NovelToon NovelToon
ARABELLA

ARABELLA

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Time Travel / Iblis / Perperangan / Chicklit / Tamat
Popularitas:57.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rikatsya

Arrabella foster Ruzian. Di hari bahagianya ke-17 tahun menjadi hari berakhirnya semua kepahitan dalam hidupnya.
kejadian tragis yang membuat dirinya mati tanpa bisa membela diri.

perempuan malang itu di fitnah dengan tuduhan yang sama sekali tak pernah di lakukan.
siksaan demi siksaan yang terus dia dapat kan tanpa mendapat pembelaan dari siapapun.

Arabella telah mati dan membawa segala kesakitan yang selama ini dia dapatkan dalam kehidupannya. Dan entah dari mana Jiwa seorang gadis dari abad-21 masuk ke dalam tubuh Arabella yang telah mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rikatsya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

06

Arabella telah sampai dikediaman nya sehabis dari taman rosse yang ia datangi, perlahan kakinya melangkah ke arah Sofa dan mendudukinya.

"Huh, Cape juga berkeliling diistana yang besar ini" Keluh nya seraya memijat kaki nya yang pegal

Bi Hanum yang sedari tadi membersihkan ranjang milik Arabella menolehkan kepalanya kearah Arabella."Apakah kaki nona pegal? kalau begitu biar kan saya memijat kaki anda nona" Ucap Bi hanum dan mendekati Arabella

"Tidak perlu Bi" ucap Arabella sembari merogoh saku Hanfu yang ia kenakan untuk mengambil sesuatu."Siapkan saja pemandian ku"

Bi hanum yang mendengar perintah dari Nona nya itu mengangguk mengerti

"Baik nona" ucapnya dan berlalu kearah kamar mandi untuk menyiapkan peralatan mandi Arabella.

Arabella bangkit dari duduknya dan melangkah kan kakinya menuju ranjang, tangannya mengambil sesuatu di saku Hanfu yang ia kenakan itu, Ditangan nya sudah ada kantung-kantung yang berisi Koin-koin emas, Mengambil 10 Koin-koin emas itu dari kantung, dan sebagiannya ia letakkan di bawah kasur.

Beberapa menit kemudian Bi Hanum menghampiri Arabella.

"Nona, Pemandian anda sudah saya siapkan" ucap Bi Hanum setelah sampai dihadapan Arabella

Arabella mengangguk, tangan nya yang berisikan 10 Koin emas diberikannya kepada Bi Hanum

"Ini, Aku ada sedikit uang, Gunakan Koin koin itu untuk membeli Bahan-bahan makanan" ucap Arabella seraya meletakkan Koin-koin itu ditelapak tangan Bi Hanum

Bi hanum yang melihat koin-koin emas itu terkejut."Nona, Dari mana anda mendapatkan Koin-koin Emas ini?" ucapnya tercengang

Arabella mendatarkan wajahnya."Kau tak perlu tau dari mana aku mendapatkan uang itu. Mulai sekarang jangan gunakan uang gaji mu untuk keperluan-keperluan ku, Jika kau membutuhkan uang. Kau tinggal bilang kepadaku" ucap Arabella seraya menatap Bi hanum yang masih tertegun melihat koin-koin emas yang ada ditangannya

Arabella menaikkan Sebelah alisnya."Apakah itu tidak cukup. Untuk membeli keperluan dapur?" ucap Arabella heran

Bi hanum mendongak menatap Arabella dengan gugup."Tidak nona, ini bahkan lebih dari cukup. Bahkan koin-koin nya terlalu banyak nona"

Arabella mengangguk"Kalau begitu Beli juga bahan makanan nya untuk stok didapur, Atau selebihnya kau simpan saja untuk keperluan yang lain" Ucap Arabella."Pergilah kepasar. Dan beli bahan-bahan makanan, Aku hari ini ingin memakan makanan Enak" lanjutnya sembari melangkah kan kakinya kearah bilik kamar mandi untuk membersihkan diri.

Bi hanum mengangguk."Baik nona" dan segera melangkah keluar untuk membeli bahan-bahan makanan.

****************

Disisi lain.

Para keluarga kerajaan sedang berkumpul dimeja makan untuk Sarapan. Menunggu makanan lezat yang sedari tadi tidak kunjung datang-datang.

"Heh pelayan. Dimana makanan-makanan itu. Apa kalian tidak tau kami sudah kelaparan sejak tadi" Ucap Selir Li weii marah

Para pelayan menunduk takut"Ma-mafkan kami yang mulia, Kepala pelayan sedari tadi tidak datang" ucap para pelayan gemetaran

Mereka semua yang berada dimeja makan mengernyitkan dahi heran.

"Kemana kepala pelayan itu. Biasanya dia tidak pernah telat untuk datang dan memasak makanan" Tanya Permaisuri Lian Haong

Para pelayan menunduk."Kami juga tidak tau permaisuri" ucap Salah satu pelayan tersebut

Kaisar mengehela nafas pelan."Pergilah, Dan panggil kepala pelayan itu kesini" ucap Kaisar tegas

Para pelayan itu mengangguk

"baik yang mulia" dan segera pergi meninggalkan ruangan makan itu untuk memanggil sang kepala pelayan.

"Ayahanda kepala pelayan itu harus dihukum" ucap Xuan Jian kesal

Xuan Mei mengangguk setuju."Xuan Jian benar ayahanda, kepala pelayan itu harus dihukum. Karena dia kita jadi kelaparan seperti ini ayahanda, Dia lalai dalam tugasnya" ucap Xuan Mei geram

"Sudah lah, kita tunggu saja kedatangan Kepala pelayan itu dan mendengarkan penjelasan nya. Kalian tidak perlu ribut seperti itu" ucap permaisuri Lian Haong lembut "Keributan kalian akan membuat kepala yang mulia kaisar semakin sakit" Ucap permaisuri tak kalah melihat Kaisar memijat pelipisnya

Kaisar mengangguk-angguk kan kepalanya.

"Apa yang dikatakan permaisuri lian Haong itu benar, kita tunggu saja kepala pelayan itu" ucap Kaisar.

Sedangkan disisi lain ada Dua wanita menatap sinis kearah Permaisuri lian Haong. Mereka tak lain adalah Selir Li Weii dan Selir Su Yingxi.

"Cih, Cari muka" Batin Selir Su Yingxi

"Cih, berbahagialah dengan pangkat permaisuri mu itu, suatu saat aku akan menggeser posisi mu itu Lian Haong" Batin selir Li weii menatap benci kearah Permaisuri Lian Haong

****************

Disisi lain

Para pelayan telah sampai didepan pintu kediaman kepala pelayan, mereka terus memanggil dan mengetuk pintu kamar itu. Tetapi sang kepala pelayan tak kunjung membuka pintu.

"kenapa kepala pelayan tidak membuka pintu juga" Keluh salah satu pelayan disana

"Kemana sebenarnya kepala pelayan, dia bisa membuat kita dalam masalah" balas salah satu pelayan yang lain

Mereka semua mengangguk. Menyetujui perkataan salah satu pelayan itu.

"Bagimana jika kita dobrak saja pintunya" ucap salah satu pelayan

Mereka semua mengangguk menyetujui."prajurit " panggil mereka tak kala melihat dua orang prajurit melewati mereka.

Kedua prajurit itu memberhentikan langkah mereka dan berjalan ke arah para pelayan itu.

"Ada apa?" tanya salah satu prajurit itu dengan bingung.

"Kepala pelayan hari ini tidak memasak untuk keluarga kerajaan. yang mulia Kaisar menyuruh kami untuk memanggil kepala pelayan, Dari tadi kami mengetuk pintu nya. tapi kepala pelayan tidak kunjung membuka pintu nya" jawab salah satu pelayan itu kepada prajurit.

para pelayan mengangguk."Kami minta tolong, Tolong kalian dobrakan saja pintu kepala pelayan" Ucap mereka

Kedua prajurit itu mengangguk dan segera bersiap untuk mendobrakkan pintu itu. pintu itu telah terbuka, Dan tercium lah bau Amis di indra penciuman mereka. Mereka semua menatap satu sama lain dan segera masuk kedalam kediaman si kepala pelayan.

"AKhhh" Teriak mereka semua tak kala melihat tubuh kepala pelayan yang sangat menggenaskan berlumuran darah dan isi perut nya berhamburan keluar.

Kedua prajurit yang sedari tadi berdiam diri diluar menunggu mereka, sontak terkejut melihat teriakan histeris dari pelayan-pelayan itu. Mereka berdua segera masuk kedalam. Sontak mereka berdua terkejut melihat kaadaan Kepala pelayan itu. Mereka semua mual saat melihat organ-organ tubuh kepala pelayan itu berhamburan keluar.

Para pelayan dan Prajurit segera berhamburan keluar dari kediamanan kepala pelayan.

"Huek" beberapa dari mereka memuntahkan isi perut mereka.

Kedua prajurit itu berlari dengan tergegesa-gesa untuk memberitahukan berita kematian kepala pelayan kepada kaisar.

****************

Dimeja makan.

Mereka semua kecuali Kaisar dan permaisuri. menggerutu kesal karena dari tadi mereka menunggu kepala pelayan yang tak kunjung datang-datang membuat mereka marah.

"Ayahanda jika Kepala pelayan itu tidak datang juga, aku pastikan akan menghukum dia seberat-beratnya" ucap Pangeran Han Su Ho menggeram Marah.

Mereka semua mengangguk menyetujui perkataan pangeran Han Su Ho. Tiba-Tiba saja Seorang kasim membawa kedua Prajurit yang nampak sedang pucat pasi kehadapan Kaisar.

Kasim membungkukan badannya"Salam kepada kaisar dan semoga mendapatkan umur panjang 1000 tahun lagi" Ucap Kasim dan kedua prajurit itu.

Kaisar menganggukkan kepalanya."Ada apa?" tanyanya.

"Kedua prajurit ini ingin mengatakan sesuatu yang mulia" ucap Kasim tersebut seraya menunjuk kearah kedua prajurit itu.

Kaisar mengangguk mengerti"Katakan lah" ucapnya kepada prajurit itu

Kedua prajurit itu mengangguk"kami mendapati kepala pelayan dikediaman nya mati terbunuh dan organ tubuhnya berhamburan keluar yang mulia" ucap Prajurit itu

Mereka yang ada dimeja makan sontak terkejut Setelah mendengar berita yang disampaikan prajurit tersebut. Mereka semua berdiri dari duduknya.

"Apa?! Bagaimana bisa?" ucap Mereka terkejut

Kaisar berdiri dari duduknya, Dan berlalu keluar dari ruangan makan diikuti para anggota keluarga serta prajurit dan kasim tersebut.

****************

Mereka semua telah sampai dikediaman Kepala pelayan, sebagian dari mereka keluar untuk memuntahkan isi perut mereka tak kalah melihat organ organ tubuh yang berhamburan keluar dari tubuh si kepala pelayan.

"Siapa yang melakukan pembunuhan ini dikerajaan ku sendiri" Ucap Kaisar menggeram marah.

Kasim berjalan kearah Kaisar untuk memberitahukan apa yang ia temukan." Maaf yang mulia, tadi hamba baru mengecek diruangan ini tidak ada satu pun jejak yang

ditinggalkan oleh sipembunuh itu" ucapnya memberitahukan sang kaisar yang sedang memijit pelipisnya itu lelah."Tapi yang mulia, saya mendapati ada tulisan dikening sikepala pelayan" ucapnya membuat Kaisar mengernyit kan dahinya bingung.

Kasim yang melihat raut keheranan dari kaisar mengajak nya untuk ikut melihat tulisan itu

"Mari yang mulia" ucapnya

Kaisar mengangguk dan melangkahkan kakinya kearah Kepala pelayan yang sudah mati itu. Perlahan ia berjongkok untuk melihat ukiran tulisan itu dengan jelas. Kening nya mengernyit tak kalah membaca tulisan itu.

"Cheetah" ucapnya tak kala membaca tulisan yang ada dikening sikepala pelayan dengan bingung.

"Berarti Sipembunuh ini bernama Cheetah?" ucapnya kepada kasim itu

Kasim itu mengangguk membenarkan perkataan Kaisar,"Sepertinya begitu yang mulia, Dia seakan sengaja menuliskan Nama itu " ucapnya

Kaisar mengernyit heran"Bukan kah Cheetah seekor hewan?"

Kasim mengangguk."Anda benar yang mulia, Cheetah adalah seekor Hewan pemburu, yang memburu mangsa nya dengan sangat kejam. Cheetah tak segan-segan mengoyak tubuh mangsa nya dengan sangat sadis, seperti yang kita lihat saat ini yang mulia, dia menargetkan kepala pelayan sebagai target mangsanya" ucap Kasim itu menjelaskan

"Berarti dia sangat berbahaya" ucap Kaisar dan berdiri dari posisinya

Kasim tersebut mengangguk."Jika kita mengusik sipemburu itu kita akan ditarget kan dalam kategori mangsanya yang mulia, dan mungkin kepala pelayan ini mengusik ketenangan orang yang bernama cheetah itu yang mulia sehingga ia menarget kan nya kedalam ketegori mangsa nya" lanjut sang kasim

Kaisar menghela nafasnya kasar."Segera evakuasi mayatnya" ucap kaisar dan berlalu keluar dari kediaman Kepala pelayan tersebut.

1
Inara Aila
Luar biasa
Sulati Cus
kerajaan nya sm. dg nama anakku😂
Nur Lela
luar biasa
Purwanto Purwanto
sangat bagus
nuke
mo tanya min,,kasim kan biasanya uda di kebiri kok bs main kuda-kudaan n punya anak yah???
nuke
namanya campur2 ya thor.. ada yg china ada yg ke barat2an 😁😁🙏🙏
Abizar zayra aLkiaana
sadis aahhhh🤪🤪
Susanti Audi
lanjut
Natasya Wilona
👏
Yaya Jainap
lanjut
Sisi Ratu
👏
Dewi Abell
👏
Erna Wati
💓
Sabrina
👏
fares Faresya
ckkk banyak bacot doang arabella trus gak punya sopan santun di tampar aja tkut ckkk
fares Faresya
thor jgn dia buat sesantai thor kalau kayaj gini trs gak ada drama balas dendamnya stopp aka mending tamatkan thor bahkan gw jijik dgn sifat arrabela
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!