NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat Koma

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Pernikahan Kilat / Keluarga & Kasih Sayang / Cinta Murni / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.7
Nama Author: ainuncepenis

Bercerita tentang seorang Pria yang bernama Ardian Barra Malik yang berusia 27 tahun yang harus menikahi mantan kekasihnya yang bernama Melody Citra Fariska.

Di mana Melody mengalami kecelakaan dan membuat Ardian menikahi Melody saat Melody koma yang mana Ardian pada saat itu juga sedang menjalani hubungan serius dengan Raisa kekasihnya dan mereka akan menikah dalam waktu dekat.

Ardian dan Melody yang saling membenci dan harus di hadapkan dengan kenyataan yang mana mereka sudah menikah.

Bagaimana Ardian dan Melody menjalani pernikahan yang penuh dengan pertengkaran dan kebencian setiap hari?

ikuti ceritanya jangan lupa like,koment, vote, dan share. Terima kasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 Kritis.

Rumah sakit.

Melody sekarang sedang di tangani Dokter di mana kondisi Melody begitu kritis, Melody mengalami luka parah dan memang harus di tangani beberapa Dokter.

Ardian dan Evan menunggu di luar. Kondisi Melody dalam keadaan kritis. Luka yang di alaminya begitu parah.

" Kenapa Melody bisa sampai seperti ini?" tanya Ardian.

" Aku minta maaf Ardian. Aku menyuruhnya buru-buru menemuiku. Aku sangat membutuhkannya aku ada masalah dengan Rasti dan kamu tau sendiri hanya Melody yang bisa membantuku. Aku tidak tau. Kalau kejadiannya akan seperti ini," ucap Evan merasa bersalah dengan wajahnya yang penuh peneysalan.

" Keterlaluan kamu. Kamu itu Pria. Tapi apa-apa kamu selalu saja menyusahkannya. Sekarang lihat akibatnya. Jika seperti ini siapa yang harus bertanggung jawab. Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya," ucap Ardian tampaknya sangat emosi yang sekarang memarahi Evan.

Evan yang mengakui kesalahannya hanya menunduk dengan Ardian yang mengoceh kepadanya.

Ardian dan Melody adalah mantan kekasih. Tetapi dia sangat peduli dengan Melody. Dia tetap panik dan takut terjadi sesuatu pada Melody. Apa lagi saat melihat Melody kritis seperti itu. Panik cemas. Semua itu datang tiba-tiba. Seperti mempunyai ketakutan tersendiri.

" Aku minta maaf," lirih Evan lagi. Ardian tidak menggubrisnya lagi. Dua hanya mencoba menenangkan dirinya.

**********

Setelah mengurus Melody dan orang tuanya datang Ardian pun langsung pulang kerumahnya. Karena sudah ada yang menjaga Melody. Dia juga tidak mau mencari keributan dengan kakak Melody yang pasti sangat membencinya.

" Ardian kamu dari mana?" tanya Widia sang mama yang melihat Ardian memasuki rumah.

" Iya Ardian, kamu dari mana. Dan kenapa kamu seberantakan ini. Pakaian kamu kenapa penuh darah seperti ini?" tanya Raisa yang juga panik.

" Melody kecelakaan dan aku membawanya kerumah sakit," ucap Ardian jujur.

" Apah, Melody masuk rumah sakit," sahut Mila dengan panik.

" Iya kak,"

" Dan kamu pergi menemuinya," sahut Raisa yang langsung posesif.

" Aku capek, aku istirahat dulu," sahut Ardian yang langsung pergi. Karena pasti jika dia banyak bicara dengan Raisa yang ada mereka akan ribut.

" Ardian! Pangil Raisa. Namun Ardian tetap pergi dan Raisa ingin mengejar. Namun di hentikan oleh Novi.

" Sudah Raisa, biarkan dia Istirahat. Kamu dan Ardian akan semakin ribut. Jika kamu mengejarnya," ucap Novi menyarankan.

" Tapi...," sahut Raisa. Yang semakin kesal dengan Ardian yang bisa-bisanya menolong Melody.

" Ya Allah kenapa Melody kecelakaan apa yang terjadi padanya," batin Widia yang terlihat cemas.

" Keluarga ini kenapa sih. Kenapa wajah mereka begitu khawatir mendengar Melody kecelakaan. Kenapa dia tidak mati aja sekalian," batin Raisa semakin kesal.

*********

Ardian memasuki kamarnya dia duduk di pinggir ranjang sambil membuka satu persatu kancing kemejanya. Darah di pakaiannya adalah darah Melody dan pikirannya masih tidak tenang. Apalagi jika mengingat apa yang terjadi tadi. Di mana dia menyaksikan luka pada Melody yang membuatnya ketakutan.

" Apa dia baik-baik saja," lirih Ardian dengan wajahnya yang masih penuh kecemasan. Meski hanya sebatas mantan. Tetapi mana mungki Ardian tidak khawatir dengan Melody. Apa lagi Melody terluka parah di depan matanya yang membuatnya jelas tidak tenang.

" Ya Allah aku mohon berikan kesembuhan kepadanya," batin Ardian yang hanya berdoa saja.

**************

2 Minggu berlalu.

Melody masih tetap di rumah sakit dalam keadaan koma. Kecelakaan tunggal yang di alami Melody membuat Melody koma sudah selama 2 Minggu semakin lama kondisi Melody semakin parah. Melody bahkan bertahan hanya dengan alat mesin.

Ke-2 orang tuanya, Dania dan Wawan tidak bisa melakukan apa-apa. Selain berdoa untuk kesembuhan Melody. Mereka sebagai orang tua hanya itu yang bisa di lakukan, bahkan sudah pasrah dengan Melody yang tidak sadarkan diri.

Pagi ini ibu Ardian kerumah sakit. Walau Melody dan Ardian sudah putus tapi tetap sang ibu ingin mengetahui kondisi Melody. Apa lagi sudah selama 2 Minggu Melody tidak sadarkan diri.

Dan Melody juga kecelakaan akibat dari Evan yang tak lain adalah sepupu Ardian. Evan dan Melody memang dekat. Makanya meski putus. Melody tidak bisa lepas dari keluarga itu. Karena hubungan Melody yang sangat dekat dengan Evan.

Karena Melody selalu jadi penengah untuk hubungan asmara Evan dan juga Rasti teman Melody yang tak lain kekasih Evan. Dan selalu Melody yang mendamaikan pasangan itu.

Widia di temani Ardian kerumah sakit. Bukan hanya Ardian, Evan dan Rasti juga menemani. Saat mereka sampai terlihat Dania dan Wawan yang berbicara serius dengan Dokter. Ada juga adiknya Feby dan juga kakaknya Marshel dan kakak iparnya Gadis.

" Apa maksud Dokter?" tanya Dania dengan suara beratnya yang di rangkul oleh suaminya.

" Kami sudah berusaha Bu. Tetapi kondisi Melody tidak bisa kami selamatkan," ucap Dokter dengan keputusannya.

Dari kejauhan 5 meter. Ardian, Evan, Rasti dan Widia kaget mendengar hal itu.

" Ini semua gara-gara ku," ucap Evan yang merasa bersalah akibat dari perbuatannya.

" Dokter, itu tidak mungkin. Bukannya anak saya masih bernapas. Jantungnya juga masih berdetak," sahut Dania yang tampak tidak terima dengan hal itu.

" Melody hanya di bantu alat medis saja. Ibu dan bapak harus mengikhlaskan Melody. Karena sesungguhnya kondisinya sekarang hanya menyiksa dirinya," ucap Dokter.

" Apa maksud Dokter?" sahut Marsel.

" Alat di tubuhnya harus di lepas dan ketika alat itu di lepas. Melody akan pergi dengan tenang dan semua keputusan ada pada keluarganya. Membiarkannya koma dan di bantu dengan mesin. Atau melepaskannya dan memberinya ketengan," jelas Dokter memberikan keputusan yang berat.

" Ya Allah. Kenapa semua terjadi. Kenapa engkau berikan kami cobaan seberat ini, aku belum sanggup kehilangan putriku," ucap Dania yang tidak sanggup jika harus memilih. Nyawa Melody jauh lebih berharga dari apapun.

" Mah, kita harus mengikhlaskan Melody. Walau ini berat. Kita sangat menyayanginya dan melakukan semua ini untuk kebahagiannya. Jadi mari kita iklaskan dia," ucap Wawan yang mengambil tindakan. Namun Dania semakin menangis yang tidak rela kehilangan Melody.

" Mungkin ada yang di ingin kan Melody. Sebelum dia pergi. Bapak sama ibu bisa melaksanakan kemauannya. Agar kalian sebagai orang tua tidak menyesal dan merasa lega melepas kepergian Melody," ucap Dokter.

" Tidak ada Dokter. Melody anak yang baik dan selalu menurut. Dia tidak pernah menuntut apapun kepada kami. Hanya saja anak itu hanya mempunyai 1 impian untuk saya sebagai ayahnya menikahkannya. Tapi ternyata takdir berkata lain dan saya tidak bisa melakukan itu," ucap Wawan tampak menyesal karena tidak akan pernah melaksanakan impian Melody.

" Dia memang sangat memimpikan pernikahan. Tetapi mungkin kematian adalah jodohnya," sahut Dania dengan tangisannya yang tidak terbendung.

Bersambung

1
Dyah Oktina
ooo jd kamu yg gila ya dokter... mempermainkan perasaan pasien mu.. begitu sdh sembuh kamu tinggal gitu???sampe dah ngak mau ketemu lagi sama raisa..
Dyah Oktina
sabar ya raisa... itu juga yg di alami melody dulu sampai gila.. setelah sembuh.. juga mendengar rencana pernikahanmu dgn adrian..dah ikhlas aja ya...kamu pasti kuat
Dyah Oktina
kau pria yg pintar lea??maksut kata2 ini aku ngak ngerti???maaf ya thor
Dyah Oktina
kok masih rata aja sih thor.. emang ngak nambah bulan..ngak tambah besar janinnya... kehamilan melody harusnya sdh semakin besar???
Dyah Oktina
lagian kenapa ngak terus terang aja.. jd bisa sama evan cari solusi ...gitu loh...rasti.. dari pd berrahasia & saling menyakiti..
Dyah Oktina
😁😁😁 banyak typo ya thor... tenaga kali .. bukan tetangga..kla pakai infus..untuk menambah tenaga..
Dyah Oktina
6mmg blm jd bayi thor... masih segumpal darah ..jd masih calon bayi
Dyah Oktina
kok bengkak kali... kla basah..d jilatin sendiri juga basah..😁
Dyah Oktina
tinggal ajak ngobrol aja adrian... tanya apa yg terjadi..bicara dari hati ke hati...marcel
Dyah Oktina
wah....evan kurang cepat...kalah sama 2 ular berbisa
Dyah Oktina
thor masa dokter yg cek stock darah...kan ada asisten/suster yg lain.. 🤭
Dyah Oktina
kesintingan.....kesetanan... bahasa yg rancu menurutku thor.. maaf ya.. ✌️🙏🏻
Dyah Oktina
iya kayaknya...chaca anak melody sm adrian.. makanya pas ketemu langsung nempel..pdhal katanya biasanya ngak bisa cepet deket dgn orang
Dyah Oktina
iya lia....kasih tahu adrian... biar dia juga bisa menjadi terapi buat melody...kasihan dia
Dyah Oktina
lebih baik... kemarahan ...dari pd kesetanan thor... 🤭😁😁
Dyah Oktina
tertawa bebas/puas... kla luas itu u ukuran ruang kali thor..
Dyah Oktina
emang adrian/bukan aditya thor..yg buat kecelakaan.. bukannya evan yg mburu2 ya
Dyah Oktina
nah kan... kan... masalahnya jd melebar.. kenapa ambil keputusan tanpa pertimbangan.. main nikah2 aja.. mentang2 melody koma & kata dokter nyawanya dah ngak ada
Andini Dwi pertiwi
jijik, melody nya menye²
Ayaa
Sama ni, binggung juga kok jdi ardian yg jdi puncak masalah dri kecelakaan melody😇
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!