NovelToon NovelToon
Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Poligami / Tamat
Popularitas:390.2k
Nilai: 5
Nama Author: Izzati Zah

Tejo Suseno, seorang pengusaha sukses telah memiliki kehidupan yang sempurna bersama Rania, istrinya yang cantik dan ketiga buah hatinya.
Tapi kemudian Tejo bertemu dengan Karin, gadis muda yang cantik dan membuatnya jatuh cinta lagi

Di belakang Rania, Tejo bertekad menikahi Karin, meski tidak direstui Ibunya.

Nb: 21+(mengandung konten dewasa di beberapa part)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Izzati Zah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Sudah lama sekali Karin bersahabat dengan Dito. Bahkan sepertinya sudah seumur hidup Karin mengenal Dito. Sejak kecil sekali mereka sudah bermain bersama-sama. Mereka tumbuh dan beranjak dewasa bersama. Saat SD, Karin dan Dito sering berangkat dan pulang sekolah bersama. Sekolah mereka tidak terlalu jauh dari komplek rumah. Kadang-kadang mereka jalan kaki bersama atau naik sepeda. Persahabatan mereka yang panjang tentunya juga mengalami pasang surut.

Saat duduk di bangku SMP dan untuk pertama kali Dito memiliki pacar, jujur saja Karin sempat merasa cemburu. Terlebih lagi pacar Dito yang posesif tidak menyukai Karin dan secara terang-terangan membatasi kedekatan mereka. Waktu itu Karin memilih mengalah dan menjauhi Dito, karena merasa kasihan dengan posisi Dito yang serba salah. Namun ketika Dito putus dengan gadis itu, hubungan mereka membaik dan kembali dekat.

Setelah itu persahabatan Karin dan Dito terus berlanjut meskipun salah satu diantara mereka memiliki kekasih. Bahkan saat sedang sama-sama punya kekasih tak jarang mereka pergi bersama atau double date. Bagi Karin punya sahabat laki-laki yang tulus seperti Dito sangat menyenangkan. Tidak jarang Karin curhat tentang kisah asmaranya dan meminta pendapat tentang laki-laki yang mendekatinya.

Sayangnya kini hubungan mereka menjadi canggung. Tepatnya sejak tiga bulan lalu, ketika akhirnya Dito mengungkapkan perasaannya yang terpendam pada Karin. Ya, diam-diam Dito jatuh cinta pada Karin, sahabatnya sendiri. Tapi sepertinya waktu tak pernah berpihak pada mereka. Karin sudah memiliki Mas Tejo saat Dito mengungkapkan perasaannya. Lagi pula setelah dewasa Karin tidak pernah memandang Dito sebagai seorang pria. Dimata Karin, Dito adalah sosok seorang sahabat. Sedangkan sebagai lelaki Karin menganggap Dito belum dewasa dan masih kekanak-kanakkan. Sedang Karin sendiri lebih mendambakan sosok pria dewasa yang bisa memanjakannya dan tahu bagaimana memperlakukan seorang wanita. Maka ketika Dito mengungkapkan perasaannya, Karin menolaknya dan berterus terang tentang hubungannya dengan Mas Tejo. Sejak awal Dito tak terlalu banyak berharap. Dito sendiri tidak yakin bahwa perasaannya pada Karin akan berbalas. Tapi bagaimanapun juga dia ingin mengungkapkannya. Dan ternyata setelah mendengar jawaban langsung dari Karin hatinya tetap patah dan kecewa. Dito memilih menjauh dari Karin untuk sementara waktu agar hatinya tak semakin sakit. Dirinya yang telah sekian lama mengenal Karin, harus kalah dan berbesar hati saat Karin lebih memilih pria lain.

Sore ini adalah pertemuan pertama mereka sejak tiga bulan lalu. Bahkan ini hari pertama mereka berkomunikasi lewat pesan whatsapp sejak tiga bulan lalu. Padahal biasanya hampir setiap hari mereka bertukar kabar atau bahkan bertemu langsung walau hanya sepintas. Maka suasana canggung itu pun tak bisa terhindarkan. Apalagi sore ini mereka memilih bertemu di sebuah cafe dan meskipun rumah mereka berdekatan tapi mereka berangkat sendiri-sendiri.

"Hey apa kabar?"

Sapa Dito saat melihat Karin datang.

"Baik, kamu sendiri gimana?"

Jawab Karin sambil mengambil posisi duduk di depan Dito.

"Alhamdulillah, aku baik juga. Ganggu nggak aku ngajak ketemu begini?"

"Ya nggak lah Dit, kayak sama siapa aja, dulu juga sering kita jalan, kamunya aja yang belakangan ngilang"

"Beda lah, kan sekarang kamu udah ada yang punya"

"Apaan sih, udah ah laper gue, pesen makanan yuk"

"O iya sampai lupa, mau makan apa? Tadi aku udah pesenin banana pancake sama frappucino favorit kamu, mau nambah makan berat?"

Sekian lama mengenal Karin, Dito sampai hafal menu favorit Karin di setiap tempat makan yang mereka kunjungi.

"No, thanks"

Karin menyadari sesuatu. Betapa, Dito adalah orang yang paling mengenalnya selain keluarganya tentu saja.

Sejenak suasana menjadi hening. Mereka sama-sama bingung mencari topik untuk melanjutkan percakapan. Padahal sebelumnya, bersama Dito, Karin tak pernah berfikir tentang apa yang akan dikatakan dan dilakukan. Semuanya mengalir begitu saja.

Untunglah kemudian pelayan datang mengantarkan pesanan.

"Silahkan"

Kata pelayan sambil meletakkan piring-piring dan gelas berisi hidangan ke atas meja.

"Terimakasih"

Lalu mereka segera sibuk dengan makanan masing-masing.

"Jadi kamu udah serius sama pacar kamu yang sekarang?"

Kata Dito memecahkan kebisuan diantara mereka. Dito mendengar kabar itu dari Ibunya yang juga bersahabat dengan Mama Karin.

"Kayaknya si gitu, dia bilang mau serius dan aku juga udah serius, tapi belum tahu waktunya kapan"

"Kok nggak pernah cerita sama gue sih Rin, udah sampai sejauh ini?"

"Yah gimana mau cerita, kamunya aja ngilang begitu"

"Sory for this, I need to fixed something..."

"Aku yang harusnya minta maaf..."

"Nggak ada yang harus minta maaf, memang udah takdir, udah jalannya kayak gini..."

Karin hanya bisa menunduk, tak tahu harus berkata apa.

"Rin, just wanna let you know, whatever happens in your life, I'll always have your back..."

"Thanks Dit,"

Tanpa pamit, Karin segera melangkah ke kamar mandi, sebab air matanya sudah hampir tumpah. Karin tak ingin Dito melihatnya menangis.

Karin tak pernah menyangka, bahwa pertemuannya dengan Dito bisa secanggung dan semengharukan ini. Apalagi jika membayangkan statusnya telah berubah nanti. Masih bisakah dia bertemu atau sekedar berhubungan dengan Dito? Padahal sebelumnya, sebelum tiga bulan yang lalu, pertemuan mereka selalu diwarnai canda dan tawa. Bahkan hampir tak ada hal serius yang mengisi perbincangan mereka. Hanya hal remeh temeh dan candaan receh, tapi mereka merasa nyaman satu sama lain. Dalam sekejap segalanya telah berubah.

"Dit, kita masih tetap sahabat kan?"

Karin harus mengumpulkan keberanian hanya untuk menanyakan hal itu setelah kembali dari kamar mandi.

"Gue nggak kemana-mana, gue bakal selalu ada buat lo, semoga lo juga masih mau datang ke gue kalau ada apa-apa"

"Makasih"

"Rin, belum nikah aja kok lo udah jadi melankolis begini? Gimana nanti kalau udah jadi emak-emak?"

"Enak aja lo ngatain gue emak-emak!"

Karin bicara sambil menjitak kepala Dito. Tampaknya mode hubungan mereka sudah kembali ke setelan normal.

"Makan lagi yuk, masih laper nih gue, tapi bukan disini"

"Dimana?"

"Nggak tahu deh, pengennya yang enak, murah, tapi bagus tempatnya"

"Ye, modal pas-pasan, maunya selangit!"

"Maklumlah, gue kan belum jadi sultan kayak calon suami lo"

"Jangan bawa-bawa pacar gue, ayolah, lets go!"

Akhirnya mereka berdua berkeliling kota mencari tempat makan sesuai keinginan Dito, yang tentu saja tidak mudah untuk ditemukan dan membuat mereka harus berlama-lama di jalan. Tapi tak mengapa, sebab kini Karin sedang menikmati saat-saat terakhirnya bisa duduk di boncengan Dito sambil bercanda dan menertawakan diri sendiri.

1
Soraya
mksh y thor karyanya👍
Soraya
kayanya karin sengaja bikin tejo cemburu biar bisa dtlk, q berharap karin jg kena krma karna gmna pun dia dh menipu
Soraya
s satu sarjana tpi ko bodoh
Soraya
ktanya aku bukan pelakor trus apa itu nma nya
Soraya
ktanya adil ternyata O trnyata dmna adilnya
Soraya
Rania jgn pokus sm kesibukanmu kshn anak2 kmu mrka butuh perhatian orang tuanya jgn korbankan anak2
Soraya
ibunya tejo dl wktu suaminya selingkuh dia gak trima milih bercerai, lah ini anaknya nikah lgi mlh diem aja kesannya mlh merestui aneh
Soraya
knp sih Rania gak gugat cerai sendiri aja
Soraya
thor Rania jgn dbkin lmh dong
Soraya
ga sesuai judul, klo msh brtahan
Soraya
othor sengaja karin dibuat hamil
Soraya
ayo karin kmu jgn bodoh, judul nya aku bkn pelakor
Soraya
Rani kmu yg kuat
Soraya
krin yg bodoh
Soraya
othor yg bkin rania bodoh
Soraya
harusnya Ibu nya tejo dtg ke kluarga karin blg klo tejo dh punya istri dn tiga orang anak, ini kok diam, sm aja setuju
Soraya
kluarga karin aneh mau nikah kok blm kenal kluarga dri pihak lki
Soraya
ini contoh laki-laki kemaruk serakah dn egois
Soraya
jdi istri jgn terlalu lemah, hrus lebih peka
Soraya
permisi numpang duduk dl ya kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!