NovelToon NovelToon
Bila Nanti

Bila Nanti

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:48k
Nilai: 5
Nama Author: Wiwik Mayasari

Kisah Cinta berawal dari Jendela SMA di suatu pondok Pesantren

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wiwik Mayasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Jodohnya

Aku terpaksa mengikuti pria paruh baya yang tak lain adalah Tuan Boby, pria berumur 56 tahun yang masih terlihat sangat perkasa.

" Sayang ... Kamu disini sebentar ya " pinta tuan boby, yang tak lain adalah ayahku.

" Lhooooo ... Ada miranda " sapa seorang wanita muda ,yang usianya hanya berselisih sedikit denganku.

" Kenapa dady ... Tidak bilang, kalau miranda akan datang? tanya wanita muda itu

" hilda .... Ini dadakan "jawab Ayahku, kemudian mengambilkan air putih untukku.

" Kapan kamu datang kesini mir?"tanya wanita itu membuatku merasa muak

" sebulan yang lalu" jawabku ketus.

" mir ... Lupakan masa lalu, setidaknya ... Lihatlah masa depanmu, ada arjun yang siap menantimu" sambung wanita muda itu.

" Sudahlah ... Aku mau pulang " aku mencoba bangkit dan meninggalkan rumah mewah yang letaknya kurang lebih 15 km dari rumahku.

***

Sementara itu setelah sampai didepan rumahku ,dengan menumpangi taxi online.

aku segera masuk kedalam rumahku, yang sudah bersih dan wangi.

" Bu ... Miranda ... Kami menunggu ibu !!!" sahut kedua anak gadis itu sambil tersenyum kearahku yang berwajah lusuh.

" tadi ... Pak ferdi datang, katanya akan ada persalinan 2 jam lagi" kata aidha seraya tersenyum.

Setelah aku selesau mandi dan menggenakan seragam Dinasku, aku berniat segera menuju kerumah sakit malam itu.

Karena jarak rumah sakit dan rumahku tidak begitu jauh, aku memakai motor matic yang di pinjami ferdi.

" Mir ... kita harus segera melakukan operasi, karena bayinya kembar ,dan ibunya sudah kehabisan tenaga " kata ferdi terlihat panik

" ya sudah ... aku ganti baju dulu" tegasku ,kemudian segera berlari keruang ganti untuk mengganti baju dan mengambil alat-alatku.

2 jam kemudian ,operasi telah selesai dan berhasil, aku melirik jam tanganku yang sudah menunjukkan pukul 22.00 malam.

" Kita makan dulu yuk " ajak ferdi sembari mencuci tangannya.

" aku ... Belum lapar fer " aku menolak ajakan ferdi.

" Saya ... Mau bicara sama miranda" tiba-tiba fatimah datang sembari membawa dua buah nasi kotak.

" Bolehkan ... Miranda ?"tanya fatimah, ferdipin segera memberi ruang untuk aku dan fatimah.

***

Kami berbicara dikantin rumah sakit, dan aku melihat fatimah begitu sungkan menatapku.

" apa yang ingin kamu bicarakan ?"aku mencoba bertanya pada fatimah

" pernikahan kami ... Ternyata dipercepat mir " jawab fatimah , aku mencoba untuk menghela nafas sedalam-dalamnya.

" lalu ... Kenapa ?" aku bertanya lagi

" Apa kamu benar-benar ... Masih mencintai kak galang, apa kalian mau bersama ?" tanya balik fatimah seraya menatapku.

" Maksud kamu apa ? Aku sama kak galang belum pernah memulai hubungan ini, dan kami hanya ... Saling mengagumi ... Itu saja" aku menjawab dengan tegas.

" Kak galang, akan menikahi ... Aku ... Kalau kamu mengijinkan " sambung fatimah.

" kalau kalian mau menikah ,ya menikah saja ... Lagi pula ,bukankah yang seharusnya memberikan ijin itu umi dan abinya ... Kenapa harus aku ! " aku mencoba menatap balik fatimah.

" karena ... Jika memang harus ada pernikahan, ... Seharusnya saya menikahi ... Kamu dulu" kak galang datang ditengah-tengah obrolan serius kami.

" Saya ... Akan menikahi ... Fatimah sebagai wujud abdi saya kepada keluarga saya, dan saya akan menikahi kamu ... Sebagai pertanggung jawaban saya, atas perasaan cinta saya sama kamu" kata kak galang lagi sambil menatap kearahku.

" maksud Kak galang apa? " aku mulai bertanya sambil bangkit dari kursiku.

" saya akan menikahi kalian berdua ..." jawab kak galang membuatku tidak percaya.

" Aku mau ... Berbagi kak galang dengan kamu mir, karena sebagai seorang wanita ... Aku tidak ingin karena perjodohan yang dilakukan keluarga kami, ada hati yang tersakiti" sahut fatimah yang kemudian menghapus air matanya.

" Didunia ini ... Tidak ada wanita yang mau dimadu fatimah, sebesar apapun rasa kagumku ... Pada kak galang, sebesar apapun perjuangan yang akan kami lakukan ... Itu tidak akan bisa ... Karena aku bukanlah jodoh yang Tuhan kirim untuk kak galang" aku mencoba untuk terlihat tegar.

" Mir ... Beri aku kesempatan, aku tidak bisa melawan kehendak umi dan abiku, akan tetapi aku juga tidak ingin ... Kehilangan kamu " kata kak galang terdengar lirih.

" Maaf ... saya tidak bisa menerima permintaan kalian, jika kalian memang mau akan menikah ... Maka lakukanlah ... Dan saya juga ingat, jika waktu itu kamu ingin saya menjadi saksi dipernikahan kamu dan kak galang ... Saya akan datang ,dengan kebaya yang sudah kamu lilihkan untuk saya " aku mencoba untuk menatap fatimah sembari menahan rasa sakit hatiku.

" Selamat malam " sambungku kemudian berlari pergi dari rumah sakit itu, dan akupun mulai merasakan hatiku seperti tertusuk duri.

Hingga kantung mataku rasanya tidak kuat menahan air mataku yang sudah ingin tumpah.

" hiksssa....hikssss.... Mengapa harus bertemu ... Bila harus berpisah lagi ..." isakku sambil bersandar didinding depan toilet rumah sakit.

" kenapa ... Hatiku ... Sakit sekali " batinku sembari mencoba untuk tegar, namun aku tetap saja tidak bisa menahan air mataku.

" Kamu ... Bisa bersandar dibahuku mir" tiba-tiba saja ferdi datang menghampiriku untuk menawarkan bahunya.

Akupun langsung memeluk ferdi dan menangis dalam dekapannya.

" Menangislah mir ... Dan luapkan semua kesedihan kamu " kata ferdi sambil membelai rambutku.

" Ternyata ... Orang yang selama ini ... Aku tunggu, bukan jodohku ... Dan .... Dia akan segera menikah " isakku lagi.

***

2 hari kemudian menjelang pernikahan fatimah dan kak galang, aku mencoba hadir dihari bahagia mereka.

Kali ini aku memakai kebaya yang dibelikan fatimah untukku, dan aku juga membawa sebuah kado untuk fatimah dan kakak galang.

" kenapa kamu datang ? Bukankah ... Saya sudah melarang kamu datang ?" tanya umi laila menghadangku

" saya ... Hanya tamu ... Dan jika umi ingin bertanya, kenapa saya datang ... Sebaiknya tanyakan kepada menantu kesayangan anda " jawabku kemudian duduk di kursi yang tekah disediakan.

" apapun alasannya, seharusnya ... Kamu menolak ... Dan saya minta sekarang kamu pergi ...." bentak umi lalila kemudian mendorongku.

Dan saat umi laila akan menamparku, tiba-tiba saja ada tangan kekar yang menangkapnya.

" Hei ... Bukankah ... Saya sudah bilang, berani kamu menyentuh putri saya, kamu akan berhadapan dengan saya " bentak ayahku yang datang untuk menyelamatkanku.

" ayahhhh ...." sapaku sambil mengusap air mataku.

" Apa yang kamu lakukan disini miranda ! ayah meneriakiku dan sambil menatapku dengan tajam.

" aaaakuuuu .... " tentu saja aku tidak bisa menjawabnya.

" Sekarang juga ... Dady ... Akan segera menikahkan kamu dengan arjun " kata ayahku kemudian menarikku pergi dari rumah kak galang.

Akan tetapi kali ini kak galang terlihat menghentikan langkah ayahku.

" Mingir kamu ... " bentak ayahku sambil mendorong kak galang yang tiba-tiba ingin menghentikan langkah ayahku.

" Pak boby ... Saya ... Mencintai putri bapak " jata kak galang tiba-tiba , aku melihat ayahku kemudian tertawa dan meminta anak buahnya memukuli kak galang hingga babak belur.

" Dengar ... sampai matipun, saya tidak rela ... Putri saya menjadi menantu dikeluarga busuk ini " caci ayahku sembari menatap tajam kearah kak galang yang wajahnya terlihat memar karena pukulan anak buah ayahku yang sangat keras.

" Mirandaaaaaaa .... " teriak kak galang sembari mengejarku, akuoun dengan sekuat tenaga, mencoba untuk melepaskan diri dari ayahku.

" kak ... Galang ... Kak .... Galang " aku memberanikan diri untuk mengusap wajahnya untuk pertama kali, dan aku melihat tangan kak galang menghapus air mataku.

" Tarik tangannya ..." tiba-tiba umi laila meminta alif untuk menarik tangan kak galang, dan ayahkupun menggendongku secara paksa untuk pergi dari tempat itu.

1
Fitri Nur Hidayati
lindungi melisa dan kinan thor. cukup sudah ujian mereka di masa lalu.
Fitri Nur Hidayati
waduh kok ada bumbu pelakor dan pebinor lagi thor. kasihan kinan miranda. baru aja rujuk.
Fitri Nur Hidayati
lindungi mereka dari pelakor dan pebinor thor. kasihan.
Fitri Nur Hidayati
satukan lagi cinta kinan miranda thor.#edisihalu
Wiwik Mayasari
amin, Terimakasih kakak jangan lupa follow akun kami ya 😀
Fitri Nur Hidayati
semoga kinan selamat, putri2nya selamat dari calon ayah tiri kejam
Wiwik Mayasari
nanti akan di berikan titik penyelesaian di bab berikutnya kakak 👌😀,sedikit di berikan sentuhan agar pembaca bisa turut memberi pencerahan /Smile/
Restu Ningsih
disini peran abi seorang kemuka orang yg jd panutan, tp kok memberi contoh tdk baik....
maaf ini yg aq rasakan saat mencerna bacaan ini
Wiwik Mayasari
/Smile/
Fitri Nur Hidayati
waduh kok ruwet dadak ana Nayla barabg ki apa?
Wiwik Mayasari
maka dari itu, tidak semua bisa dilihat dari pandangan semata saja 😅salam kenal kakak
Wiwik Mayasari
hehehe ... jangan lupa follow ya kak 😃
Nisa Amalia
haddduhh kebayang itu pipi Galang kena tampar 2x
Nisa Amalia
cieee...berbunga-bunga ni yee
Nisa Amalia
/Facepalm/ hahaha ada2 aja
yani suko
drama bangeett sih
yani suko
thor...masak istri seorang Kyai perilakunya kasar spt itu
yani suko
Lag kok gitu sih....sangat tidak bijak pemikirannya
masak krn patah hati trus buka hijab
Wiwik Mayasari
terus pantengin cerita kami ya kak 🙏
Wiwik Mayasari
/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!