NovelToon NovelToon
Belenggu Pintu Cinta

Belenggu Pintu Cinta

Status: tamat
Genre:Teen Angst / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:23.1k
Nilai: 5
Nama Author: Violetta Slyterin

Setiap dari kita mungkin pernah merasa benci kepada diri sendiri, penyesalan, iri dengan yang punya, terganggu dengan penilaian orang lain, hingga membuat kita memilih untuk menutup diri sampai kita sadar bahwa dunia ini indah dan masih ada cahaya yang bersinar untuk kita.

****
Cassie memilih untuk menjauh setelah pernyataan cintanya di tolak dengan cara yang kejam. Lalu menjadi bulan -bulanan teman-teman nya. Namun siapa sangka, Cassie justru bertemu dengan Aaron, yang dijadikan Cassie sebagai pelarian. Ia bahkan mengubah penampilannya demi Aaron. Sementara itu, Aaron justru bersikap ketus kepada Cassie


Di sisi lain, Aaron juga memiliki sifat yang tak terduga oleh Cassie yang melihat cowok ganteng itu kadang perhatian terhadapnya kadang pula acuh tak acuh bahkan cenderung dingin dan ketus sekali.

Namun, semua itu berubah ketika Cassie mengetahui rahasia Aaron, si cowok cantik...

Bagaimana kisah mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Slyterin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6.

Penjual barang bekas itu membayar barang- barang bekas yang telah dipindahkannya dari gudang rumah Pak Hermanto ke gerobaknya di luar gerbang rumah Pak Hermanto dengan nilai yang memuaskan hati Pak Hermanto.

"Aaron, yuk kita bersihkan lantai dan langit-langit gudang ini sampai bersih untuk dipakai sebagai kamar tidur si pushi." kata Pak Hermanto dengan santai kepada anaknya.

"Uangnya tolong di bagi juga kepada ku, Pa. Aku juga mau jatahku dong, " kata Aaron nyengir.

"Ahh, dasar kamu itu mata duitan jadi anak. " kata Pak Hermanto yang tetap membagi uang hasil menjual barang bekas kepada Anaknya.

"Wah terimakasih banyak, Pa." kata Aaron yang tertawa renyah.

"Ohya, Aaron berapa usiamu sekarang? " tanya Pak Hermanto sambil mengepel lantai gudang kepada anaknya yang membantunya untuk jaga pintu gudang dengan aman.

"25 tahun, Pa. " jawab Aaron apa adanya.

"Sudah punya pekerjaan tetap, wajah ganteng, mobil punya, motor punya, rumah lagi di bangun di jarak dua rumah dari rumah kita, yang kurang dari kamu cuma satu lho. "kata Pak Hermanto tanpa melihat anaknya yang sibuk main HP.

" Aaron, yang kurang satu apanya, Pa? "tanya Aaron sambil mundur dari pintu gudang untuk mempersilahkan Mamanya masuk ke gudang di belakang Papanya.

" Pacarlah.. "jawab Pak Hermanto membalikkan badannya dan kaget melihat istrinya melototi kepadanya.

" Kau sudah menjual harta karunku, kan? Mana uangnya! Sini, kau berikan kepada ku.. "kata Erika senyum tipis kepada suaminya.

Aaron tak menghiraukan mereka berdua yang ribut di dalam gudang.Pemuda tampan juga manis ini memilih untuk mengambil softdrink di meja lalu menaiki tangga menuju ke kamarnya lagi.

*****

Rumah Pak Salim.

Kue sudah matang dan dikeluarkan dari oven. Mama tersenyum memandang hasil pekerjaan nya. Sambil menunggu kue itu dingin, dia pun mencari Cassie yang ternyata sedang duduk di teras samping membaca novel.

Mama ingat benar bagaimana Cassie beberapa bulan lalu, setelah mengalami hal memalukan pada cinta pertamanya di kelas sembilan. Dia menangis.Bukan hanya sedih karena ditolak, melainkan juga malu karena puisi cintanya di baca teman sekelasnya dan menyebar ke kelas lainnya. Dia bahkan mengancam tak ingin untuk sekolah kalau tidak dipindahkan. Mama, Papa dan Kak Reno menasihatinya, bahwa semua itu akan baik-baik saja, dan tak akan ada yang ingat pada puisi cintanya lantaran lebih penting untuk mereka mengingat soal -soal prediksi ujian nasional. Cassie akhirnya mau juga sekolah sampai hari ujian nasional selesai dilewatinya.

Mama menepuk lembut pundak anak gadisnya satu-satunya itu.

"Jadi ikut ke rumah sebelah? "

Cassie mengangguk ragu. Bersamaan dengan itu, satu lengkungan bernama senyuman tercipta di bibir Mama. Mama yakin Cassie akan merasa baik-baik saja sekarang. Dia yakin Cassie akan kembali jadi anaknya yang ceria dan jahil.

"Nanti kalau kamu sudah kenal siapa anak-anak dari tetangga sebelah apalagi yang bungsu itu satu sekolah sama kamu, kamu jangan berbuat yang aneh. Kita baru di sini, " tegur Mama. Tiba- tiba Mama jadi ragu. Cassie mungkin tidak akan kembali jail dan ceria. Tidak sebelum patah hati nya terobati dan luka di hatinya sembuh dengan sempurna.

Cassie memandang Mama bingung. Namun ia melihat Mama mengabaikannya dan berjalan sambil memegang piring berisi kue buatannya. Sementara Cassie mengiringi di sampingnya dengan malas. Dia mengamati rumah yang selalu tampak tenang itu dengan teliti.Dimana ada banyak pohon dan bunga-bunga di halaman rumahnya. Sisi kiri rumah itu di tumbuhi rumput hijau yang sudah dipotong rapi yang membuat pemandangan halaman itu tampak asri.

Langkah Mama dan Cassie berhenti tepat di depan rumah, Mama memberi isyarat agar Cassie mengetuk pintu.

Setelah beberapa saat, terdengar langkah kaki dari dalam. Pintu pun terbuka.

"Eh? Bu Santi? Mari masuk, " sambut seorang wanita berambut hitam bergelombang sebahu dengan ramah. Suara riangnya cukup membuat Cassie terkejut. Sungguh sambutan yang diluar dugaannya. Wanita itu bahkan memandang ke arah Mama dan Cassie bergantian sambil bibir manisnya tersenyum hangat.

"Maaf, pagi-pagi sudah mengganggu. Ini kue buatan saya. " Mama menyerahkan kue itu ke tangan wanita tadi.

"Wah... Terimakasih banyak, Bu, " sambut wanita tadi senang. "Apa ini tidak merepotkan? "

Mama menggeleng. "Tentu saja tidak. "

"Terimakasih sekali. Kapan-kapan, ajari saya, ya, Bu.. "pinta wanita itu sambil memandang kagum pada kue buatan Mama. " Ayo, Bu. Masuk dulu, " ajaknya kemudian. "Sudah pindahan ke rumah sebelah,ya? " Dia bertanya sambil melangkah ke dalam.

Cassie mendengarkan sambil meneliti wanita tadi. Batinnya bertanya-tanya siapa gerangan wanita yang anggun itu? Mengapa Mama tidak mengatakan kalau disini ada dua wanita? Yang menyambut mereka tadi tampak seumuran dengan Mama. Apakah kakak dari Tante Erika? Tinggal di sini juga?

Cassie masih bergumul dengan rasa herannya sementara Mama membalas pertanyaan wanita tadi dengan ramah.

"Iya, Bu. Baru kemarin pindahannya. Makanya baru berkunjung sekarang, " jawabnya sambil mengiringi langkah wanita tadi hingga ke ruang tengah.

"Silakan duduk.. " kata wanita itu saat mereka sudah berada di dalam. Ruangan itu tertata apik. Sofa biru berbentuk huruf U ada di bagian paling tengah. Didepannya ada meja dengan televisi berukuran dua puluh satu inci. Di dalam raknya tersusun majalah dan buku-buku. Di sisi kanan nya terdapat guci -guci kecil cantik motif bunga sakura yang tersusun rapi. Di sebelah kirinya ada jendela besar yang langsung menyajikan sebuah pemandangan halaman samping yang asri dan apik. Cassie menyukai penataan ruangan ini.

"Mau minum apa? " tawar wanita itu.

"Tidak perlu repot-repot, " tolak Mama sambil tersenyum ramah.

"Tidak merepotkan. Tunggu sebentar, ya? " Wanita itu berlalu meninggalkan mereka.

Cassie mengamati wanita tersebut menghilang di balik dinding. "Mama, Tante itu siapa? Kakak nya Tante Erika, ya? " tanyanya yang sejak awal heran melihat wanita itu.

Mama mendengus geli."Dia itu Tante Erika, " jelasnya sambil menahan tawa.

"Loh? Lalu yang Cassie lihat kemarin?" Cassie tercengang. Otaknya kembali mengingat wajah awet muda nan cantik yang dia lihat kemarin hari.

"Silakan! " suara Tante Erika mengusik perasaan heran Cassie. Dia datang membawa tiga gelas minuman dingin dan dua stoples kecil kue kering berupa biji ketapang.

"Ini anak Ibu, ya? " tanya Tante Erika tersenyum ramah sambil memandang Cassie dengan sinar mata hangat. Sementara Mama menganggukkan kepalanya untuk menjawabnya.

"Manis dan imut. Siapa namanya? " tanya Tante Erika lagi tanpa mengalihkan pandangan mata maupun menghapus senyumnya.

Cassie menatap tak percaya saat kata'manis' itu terlontar dari bibir Tante Erika. Pikiran seputar perempuan cantik menghilang dari benaknya. Apalagi Cassie sedang dilanda krisis percaya diri berkepanjangan. Jadi dia syok mendengar pujian tadi.

Bersambung!!

1
🌿Leony Fernanda🔱🎻
wow debes thor
Manami Slyterin🌹Nami Chan🔱🎻
season 2 nya bulan depan ya
ferina
happy ending....lanjut dong ceritanya
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
Cyrus Red🥀Bryan Kennedy🔱🎻
semangat thor untuk kisah cinta Cassie and Aaron
ferina
waduh ada pengganggu ...tetap setia aja y
Elisabeth Ratna Susanti
salut 👍
Elisabeth Ratna Susanti
hadir 😍
Elisabeth Ratna Susanti
bikin gemes gemes 😍
🛡️Change⚔️ Name🛡️
Mungkin hantunya kepepet, jadi keluar siang-siang
🛡️Change⚔️ Name🛡️
Wah bahaya tuh kalau senyum-senyum sama pohon 😁
Manami Slyterin🌹Nami Chan🔱🎻
makasih
Elisabeth Ratna Susanti
nama tokohnya aku suka dan ceritanya makin seru 😍
Elisabeth Ratna Susanti
like plus 🌹
Elisabeth Ratna Susanti
visualnya keren banget 😍
Elisabeth Ratna Susanti
mampir di sini, like plus favorit ❤️
Cyrus Red🥀Bryan Kennedy🔱🎻
Cassie and Aaron jadian cuit2
Jiang Yingxia
he antara heran juga cemburu y
Jiang Yingxia
hahaha...dicuekin
Jiang Yingxia
woh..mau dijodohkeun.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!