NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Itu Terbagi

Ketika Cinta Itu Terbagi

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Mala Cyphierily BHae

Menceritakan kisah Maya yang menikah dengan Albiru karena perjodohan, selama ini Maya sudah berjuang untuk cintanya, kala cinta itu sudah bersemi kerikil kerikil kecil kerap kali menghampiri, berbeda dengan Maya yang selalu mencoba menjadi dewasa dalam setiap menyikapi masalah tapi berbeda dengan Albiru yang memilih untuk menikah lagi demi mendapatkan selingan di luar rumah. Akankah Maya menyerah diakhir cerita karena mendapati suaminya telah membagi cinta yang seharusnya utuh hanya untuk dirinya?

Aku mencintaimu dengan penuh kesabaran, tapi kamu membalas cintaku dengan luka, Mas! [Maya]

Maafkan aku karena telah mencintai kamu dan dia, sekarang kalian sudah berada di hatiku. Aku hanya meminta kalian untuk mengerti! [Albiru]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengaku Pada Hafizah.

Sebelum pulang, Hafizah membeli satu setel pakaian beserta dalaman lebih dulu.

Setelah mendapatkan itu segera Hafizah keluar dari mall, menyebrangi JPO dan ternyata Hafizah bertemu dengan dua pengamen yang menghalangi jalan untuknya.

"Permisi!" kata Hafizah yang tak mau menatap wajah dua pengamen itu, Hafizah mencoba untuk mencari celah agar dirinya bisa melanjutkan perjalanan.

Awalnya, salah satu dari mereka seolah memberi jalan tetapi itu hanya untuk menipu Hafizah, Hafizah dihimpit oleh dua pengamen yang sangat menyebalkan.

Merasa geram dan juga takut membuat Hafizah mendorong salah satu dari mereka, lalu Hafizah mencoba kabur tapi sayangnya salah satu dari mereka melecehkan Hafizah dengan menangkup Payudar*anya.

PLAK! Satu tamparan keras mendarat di pipinya dari Hafizah.

"Berani lo!" bentaknya yang tak terima mendapatkan tamparan. Pria itu merasa kesal dan tidak terima di perlakukan seperti itu membuat dirinya meludahi Hafizah dan mengenai blazernya.

Hafizah merasa tidak perlu meladeni pria itu, tidak ingin menambah masalah membuat Hafizah ingin segera pergi, tepat saat Hafizah berbalik badan ternyata Biru sudah ada di sana, Hafizah sangat terkejut, sesaat Hafizah mencium aroma tubuh pria yang berada di depannya itu menjadi tenang, karena Hafizah tau betul aroma tubuh itu milik siapa. Ya, dia adalah Albiru.

Biru menggenggam erat lengan Hafizah.

"Siapa yang sudah mengganggumu?" geram Biru dan sebenarnya Biru melihat apa yang terjadi dari bawah jembatan, karena memang Biru menunggu di sana.

Hafizah tidak menjawab tetapi pengamen berbadan gendut dengan pakaian lusuh dan kucel itu menertawakan Biru.

"Ada pahlawan kemalaman, bro!" kata, pengamen itu mengajak temannya berbicara, sedangkan temannya itu mengajak untuk pergi karena merasa takut dengan sorot tajam mata Biru.

"Halah!" jawab si gendut.

Dan 'BUGH!' Biru meninju mulut pria gendut itu sehingga membuat dua giginya lepas.

Dengan cepat Biru memelintir tangan si gendut yang telah berani-beraninya menyentuh apa yang sudah menjadi miliknya.

"Ampun, ampun... Bang!" serunya dan Biru melepaskan pria itu tepat di bawah kaki Hafizah.

Sedangkan pengamen satunya itu sudah berlari meninggalkan si gendut.

Merasa sakit dan takut membuat si gendut segera bangun dan berlari meninggalkan Biru dan Hafizah.

Biru melepaskan blazer milik Hafizah dan membuangnya di jembatan itu.

"Menjijikan, apa kamu tidak bisa melawan?" geram Biru seraya membanting blazer itu.

Hafizah hanya terdiam, dirinya masih syok karena mendapatkan perlakuan buruk dari pengamen itu.

Biru mulai berjalan dengan menarik lengan Hafizah, sesampainya di mobil, Biru membukakan pintu untuknya.

"Terimakasih," lirih Hafizah.

Keduanya hanya saling diam, sampai mobil itu memecah jalanan sepi dimalam hari dan harus berhenti di lampu merah. Namun, Biru begitu terkejut saat melihat pria gila tanpa mengenakan busana itu sedang berjoget di tepi jalan, segera Biru menutup mata Hafizah menggunakan telapak tangannya membuat Hafizah terkejut, karena sebenarnya Hafizah sedang melamun, tidak melihat pria gila dengan belalai yang menjuntai itu.

Hafizah menurunkan tangan Biru dari matanya.

"Apaan sih!" gerutu Hafizah melirik Biru lalu Biru menjawab dengan memerintahkan Hafizah untuk tetap menatapnya.

"Liat aku!" perintahnya dan Hafizah merasa kalau Biru sedang menggombal membuat Hafizah sedikit malu lalu tidak mau menuruti ucapan Biru, Hafizah melihat ke depan dan saat itu pula Hafizah berteriak, "Aaaaaaaa!"

Hafizah segera menyembunyikan wajahnya diantara lengan Biru.

"Udah aku bilang, enggak percayaan!" kata Biru seraya menggerakkan lengannya agar Hafizah berhenti menelusupkan wajahnya di sana, tetapi Hafizah tidak mau melepaskan itu, dirinya merasa sangat geli dengan apa yang baru saja dilihatnya.

Setelah lima belas menit, sekarang Biru sudah berada di hotel bersama Hafizah.

Sedangkan Hafizah tidak bertanya lagi karena Biru sudah mengatakannya kalau tidak suka berada di rumah Hafizah yang sempit.

Biru mengajak Hafizah untuk duduk di sofa, dengan tanpa perasaan Biru mengatakan kalau dirinya sudah beristri.

"Apa?" tanya Hafizah dalam hati.

Gadis ayu itu hanya menundukkan kepala.

"Jadi, aku benar-benar hanya menjual diriku! Ya, aku hanya menjual diri!" gumam Hafizah dalam hati. Hafizah tidak ingin menyakiti hati istri Albiru.

"Lalu, kenapa kita ke sini?" tanya Hafizah menatap Biru yang sedang menyulut rokok.

"Apalagi, apa dengan uang seratus juta aku sudah tidak berhak untuk meminta itu lagi?" tanya Biru dengan asap rokok yang keluar dari mulut dan hidungnya.

Sedikit ada rasa kecewa di hati Hafizah, karena gadis berambut hitam tebal itu sudah menganggap Biru menjadi pelindungnya, tapi sayangnya... Biru menganggap dirinya seperti sebuah barang yang benar-benar sudah dibelinya, begitulah pikir Hafizah.

Setelah itu Biru melepaskan kemejanya dan kemeja Hafizah.

Sedangkan Hafizah merasa heran dengan dirinya sendiri yang sama sekali tidak dapat menolak permintaan Biru, lalu Hafizah bertanya, "Bagaimana kalau nanti aku hamil?"

"Tidak akan, dulu istri ku sangat lama untuk hamil, tiga tahun menikah kami baru di karuniai anak," jawab Biru tanpa memikirkan perasaan Hafizah yang mendengar Biru mengucapkan istri yang lain, tetapi Hafizah bisa apa? Gadis itu hanya bisa menerima karena memang dari awal dirinya lah yang menawarkan itu, Hafizah akan melakukan apapun itu untuk membayar hutangnya pada lintah darat.

Terdiam, Hafizah diam, hanya diam, bahkan saat Biru berusaha memberikan rangsangan padanya.

Ternyata, dengan diamnya Hafizah membuat Biru menjadi tidak bersemangat lagi. Biru bangun dan segera menutupi tubuh polos Hafizah yang berada di sofa menggunakan selimut.

Biru menjadi dingin dengan Hafizah, membuat Hafizah merasa takut akan kehilangan Biru, Hafizah takut kalau Biru akan berhenti menemuinya.

Lalu, Hafizah memeluk Biru dari belakang, membuat Biru yang sedang berdiri mengancing ujung lengannya itu menghentikan aktivitasnya.

Hafizah membalikkan badan Biru dan mengecup bibir Biru.

Terjadilah olahraga malam di dalam kamar itu.

****

Selesai dengan Itu, Biru segera memakai kembali bajunya.

"Mau ku antar pulang?"tanya Biru seraya memakai kaos kaki.

" Mas Biru menyewa kamar ini sampai kapan? Aku sudah terlanjur bilang menginap di rumah teman sama Ayah!"

"Kamu bisa di sini sepuasnya, karena aku sudah menyewa kamar ini untuk semauku!" jawab Biru.

Setelah itu, Biru mencium kening Hafizah yang masih berbalut selimut, juga Biru meninggalkan uang belanja yang sama banyaknya seperti Biru memberikan untuk Maya.

Hafizah tidak mengatakan apapun, tetapi Hafizah menganggap kalau uang itu untuk membeli dirinya.

"Ini uang belanja kamu, anggap ini uang nafkah selama kita masih suami, istri!" kata Biru seraya memakai jasnya.

Mendengar itu adalah nafkah membuat Hafizah merasa kalau dirinya telah benar-benar menjadi istri Biru.

****

Biru mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, sehingga Biru cepat sampai ke rumah.

Biru memerintahkan Andy yang masih bermain catur dengan satpam itu untuk memarkirkan mobilnya.

Setelah itu Biru segera naik ke kamarnya, di sana Biru melihat Maya sedang tidur dengan Ifraz berada di pangkuannya.

Biru mengecup kening Maya, "CUP!"

bersambung.

Jangan lupa untuk klik like, love juga bintang limanya ya, terimakasih.

1
Khairul Azam
sebeuah cerita itu mencerminkan dari diri sipenulis itu sendiri
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi: makasih, kak. Sudah memahami si penulisnya. 😇😇
total 1 replies
Khairul Azam
menurutku disini yg aneh bukan siapa" tp othornya yg aneh
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi: Makasih, kak. 🥰😇😇
total 1 replies
Khairul Azam
hadeeeehhhh ini yg bikin cereta gak mumet apa
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi: Kaaaa 😅😅😅😅
total 1 replies
Khairul Azam
hadeh gak ada yg bener semua, si maya bego, sihafiz pelakor, si biru tukang selingkuh, si bram hadddooohhhhh
Khairul Azam
perempusn psling bodoh maya, sukurlah klo gak bisa jln, tsu suami gak bener tingalkan aja malah nrobros lampu merah
Khairul Azam
hadeeehhh suami kaya gitu di rebutin tinggalin aja
Komang Diani
semangat maya demi masa depan irfas, jangan biarkan perlakor itu menang.. buat dia menderita
Komang Diani
bagusss,, kapok, karmanya instan,..
Komang Diani
bikin gregetttt,, dasar pelakorrrrr
Komang Diani
Luar biasa
Komang Diani
nama aja hafizah tp ular
Siti Nurbaidah
sukses sllu kk sayang..alurcerita ny mantap👍👍👌💕dag dig dug kdg buat sedih..nth lah spt dunia nyata tpi siapa pun itu pasti ada jln terbaik ny
Siti Nurbaidah: 👍👌👌siap
total 2 replies
Siti Nurbaidah
Luar biasa
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi: Terimakasih 🥰
total 1 replies
ALNAZTRA ILMU
bodoh
ALNAZTRA ILMU
rasakan
ALNAZTRA ILMU
mampus
ALNAZTRA ILMU
bangkitlah maya. cepat!!
ALNAZTRA ILMU
semoga saja maya bisa bercerai dan nikah sama bram.. biru akan selingkuh lagi dan hafizah tau rasa diselingkuhi.. semoga saja
ALNAZTRA ILMU
otak blue sebab tu kau rosak
ALNAZTRA ILMU
astagaaaa.. brengsekkkk.. ceraisajalah bodoh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!