NovelToon NovelToon
Mentari

Mentari

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Fantasi / Tamat
Popularitas:205.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fenti

"Kamu sengaja tidak ikut makan malam saat saya dirumah kamu?" Tanya Arka

"Ketiduran pak" jawab Mentari asal

"Apakah Aldi mengetahui kebohongan mu ini?.. saya sangat tau kalau orang itu bohong atau tidak" ucap Arka membuat Mentari diam tidak berkutik

Kira-kira apa yang terjadi yaa?
.
.
.
Semoga suka😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fenti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 5

10 menit kemudian mentari selesai makan, ia pulang rumah karena menurutnya hari sial dan keberuntungannya jadi satu hari ini. Mentari memegang tote bag dengan memesankan makan di gofood untuk Rionaldo khusus makan sore dan malam.

Baru selesai pesan langsung mengirimkan pesan untuk Rionaldo

✉️ "Ri, aku sudah pesankan makanan nanti besok siang aku ke apartemen mu.. soalnya aku bimbingan besok pagi jam 8 dikampus" mentari mengirimnya lalu ia lanjut pesan taksi online pulang rumah.

Rionaldo yang lagi santai sambil nonton tv karena badannya sudah enakkan tinggal tenggorokannya saja yang masih sakit mendapat pesan dari Mentari seperti itu, tidak tau kenapa ada perasaan kecewa yang menghampiri

"Ini anak, katanya mau datang bawakan makanan eehhh tau-tau dipesankan.. kalau itu aku bisa pesan sendiri juga kali" ucap Rionaldo seorang diri di apartemennya

Rionaldo membalas pesan Mentari

✉️ "kalau gak bisa tepatin janji jangan berjanji"

Mentari yang baru sampai depan rumah mendapat pesan dari Rionaldo seperti itu bukan marah malah ia ketawa sembari ia balas pesan Rionaldo

✉️"heee, aku ini lagi sial dikampus jadi jangan balas pesan aku seperti ini nanti kesialanku hari ini saya bawa diapartemenmu yang kotor itu"

"Makanya jangan asal bisara" ucap mentari kepada ponselnya lalu memasukkan ponselnya dalam tas, hari ini ingin melupakan perasaan kesal kepada pak Arka dengan bersantai dirumah.

"Assalamualaikum bunda" ucap Mentari setelah masuk dalam rumah

Ibu Anita yang lagi duduk santai menoleh kesumber suara lalu menjawab "wa'alaikumussalam, sana makan.. bunda sudah masak"

"Kenyang bunda, ada orang baik yang bayarin makanan mentari di kantin" jawab Mentari lalu ke kamarnya

""Siapa?" Tanya bunda Mentari penasaran

"Gak tau bunda" jawab Mentari yang masih mendengar pertanyaan bundanya itu

Berbeda dengan Rionaldo membaca pesan dari mentari dengan suara tawa yang menggelegar "dasar anak aneh, emang ada kesialan dibawa-bawa.. it's oke tidak masalah lagian makanan yang dipesankan enak juga" Rionaldo bicara seorang diri diatas tempat tidur.

...*****💛💛💛*****...

Senja yang begitu cepat terbenam bersama cahaya indahnya tidak terasa bintang-bintang sudah mulai muncul begitupun dengan bulan yang nampak indah dan meneduhkan.

Malam yang begitu sempurna dengan bintang-bintang yang indah membuat orang yang menatapnya merasa nyaman.

Mentari duduk diteras rumah sambil menatap bintang-bintang di langit dengan senyum diwajahnya dan berbisik dalam hati

"indahnya dirimu bintang tanpa kamu langit pasti terasa hampa" batin Mentari yang masih setia menatap langit itu

Aldi yang hendak keluar untuk makan malam dengan temannya, melihat adiknya yang lagi menatap langit dengan senyum yang tidak luntur dibibirnya ia mengganggu adiknya dengan cara mengagetkannya

"Bah" sambil menepuk pundak Mentari

"Astaga kak, bikin jantung mau copot aja kak" ucap Mentari menatap kakaknya dengan tajam sambil mengusap dadanya

"Santai" ucap Aldi sambil jalan menuju mobilnya, "kakak jalan dulu ya mau makan malam dengan teman-teman kampus kakak" sambungnya sambil melambaikan tangan kepada adiknya itu yang masih kesal padanya

"Teman-teman kakak pasti tingkat stressnya tidak jauh beda dengan kakak,. Kalau ada teman kakak yang waras tolong bungkuskan untuk aku ya" ucap Mentari lalu masuk dalam rumah tanpa menungu jawaban kakaknya

"Makanya jangan suka bikin orang kesal" mentari masuk dalam rumah sambil komat-kamit melewati ibunya "bunda aku tidur dulu ya" sambungnya

"Haaaa" hanya itu yang keluar dari bibir ibunya mendengar ucapan Mentari yang mau tidur baru jam 7 malam itu

Aldi dalam mobil tercengang mendengar adiknya mengatakan dirinya orang stress "itu anak bicara gak mikir" ucapnya lalu menarik pedal gasnya keluar dari halaman rumah menuju restoran.

Mentari kesal dengan kakaknya yang selalu ngagetin ditambah Rionaldo yang sensitif tidak kalah jauh dengan asdos pak Bagus yang tegangan.

Mentari membuka laptopnya ingin melihat kembali proposalnya kata pak Arka "proposalnya sangat fatal", ia membaca dari lembar pertama sampai selesai menurutnya tidak ada yang salah-salah amat hanya sebagian tapi namanya mahasiswi yang lagi bimbingan kalau benar semua ngapain bimbingan tinggal seminar.

"Pak Arka ini, sengaja patahin semangat mahasiswinya, proposal aku nyambung aku susun, sumbernya pun jelas" ucap Mentari lagi setelah berulang kali membaca proposalnya,

"besok aku harus datang cepat kekampus kalau masih banyak yang salah harus minta tolong sama kak Aldi dari pada gak cepat wisuda" sambungnya lalu mematikan laptop dan mencoba menelfon Siska

📞 "Assalamualaikum sis, apa kabar?" Tanya mentari

📞"Wa'alaikumussalam, Alhamdulillah baik.. jalan-jalan yuk?" Ajak Siska

📞"Wah kebetulan aku lagi boring dirumah.. kemana dan kapan?" Tanya Mentari semangat

📞"Katanya ada taman baru dekat perusahaan papa kamu"

📞"Besok aja kalau gitu, sekalian mau lihat kak Aldi jadi bos baru diperusahaan papa"

📞"Ohhh, oke.. Sekarang lagi ngapain nih?" Tanya Siska karena mereka berdua sudah lama ketemu semenjak mengurus skripsinya

📞"Lagi rebahan aja, eehhh Rionaldo lagi sakit udah jenguk?" Tanya mentari

📞"Udah, kemarin aku telfon kirain dia dikampus ternyata diapartemennya lagi sakit jadi aku kesana sekalian bawain obat tapi kemarin itu gak tau minum obat atau tidak secara tidak ada makanan, aku tawarkan jasa aku untuk masakkan nasi dan lauk, dia gak mau" jelas Siska dan mentari kembali terputar kejadian kemarin kalau dirinya masakkan bubur untuk Rionaldo

📞"Masa sih?" Tanya lagi Mentari seakan tidak percaya dengan ucapan Siska

📞"Iya, tapi sudah dulu ya, lagi perbaiki proposal hasil bimbingan aku tadi nih.. kamu gimana?" Tanya balik Siska

📞"Boro-boro mau perbaiki, asisten dosen yang aku dapat itu membuat saya ingin kuliah lima tahun sis" ucap mentari kesal mengingat tadi siang ingin bimbingan malah dikata-katain sama pak Arka, "tau gak sis, pak arka bilang proposal aku salah, siapa yang tidak stress coba, seandainya aku bisa pindah planet aku mau pindah planet aja atau tidak aku pindahin aja pak arka di planet lain" sambung Mentari menggebu-gebu

📞"Segitunya pak arka sama kamu, tapi pak arka itu siapa?" Tanya siska lagi

📞"Asistennya pak bagus,.. siapa yang dapat asisten dosen yang sama kayak aku, supaya bimbingan sama-sama.. aku pusing sis kalau sampai ruangan pak Arka bukan bimbingan malah dikatai-katai seenaknya" mentari sudah mengeluh walaupun baru 2 kali dengan tadi siang bimbingan

Siska mulai berpikir siapa yang satu pembimbing dengan Mentari tetapi teman-teman satu kelas atau jurusan lain tidak ada yang pernah sebut pak Arka

📞"gak ada kayaknya, secara pak arka itu asdos baru difakultas kita, tapi asdos kok bisa membimbing?" siska mulai berpikir dengan jabatan arka i ini dikampus

📞"Masa hanya aku, pasti banyak teman-teman yang bimbingan sama beliau, dimana-mana dosen itu membimbing lebih dari satu.. aneh sekali kalau hanya aku tidak ada yang lain dan aku yakin pak arka itu hanya mengaku asdos tapi dia dosen, ucap mentari lagi yang tiba-tiba otaknya encer

📞"benar bangat, dia hanya mengaku asdos tapi dia dosen di fakultas kita.. Tunggu aja besok, siapa tau besok sudah ada teman kamu yang mau bimbingan sama-sama" ucap siska lagi menyemangati Mentari.

📞"Iya, terima kasih ya sis" ucap Mentari sebelum mematikan sambungan telefon

📞"Sama-sama, matiin sambungan telefonnya aku lagi sibuk nih.. hehehehe" ucap Siska

📞"Iya mbak Siska yang super sibuk.. kekampus besok ya jam 8 pagi" ajak Mentari lalu mematikan sambungan telfon

Siska lanjutkan kerja proposal sedangkan Mentari lagi baring-baring diatas tempat tidur sambil memikirkan cara apa supaya asdos Pak Arka tidak membuatnya lama dikampus

Berbeda jauh dengan Aldi yang baru sampai restoran fajar disambut oleh Arka yang sudah menunggunya.

"Maaf bro, sudah lama sampai?" Tanya Aldi sambil jabat tangan

"Belum, duduk" Arka mempersilahkan Aldi untuk duduk

Arka memanggil pelayan untuk pesan makanan, setelah pesan makanan mereka menunggu 5 menit pesanan mereka berdua sudah datang dan siap untuk dihidangkan.

"Kita makan" ajak arka lagi

Mereka berdua pun makan sambil ngobrol, ketawa-ketawa sesekali mereka menyinggung soal perempuan.

"Kapan?" Tanya aldi kepada Arka

"Kapan apa?" Tanya balik Arka yang tidak mengerti sambil menyuapkan makanan dalam mulutnya

"Pelaminan bro" ucap Aldi sambil menaikkan alisnya, "supaya gak bosan hidup" sambung Aldi lagi

"Heee,.. bosan hidup?... kayak aku mau bunuh diri saja" jawab Arka sambil mengangkat pisaunya yang habis potong steak

"nanti aku undang kalau nikah"

"Pertanyaannya sudah ada atau belum?.. jangan-jangan belum lagi" Aldi curiga kepada Arka kalau Arka belum punya calon

"Makanya carik..." Ucapan Arka terpotong karena Aldi mengangkat tangannya

"Adik aku menelfon" ucap Aldi lalu angkat telfon

📞"Assalamualaikum, iya.. oke..banyak maunya amat ini anak..oke" ucap Aldi ditelfon bersama Mentari sedangkan arka hanya menyimak apa yang mereka bicarakan

"Kenapa adik kamu?" Tanya Arka

"Minta dibeliin es krim kalau pulang dari sini" jawab Aldi lalu lanjut memotong steaknya

"Oohhh, memang anak kecil seperti itu" jawab Arka menurutnya adik temannya ini adalah anak kecil yang umuran 10 tahun sedangkan Aldi hanya menaikkan pundaknya malas dan lanjut makan.

Mereka makan tanpa satu orang pun mengeluarkan suara hanya fokus dimakanan mereka yang tiba-tiba ponsel Aldi kembali bergetar

Aldi kembali melihat ponselnya "hhmmm.. kirain siapa" ucap Aldi lagi

"Siapa?" Tanya Arka

"Siapa lagi kalau bukan tukang es krim" jawab Aldi lalu memasukkan ponselnya dalam saku celananya

"Es krim lagi?" Tanya Arka dan Aldi mengangguk sambil menaikkan tangannya satu

"Apa lagi kalau bukan itu... Itu anak gak pernah berubah. Aku kira setelah pisah 4 tahun pas pulang sudah berubah ternyata masih sama, kadang bikin kesal" tutur Aldi ingat Mentari yang kadang ia membuatnya kesal

"Hahaha.. bandel?" Tanya Arka lagi

"Begitulah Ar, sebelum aku kesini sudah mengatakan kalau kamu tingkat stresnya sama kayak aku" ucap Aldi lagi yang mengundang tawa Arka, "kenapa kita bahas adik aku ya" sambungnya lagi setelah mereka sadar kalau dari tadi yang dibahas adalah mentari

Mereka berdua kembali makan sampai selesai lalu Arka ke kasir untuk bayar dan mereka pulang, tiba diparkiran mobil Arka dan Aldi hendak berpisah

"Ar, makasih ya sudah traktir, kapan-kapan aku juga yang traktir" ucap Aldi sembari ia senyum

"Iya, santai bro.. kapan-kapan aku main kekantor kamu" ucap Arka ingin sekali kekantor sahabatnya itu, lalu mereka pisah menuju mobil masing-masing untuk pulang.

Berbeda dengan Rionaldo lagi fokus kerja proposalnya untuk bimbingan besok. Meskipun masih demam tapi memaksakan diri untuk kerja proposal. Rionaldo sudah mulai capek ditambah batuk-batuk yang membuatnya ingin rebahan.

Disisi lain Mentari masih enak tidur yang tiba-tiba kepikiran dengan bimbingan besok pagi jam 8

"Besok aku bimbingan sama pak Arka, gimana ya cara menghadapi pak Arka" mentari bingung campur takut yang membuatnya tidak bisa tidur

Mentari mulai bangkit dari tempat tidurnya dan cuci muka lalu ia mengambil laptopnya untuk membaca ulang proposalnya sebagai bekal besok menghadapi Pak Arka.

Mentari mulai fokus membaca dan ia memilih untuk membaca sambil berbaring "sepertinya lebih cepat mengerti ini, dari pada duduk bikin sakit pinggang" lirihnya sambil memijit pinggangnya dengan tangannya sendiri sambil sesekali memejamkan mata, ia menikmatinya walaupun ia pijat sendiri. Namun jauh dari kendalinya, awalnya hanya memejamkan mata sekarang malah ketiduran sampai bunyi alarm di jam Beker disamping tempat tidurnya dia tidak dengar.

"Sekarang sudah jam berapa ya?" Ucapnya seorang diri dengan melihat jam bekernya diatas meja

Mentari menatap jam bekernya "sudah jam 3 pagi, tidur lagi sekitar 1 jam" batinnya lalu kembali menarik selimut dan memperbaiki posisi tidurnya

Jam Beker kembali berdering setelah satu jam kemudian, ia menarik selimut untuk menutupi telinganya dan tidak lupa bantal sebagai penutup telinganya. Mentari kembali tidur dengan pulas tanpa mendengar jam bekernya berdering sampai jam 6 pagi, ia tersadar setelah mendengar ponselnya berdering tanda ada panggilan masuk. Mentari meraih ponselnya dengan nada setengah sadar sambil mengumpulkan nyawa yang tersisa

📞"Halo" ucap mentari ditelfon

📞"Jangan lupa jam 8 sudah diruangan saya" ucap pak Arka

📞"Iya, bawel amat sih" ucap Mentari lalu ia matikan sambungan telefon

Mentari mematikan sambungan telefon lalu melempar ponselnya disembarang tempat "pagi-pagi sudah menelfon.." kesal mentari.. "what, diruangannya berarti tadi pak Arka" sambung mentari lalu mencari ponselnya yang ia buang tadi

"Pak Arka... Pak Arka" ucap Mentari sambil mencari nama panggilan masuk beberapa menit yang lalu "mati aku, benar pak Arka yang menelfon" sambungnya lagi lalu mengirimkan pesan kepada pak Arka

✉️Mentari : assalamualaikum.. maaf mengganggu pak.. saya minta maaf atas kejadian tadi pak, saya tidak tau kalau itu bapak.. sekali lagi saya minta maaf pak.. terima kasih🙏

Pak Arka yang lagi sarapan pagi membaca pesan mentari hanya menyunggingkan senyum lalu ia balas

"Pasti belum bangun lagi" batin Arka lalu ia balas

✉️Arka : wa'alaikumussalam.. tidak mengganggu, saya sengaja hanya ingin tahu sudah bangun atau belum dan ternyata belum bangun.. saya harap kamu sudah belajar untuk bimbingan pagi ini

Pak Arka setelah membalas pesan mentari ia kembali lanjutkan sarapan lalu ia siap-siap ke kampus.

Berbeda dengan Mentari yang sudah siap dan sarapan terlebih dahulu lalu kekampus. Mentari sampai meja makan seperti biasa dia mengambil sepotong roti dan tidak lupa dia oleskan selai lalu ia pamit kepada bunda, papa dan kakaknya

"Mentari ke kampus dulu yaa, assalamualaikum" pamit mentari lalu cium tangan ibu dan kakaknya itu

Giliran Aldi, bukan Aldi kalau tidak mengganggu adiknya "belajar yang baik ya nak" ucap aldi dengan nada seperti orang tua yang membuat Mentari memutar bola matanya

"Iya kak" lalu ia jalan sampai parkiran, "lah yang antar mana?"

"Aku" jawab Aldi dengan memegang jaketnya

"Oke"

Aldi mengantar mentari ke fakultasnya, sampai fakultas Mentari melihat mobil Arka yang terparkir jelas disana seketika Mentari menarik napas

"Semoga tidak terlambat" batinnya

"Kak jam berapa sekarang?" Tanya mentari kepada kakaknya

Aldi melihat jam ditangannya "jam 8" jawab ya dengan santai

"Apa.. jam 8" ulang Mentari dengan membuka pintu mobil dengan cepat lalu ia lari kecil menuju ruangan pak Arka

Aldi melihat itu hanya geleng kepala heran dengan adiknya itu sebelum memutar kembali mobilnya menuju rumah.

...**SEMOGA SUKA❤️...

...MENTARI SELALU MENUNGGU TEMAN-TEMAN UNTUK MAMPIR 😁🌹...

.......

.......

.......

...JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA TEMAN-TEMAN...

...👇...

...KOMEN, LIKE DAN VOTE...

...TERIMA KASIH 🙏**...

1
KArmila Siregar
ceritanya tlpnan trus apa ngak ada idelain
Nenie desu
kayaknya enak itu durian
Nenie desu
mampir lagi mentari lugu
Nenie desu
dua 🌹untuk kakak
Nenie desu
bintang lima buat kakak ☺
Nenie desu
jangan lupa mampir di novel aq kak "Rasa yang terpendam"
Nenie desu
semangat terus ceritanya bagus 👍
Nenie desu
semangat thor
Han
jadi kepikiran, kalau mentari tau yang bayarin itu arka gimana ya? 😂
Fenti: hahahaha, kesal kayaknya
total 1 replies
Han
eh eh eh apa ini pak arka ????
Fenti: suka aneh emang arka🤭
total 1 replies
Han
Mentari Terimakasih udah nyampein isi hati anak semester akhir 🙌🏻🙌🏻
Fenti: kata Mentari "sama-sama😊"
total 1 replies
Han
Santai dong pak
Fenti: itu hanya ala-ala saja, dalam hati senang😅
total 1 replies
Han
Ngakak brutal perang dunia ke 3 nggak tuh 😂😂
Fenti: soalnya yang dihadapi rada aneh orangnya😂😂
total 1 replies
Han
Mentari proposal di coret itu hal wajar kok 👍
Han
Rio ngajak ribut ya.. harusnya pas mentari mau masak tadi bilang kalau masih kenyang 😂😂
Han
Tahan Aldi itu adik kamu 😂
Fenti: hahaha... Mentari emang bedah
total 1 replies
Han
Iya juga ya buat apa jadi asisten dosen di kampus sendiri 😂 tapi curiga dia dosen pembimbing Mentari deh ...
Fenti: iya, dia pembimbing Mentari nanti🤭
total 1 replies
Han
Wih hari pertama udah langsung merencanakan strategi 👍 apa nggak makin maju tuh perusahaan 😂
Han
Lah karyawannya malah ngejulid 😂
Fenti: biasa kak liat cowok ganteng😂😂🤭
total 1 replies
Han
Perhatian amat neng 😊😊
Fenti: hahaha, lagi hadapi orang sakit 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!