NovelToon NovelToon
SELINGKUH BALAS SELINGKUH

SELINGKUH BALAS SELINGKUH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Poligami / Patahhati / Balas Dendam
Popularitas:632.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rini Jayanti

Alisa, diselingkuhi suaminya sendiri, Yogas, karena penampilannya tak menarik dan kolot. Dia tak disukai mertuanya dan sering dimanfaatkan, dia juga mempunyai ibu dan adik tiri perempuan yaang tidak menyukainya.

Alisa bertekad untuk balas dendam, dia melakukan make over yang direkomendasikan sahabatnya di salah satu salon terbaik. Alisa ingin membuat Yogas menyesal dan menggaet banyak pria mapan dengan membalik keadaan.

Setelah Alisa berubah cantik, Alisa bertemu dengan Evan. Pria tampan yang ditemuinya saat pesta ulang tahun tempat perusahaannya bekerja.

Yogas melihat Alisa berubah cantik dan menyesal agar hubungan mereka dapat diperbaiki.

Ibu tiri dan saudari tirinya sangat iri melihat Alisa berubah cantik dan dekat dengan Evan, dia melaporkan pada ayahnya jika Alisa dekat dengan pria lain dan berharap agar ayahnya mengusir Alisa dari rumah karena menyelingkuhi Yogas dan membuat malu nama keluarga.

Apakah usaha Alisa berhasil?

***

Cover from dreame_design2021

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini Jayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Rela Berbagi Suami

Pukul 11 malam Alisa baru sampai ke rumahnya. Mobil chevrolet hitamnya sudah terparkir sempurna di halaman rumah. Sesuatu Alisa rasakan, heran kenapa lampu kamar tamu menyala. Setahunya kamar tamu itu tidak ada yang menempati dan selalu dibiarkan gelap.

"Apa ada tamu ya?" tanyanya heran.

Knop pintu belakang yang mengarah ke samping rumah ia buka. Suasananya sudah sepi dan hanya ada sisa-sisa seperti sudah ada penerimanaan tamu. Dilihat dari cangkir-cangkir bekas pakai yang biasa dipakai menjamu di wastafel.

"Kamu baru pulang, Lis?" Ratna baru keluar dari kamarnya, pelan-pelan ia menghampiri Alisa, memindai penampilan Alisa. "Kamu habis dari mana? Ko pakai gaun segala?"

"Alisa habis ada acara perayaan pesta ulang tahun kantor, Ma. Maaf, tadi Alisa gak pulang dulu. Waktunya mepet," jawab Alisa jujur.

Ratna merengut nampak tak senang dan berakhir dengan melengos pergi sambil berdecak.

"Harusnya kamu itu izin sama suami kamu atau tinggalkan kabar sama orang di rumah. Sebelumnya kamu tidak pernah pergi tanpa bilang dulu." Mertuanya duduk tenang menarik kursi meja makan tanpa menimbulkan suara.

"Aku udah nelpon mas Yogas, tapi gak diangkat. Salahnya aku gak ngasih kabar. Aku ke kamar ya, Ma. Udah ngantuk, mau langsung istirahat." Alisa pamit dengan senyum tipis, berlalu meninggalkan ruang makan. Namun ia berhenti begitu mengingat lampu kamar tamu yang menyala. Kemudian Alisa berbalik dan berniat bertanya pada mertuanya. "Oh ya, Ma. Siapa yang ada di kamar tamu? Kenapa aku lihat lampunya menyala?"

Wajah Ratna mendadak pias, bola matanya bergerak ke arah lain seakan sedang mencari alasan.

"Oh itu tadi Mama habis bersihin, takut berdebu. Lupa belum matiin lagi lampunya," jawabnya berkilah.

"Kalau gitu aku matiin ya, Ma. Sekalian ke kamar."

"Jangan!" tahan Ratna, sambil bangkit menghampiri Alisa. "Jangan, biar Mama aja. Kamu ke kamar dulu, kamu kan capek. Besok harus kerja pagi-pagi kan?"

Alisa melirik tangan Ratna yang memegang tangannya sebagai upaya menahan dirinya untuk ke kamar tamu, membuat Alisa semakin heran merasa Ratna sedang menyembunyikan sesuatu.

"Oh ya, Lis. Boleh tidak kamu pinjemin Mama uang. Mama lagi butuh banyak untuk beli tas baru, kamu tau kan kalau minta sama Yogas pasti banyak pertanyaannya dan Mama males jawabnya. Rencananya Mama mau ganti setelah akhir bulan ini pas dapat penghasilan bulanan dari penjualan peternakan kita di Bandung." Tak salah Ratna bersikap manis bahkan tangannya bergelayut manja di lengan Alisa.

"Mama butuh berapa?" tanya Alisa tanpa basa-basi.

"Dua puluh lima juta aja, perlunya dua puluh juta. Tapi, yang lima juta buat biaya Mika mau study tour ke Bali dari sekolahnya. Tapi, kamu jangan bilang-bilang Yogas ya?" pintanya penuh harap.

Alisa terpaksa mengangguk, "Iya, Ma. Nanti Alisa kasih Mama besok ya, Alisa transfer ke rekeningnya Mama."

"Makasih ya, Lis. Berkat kamu, Mama akhirnya jadi beli tasnya." Ratna pura-pura berterima kasih dan memeluk Alisa walau dalam hati ia merutuki diri Alisa yang gampang dibodohi.

*

Setelah membersihkan wajahnya dan berganti pakaian, Alisa masih termenung seorang diri. Hatinya bertanya-tanya, sudah dua malam suaminya tidak tidur di rumah. Ia juga tidak tahu sekarang suaminya di mana.

"Di mana mas Yogas? Apa dia sedang bersama Naura?" Tanpa terasa Alisa merasakan hatinya tersayat. Setelah mencoba bersikap tegar dan merasa dirinya kuat hingga ingin balas dendam, nyatanya tidak membuatnya sekuat itu. Hatinya tetap rapus, ia tetap seorang wanita biasa.

Perlahan air matanya mulai menetes membasahi pipinya. Kini ia seorang diri dan hampa, meratapi nasib seorang wanita yang di duakan cinta.

"Percuma cantik kalau pada dasarnya suamimu tukang selingkuh," lirihnya dengan nada sinis.

***

Mata Alisa mengerjap beberapa kali, samar-samar ia mendengar seseorang berada di kamar mandinya. Semakin jelas ia mendengar suara pria bersiul. Alisa pastikan suara itu adalah suara suaminya.

Disibaknya selimut, Alisa bangkit dan mencepol rambutnya terlebih dahulu. Ia berjalan menuju kamar mandi dan mengetuk pintunya.

Baru akan mengulang kedua kali, pintu kamar mandi sudah terbuka. Alisa melihat suaminya selesai mandi dengan tubuh bawahnya yang tertutupi handuk.

"Mas, kamu dari mana aja?" tanyanya dengan ekspresi wajah heran. Karena setahunya Yogas tidak pulang dan pagi sekali sudah selesai mandi.

"Aku lembur kantor, sayang."

Kening Alisa mengernyit dalam, apa ia tidak salah dengar kata terakhir yang diucapkan suaminya.

Dengan santainya, Yogas melewati Alisa yang sedang berpikir banyak di kepalanya. Ia mengambil pakaian kerjanya di dalam lemari dan mengenakannya seperti biasa di depan Alisa.

"Dua malam ini kamu tidur di kantor?" Alisa tak kuasa menahan dirinya yang masih mengharap rumah tangganya baik-baik saja tanpa kehadiran orang ketiga.

Bahkan Alisa melingkarkan tangannya mendekap dada Yogas dari belakang.

"Aku tidur di kantor, Lisa." Yogas memutar tubuh saling berhadapan. "Kamu rindu kita seperti dulu kan?" tanya Yogas parau.

Alisa mengangguk lemah, jujur ia memang rindu perlakuan hangat suaminya sebelum wanita yang bernama Naura itu datang.

"Aku juga rindu, Lis." Bibir Yogas mendekat dan mendaratkan ciuman singkat di bibir Alisa. "Tandanya kamu rela jika dimadu, Lisa?"

Tatapan mendamba berganti jadi kekecewaan yang mendalam. Alisa menepis tangan Yogas yang sedang menangkup wajahnya.

"Aku tidak rela berbagi suami dengan wanita lain, Mas. Aku nggak rela," ucapnya sendu. Bibirnya sudah tertarik ke bawah bersiap melepaskan linangan air matanya lagi. "Apa Mas nggak bisa ngelepasin dia? Apa dia terlalu berharga buat Mas?"

Yogas menarik napas dalam-dalam.

"Aku nggak bisa, Lis. Aku tetap akan nikahin dia, maaf."

Merasa cintanya disia-siakan Alisa inginnya mengambil keputusan antara bertahan dan pergi dari kehidupan Yogas. Namun, kenyataannya hatinya seakan tak rela membagi suaminya dengan wanita lain.

"Aku akan adil pada kalian berdua, kalau perlu kalian tinggal dalam satu rumah, kalau kamu keberatan aku akan membelikan rumah baru untuk kamu biar Naura yang tinggal di rumah ini dengan Mama. Gimana, kamu setuju? Nanti aku bagi waktu untuk kalian."

Mendadak air mata Alisa berhenti dan menatap suaminya tak percaya.

"Sinting!" Alisa melengos pergi dari hadapan Yogas dan mengunci dirinya di kamar mandi.

"Lis, coba katakan apa yang kamu mau? Kalau kamu gak setuju tinggal di rumah baru, biar Naura yang tinggal di rumah baru dan kamu tetap di rumah ini."

Tetap tidak ada jawaban dari Alisa.

"Lis." Panggil Yogas.

"Aku nggak mau, Mas. Aku nggak mau dimadu!" Teriak Alisa dari dalam. "Aku tidak rela berbagi suami!" sambungnya dengan suara bergetar hebat.

***

Gimana part ini, Bunda-Bunda?

1
Gusnila Wati
Msh lah kpn ini ada episode berikutnya
Tiwik Firdaus
cari kontrakan sendiri aja.lis dsripada kamu malah berselisih terus dengan ibu tirimu
Tiwik Firdaus
pergi dari rumah itu dan minta cerai saja
Tiwik Firdaus
minta cersi aja lisjanganjadi wanita bodoh
Yani Cuhayanih
Wadaw ko jd merembet ke mami morena....pingin cepat punya mantu
Yani Cuhayanih
Hore hore Hore libur telah tiba hatiku gembira maaf maksudnya rencana balas dendam Alisa akan segera terwujud ..hore....
Yani Cuhayanih
Good job aku suka Alisa....
yustina arie
lanjut thor
Dewi Purnamasari
guds...
Yati Yati
bls dendam terbaik dan menyakitkan adalah merubah diri menjadi lbh baik lbh ctk lbh tegar dan happy
Femmy Chantik
bagus
Ikoh Zia
keren..menurutku begitu dari pada jd istri di selingkuhi mewek aja gak mau berontak
Tri Soen
Alisa jangan mau donk kasih uang ke mama Rika enak aja sama kamu aja gak suka tapi uang nya mau ...
Tri Soen
Duuuuh gimana gak nyesek ya Alisa keluarga Yogas mlh welcome sama pelakor 🙄
Tri Soen
Mampir ya....
Izana Asnawi
Thor....klu BLH selesaikan dlu crtax Bru pindah ke crta yg lain klu bgni pembaca jadi kcwa dan udah nggak respect lgi SMA crtax Krn trllu lama nunggu upx thor.maaf ya....bkn mau protes atau bgmna hanya sayang sja Krn trllu lama nunggu🤭🤭🙏🙏 lanjut n semngt trus upx💪💪💪
Hanifa Elsa Rapsanjani
thor tiap hari aku buka, tapi koq gak pernah up, lanjutin dong
efridaw995@gmail.com
sering kali di sini novel yang alurnya ngegantung gak jelas gak tau apa penyebabnya
Anah Raditya Arrasya
sebenrny novel msh lanjut ga seh ko udh 6 bln ga da kelanjutan nya.lebik baik di tamatin ja.thor biar raider ga nunggu"up ny
Nadine'Nurshifa Ayang'a BunDa
masih thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!