Kisah nyata dari propinsi Sumatera Yunita (nama samaran) adalah gadis plin-plan yang selalu dibodohi pria , kepalsuan, asmara,cinta, bahkan nafsu birahi para pria menyelimuti kehidupan nya , gagal gagal trus dalam bercinta ,bergelut di dunia malam hingga menjadi janda ...apakah yunita menemukan cinta sejati nya ? , apakah impian nya akan terwujud? smoga menjadi inspirasi kita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ijun Sibarani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
WMB 6
Kami masih bertiga dibawah pohon jambu abang Nata,kami mengobrol sebentar.
Viva: gimana sayang?, enggak enak buat Yunita jaga nyamuk kita.
Putra : Tarik tiga saja kita, kebelakang tempat biasa.
Viva : Ahk gila kamu sayang,masa kawan aku bikin jaga nyamuk juga.
Putra : Bukan begitu lho Viva manis, kita bertiga ngobrol disana, lagian kita enggak mesum kok.Yunita pasti mau, iya kan Yun?
Aku : Terserah kalian mana baiknya saja.
Putra : Nah Yunita setuju sayang.
Viva : Ok, ayo kita berangkat.
Kami bertiga menuju tempat yang mereka biasakan tempat kencan.Ternyata tempat gelap dibelakang rumah orang menyediakan gubuk kecil disitu,beginilah kalau dikampung kencan,kalau enggak dibelakang rumah orang yang gelap, pasti dikebun karet depan juga bisa.
Oh my Good, kami terkejut dan obrolan kami berhenti,karena melihat sesosok pria berjalan menuju gubuk tempat kami berada.
" hayooo tiga lawan satu,ngapai kalian disini?" ternyata Adi yang datang,sepupu Viva.
" Abang Adi rupanya kirain orang yang punya rumah didepan,sampai kami siap-siap mau kabur" kata Putra yang sempat ciut.
" Ih ngapai sikepo ini datang,ganggu saja kau bang, sana pergi" sambung Viva merasa terganggu.
"Bising betul kau Viva, ayo Yunita jalan-jalan kita dik,enggak usah ganggu orang ini kencan,kasihan betul kamu jagain nyamuk" kata Adi dengan mendekati aku.
Aku belum jawab ajakan Adi, dia sudah keburu menarik jemariku,lalu membawaku pergi dari hadapan Viva dan Putra.
Ternyata Adi membawaku kegubuk satu lagi, yang terletak tidak begitu jauh dengan gubuk tempat Viva dan Putra kencan.Disini juga gelap membuat aku takut berdua dengan Adi.
Aku : Aku dibawa kemari mau ngapain bang?,gelapnya disini, entar orang lihat dia fikir kita pacaran bang.
Adi : Sejak aku melihat kamu,aku suka denganmu dik,jadilah pacarku,kamu pasti akan bahagia.
Tanpa basa basi Adi menembak diriku, membuatku tercengang dan heran seraya tidak percaya dengan ucapan Adi.
Aku : enggak salah dengar aku bang ?
Adi : kau tidak percaya?, tataplah mata aku lihat aku serius menyukaimu Yunita.
Belum aku jawab Adi sudah berani nyosor aku dan berbuat kurang ajar,iya memaksa dan menciumku,aku meronta-ronta tapi karena dia pria lebih kuat tenaganya dari padaku.
Tidak kehabisan akal aku menendang kaki kiri Adi,lalu mendorong Adi hingga terjatuh ketanah.
Adi : Kasar kali kau dek !, aku suka padamu tapi ini balasanmu hah?!!!, Jerit Adi dengan melototiku seraya ingin memakan aku.
Riandy tak pernah bentak aku seperti ini, kenapa pria dihadapan aku gila begini.
Aku: Sudah main nyosor aku belum jawab iya apa tidak jadi pacar kau ,tapi kau malah main cium saja,sudahlah aku tidak ingin melihat kau lagi,aku udah punya pacar,pejamkan itu Adi.
Aku berlari meninggalkan Adi yang begitu marah dengan aku,langkahku terhenti ketika melihat Viva berlari kearahku sambil menangis tersedu-sedu.
Viva : hikss hikss.. Yun aku takut , aku enggak mau lagi pacaran,dia sudah mulai memaksa aku untuk gitu-gituan. Suara Tangis Viva pecah di hadapanku.
Aku : apa yang dilakukan Putra sama kamu?
Teriak aku kepada Viva sambil memegang bahunya, iya masih saja menangis terisak-isak dan berusaha tenang dihadapanku.
"Hikssss- hikss huaaaa ,awalnya kami bercumbu seperti biasanya, tapi kami keterusan,terus dia memegang area sensitif aku,sakit sekali jari telunjuk Putra bermain didalamnya,aku takut perawan aku hilang, lalu aku menolaknya,dia jadi marah besar" Tukas Viva terisak dan menangis histeris sembari memeluk diriku.
"Laki-laki binatang, jadi kemana putra sekarang?, biar aku tinju mukanya itu, kurang ajar sekali dia" kataku sambil menggeram.
"Dia marah karena aku enggak mau,terus dia mengegas keretanya dan meninggalkan aku begitu saja Huaaaaa " sahut Viva sudah sangat menyakitkan dihatinya.
" Tenang Vii, lebih baik kita pulang saja sepertinya sudah jam sepuluh,tenangkan diri kamu, jangan nangis nanti dilihat orang enggak enak" kataku sambil mengusap airmata Viva.
Aku enggak sangka Putra begitu kepada Viva,apakah Putra hanya nafsu saja sama Viva?,
sama saja seperti Adi suka memaksa perasaan orang lain.
Aku mengantar Viva kerumah, setelah pamit aku beranjak pulang kerumah, aku takut juga kemalaman karena aku tau pasti yang dirumah bisa marah kalau aku larut pulang kerumah.
*Pagi harinya*
Hari ini hari minggu,setelah bangun pagi aku teringat kejadian tadi malam, gimana nasib Viva ya?.Aku berniat kerumah Viva saja untuk menghibur dia,siapa tau dia masih bersedih.
Sehabis mandi aku bergegas kerumah viva, tetapi pada saat berjalan disebuah gang kecil aku melihat Adi juga berjalan dari depanku, kami melintas dijalan yang sama.
"Aduh Gawat aku pasti dia mau membentak aku seperti tadi malam , pasti dia marah sama aku, pura- pura enggak lihat saja lah " gumam hatiku.
Kami berhadapan tapi aku pura-pura enggak melihatnya , saat dia aku lewati, dia menarik tangan aku dengan wajah yang memelas.
Adi : Yun marah sama aku ?, maafkan abang dek , abang janji enggak kasarin kamu lagi , abang khilaf tadi malam.
Dengan nada penuh penyesalan.
Aku : tidak apa- apa bang aku sudah baikan.
Maaf aku mau pergi.
Adi melepaskan tanganku karena mungkin aku takut marah lagi padanya.
Adi : Jadi adek udah maafkan abang?,kalau Yun menolak abang tidak apa-apa,abang ikhlas , tapi masih bisakah kita berteman seperti dulu saja dik?
Aku : Bisa bang,iya sudah kita masih berteman,aku pergi dulu ya abang kerumah Viva mau ajak dia jalan jalan.
Adi : Baiklah dik.
Adi berlalu dari hadapanku, lalu aku melanjutkan perjalananku kerumah Viva.Setelah sampai didepan rumah Viva aku melihat Mama Viva menyapu halaman.
"Bulek, Viva nya ada?" tanyaku pada Mama Viva. Wanita berumuran tiga puluhan itu berhenti menyapu halaman dan melontarkan senyuman kecil buatku.
"Ada didalam, masuk saja Yun,kayaknya tadi dia mandi" Sahut Mama Viva dan melanjutkan lagi menyapu halaman.
"Ok bulek" kataku sambil masuk melangkahkan kaki kedalam rumah Viva.Sesampai didepan kamar Viva.
"Hayoo lagi apa ?" tanyaku tiba-tiba saja membuat temanku ini terkejut batin.
" iih buat terkejut saja kau Yun , aku baru siap mandi lho, duduklah dulu" jawab Viva sambil menyeka tubuhnya dengan handuk besar.
"Aku mau ajak kamu jalan-jalan, tapi enggak tau mau kemana kita" kataku sembari duduk dikasur empuk kepunyaan Viva.
" Ehh kita main kedepan pasar saja, duduk santai diwarung nya kak Rika,sambil cuci mata,cemana?" kata Viva sambil memakai celana jeans.
" Kamu enggak sedih lagikan?" tanyaku penasaran karena melihat wajah temanku ini biasa saja.
"Sudahlah jangan ingat yang tadi malam, aku enggak mau lagi sama dia" tukas Viva sambil menyisir rambut panjangnya.
"Ya baguslah kalau begitu" kataku sambil memperhatikan dada Viva, didada itu ada bekas kissmark yang bertaburan.Astaga teman aku yang satu ini lebih berbahaya cara pergaulannya dari pada aku dengan Riandi.
Setelah Viva selesai berdandan ria,kami keluar rumah dan pamit pada ibunda Viva.Kami berjalan menuju pasar besar terlihat sebuah warung Rika yang terletak ditepi pasar sebelah kanan,dengan berjejer pohon karet disamping warungnya tersebut.
Kebetulan juga desa kami ada tempat pariwisatanya, sungai jernih tetapi pemandangannya indah, bisa dibikin juga tempat para remaja bermesraan karena tersedia pondok-pondok kecil, ada juga tersedia warung tempat karaokean dan minum Beer disana.
"Brum brum"
Suara mobil dan kereta melaju di sepanjang jalan pasar ini,kami berdua duduk dibangku kayu yang panjang terletak disamping warung sembari memandang kedepan.
Viva : Yun lihat cowok naik kereta king itu keren kali bah,aku jadi mau kenalan.
Aku : Ckckcck puber nya kau Viva , aku saja enggak perhatikan cowok itu, mata kamu liar kali.
"Hahahaha..Viva gitu lho" sahut Viva dengan girang seperti enggak ada beban sama sekali sekarang.
Tak terasa waktu mulai sore, aku sudah bosan duduk disini terus.
Aku : pulang yok ,udah sore lagian warung Rika mau tutup.
Rika : iya kakak mau tutup ini ehehe bukan ngusir ya.
Rika menutup warung nya juga.
" ayo pulang" sambung Viva juga.Kami akhirnya berjalan menuju rumah masing masing,disaat aku membuka pintu belakang rumah langkahku terhenti.
Senyum aku melebar ,hatiku bergetar wajah itu menatap aku penuh kerinduan,mata berkaca-kacanya yang bulat ,tambah bibir sensual itu buat aku terkejut, ternyata Riandi datang kerumah.
Aku lepas landas kegirangan sehingga memeluknya dengan erat sampai lupa kalau ini rumahku ,syukur mama di ruang tamu bersama ayah menonton televisi.
Riandi : Hayoo dari mana ? , bandal sekarang ya, padahal baru sembuh dari sakit, itu kaki udah panjang,kamu enggak selingkukan sayang?.
Aku : adik rindu kalilah sama abang,abang kok baru datang , bentar lagi adek diantar mama keasrama itu.
Riandi : Ssstt sayang,jangan nangis nanti di lihat mama tau,buat abang enggak enak sama mereka,yang penting kita ketemu sekarangkan,sini sini cup -cup gadis nakalku.
Riandi sembari memelukku dengan erat.Lalu membelai rambutku dengan lembut dan mengajak aku ngobrol kesamping rumah, tetapi pada saat asyik ngobrol mama datang menghampiri kami.
Ibu : Yunita kenapa bawa Riandi kesitu,diakan masih capek baru datang bukannya di suguh kan teh.
Riandi : Enggak apa ibu, lagian Rian enggak begitu suka dengan teh.
"Ya sudah kalau begitu" jawab mama lalu pamit pergi keruang tamu kembali.Kami melanjutkan ngobrol kami,kami tertawa lepas tanpa beban,Riandi pandai mengambil hatiku berkata- kata lucu buatku,sehingga aku nyaman saat disampingnya.
Riandi : adik mandi sana sudah bau lecit itu.kalau wangi enak nanti abang cium.
"Mulai bawel ya, Ok aku mandi dulu" jawabku sambil beranjak pergi dan Riandi juga beranjak dari duduk menuju ruang tamu.
*Malam hari*
Riandi mengajak aku berjalan-jalan malam ini, aku juga udah siap-siap ingin jalan dengannya.
Riandi : ibu saya izin ya bawa Yunita jalan-jalam keluar sebentar.
ibu : iya tapi jangan sampai larut pulangnya ya.
Kami bergegas meninggalkan rumah, sepanjang jalan Riandi sesekali menatapku dari samping,mengelus rambutku dengan mesra, lalu menggandeng jemariku menuntunku berjalan disepanjang gang rumahku,dia sangat romantis nan lembut aku sangat terpesona.
Riandi : adik capek sayang?, abang tengok didepan ada bangku panjang kita duduk disitu ayo.
Aku hanya angguk saja dan menurut pada Riandi,lalu kami duduk berdua di bangku belakang dibawah pohon karet yang berjejer.
Perlahan mata kami memandang saling bertatap dengan mesra.
Riandi : abang kangen kali sama kamu sayang.
" kangen apa nya hayooo" jawabku sambil meledek dan menyandarkan kepala dibahu Riandi.
"Semua-smuanya lah hidung kamu yang mancung kecil,bibir kamu yang mungil tipis, mata kamu yang jernih indah,semuanya sayang,apalagi harum tubuh kamu" kata Riandi sembari tanganya membelai rambutku
membuatku tersipu.
Disaat kami ingin melakukan percumbuan yang panas karena ingin melepaskan kerinduan, dari arah samping seorang kakek tua mergoki kami yang lagi kencan. Dan kami tercyduk.
Kakek : Hei ,ngapainnya kalian dibangku itu mau mesum iya !!.
Suara kakek tua itu sangat keras dan kuat. kami takut ada orang lain mendengar ,kami berencana kabur dengan cepat,dasar kakek kampret meganggu saja kami lagi kencan.
" Oikkk tunggu mesum saja disini besok aku hancurkan bangku ini, dasar anak muda jaman sekarang ckcckckck " ucap kakek tersebut sambil nyinyir berusaha kejar kami.
*Beberapa menit kemudian*
Riandi : sayang berhenti kita udah jauh dari kakek itu, abang takut bekas operasi kamu terganggu.
Aku : iya bang jadi lelah akunya, ya sudah kita jalan saja.
Kami akhirnya memutuskan untuk pulang saja, karena malam semakin larut takut kepercayaan Mama hilang pada Riandi.
Tidak berapa lama kami berjalan akhirnya sampai juga didepan rumah, lalu kami masuk dan duduk dikursi makan dibelakang dapur.
Aku : abang lapar?, kalau iya biar aku ambilkan.
Riandi : Boleh, ayo kita makan.
Kami makan berdua sambil mengobrol samar karena takut orang yang dirumah bangun dari tidurnya.Setelah makan Riandi mengantarkan aku sampai kepintu kamar mengecup keningku dan mengucapkan selamat tidur.
siringo ringo
kadang Mak,kdang mama dan masih bnyak lagi
sukses iya untuk karyanya
jangan lupa mampir di karya pertamaku yang menceritakan cowok letoy yang selalu di tolak sama cewek.
Terimakasih 🙏