Malam itu Alea terbangun setelah menangis sepanjang hari karena Rey, sang kekasih yang tak datang ke acara pernikahan mereka. Alea berharap semuanya adalah mimpi buruk namun siapa sangka saat ia bangun dan membuka mata, itu lebih dari mimpi buruk
" Aku suamimu!" Begitu terkejutnya Alea dengan pria yang sedang duduk manis menampilkan senyum smirk yang menyebalkan untuk Alea, ia merasa kunang-kunang berputar dikepalanya
Bagaimana bisa presdir baru ditempatnya bekerja kini menjadi suaminya? Apa yang harus Alea lakukan dengan pria yang pernah menjadi cinta satu malamnya itu?
Ikuti kisahnya ➡️
Jangan tinggalkan jejak, like, rate dan vote
Salam hangat Author 🌞
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon irra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kabar baik dari Rey?
🍃🍃🍃🍃
"Alea putri zainal."
Setelah mengucapkan itu aku langsung menutup panggilanku. Entah kenapa aku sangat kesal melihanya tadi didalam mobil bersama Rey, pria itu aku ingin sekali menghajarnya
Aku tidak mungkin tidak mengenali Alea, wajah cantik nan manis itu masih kuingat meski kami tak pernah lagi saling melihat satu sama lain setelah tiga tahun
Pertama aku melihatnya aku merasa senang. Seperti sebuah keajaiban aku bertemu lagi cinta satu malamku, malam itu sangat indah dan tak pernah kulupakan sampai detik ini
Kucoba mempercepat jalanku, aku ingin memastikan lagi namun semakin dekat rasa senang itu perlahan hilang menjadi rasa kesal tatkala Alea seperti tidak mau aku mengenalinya, wanita itu menyembunyikan wajahnya dibelakang tubuh seorang pria yang tak lain adalah Rey
Apakah dia membenciku karena malam itu? Dan itu alasan dia meninggalkanku disaat aku sedang kesakitan? Aku mengepalkan kedua tanganku, rasanya kemarahanku akan segera meledak
Padahal aku hanya ingin menyapanya, untuk sekedar meminta maaf dan berterimakasih atas malam itu. Tak sempat kuucapkan padanya karena dia yang malah pergi sendiri
Selama ini aku selalu berpikir akulah yang salah, saat itu aku dibawa orang-orangku dalam keadaan tak sadar. Aku mengalami demam tinggi karena luka dibetisku dan dirawat selama beberapa hari
Aku selalu menyuruh semua orang mencari Alea, sejak dulu aku tidak pernah perduli dengan wanita yang sudah kutiduri, tapi Alea berbeda, dia masih virgin dan aku merusaknya malam itu
Lalu aku memutuskan masuk kedalam lift, kesal sekali rasanya melihat sambutan Alea seperti itu saat melihatku, aku tahu Alea juga mengenaliku hanya saja wanita itu berpura-pura tak mengenaliku. Sangat membuat tensi darahku naik
Dan hal yang lebih mengesalkan lagi adalah melihatnya bermesraan bersama Rey, diperusahannku, bisa-bisanya mereka. Aku marah saat itu kusuruh semua orang menutup kantin hari ini, dengan membentak dan menatap pada Alea, lagi-lagi wanita itu menunduk mencoba menyembunyikan wajah cantiknya
Dengan nafas naik turun karena rasa kesal didada, aku menghempaskan tubuhku keatas ranjangku yang empuk. Mengingat Alea, nama itu kudapatkan dati hasil pencarianku bersama Arini, aku menyuruh Arini mengambil semua data kariawan dengan alasan ingin mengenal mereka satu persatu, bukankah itu sangat aneh? Padahal aku hanya ingin tahu siapa wanita cinta satu malamku itu
" Dan." Suara cempreng itu memanggilku dari luar, aku langsung menutup kedua mataku
" Dan kamu belum makan malam." Ucapnya lagi membuatku muak dengan perhatiannya yang terus menerus sejak kedatanganku kembali ke Jakarta
Kurasakan elusan halus disekitar dadaku
" Hentikan Irene!" Bentakku membuk mata
" Kamu selalu kasar padaku." Kulihat wajah itu mulai murung
Aku mengabaikan Irene dan bergerak membelakanginya
" Daddymu ingin makan malam bersama." Ucapnya lagi seraya mengelus bahuku. Seiring berjalannya waktu, setiap sentuhan Irene selalu membuatku merasa jijik
Dulu aku sangat mencintai Irene, kami kuliah ditempat yang sama dan kami bersahabat sejak kecil karena rumah Irene yang berdekatan dengan rumahku
" Dan." Lihatlah begitu tidak malunya Irene, dia malah menempelkan tubuhnya, memelukku dan meletakan dagunya dilengan atasku
Jika dulu Irene memiliki tempat indah didadaku namun sejak bertahun-tahun lalu wanita itu sangat rendah dimataku. Itu memang salahku yang terlalu pengecut tak berani menyatakan perasaanku pada Irene
Sebuah pukulan besar menghantam dadaku malam itu saat tak sengaja aku membuka pintu kamar Daddy. Kulihat Irene dan Daddy sangat mesra, mereka tak memakai sehelai benangpun diatas ranjang, sedang tidur saling memeluk
Bisa dibayangkan betapa hancurnya hatiku melihat wanita pujaanku tidur bersama ayahku sendiri, padahal Irene sangat tahu Daddy senang sekali bermain wanita
Sejak saat itu aku menutup hatiku untuk wanita manapun, rasa sakit membuatku pergi dari rumah. Aku memutuskan melanjutkan kuliahku di LN dan sampai tiga tahun aku baru kembali karena Irene yang akan menikah bersama Daddy, sungguh wanita mata duitan, aku tahu dia bersama Daddy hanya karena uang. Jika bukan mana mau dia bersama pria yang seumuran ayahnya
Aku menahan semua rasa sakitku selama 7 tahun ini karena Daddy dan Irene. Melampiaskan semuanya dengan mabuk, main wanita dan sering berkelahi. Itu membuat Daddy kesal dan selalu menghajarku saat dia harus dipanggil kesekolah karena kesalahanku
Dan sejak saat itu Irene tahu, dia tahu perasaanku. Dia meminta maaf dan menyesali semuanya, tapi semua itu sudah terlambat, aku sudah terlanjur membenci Irene hingga detik ini, aku sangat membenci wanita bermata duitan itu. Bagaimana tidak mata duitan, Irene selalu meminta barang-barang branded pada Daddy, pengeluarannya sebulan bahkan menghabiskan miliaran rupiah, fakta itu semakin membuatku membenci Irene
" Kenapa ada wanita yang tidak tahu malu sepertimu? Kau pikir setelah yang kau lakukan aku mau padamu? Meskipun kau secantik dewi tapi kau bekas ayahku, memangnya kau pikir aku sudi mencicipimu!"
" Bukankah itu sangat kasar Dan?" Nada itu terdengar sedih
" Tapi meskipun begitu, aku tetap mencintaimu!"
" Cinta? Bisa-bisanya kau bicara seperti itu!"
" Aku menyadarinya sejak saat itu Dan."
" Tapi kau menikah juga dengan ayahku!" Aku tertawa jahat mrlihat wajah sendu Irene lalu bangkit hingga Irene sedikit tersungkur pada ranjangku, Daddy adalah pria bodoh, dia tidak tahu bahwa istrinya selalu berusaha mencoba menggoda putranya
" Aku sudah punya Rebecca, dia lebih menggoda darimu!" Ledekku lalu meninggalkan Irene menuju kamar mandi
Sekitar 15 menit aku membersihkan tubuhku dari keringat, aku keluar kamar mandi, kulihat Irene sedang membereskan seluruh pakaianku yang baru saja selesai disetrika bibi
Seperti biasa aku mengabaikan Irene yang bertingkah seperti istriku. Aku bahkan sengaja memakai pakaianku didepan Irene, wajahnya selalu memerah melihat tubuh tanpa busanaku
Lalu aku keluar dari kamar setelah memakai kaos hitam dan celana pendek hitamku. Aku menuruni tangga menuju lantai satu dimana Daddy sudah siap dimeja makan dimana hidangan yang terlihat lezat memenuhi meja tersebut
" Apa Irene masih dikamarmu?" Tanyanya
" Hmm." Jawabku mendudukan diri disampingnya yang duduk diujung meja
" Jangan selalu kasar pada Irene, dia wanita baik Dan, sudah bertahun-tahun ini dia berusaha menggantikan ibumu!"
Malas sekali aku menjawab perkataan Daddy, aku hanya sibuk mengambil makanan. Mana ada wanita baik mencoba menggoda putramu Dad?
Baru saja nasi ini akan masuk kedalam mulutku
" Malam kak!" Si Rey yang juga sok baik seperti kakaknya datang membuat nafsu makanku hilang
Lihatlah wajahnya sangat sumringah, berjalan mendekat dan tanpa disuruh duduk berhadapan denganku
" Apa ada kabar baik Rey?" Tanya Daddy
" Dimana kak Irene?" Tanyanya sambil melirikku yang juga menatapnya, aku meneliti semua yang ada pada Rey. Tidak ada yang menarik, dia kalah jauh denganku
" Ada apa kau mencariku Rey?" Rey tersenyum pada kakaknya, setelah Irene datang aku mencoba memakan kembali makan malamku
" Ada yang ingin kusampaikan dan ini sangat penting."
" Baiklah." Kemudian Irene duduk disamping adik kesayangannya
" Bulan depan aku akan menikah." Ucapnya membuatku terkejut dan langsung menatap Rey
" Menikah?"
" Ya kak, aku akan menikahi pacarku!"
" Alea?" Tanya Irene membuat jantungku berdegup
" Tentu saja, memangnya siapa lagi." Gerutunya
" Baiklah apa kamu membutuhkan sesuatu?"
" Tidak kak, aku sudah lama menabung untuk menikahi Alea." Irene tersenyum lalu mengusap pundak adiknya
" Kakak hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu!"
" Terima kasih kak."
" Rey, kak Leo akan membantumu." Lihatlah bukankah Daddy selalu baik pada keduanya
" Ah tidak usah kak, cukup datang saja bersama kakak ke pernikahanku." Saut Rey lalu melirikku
" Kau juga harus datang Danish!" Perintahnya, memangnya siapa dia?
Aku hanya mengangguk, sebenarnya sangat malas, aku tidak suka mendengar semua ini. Kenapa secepat itu mereka menikah?
-
-
bener2 lho. nasib perempuan dibuat rendah banget di novel. hanya dijadikan istri yg tersakiti. capedeee
terinspirasi ikan terbang banget blm lagi penuh dgn pelakor. seakan masalah rumahtangga selalu peremuan terobsesi.
Aku mampir
Salam kenal 💐❤️