Hidup seorang gadis muda yang biasa di sapa Caca harus menjadi berantakan karena dia harus mendekam di dalam penjara untuk menanggung kesalahan yang tidak pernah dia lakukan, dia menanggung semua itu hanya demi menyelamatkan kehidupan sang kekasih hati dan sebuah alasan
Tetapi apa yang dia dapatkan saat pertama kali keluar dari jeruji besi adalah sebuah pengkhianatan, dan sebuah kenyataan yang selama ini dia tak ketahui
Tiba-tiba saja Daniel Putra Perkasa seorang CEO muda yang sangat tampan mulai mendekati Caca dan memberikan Caca sebuah cahaya di dalam kehidupannya yang sudah berantakan, tetapi Caca tak mengetahui sama sekali bahwa semua yang Daniel lakukan hanya untuk menyakiti Caca
Apakah cinta bisa mengalahkan rasa benci? atau malah cinta mereka akan saling menyakitkan satu sama lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triana mutia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memulai Rencana
Setelah melihat Caca selesai makan dan meminum obat yang dia sediakan akhirnya Sindy pun mulai menatap Caca dengan serius dan membuka suara
"Sebenernya kamu kenapa? mbak harap kamu mau cerita ke mbak, setidaknya dengan begitu kamu bisa membagi beban hati kamu sama mbak"
Caca pun terlihat membuang nafasnya dengan kasar untuk mengurangi rasa sakit yang dia rasakan, tetapi tekad nya sudah bulat untuk mulai melanjutkan hidup nya dengan baik
"Kemarin aku lihat dengan mata dan kepalanya aku sendiri kak Leo selingkuh mbak," lirih
Sontak saja Sindy pun langsung memasang wajah kurang suka mendengar hal tersebut
"Tapi apa mbak tau yang paling menyakitkan dari pada hal itu mbak?"
Kedua bola mata Caca pun mulai berkaca-kaca, sedangkan Sindy hanya bisa terdiam sambil menggelengkan kepalanya
"Ternyata selama ini aku di bohongi sama mereka berdua mbak, ternyata kak Leo memiliki hubungan sama sahabat aku sendiri jauh sebelum menjalin hubungan sama aku mbak"
"Kurang ajar banget mereka!! terus apa maksud mereka berbuat gitu ke kamu?" menaikkan volume suaranya
"Ternyata mereka selama ini deketin aku supaya aku bantu Siska menyelesaikan kuliah dia dengan baik mbak," meneteskan air matanya
Wajah Sindy pun mulai terlihat merah akibat menahan amarah, tanpa banyak bicara Sindy langsung bangkit dari duduknya dengan aura yang menakutkan. Caca pun langsung menyadari apa yang akan di lakukan oleh Sindy
"Mbak mau kemana?"
"Mbak ga terima kamu di perlakukan begini sama mereka, mbak harus temui mereka dan buat perhitungan sama mereka." dengan tegas
"Tolong jangan temui mereka mbak" tersenyum
"Kenapa?"
Sindy saat itu menunjukkan wajah bingung akan sikap Caca, sedangkan Caca tersenyum bahagia karena dia bisa melihat bahwa masih ada orang di dunia ini yang tulus menyayangi dirinya
"Karena aku udah putusin untuk anggap mereka berdua orang yang ga penting di dalam hidup aku mbak, aku akan anggap ga pernah kenal mereka selama ini." penuh keyakinan
"Tapi mereka udah keterlaluan Ca, mbak ga bisa terima gitu aja"
"Tolong mbak, aku ga mau lagi punya hubungan apapun dengan mereka berdua. Aku harap mbak bisa mengerti dengan keputusan yang aku buat," tersenyum
"Apa kamu yakin mau lepasin mereka gitu aja?"
Caca menganggukkan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali, Sindy pun terpaksa mengalah karena kedua mata Caca menunjukkan dengan jelas bahwa dia tak ingin lagi berurusan dengan kedua pengkhianat tersebut. Sindy pun mendudukkan kembali tubuhnya
"Ya udah kalau itu memang mau kamu"
"Terima kasih ya mbak," tersenyum tipis
"Terus sekarang apa rencana kamu?"
"Aku mau cari kerja dan jalani hidup aku dengan baik mbak," dengan penuh keyakinan
Sindy pun tersenyum tipis mendengar hal tersebut, dia tau dengan pasti bahwa Caca adalah anak yang baik dan kuat. Dia hanya tidak menyangka bahwa Caca bisa sekuat itu
"Ya udah kamu sekarang istirahat dulu sampai benar-benar sehat, baru pikirin hal yang lain"
"Ya mbak, sekali lagi aku ucapin terima kasih ya mbak"
"Udah akh bilang terima kasih terus, kamu itu adek mbak jadi ya sudah seharusnya mbak begini." tersenyum dengan hangat
"Terima kasih ya mbak, mbak ga tau saat ini yang paling aku butuhkan adalah dukungan dari orang-orang yang ada di sekitar aku" tersenyum
Sindy pun memutuskan untuk keluar dari dalam kamar dan Caca merebahkan kembali tubuhnya, Caca yang belum bisa untuk kembali tertidur memutuskan untuk mencari ponselnya. Dan ternyata saat itu ponsel Caca dalam keadaan mati karena kehabisan baterai
"Ya ampun sampai mati sendiri handphone aku"
Caca pun segera mengisi baterai ponselnya dan saat Caca menghidupkan ponselnya, di sana terdapat banyak sekali panggilan telepon dan pesan dari Leo. Caca hanya merasa sedikit penasaran dengan apa yang di inginkan orang tersebut, dia pun mulai membaca pesan yang di kirimkan oleh Leo
"Kamu ada di mana Ca? aku ke rumah orang tua kamu tapi kamu ga ada di sana"
"Kenapa handphone kamu ga aktif Ca? tolong Ca jangan begini, aku bisa kasih penjelasan semuanya ke kamu. Tolong kasih aku kesempatan sekali lagi Ca, aku janji aku ga akan mengecewakan kamu lagi"
"Mau apa lagi sih orang ini? apa dia pikir aku ini terlalu bodoh"
Caca tak ada keinginan sama sekali untuk melanjutkan membaca semua pesan yang di kirimkan oleh Leo, dia pun langsung menghapus semua pesan yang Leo kirimkan dan memilih untuk memasukkan nomor Leo ke dalam daftar blokir
"Kamu pasti bisa Ca, orang seperti dia ga perlu di beri kesempatan kedua. Orang yang bisa berkhianat dengan mudah pasti akan melakukan hal itu lagi" menggenggam erat ponselnya
Sedangkan di tempat yang berbeda ada Rizal yang terus saja memikirkan tentang Caca, dia pun memutuskan untuk memanggil asisten pribadi nya dan memerintahkan sang asisten untuk mencari tau semua tentang Caca
"Setiap perempuan di dunia pasti akan enggan bila nama baik nya rusak, tapi kenapa dia malah memilih jalan yang berbeda? aku jadi penasaran sama perempuan ini"
Tanpa di sadari Rizal yang baru kembali ke kota itu untuk meneruskan sang papa melanjutkan perusahaan yang selama ini bangun mulai merasa ketertarikan terhadap Caca, Rizal benar-benar merasa penasaran akan alasan Caca yang sebenarnya. Dia pun berniat untuk mencari tau semuanya dengan jelas
Sedangkan di tempat yang berbeda Daniel sudah mulai menjalankan rencana yang telah dia siapkan, Daniel membuka lowongan pekerjaan di kantornya agar Sindy bisa memberitahukan hal tersebut kepada Caca. Langkah pertama yang dia inginkan adalah Caca berada di sekitar dirinya
Daniel berencana untuk membuat Caca jatuh hati padanya, dia juga akan membuat Caca merasakan sebuah kegagalan yang tiada duanya akan cinta palsu yang dia berikan. Dia akan membuat Caca merasa menjadi wanita yang paling beruntung di dunia ini sebelum dia menjatuhkan Caca ke dalam jurang yang terdalam
Dan di tempat yang berbeda masih ada Leo yang berusaha terus mencari tau keberadaan Caca, entah mengapa Leo merasakan penyesalan yang teramat besar dengan semua yang telah dia lakukan terhadap Caca
Selepas kepergian Caca dari apartemen nya Leo pun berusaha untuk mengejar Caca, tetapi sudah pasti Siska semakin terbakar cemburu melihat sikap Leo yang seperti itu dan langsung menghentikan Leo untuk mencari Caca
Untuk pertama kalinya mereka pun bertengkar dengan hebatnya, dan entah mengapa itu semua membuat Leo semakin yakin untuk memilih Caca menjadi pasangan hidupnya. Leo boleh saja berangan-angan tetapi dia tak mengetahui bahwa hati Caca sudah tertutup rapat untuk seorang Leo
"Rasa Yang Terpendam"