Ini adalah kisah dimana seorang pengembala kambing yang tiba-tiba mendapatkan kekuatan dahsyat.
Lei Yu adalah seorang pengembala kambing, dia tiba-tiba mendapatkan kekuatan dahsyat dari petir hitam yang menyambarnya. Lei Yu mengira kekuatannya akan sangat bagus untuk dirinya, namun dengan kekuatan dahsyat yang berada di tubuhnya Lei Yu harus menanggung tugas yang sangat berat, dimulai dari mencari kunci portal sampai-sampai dia tidak sengaja menyinggung bangsa iblis yang akan merenggut orang-orang yang dia sayang.
Cuplikan:
Para serigala yang tadinya mundur maju kembali ke arah Lei Yu, tapi sekarang serigala itu mendekat dengan cara menerkam Lei Yu
"Groarrdd!".
"Habislah sudah, aku akan mati disini......".
Lei Yu berpikir dirinya akan mati tapi takdir berkehendak lain, petir hitam tiba-tiba menyambar ke arah Lei Yu juga ke arah ke 4 serigala.
"Jlegeerrrrrrrerrrrerrr!".
Para kambing berlarian ketakutan, sedangkan Lei Yu dan ke 4 serigala gosong tersambar petir. Bagimana cerita selanjutnya? Yuk simak ceritanya di novel Dewa Petir Kegelapan.
Jangan lupa Like, Komen, favorit, dan vote nya ya......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riffky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bandit Gunung
Para bandit mengumpulkan 100 orang yang diantaranya 20 pendekar kelas menengah dan 90 pendekar kelas rendah ditambah sang ketua yang merupakan pendekar kelas tinggi, jadi totalnya 111 yang akan menyerang rombongan Song Yu.
Para bandit itu penuh kepercayaan tinggi dan berpikir akan menjarah harta yang sangat banyak.
Tapi mereka hanya tahu 1 pendekar kelas tinggi di rombongan Song Yu tanpa mengetahui jikalau ada pendekar yang lebih berbahaya dari pendekar kelas tinggi itu.
Sementara rombongan Song Yu tetap melanjutkan perjalanannya dengan santai tanpa mengetahui ada sekumpulan bandit yang akan menghadangnya di depan, kecuali Song Yu dan Lei Yu mereka berdua sudah mengetahui bakal ada musibah yang menghampiri mereka.
"Sepertinya akan ada sedikit pertarungan di depan" Gumam Song Yu di kereta kuda nya.
"Kenapa dari tadi perasaan ku tidak enak? Apa akan ada masalah di depan sana?" Gumam Lei Yu di kereta kudanya.
Para bandit siap menyergap rombongan Song Yu, mereka semua bersembunyi dengan rapih di balik pohon-pohon yang berada di jalur rombongan Song Yu lewat.
Para bandit itu terus bersembunyi dengan sabar hingga akhirnya rombongan Song Yu pun terlihat.
Mereka bersiap memegang senjata nya masing-masing untuk keluar menyerang Lei Yu dan lainnya.
Song Yu yang sudah menyadari itu dari tadi langsung memberi perintah kepada pengawalnya untuk berhenti.
"Berhenti! Siapkan senjata kalian! Cepat!" Teriak Song Yu lantang.
Mendengar itu para pengawal bersiap siaga sembari memegang pedang yang tersarung di pinggangnya masing-masing.
"Pangeran ke lima, kenapa anda menyuruh kami bersiap siaga?" Tanya seorang pengawal dengan tingkat pendekar kelas menengah tahap 3.
Song Yu tidak menggubris perkataan dari pengawalnya, melainkan dia malah keluar dari kereta kudanya dan berkata dengan dingin kepada pohon-pohon yang berada disitu.
"Hey keluarlah! Kalian pikir aku tidak mengetahuinya?".
Seketika para bandit yang bersembunyi berhamburan keluar bagaikan burung yang berterbangan.
Para bandit itu langsung mengepung Song Yu dan lainnya dari segala arah.
"Percuma saja kau mengetahui kami, kau sudah ditakdirkan untuk mati disini Hahahaha..." Ucap seorang pria tua diakhiri dengan tertawa yang ternyata adalah ketua para bandit itu.
"Apa? Aku akan mati disini? Sepertinya kau keliru pria tua!" Song Yu mengatakan perkataan dengan dingin.
Setelah mengatakan itu seketika keluarlah aura yang sangat dingin dan menekan yang mampu membuat pendekar kelas rendah sulit bernapas.
Aura yang keluar dalam tubuh Song Yu menunjukan jika dia seorang pendekar kelas tinggi tahap 1.
Sementara pria itu hanya tertawa kecil kemudian mengeluarkan auranya yang lebih besar dari Song Yu.
Aura yang dikeluarkan pemimpin bandit itu menunjukan jika dia pendekar kelas tinggi tahap 2.
"Hahahaha....... Nak walaupun kau sudah mencapai pendekar kelas tinggi tapi kau masih belum mengungguli ku hahahaha......."
Song Yu hanya terdiam dia sadar tidak akan menang dalam pertarungan karena lawan yang dihadapi nya seorang pendekar yang sudah lama berada di tingkat kelas tinggi, sedangkan Song Yu baru beberapa bulan yang lalu mencapai tingkat ini.
"Haish, sudahlah jangan banyak bicara lagi...... Cepat hancurkan mereka!"
Para bandit mulai melesat setelah mendengar perintah dari ketuanya, mereka melesat ke arah pengawal Song Yu.
Song Yu tidak diam saja dia menyerukan kepada seluruh pengawalnya
"Kalian jangan diam saja! Cepat siap siaga" Teriak Song Yu.
Pertarungan pun pecah antara pengawal Song Yu VS para bandit gunung, sementara itu Lei Yu diam mengawasi di dalam keretanya.
Lei Yu nampak kebingungan
"Bagaimana ini? Apa aku harus ikut bertarung? Tapi jika aku bertarung bagaimana aku bisa menjelaskan kekuatan ku berasal kepada Pangeran Song?" Gumam Lei Yu kebingungan.
Di awal pertarungan sudah terlihat jelas jika para bandit jauh lebih unggul, para pengawal Song Yu sudah ada beberapa yang terluka bahkan ada yang sudah terluka sangat parah.
Song Yu tidak tinggal diam dia mulai mengambil pedang di pinggangnya kemudian melesat menyerang para bandit.
Setiap ayunan Song Yu sangat indah namun mematikan, setiap ayunannya mampu membuat lawan terluka parah.
Beberapa dari bandit yang terkena ayunan pedang Song Yu mati ditempat hanya menyisakan kepala yang sudah terpisah dari badannya.
Pemimpin bandit tidak tinggal diam dia mulai melemparkan kapak ke arah Song Yu. Kapak itu hampir mengenai kepala Song Yu, untung saja Song Yu keburu menghindar meloncat kebelakang sehingga hanya meninggalkan goresan kecil di pipinya.
"Itu tadi hampir saja" Gumam Song Yu sembari mengusap darah di wajahnya.
Kapak yang tadi dilemparkan ke arah Song Yu masih melesat terbang namun kemudian kapak itu berbalik arah kembali ke tangan sang pemimpin bandit.
"Hahahaha....... Ternyata kau bisa menghindarinya ya?".
"Katakan siapa dirimu?" Tanya Song Yu dingin.
"Aku?" Pemimpin bandit menunjukan jarinya ke wajahnya sendiri "kau serius ingin tahu aku?".
"Cepat katakan dirimu?" Song Yu menatap tajam.
"Baiklah-baiklah......... Perkenalkan namaku adalah Mo Fan, aku seorang pemimpin bandit biasa" Mo Fan tersenyum lebar.
"Jadi kau 'Si Kapak Iblis' itu ya?".
Setelah mengatakan itu Song Yu melesat sangat cepat ke arah Mo Fan
"Rajawali menangkap mangsa ' Gerbang Ke 3!' " Song Yu merapal jurus kilatan putih muncul di pedang Song Yu.
Ayunan-ayunan di lancarkan ke arah Mo Fan, sementara Mo Fan juga tidak tinggal diam dia menghindari pedang yang melesat ke arahnya.
"Wow...... Jadi kau pendekar yang dijuluki ' Si Pendekar Rajawali? ' si pendekar muda berbakat itu kan?".
"Jangan banyak tanya!" Song Yu melotot dingin sembari menambahkan kecepatan ayunannya.
Mo Fan menyerang balik Song Yu karena dia sudah terdesak
"Hey kau! Kau pikir hanya kau saja yang boleh menyerang?"
" 'Kapak Api' " Kobaran api seketika muncul di kapak Mo Fan.
Mo Fan menyerang balik Song Yu dengan serangan brutal, sedangkan Song Yu hanya bisa menangkis atau menghindari serangan-serangan dari Mo Fan.
Song Yu sekarang sudah terdesak bahkan pakaian yang dikenakannya sudah beberapa bagian terkena kapak api Mo Fan.
Sementara itu Song Yuan tidak tinggal diam melihat Kakak nya kewalahan dia langsung keluar dari kereta kudanya sembari membawa pedangnya.
Song Yuan menyerang ke arah Mo Fan
"Jangan menyakiti Kakak ku sialan!" Teriak Song Yuan.
Serangan Song Yuan tidak berarti dihadapan Mo Fan. Mo Fan mampu menghindari pedang yang dilesatkan Song Yuan dengan mudah.
"Tch, ternyata ada seekor lalat yang mengganggu" Ucap Mo Fan sembari mundur menjaga jarak.
Song Yu yang melihat adiknya keluar kereta melotot marah
"Sedang apa kau disini? Cepat masuk kedalam kereta! Ini terlalu berbahaya" Ucap Song Yu bernada tinggi.
"Kak, sebaiknya kau simpan saja amarah mu! Sekarang mari kita bekerja sama membunuh dia!"
"Kau bodoh atau bagaimana? Cepat masuk ke kereta!"
"BAGAIMANA MUNGKIN AKU MEMBIARKAN KAU TERBUNUH!" Song Yuan berteriak ke arah Song Yu sembari mengeluarkan air matanya.
Song Yu hanya terdiam tidak membalas perkataan adiknya. Sebenarnya dia tidak ingin membiarkan Song Yuan terluka tapi mau bagaimana lagi melihat adiknya yang begitu keras kepala akhirnya Song Yu membiarkan adiknya bertarung bersama dirinya.
"Ya ampun apa ini mimpi? Aku tidak pernah melihat hubungan antara adik dan Kakak dari keluarga Kekaisaran begitu saling menyayangi, bukanya mereka selalu saling membenci untuk memperebutkan tahta?" Mo Fan seolah tak percaya dengan adegan mengharukan yang berada dihadapannya.