CERITA PENUH PENGORBANAN,KEBERANIAN DAN CINTA
NO PLAGIAT,BIARPUN CERITA RECEH GUE GAK RELA DIPLAGIAT
YANG PLAGIAT,MATANYA BISULAN
Nagara,bocah jalanan yang diangkat anak oleh Ilham dan Reina saat dia berusia 9 tahun,kini tumbuh menjadi pria yang mandiri,kuat dan juga sangat menyayangi keluarga angkatnya.Terutama pada putri keluarga Samudera yang merupakan adik angkat sekaligus tuan putri kesayangannya.Bahkan Nagara rela melakukan apa pun untuk gadis itu.
Hingga sikap protektif serta posessife Nagara perlahan lahan membuat sang gadis salah paham dengan semua perlakuannya.
Akankah ikatan persaudaraan mereka tetap terikat kuat,Apa yang akan terjadi saat salah satu dari mereka mengungkapkan perasaannya yang selama ini dipendam.
'Mencintai namun tidak dapat memiliki' akankah kalimat itu akan menjadi kenyataan dalam hidup mereka atau malah sebaliknya.Siapa jati diri Nagara sebenarnya?mampukah dia mengungkap semuanya?
Yuk dibaca aja
SEQUEL dari cerita GEGANA SANG PENJINAK HATI
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sakit Jantung?
"Sssttt,"
Lovy membuka sepatu balet yang dia pakai dengan hati hati,kedua kakinya saat ini terasa perih karena kedua tumit serta jari jarinya lecet akibat latihan tari balet yang baru saja dia selesaikan.
Kedua matanya terpejam saat dia membuka belitan tali pita putih yang membelit kakinya.Rasa perih dari luka lecet yang ada diarea kakinya membuat Lovy menarik nafasnya berkali kali.
Namun saat gadis itu hendak membuka tali pita yang ada dikaki satunya,tiba tiba ada sepasang tangan besar terulur lebih dahulu untuk melepaskan tali pita yang masih membelit kali Lovy.
"A-Abang,"
Orang yang dipanggil Abang oleh gadis cantik itu menoleh sekejab padanya,setelah itu dia kembali fokus melepaskan tali pita yang masih terpasang sempurna dikaki mulus Lovy.
"Kamu ini habis menari apa habis lari maraton 10 kilometer hm?kakimu sampai terluka seperti ini.Apa ucapan Abang kemarin tidak kamu dengarkan?"
Lovy terlihat hanya bisa menundukan wajahnya sembari memainkan tali pita putih yang ada disampingnya.Lovy tidak berani menatap manik abu abu yang tengah fokus pada kakinya yang memang terdapat luka lecet cukup parah kali ini.
"Ini kan udah resiko Vy,semua penari balet pasti udah biasa sama luka lecet kayak gini Bang."
Gara menghela nafasnya kasar mendengar ucapan gadis yang tengah membuang muka kearah lain karena tidak berani untuk menatapnya saat dia menatap dalam pada gadis itu.
Pria itu berdecak didalam hatinya saat melihat luka luka di tumit serta jari jari kaki adik kesayangannya.Ada perasaan tidak rela saat melihat salah satu bagian tubuh tuan putrinya itu terluka seperti ini.
"Kita obati dahulu lukanya sebelum kita pulang!"
Lovy menganggukan kepalanya patuh,gadis itu sedikit memekik saat tiba tiba Gara menggendong tubuhnya didepan.Dan itu membuat Lovy langsung reflek mengalungkan kedua tangannya dileher kokoh milik Nagara.
Bukan sekali dua kali Lovy digendong oleh Nagara seperti ini.Sedari kecil Lovy bahkan sudah kenyang merasakan gendongan Abangnya itu.Namun kali ini dia merasa ada yang berbeda,ada perasaan malu dan tidak nyaman saat wajahnya harus berdekataan dengan wajah pria yang dia sayangi itu.
Bahkan Lovy membuka mulutnya lebar lebar saat melihat pria itu menendang keras sapatu baletnya yang dia pakai tadi,hingga terlempar jauh entah kemana rimbanya.
"Sepatu Vy,kenapa Abang tendang?''
Lovyna menekuk wajahnya sembari menatap kesal kearah pria yang sama sekali tidak menampakan wajah tak berdosa miliknya.
"Kita beli lagi yang baru Cinta."
Belum hilang perasaan malu serta tidak nyamannya,kini Lovy kembali harus mengalami perasaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya ketika dia dekat dengan Nagara.
'Kenapa jantung aku deg deg'an gini sih,biasanya kan enggak'
Lovy reflek memegang jantungnya yang mendadak berdetak dua kali lebih kencang dari pada saat dia latihan menari balet.
"Bang,"
Wajah Lovy bersemu merah saat merasakan hembusan nafas hangat Nagara menggantam leher serta wajahnya.Karena tidak mau kalau Abangnya itu mengetahui kalau dia tengah merona,Lovy menyembunyikan wajahnya di bahu lebar nan kokoh itu.Agar wajahnya yang tengah merona tidak didapat dilihat oleh pria yang tengah menggendongnya dengan santai itu.
"Kenapa hm?"
Lovy menelan salivanya susah payah saat mendengar suara serak dan berat Nagara.Entah kenapa degub jantungnya semakin terpacu saat mendengar suara berat yang sebenarnya sudah biasa dia dengar bertahun tahun yang lalu.
"Bang,jantung Vy kenapa ya?"
"Kenapa?"wajah Nagara terlihat khawatir saat melirik pada gadis yang tengah memeluk erat lehernya itu.
"Kayaknya Vy sakit jantung,jantung Vy detaknya cepet banget kayak habis lari maraton 10 kilometer."
HOLLA MET PAGI EPRIBADEH
WELLCOME TO CRAZY UP TODAY
JANGAN LUPA BUAT LIKE VOTE DAN KOMENNYA
SEE YOU NEXT PART
MUUUAAAACCHHH
Kayaknya sesuai kebiasaan panggilan authornya, maaf ya thor kalau komenku mengganggu.🙏🤭