Letizia Philip dari kecil hingga dewasa mendapat perlakuan buruk terhadap Ibu tirinya, karena tidak mau membuat cemas dan khwatir Ayahnya di tutupinya semua dan menerima semua perlakuan ibunya. Hari-harinya di jalani seperti biasa senyumnya yang indah menjadi obat baginya mengurangi tekanan hidupnya yang begitu pahit, mungkin sebagian orang-orang melihatnya dia wanita yang beruntung justru kebalikannya, Letizia sesekali mengunjungi tempat favoritnya yaitu Panti Asuhan di sana Letizia menghabiskan masa kecilnya bersama anak-anak Panti dan menemukan seorang sahabat yang baik Yana Rich, keluarga Letizia tidak ada yang tahu selama ini Letizia bermain di Panti Asuhan bahkan disana dia sesekali mengajari anak-anak Panti. Para pekerja panti sangat senang melihat Letizia yang begitu baik dan tidak mau mamandang status bahkan Letizia sesekali membawa makanan lebih dari restoran Ayahnya untuk dibawanya. Tidak terasa kebiasaan Letizia tercium oleh ibunya dan melarangnya untuk kembali Panti......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6
Mark menaikkan alisnya dan menatap William sangat serius.
"Kakak ku sedang di rawat kak Will, kemarin dia kecelakaan di rumah", ucap Mark sambil menghela nafasnya pelan.
"Kecelakaan?"
Mark menceritakan semua yang terjadi menimpanya dan kakaknya, William sebagai pendengar yang baik memberikan sedikit penghiburan. Tidak terasa mereka mengobrol di Taman seorang Perawat menghampiri mereka.
"Saudara Mark", sapa Perawat itu sambil menunduk ke arah William.
"Ia Suster...aku akan datang", jawab Mark. setelah kepergian Perawat tersebut Mark pamit ke William.
"kak aku balik dulu ke kedalam, soal tadi Maaf jadi curhat", ucap Mark sambil menunduk.
"Santai saja Mark...aku senang kok", senyum William sambil menepuk bahu Mark.
"Jika ada kesempatan, Apa boleh kita berteman Mark?", tambah William.
"Tentu Kak", Mark pergi dan tinggallah William sendiri di Taman.
William kembali menikmati Coffi**nya, kembali di ingatnya obrolannya bersama Mark, perasaan William menjadi tidak enak dan pergi menyusul ke ruang inap Mark.
"Apa aku tidak salah lihat....??"
"Bukankah dia itu gadis kemarin...??", tambahnya, lamunannya berhenti seseorang menepuknya pundaknya dari belakang.
"Kak Will...sedang apa?"
"Julie...!"
Julie Anak ke-3 dari Grub Burk.
###
"Bisa tidak kamu hilangkan ke biasaanmu itu"
"Hahaha...Abisnya kakak aneh deh berbicara sendiri?"
"Julie...julie..", William hanya geleng kepala.
"Kakak sedang ngapain di sini, Kak Will seperti penguntit lho"
"Penguntit?, dasar kamu", Julie hanya tertawa terkekeh.
"Tumben datang Ke sini Julie, ada apa?", tanya William.
"Ayah...memanggil kakak tuh ke kantornya"
"Baiklah...", William melangkah 2 kali dan sadar tidak melihat Julie dan menoleh ke belakang.
"Julie...apa kamu sekarang sudah jadi penguntit?", suara William di sengaja di tinggikan Julie sadar dan malu orang di sekelilingnya melihatnya di hampirinya William dan mencubit perut kakaknya itu William hanya tertawa kikuk melihat ekspresi adiknya itu dan mereka akhirnya menuju ke Kantor Wilem Johanburk.
###
Ke esokan harinya, Mark pergi ke bagian Administrasi untuk membayar perawatan Letizia.
"Pagi Mbak...", sapa Mark di sertai senyum yang indah, petugas tersebut terbengong melihat ketampanan Mark.
"Hallo...Mbak?", Mark mengetok meja beberapa kali dan petugas tersebut akhirnya sadar.
"Maaf...hmmpp, ada apa, boleh saya bantu Tuan?", petugas tersebut gugub.
"Saya Wali dari saudari pasien yang bernama Letizia Philip, saya hendak membayar pengobatannya", ucap Mark.
"Baik...mohon tunggu sebentar saya akan cek", tidak lama akhirnya petugas tersebut kembali.
"Tuan Pasien yang bernama Letizia Philip. sudah di bayar"
"Apa...Siapa Mbak?", tanya Mark heran.
"Soal itu Tuan Saya tidak bisa memberitahu anda, karena ini menyangkut Privasi"
"Baiklah...terimakasih", ucap Mark dan pergi.
"Siapa yang membayar pengobatan kakak?", gumam Mark dan akhirnya sampai ke ruang inap Letizia,
"Kakak?"
"Mark", seyum Letizia keluar melihat ke datangan Mark.
"Bagaimana keadaan kakak?"
"Sudah lebih baik Mark", Letizia mengelus-elus kepala Mark sangat lembut.
"Kak...aku sudah besar hentikan kak?"
"Hehehe ternyata adik kakak ini sudah dewasanya, tapi kakak tidak akan mau melepaskanmu"
"Kakak...malu di lihat orang nanti"
"iya...iya..kakak minta maaf", mereka berdua tertawa bersamaan, sebenarnya Letizia senang mengelus kepala Mark karena teringat kepada Alm.ibu kandung, sambil menikmati sarapan pagi yang kebetulan sudah di beli Mark sebelum Letizia terbangun, ditempat lain sepasang mata memperhatikan.