NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Sahabatku

Terpaksa Menikahi Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: putri sulis

Kerap kali persahabatkan akan menumbuhkan ras cinta, terlebih jika persahabatan antara laki - laki dan perempuan.

Seperti yang aku alami, aku dan Arjuna sudah bersahabat sejak lama tepatnya sejak SMP. Usiaku memang lebih muda dua tahun darinya. Tapi karena keenceran otakku aku bisa tinggat dengannya.

Dan ini kisahku dengan sahabatku Arjuna, yang terpaksa menikah karena suatu alasan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putri sulis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rapuh

Seminggu telah berlalu, aku mulai terbiasa tinggal dirumah keluarga Wijaya. Menjadi bagian dari keluarga terpandang itu. Dirumah ini semua urusan pekerjaan rumah dikerjkan oleh ART. Mulai dari bersih - bersih, memasak dan memcuci baju.

Tapi, stop. Urusan mencuci baju aku memohon agar aku yang melakukan sendiri. Risih rasanya, lagian aku juga sudah terbiasa mengurus semua pakaianku sendiri. Tapi sekarang beda, aku juga mengurus pakaian Arjuna juga.

Seperti biasanya, lepas sholat subuh. Aku bergegas mencuci pakaian kotor seharian kemarin. Mencuci dengan mesin mah, gak terlalu ribet.

Sempat aku sedikit kikuk, saat pertama kali mengurus semua pakaian Arjuna. Bukan karena bertambah banyak saja cucianku. Tapi karena ukuran dalaman XL miliknya, Upss. membuatku sempat berfikir macam - macam. Eh.

Urusan ranjang jangan ditanya. Kami tidur dengan jarak yang jauh dan selimutpun berbeda. Biasanya pengantin baru itu mesrah nempel kaya perangko. Gak bisa lepas sama sekali gitu. Lha, ini boro - boro mesrah. Pegangan tangan aja aneh rasanya. Masih canggung dan takut.

Selesai berkutat didapur, aku yang sudah mandi sebelum subuh. lantas kembali kekamar. Bersiap untuk kekampus. Ada jadwal mengajar pagi soalnya.

" Han, kaos kakiku mana?" serunya saat aku merapikan hijabku didepan meja rias.

Aku yang sudah rapi untuk kekampus, harus melayani suami bawelku ini dulu. Menyiapkan segala kebutuhannya. Berasa pembantu sih, secara aku istri yang tak diinginkan dan dicintai. Gak ada beda kan sama pembantu. Dicari jika dibutuhkan. Dasar. Namun, sebagai istri harus selalu bersikap baik dalam melayani suami.

" Ini, tuan. Ada lagi yang tuan perlukan.?" cibirku penuh penekanan. Yaa, cuma bercanda kok.

Arjuna terkekeh, melihat sikap manisku yang kubuat - buat itu. " Dasinya belum!"

Kuayunkan langkahku mengambil gantungan dasi dari dalam almari itu.

" Nii, pilih sendiri. Kalau aku yang pilihin pasti dibilang gak cocok kaya biasanya." sahutku menyodorkan sebuah kotak berisikan gulungan - gulungan dasi miliknya.

" Pinter!" kata Arjuna sambil menepuk kepalaku pelan. Wah, bener deh udah kaya peliharaan aja. Kalau pinter ditepuk - tepuk kepalanya pelan.

Aku memutar bola mataku malas. " Gak usah dipuji pinter. Emang dari sononya aku pinter. Pujian mu itu, terdeteksi ada udang dibalik bakwan. Alias modus.!"

Dia malah tertawa, selalu saja bersikap seolah semua baik - baik saja. Aku penasaran sampai kapan dia sanggub menyembunyikan kerapuhannya.

Siang itu setelah pulang dari mengajar dikampus. Aku duduk bersandar disofa ruang keluarga, asyik berselancar disosial media. Sepertinya topik tentang keluarga Wijaya, masih hangat untuk diperbincangkan.

Dikampus pun banyak mahasiswa yang berbisik membicarakan pernikahanku. Maklumlah keluarga Wijaya termasuk keluarga konglomerat yang berpengaruh dikota ini.

Untung aku bukan tipe perempuan baperan yang menyikapi semua hal dengan perasaan sampai sakit hati sendirikan. Para netizen memang benar - benar tak berperasaan. Gak mikir, gimana kalau mereka juga mengalami hal yang sama juga. Kaut gak menghadapinya.

" Gak usah berselancar di sosmed dulu, Han!" kata mama yang baru saja duduk disampingku.

" Eh, iya. Ma." jawabku meletakan ponsel itu diatas meja.

" Nanti kalau bosan, para netizen itu juga berhenti sendiri.!"

Yaa, maha benar para netizen dengan segala bully - annya.

Aku jadi kepikiran Arjuna, pasti dikantornya juga jadi bahan gunjingan para karyawannya. Terlebih akun sosmed nya pasti banjir komentar - komentar nyleneh deh. Secara karena ketampanannya dirinya menjadi salah satu orang yang paling banyak dicari didunia maya.

Ah, sudahlah dia aja gak peduli sama aku. Ngapain aku peduliin tuu orang.

Dan sore itu,

" Es krim vanilla.!"

Aku tersenyum manis pada sahabat bawelku ini. Dia baru saja pulang kerja, sedang aku baru saja masuk kekamar sesaat setelahnya.

Kuulurkan es krim yang tadi kubeli sewaktu pulang dari kampus, dan ku simpan di freser.

Aku menatapnya hangat penuh binar. Berharap menularkan sedikit gairah hidup untuknya.

Berhasil, Arjuna ikut tersenyum. Seraya berterima kasih, saat menyambut es krim dari ku. Lalu kami duduk dilantai beralaskan karpet, menikmati manisnya es krim itu.

Andai pernikahan kita semanis es krim ini, Eh?

" Sudah seminggu lebih Jun. Dan kamu masih diam, pura - pura kuat. Kalau kamu gak lupa, ada aku yang masih sama seperti dulu. Masih sahabat kamu. Meski status kita seperti ini." Ucapku lirih, berharap dia masih sama seperti dulu yang tak segan bercerita apapun padaku.

" Kata orang, sakit didalam itu gak baik lama - lama ditahan. Bisa jadi penyakin, ntar.!" sambungku.

" Sok tahu banget, teori dari mana tuu?" sahutnya malah mengekeh, tanpa perasaan.

" Aku baik - baik aja kok. Baik diluar apalagi didalam.!"

" Ah..., Come on Jun, aku sahabatmu. Jadi gak usah bohong. Kamu pikir aku gak tahu? Diluar baik - baik saja. Tapi, didalam sekarat."

" Nah kamu, gak percaya. Mau liat yang didalam kalau aku baik - baik saja. " Dia menahan senyum sambil mengangkat sebelah alisnya.

Aku yang tadi banyak omong, langsung mingkem mendadak. Yang didalam apaan ?Yaa, kalau dalamanya saja XL, maka_ . Aku menggeleng saat bayangan tidak pantas sekelebat melintas di otakku. Astafirullah, Sepertinya jantungku sudah tidak normal. Dan otakku pasti sudah tidak waras.

" Luarnya aja kelem, ternyata mesum juga bu Dosen satu ini.!" katanya sambil menoyor kepalaku pelan. Seketika pipiku memanas.

" Yee, Kamu yang mulai. Udahlah, aku serius nii.! " sahutku merengut kesal. Dia hanya tertawa puas.

" Aah, sudahlah. Bersikap jadi istri yang baik salah. Tetap jadi sahabat juga salah. Kayaknya kita memang terjebak dalam keadaan ini selamanya. Mundur gak mungkin, melangkah maju apalagi." Sambungku berlalu begitu saja. Keluar dari kamar membanting pintu cukup keras.

Terkadang aku juga sangat kasihan pada Arjuna. Dia masih bisa tersenyum dan tertawa, pandai berpura - pura kuat. Seolah baik - baik saja dan tak pernah terjadi apa -apa. Padahal hati dan harga dirinya telah dikoyak oleh orang yang dia kasihi. Poor, Arjuna.

Aku yakin, saat ini pasti dia sedang menahan sakit yang luar biasa. Yaa, pasti dia sedang sekarat, karena dipatahkan sepatah - patahnya.

Bagaimana rasanya, pernikahan mewah telah didepan mata. Namun, sang mempelai wanita tak datang, pergi entah kemana.?

Pasti sakit serta malu. Harga diri seorang laki - laki dan keluarganya diinjak - injak sedemikian rupa.

Setiap kali aku bertanya, tentang keadaannya. Dia pasti mengatakan.

" Memangnya aku kenapa? Move on itu masalah kecil.!"

Atau.

" Aku baik - baik saja.! Kuat lahir dan batin. Silahkan kalau mau periksa.!"

Ah, bohong banget! Dia memang sangat pandai beralasan, hingga akhirnya aku kehabisan kata dan cara.

Sehari, dua hari, tiga hari dan hari - hari selama seminggu ini, dia masih kelihatan baik - baik saja.

Namun, dihari kedelapan tepat hari sabtu. Dan juga hari ini tepat tanggal resepsi pernikahan Arjuna dan Dafina. Jika saja pernikahan itu benar terjadi.

Pagi itu, setelah selesai mengurus pakaian kotor. Dan membantu menyiapkan sarapan, aku kembali kekamar.

Ternyata Arjuna, belum beranjak dari pembaringan. Masih terlelap didalam selimut.

Aku mengerutkan keningku, heran. Sebab tak biasanya begini.

Aku berjalan mendekat, " Jun, bangun dulu. Jangan karena hari sabtu bangun siang gini.!" Namun, tak ada jawaban. Tapu, kenapa wajahnya merah - merah gitu, apa dia sakit.?

Penasaran, aku beranikan diri untuk menyentuh keningnya. Tubuhnya panas.

" Yaa, Allah. Badan kamu panas Jun." kataku cemas sedikit panik.

" Sebentar yaa, aku ambil kompres dan obat penurun panas.!"

Dengan setengah berlari, aku segera turun kebawah. Melewati mereka yang sedang menikmati sarapan diruang makan.

Dasar, sinjunjun. Katanya kuat lahir batin. Apaan ngomong doank.

Terima kasih,

sehat selalu semua.

1
vivit nurhidayah
Luar biasa
Aulia Ananda
seru bgt ceritanya
Ade Diah
kok gitu...
Ade Diah
Baguslah ceritanya ampe nangis tadi...
Ade Diah
Baguslah ceritanya ampe nangis tadi... pas baca yang Juna bilang sepupu
Ade Diah
Luar biasa
Ade Diah
Banget ampe netes air mata saking sakitnya.
Elizabeth Zulfa
ini si kembar blm dikasih nama loh.. tpi udah gak up lgi smpek skrg..
IndraAsya
jejak 🐾
Intan Reni Agustina
bagus
Rha Shantika
good
Olivia Jasmine Arsend
alur ceritanya bikin aku nyesek thor.. jd ingat masa lalu 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Olivia Jasmine Arsend
cowok emang susah minta maaf klo punya salah yg ada kita yg kena omelnya
Olivia Jasmine Arsend
cowok emang susah minta maaf klo punya salah yg ada kita yg kena omelnya
Indrijati Saptarita
lanjuuuuuuuuutttt udah setahun lebih tuuu.....
Indrijati Saptarita
ngeselin amat yaa....
Bunda Salma
egois sekali nih orang tua, kenapa gak anak kamu yang kamu cecar... dia yang gagal move on dari mantan calon istrinya koq yg disalahin hana?
Dafina Delisha
sebel sama si Juna.. Kurang apa pengorbanan hana 😡😡
miramiramp
bikin baper, ceritanya bagus banget thor
Rully Salahudin
CCTV, Thor... bukan sisi TV
D€LLANØ ARZZ: typo nya kejauhan njirr😭🗿
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!