NovelToon NovelToon
Bunga Air Mata

Bunga Air Mata

Status: tamat
Genre:Pengganti / Selingkuh / Obsesi / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:288.5k
Nilai: 5
Nama Author: Agustine

Bunga air mata itu seperti mawar. Kelopak merahnya melambangkan pernikahan bahagia, sedangkan durinya mendatangkan luka.

Air mata pernikahan terus mengalir deras di pipi Ayana Ghazella. Dinikahi seorang pianis terkenal, Zidan Ashraf ternyata tidak seindah nada-nada yang dimainkan. Orang ketiga pun hadir menimbulkan malapetaka serta kesengsaraan.

Zidan terus memperlakukan Ayana sangat kejam serta mendatangkan Bella, teman sesama pianis sebagai madu.

Mereka terang-terangan mengumbar kemesraan di depan Ayana tanpa mempedulikannya.

Pernikahan Zidan dengan Ayana hanya sebatas status dan kebohongan belaka. Ia tidak pernah mencintainya dan terus menyakitinya.

Sampai penyesalan datang membuat ia sadar jika Ayana yang terbaik. Namun, semua itu sudah percuma sebab Ayana pergi membawa luka. Ia lalu kembali sebagai pelukis terkenal bernama Ghazella Arsyad.

Mampukah Zidan menebus kesalahannya pada Ayana dan kembali melanjutkan membina mahligai rumah tangga mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6

Panas di balik awan mendung mengantarkan pada kegelisahan. Kepedihan semakin tertanam kuat di hati seorang Ayana kala pernikahan hanya berjalan di atas angan.

Luka, luka, dan luka menjadi definisi pernikahannya saat ini. Ia pikir dulu ada cinta yang membelit hubungan serius mereka, tetapi sekarang kenyataan menampar kuat, jika perasaan itu hanya bertepuk sebelah tangan.

Di bawah langit gelap ia berdiri di tepi kolam melihat pantulannya dalam air. Riakan nya menggoyangkan bayangan itu membuat ia terdiam.

Tetes demi tetes air mata terus berjatuhan mengalirkan kesakitan. Ayana menangis tidak peduli hawa dingin menyapunya kuat.

Tidak lama berselang ia merasakan seseorang melampirkan baju hangat padanya.

"Apa yang sedang Mbak lakukan di sini? Di luar sangat dingin."

Pertanyaan itu seketika membuatnya tersentak, Ayana buru-buru mengusap air mata cepat dan mendongak melihat sang adik ipar di sebelahnya.

"Gibran? Apa yang kamu lakukan di sini? Ah, terima kasih jaketnya," balas Ayana menyunggingkan senyum.

Gibran melengkungkan bibir sempurna melihat kebohongan yang ditampakkan sang kakak ipar.

"Aku tahu Mbak menyembunyikan sesuatu. Aku tidak akan bertanya, hanya saja... apa Mbak yakin tetap bertahan dalam pernikahan tidak sehat ini?"

Ayana tertegun, tidak menyangka mendengar pertanyaan seperti itu dari adik kandung sang suami. Kepala berhijabnya menoleh ke samping di mana Gibran tengah menatapnya dalam.

Ia lagi-lagi memperlihatkan ketegaran di balik senyum. Kedua tangan terangkat memeluk erat perut ratanya sendiri.

"Aku... tidak tahu. Hanya saja aku ingin memperjuangkan anak ini," jelasnya.

"Baiklah, tetapi Mbak harus tahu. Kita sudah lama saling mengenal, aku tahu saat ini Mbak sedang tidak baik-baik saja. Meskipun Mbak terus menerus tersenyum, tetapi di dalam hati begitu terluka. Aku tahu semuanya, mengenai Mas Zidan. Kalian sungguh luar biasa memperlihatkan suami istri harmonis di depan Mamah dan Ayah. Aku harap Mbak bisa berubah dan menjalani hidup lebih baik. Karena tidak bagus terus berada dalam sebuah hubungan toxic seperti ini. Kalau begitu aku pergi dulu, jaga si kecil jangan sampai kedinginan."

Setelah berkata panjang lebar Gibran melangkahkan kaki dari hadapannya. Ayana mematung untuk kesekian kali kala ucapan sang adik ipar terngiang dalam pendengaran.

Ia tidak menyangka jika pria lebih muda dua tahun darinya begitu peka dan sangat pengertian. Sebagai seorang istri dan calon ibu ia tidak tahu harus berbuat apa. Di sisi lain ia khawatir jika suaminya melakukan hal nekad. Namun, di sisi lain ia masih percaya jika Zidan tidak mungkin bersikap seperti itu.

"Ya Allah, apa yang harus hamba lakukan?" gumamnya lirih.

...***...

Sudah empat minggu masa kehamilan Ayana, selama itu pula ia merasakan asam manis sebagai calon ibu baru.

Kedua mertuanya sudah kembali ke luar negeri untuk melanjutkan bisnisnya di sana. Mereka lega jika ternyata anak pertamanya sudah menerima Ayana sebagai istri.

Gibran pun turut pindah dari rumah itu guna memulai bisnisnya sendiri. Ia tidak ingin mengganggu rumah tangga sang kakak, meskipun ia sangat khawatir kepada kakak iparnya. Namun, Ayana meyakinkan ia jika dirinya akan baik-baik saja.

Setelah kepergian mereka, Bella muncul kepermukaan menampakan dirinya lagi. Kemesraan mereka terus berlarut-larut menabur garam di atas luka menganga.

Sakit tapi tidak berdarah, itulah santapan yang bisa Ayana saksikan setiap hari. Sampai waktu yang tidak diinginkan pun datang.

Ayana sama sekali tidak menaruh curiga sedikitpun kala malam ini Zidan memutuskan untuk tidur bersamanya.

"Mas." Panggilnya.

"Hm, iya Sayang?" jawabnya hangat.

Ayana tersenyum senang Zidan memperlakukannya dengan baik. Ia penuh perhatian dan berlaku adil kepadanya.

"Kenapa kamu melakukan ini? Bukannya Mas tidak mencintaiku?" tanya Ayana penasaran.

"Apa yang kamu katakan? Aku mencoba yang terbaik untuk memperbaiki rumah tangga kita."

"Lalu, apa Mas akan menceraikan Bella? Apa Mas akan mencoba mencintaiku?" tanyanya lagi.

Zidan yang tengah merangkulnya tidak menjawab dan hanya memberikan kecupan mendalam di puncak kepala sang istri.

"Sayang... apa kamu mau melakukannya?" Zidan membaringkan tubuh sang istri dan mengukungnya cepat.

Tatapan mereka mengunci satu sama lain, sorot mata memuja dan mendamba membuat Ayana terpesona. Tanpa sadar ia mengangguk pelan, kedua tangan terulur mengalung indah di leher jenjang sang suami.

Perlahan Zidan menunduk menemukan benda kenyal nan lembut milik sang istri. Penyatuan pun terjadi mereka tergugah dalam fatamorgana memabukkan.

Ayana masuk ke dalam permainan, hasrat sebagai seorang istri mendorongnya untuk melayani sang suami dengan baik.

Detik demi detik berlalu, mereka pun berhubungan mendekap hangat tubuh masing-masing menyalurkan kerinduan.

Di tengah-tengah pergulatan tersebut Ayana menangkup wajah Zidan dan menatap ke dalam maniknya.

"Apa Mas sadar aku siapa?" tanyanya di sela-sela napas yang memburu.

"Ayana," jawab Zidan singkat.

"Katakan lagi," titah Ayana kemudian.

"Ayana... Ayana," balas suaminya seraya terus menyalurkan napsu.

Ayana tersenyum senang, menduga Zidan mulai membuka hati dan membiarkan pria dicintainya mengambil alih. Namun, di balik kebahagiaan yang melanda ia tidak menyadari jika badai besar tengah menunggunya.

Ada niat tersembunyi dari sikap manis Zidan malam ini. Keduanya larut dalam keinginan masing-masing dan membiarkan perasaan terdalam mengambil alih.

...***...

Jam sudah menunjukan pukul setengah empat dini hari. Kegiatan malam yang mereka lakukan membutuhkan waktu berjam-jam dan baru saja selesai.

Zidan menyenggamai sang istri terus menerus tanpa memberinya kesempatan untuk beristirahat hingga Ayana begitu kelelahan membuat napasnya terengah-engah dan terputus-putus.

Wanita itu hampir jatuh pingsan jika saja Zidan tidak melepaskannya di akhir. Meskipun begitu Ayana tetap merasa tenaganya sudah terkuras habis.

Mereka pun memutuskan untuk beristirahat sebelum membersihkan diri. Satu jam berlalu, tiba-tiba saja Ayana merasakan perutnya kram.

Ia terbangun dari tidur. Ia yang masih merasa letih pun berusaha membuka mata dan merintih kesakitan kala kram tersebut berangsur-angsur menguat.

Ia terjaga dan rasa kantuk pun hilang kala merasakan cairan hangat keluar dari selangkangannya. Ia pun bergerak membawa tubuh lemas nya untuk bangun dari berbaring.

Seketika itu juga kedua matanya melebar sempurna dengan mulut menganga lebar. Di bawah sana ia melihat cairan merah kental sudah membasahi tempat tidur.

"Ma-Mas... Mas... Mas bangun!" Ia menggoyangkan tubuh Zidan yang tengah terlelap.

Merasa terganggu dengan gerakan tersebut sang suami tersadar dan menatapnya dengan menyipitkan kedua mata.

"Ada apa? Ini masih dini hari kenapa kamu membangunkan ku?" ujar Zidan ketus.

Namun, Ayana tidak peduli dan terus menatap ke bawah.

"Da-darah, Mas aku berdarah!" teriaknya histeris.

Seketika itu juga Zidan terduduk dari tidur dan melihat ke arah selangkangan sang istri. Benar saja sprei yang melapisi tempat tidur sudah berlumuran darah.

"Apa yang terjadi?" tanya Zidan kemudian.

"A-aku tidak tahu, ta-tadi perutku kram dan sakit. La-lalu tiba-tiba aku berdarah, bagaimana ini Mas? A-aku takut," cicit Ayana yang sudah berurai air mata.

Tanpa mengatakan sepatah kata Zidan langsung membopong sang istri membawanya ke rumah sakit.

Bella yang menyaksikan kepergian mereka dari lantai dua tersenyum puas. "Kerja bagus, Sayang," ucapnya.

1
Yuni Ngsih
waduuuuh Thor kasian tuh Ayana kok ujiannya ko terus"san ya kasian kapan dia bahagianys kamu yg buat ceritra menggemaskan sekali ku membacanys ...lanjut Thor ...💪💪💪
Agustine: ehehehe memang sengaja kak biar makin greget 🤭🤭😅😅
total 1 replies
Yuni Ngsih
Thooooor knp yg punya ceritra tersiksa terus sampai bab 68 kapan bahagianya mebacanya jg jd kezel ,cape & ngenes ....huh.....kasihan tuh Ayana ,....trs si Bella yg jahat & dzolim jg masih berkeliaran .....dasar Thor kamu yg bikin ceritra baguuuuuuus banget ....🙈🙈🙈💪💪💪
Agustine: eheheheh maafkan yah kak nanti juga ada ko bagian bahagianya 🤭🤭 makasih makasih banyak kka 🙏🏻😁🤗🤗
total 1 replies
Yuni Ngsih
nah itulah balasan laki" dzolim rasakan sendiri kau telah menyakiti ayana....Zidan....semangat Ayana ...
semangat Thor ......wow ceritramu keren ...
👍👍👍💪💪💪
Agustine: pasti ada balasan dari segala perbuatan 🤭🤭 Alhamdulillah makasih banyak kak 🙏🏻😆🥰🥰🥰
total 1 replies
Yuni Ngsih
Thooooor baru nongol kok bikin hati kezel,kecewa & marah tuh sm si zidan ,perempuan hanya di buat mainan dasar laki " dzolim....sabar Ayana smg ujianmu menjadi berkah & karmanya buat si Bella sm si zidan.....😡😡😡 Thor ceritramu itu bikin yg baca ky nyata.....🙈🙈🙈...lanjut Thooor
Agustine: eheheheh emang sengaja dibikin kaya gitu kak biar emosinya berasa 🤭🤭😂 udah tamat kok kak ini, selamat membaca yah kak, makasih banyak juga udah mampir dan ninggalin jejak 🙏🏻😆
total 1 replies
Fitri Yani
pusing deh nangis terus
Agustine: sabar yah kak 🤭🤭🤭🤣
total 1 replies
Fitri Yani
his bikin emosi aja Ni Ayana, laki2 kex gitu koc masih dipertahanin tinggal pergi aja
Agustine: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
falea sezi
males aja kalo. balik
falea sezi
jangan ma arfan bekas bella
Asti
pastiiii 🤧🤧🤭
Asti
😆😆😆😆😆
Asti
setuju 🤭
Asti
Jasmine 😭😭😭😭
Asti
wiihhhh 🤧🤧🤧🤧
Asti
🤧🤧🤧🤧🤧
Asti
😭😭😭😭😭
Asti
Tanteeeeee 😭😭😭😭🤧
Asti
akhirnyaaa 😆🙌
Agustine: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Asti
☺️☺️☺️☺️☺️
Asti
🤣🤣🤣🤣🤣
Asti
🥰🥰🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!