tidak berhijab di dunia, terus, kenapa tiba-tiba pake hijab. Nggak lucu kan, kalau sebelum malaikat bertanya siapa Tuhanmu? Malaikat nanya, kamu siapa? Kok sekarang pake jilbab?"

Al berbicara dengan lugas memberikan nasehat untuk Laras. Gadis itu benar-benar merasa tertampar.

*

*

Bersambung.

Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰

Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰

1
komalia komalia
😭😭😭😭😭
komalia komalia
😭😭😭😭😭😭
komalia komalia
ko menikah berkali kali apa menolak berklai kali
komalia komalia
kerja nya apa si al ya
komalia komalia
engga makan pun kuat aah,saya mah puasa sunat mana pernah saur kalau udah biasa mah engga ada nama.nya lapar atau haus
komalia komalia
jadi baca novel sama dapat ilmu juga
komalia komalia
kasihan kamu al si laras udah banyak pengalaman bahkan deoan belakang udah engga ori lagi
komalia komalia
wanita malam berjodoh sama laki laki alim
Wahyu Kasep
rukun Islam ada enam
syahadat
sholat
zakat
puasa
naik haji Mun kawasa di jalana
terakhir yang ke enam ( pulang lagi
☠️⃝🖌️M⃤ Muppin🍓: Halo sahabat pembaca ✨
Aku baru merilis cerita terbaru berjudul RUSH WEDDING 💍
Sebuah kisah tentang pernikahan yang datang tiba-tiba, rasa yang tumbuh perlahan, serta luka dan rahasia yang pelan-pelan terbuka.
Mampir, ya… siapa tahu kamu ikut jatuh hati pada perjalanan mereka.
Dukung dengan like ❤️ & komentar 🤗, karena setiap dukunganmu berarti sekali buatku.
total 3 replies
Catur Rini
maaf sebelum,kalau dlm dunia nyata,orang yg bener2 sdh paham dan tau ilmu agama, walaupun gak suka sama istri saudaranya gak akan ngomong cerai semudah itu....ini tadi kan ceritanya keluarga Al kan pada paham agama ya....
Bahari Sandra Puspita
Luar biasa!!!!!
keren banget ceritanya kak, tapi mengandung banyak bawang terutama di akhir2 cerita..
apakah idenya dari kisah nyata jg kak?
semoga masih ada manusia2 seperti Al-Ghazali ya kak, baik laki2 maupun perempuan..
yg masih mau peduli pada orang2 yg butuh pertolongan untuk hijrah..
terkadang para pendosa bukan tidak mau taubat, namun tidak mendapat uluran tangan untuk membantu mereka keluar dari kubangan dosa..
tidak ada manusia yg sempurna kecuali Rasulullah, maka dari itu jgn merasa bersih dari dosa setinggi apapun ilmu agama yg dimiliki..
justru biasanya orang2 yg paham akan ilmu agama, semakin banyak ilmunya maka akan semakin merasa banyak dosa dan tidak gampang menghakimi orang lain..

udah ketar ketir takutnya sad ending..
tapi finally happy ending, jadinya lega banget..
makasih banyak kakak sudah menghadirkan kisah singkat namun sangat inspiratif..
semoga sehat selalu dan tetap semangat untuk berkarya..
semoga sukses selalu dimanapun kakak berada.. 🙏🏻💪🏻😘🥰😍🤩💕
Savitri Eka Qodri
Luar biasa
Fitra Briana
ahhkan,, tambah mewek nih/Sob//Sob//Sob/
Fitra Briana
ahh,, thor
ni part banyak banget bawangnya/Sob//Sob//Sob/
Mu Fidah
😭😭q merasakan seperti ini di titik terendah rasanya nano nano
bundha novita
Luar biasa
Sri Puryani
/Cry//Cry/
Gadis Puspa Kartika
perjuangan dan ketegaran seorang wanita dalam menjalani kehidupan
Budi Hari Molyono
Luar biasa
Budi Hari Molyono
laras mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!