Nayla seorang putri dari pengusaha kaya raya yang cantik,pintar dan baik hati yang harus menerima perjodohan dengan seorang pria dari keluarga pengusaha sukses teman ayah nya.
Tapi di lain sisi,Nayla sudah mempunya kekasih yang sangat dia cintai dan sangat mencintainya.
lalu apa yang akan Nayla lakukan?haruskah dia menerima perjodohan ini dan melupakan kekasih yang selama ini dia cintai?akankah hati nya terbuka untuk calon suami nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ORANG YANG MENCINTAIKU
Mobil silver Kevin berhenti di depan rumah Nayla. Ibu Nayla yang menunggu nya di depan pintu dengan gelisah, sangat senang melihat Nayla datang sebelum Ayahnya pulang.
" Sayang, akhirnya kau pulang juga. " Ibu Nayla langsung menghampiri Nayla.
" Ya, bu. Maaf aku terlambat. " Nayla memeluk Ibunya.
" Tapi,, kenapa bisa pulang denganmu, nak? " tanya Ibu Nayla pada Kevin yang dari tadi diam melihat mereka.
"oh.. itu.. kebetulan Aku tadi lewat dan melihat Nayla sedang duduk di halte " senyuman Kevin sungguh manis.
"Baiklah, Aku permisi ." Kevin pamit dan sebelum pergi dia melihat ke arah Nayla, namun Nayla sama sekali tidak melihat ke arahnya sedikit pun.
****
Nayla baru saja keluar kamar mandi yang ada di kamarnya. Dia habis mandi memakai handuk baju dan menutup kepalanya dengan handuk karena habis mencuci rambut juga.
Nayla duduk di depan meja rias dengan cermin yang cukup besar, lalu membuka handuk penutup kepalanya dan mengeringkan rambutnya dengan hairdryer.
Nayla kembali terbayang kejadian di taman dengan Rava, begitu lembut nya Rava menyentuh bibir nya. Tanpa sadar Nayla tersenyum sendiri.
Tapi tiba - tiba senyuman nya hilang ketika pikirannya sampai pada wajah Kevin. Nayla menyimpan hairdryer nya di meja meskipun rambutnya masih basah.
" kenapa Kevin tau kalau aku bertemu dengan Rava? " Nayla bertanya sendiri.
HA!!!! Nayla menyadari sesuatu.
" Apa dia menguntitku? "
pertanyaan itu membuat merinding sendiri.
Kenapa dia mengikuti ku?
Kenapa dia bisa tau tentang Rava?
Apa maksudnya mengancam ku?
Semua pertanyaan itu membuat Nayla pusing sendiri. Dia menjatuhkan diri nya ke tempat tidur dan menatap langit - langit.
" Apa dia mata - mata Ayah? "
" hhhh.. kepalaku pusing sekali! "
Nayla memiringkan tubuh nya dan menekuk kakinya lalu menutup matanya dan tanpa di sadari dia pun tertidur.
****
"Tuan, apa tidak apa - apa membiarkan Nona Nayla selalu bertemu dengan pria itu? " tanya Zein sambil mengendarai mobil.
Tak ada jawaban apapun, Zein melihat Kevin lewat kaca depan sedang termenung. Melihat ke arah luar,dengan tangan kanan memangku kepalanya.
" Entahlah, kak. Aku tidak mengerti dengan perasaan ku sekarang. " Kevin menyandarkan tubuh nya ke belakang.
"Apa Anda masih belum bisa melupakan nona jenny? "
" Hentikan itu,, jangan sebut nama itu lagi, kak! " Kevin menutup matanya di ikuti helaan nafas yang panjang.
****
Pagi hari Nayla terbangun larena suara ponsel nya berdering. Sungguh terkejut nya dia saat tau bahwa yang menghubunginya adalah Rava!!!
Mata Nayla langsung terbuka sepenuhnya, dan dengan sigap dia langsung menutupi seluruh tubuh nya dengan selimut.
Nayla mengangkat telepon dengan suara yang pelan.
" Halo, Rava!"
" Selamat pagi, sayang. Kau baru bangun? " tanya Rava.
Nayla sebenarnya merasa aneh, kenapa Rava tiba - tiba menghubunginya dan bersikap hangat seperti ini. Padahal kemarin dia bilang dia menyerah karena tak tau harus berbuat apa.
" hmm,, Aku baru saja bangun " Nayla tidak mau memikirkan keanehan Rava dan hanya ingin menikmati waktu bersama Rava meskipun hanya lewat telepon.
" Ada apa? kenapa menelpon ku pagi - pagi? " tanya Nayla.
" Tidak ada, aku hanya,,, merindukanmu saja."
Kata - kata Rava membuat Nayla terbang tinggi, dia sungguh sangat bahagia.
" Apa aku bisa menemuimu sekarang?"
suara Rava terdengar sangat indah di telinga Nayla, sampai - sampai dia menutup mata sambil tersenyum mendengar suara Rava.
" Ah,, ya tentu saja! " dengan cepat Nayla menjawab.
Tiba - tiba...
ceklek..
suara pintu kamar di buka.
" Sayang, apa kau masih tidur? "
ah tidak!!! itu suara Ayah.!!!
Nayla langsung menyembunyikan ponsel di bawah bantal tanpa mematikannya dan dia langsung bangun.
" A,, aku sudah bangun, ayah! "Nayla gugup.
" Baiklah, cepat siap - siap.Hari ini kau harus fitting baju pernikahan mu." Ayah nya duduk di tempat tidur di sebelah Nayla.
" Apa? sekarang Ayah? "
" ya, tentu saja sekarang. Pernikahan kalian tinggal sebentar lagi, kan? " Ayah nya tersenyum dengan hangat.
Nayla bingung, bagaimana dia harus pergi? Dia sudah berjanji akan menemui Rava.
" Baik, Ayah " Nayla hanya bisa menuruti kemauan Ayahnya tanpa bisa sedikitpun menolaknya.
" Bagus " Ayahnya mengecup kening Nayla dan lamgsung pergi.
Dengan buru - buru, Nayla mengambil ponsel nya, berharap Rava masih menunggunya.
" Halo, Rava,, " Tak ada jawaban apapun.
Nayla menggenggam erat ponselnya, kecewa dengan keadaan ini.
Sementara itu, Rava menutup teleponnya setelah mendengar semua pembicaraan Nayla dan Ayahnya.
Dia sedang duduk di sebelah Ibunya yang terbaring di tempat tidur rumah sakit.Rava mengepalkam tangan nya dengan raut wajah geram.
" Aku tidak akan membiarkan mu tenang,Dimas Arganta!! "
****
Kevin datang lebih awal, dia datang dengan mobil sport kuning.Kevin mengenakan sweater rajut putih dengan bagian leher yang agak terbuka dan celana jeans biru serta memakai kacamata hitam.Dia terlihat sangat kerenbfan tampan sekali.
Tak berapa alama Nayla pun turun, Dia memakai gaun pink selutut dengan tali kecil sebagai penyangga baju dan di balut renda di seluruh gaun nya. sepatu plat dan rambut panjang yang di ikalkan dan makeup yang natural mebuatnya terlihat cantik dan membuat Kevin terpesona.
" Kau sudah siap pergi, sayang? " tanya Ayahnya.
Nayla hanya mengangguk dengan senyuman.
" Ayo pergi. " Kevin menyodorkan tangannya untuk menggenggam tangan Nayla.
Tapi Nayla tidak langsung menyambutnya dan hanya menatap Kevin dengan tajam.
"Sudah,sana pergi!"
Ayah Nayla menarik tangan Nayla dan memberiknya pada Kevin dan Kevin langsung menggengam nya dengan kuat dan membawa Nayla pergi.
Mobil Kevin keluar dari rumah Nayla menuju butik dan di belakang nya, sebuah mobil hitam mulai mengikuti mereka.
****
Nayla sedang mencoba gaun pengantin di ruang ganti dan Kevin menunggunya di ruang tunggu.
Tidak Berap lama, tirai di depan Kevin terbuka dan Nayla berdiri di sana dengan gaun pengantin putihnya.
Gaun yang lebar dan dengan sedikit memperlihatkan bagian atas dada Nayla.
Kevin terdiam melihat Nayla yang tampak sangat cantik. Kevin mengangguk dengan senyumannya dan wajah yang sedikit memerah.
Tirai kembali di tutup dan Nayla berganti gaun dengan yang lain. Lagi - lagi Kevin terpesona melihatnya.
Satu jam kemudian, semua gaun sudah mereka coba dan selesai. Nayla kelur menghampiri Kevin yang sudah menunggunya.
" Kau suka gaun yang mana? " tanya Kevin.
" Aku tidak suka semua nya, karna aku tidak suka menikah dengan mu"Jawab Nayla pelan.
Dua pelayan butik yang mendengarnya merasa aneh dan jadi serba salah terhadap mereka.
Kevin mengusap hidung nya dengan jari telunjuknya yang di lipat,dia harus sabar menghadapi Nayla, pikirnya .
" Baiklah, Aku yang akan memilihnya. Karena Kau harus menikah denganku! " Kevin tersenyum menyeringai.
Dua pelayan butik saling pandang, mereka merasa bingung dengan pasangan ini. Karena menurut mereka, pasangan ini adalah pasangan yang sangat ideal sekali.
"Terserah kau saja!" Nayla hendak pergi meninggalkan Kevin untuk kembali ke mobil.
Tapi dia sangat terkejut karena tiba - tiba Rava datang dari arah pintu dan menghampirinya.
" Nayla, ayo ikut denganku! " Rava menggenggam tangan Nayla dan menariknya.
Tapi langkah Rava terhenti, karena tangan Kevin mencengkram tangan nya yang menggenggam tangan Nayla.
" Kau tidak bisa membawanya pergi! " tatapan Kevin seolah ingin membunuh Rava.
" Apa hak mu melarangku? " tatapan Rava tak kalah tajam dari Kevin.
" Aku calon suaminya! "
" Dan aku orang yang sangat dia cintai!! "
si naylnya jg plin plan😏😏