Ini sebuah kisah dari sebuah kehidupan seorang wanita muda yang menjalani semua kehidupannya.
"Sayang, cepat bajunya!" seru seorang pria.
"Sebentar, sayang!" jawab Amelia.
"Mungkin mas bakal di pindah tugas." ucap Zaki.
Kisah hidup seorang wanita muda yang baru menikah dua Minggu namun harus di tinggal pergi oleh sang suami untuk bertugas.
Sebuah kenyataan pahit harus di hadapi oleh Amelia ketika mendapatkan sebuah kabar mengenai sang suami. apakah yang terjadi dengan Zaki?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kabar duka
"Ada apa, Pak?" tanya Bu Ratna.
Tidak ada suara yang keluar dari mulut pak Samsul.
"Pak, ada apa sih, kok diam?" tanya Bu Ratna kembali.
Air mata Pak Samsul tiba-tiba saja meluncur bebas tanpa bisa dicegah.
"Pak!, kok diam saja. ngomong gitu pak!" seru Bu Ratna yang terlihat marah. karena pak Samsul terdiam tanpa bisa menjawab pertanyaannya.
"Pak, Bapak Kenapa diam saja sih dari tadi. ngomong ada apa sih, Pak?!" seru Bu Ratna. air mata yang keluar dari dua bola mata Pak Samsul membuat Bu Ratna sangat kebingungan. Bu Ratna langsung mengambil ponsel yang terjatuh dilantai.
"Bu, Putra kita Bu." ucap Pak Samsul.
"Ada apa sih Pak? Bapak kok ngomongnya muter-muter melulu dari tadi?!" seru Bu Ratna.
"Bu, Putra kita Bu." ucap Pak Samsul.
"Putar kita siapa Pak?" tanya Bu Ratna.
"Zaki Bu." ucap Pak Samsul sambil menangis. air mata pria tua itu tidak bisa terbendung lagi ketika mendapat kabar dari pusat komando militer putranya.
"Ada apa dengan Zaki, Pak?" tanya Bu Ratna yang tetap tidak mengerti.
"Putra kita tidak akan pernah pulang, Bu." ucap Pak Samsul sembari meneteskan air matanya.
Pria tua itu begitu pilu saat mendengar kabar yang diberikan oleh para tentara itu.
"Tentu saja Zaki tidak akan pulang, Pak. dia kan sedang berada di luar pulau menjaga perbatasan." jawab Bu Ratna yang seolah wanita itu begitu santai. dia masih belum mengetahui kalau putranya telah tiada.
"Ya udah Pak, Bapak ini ngapain sih ngagetin Ibu aja. ibu mau masak sama Amel!" seru Bu Ratna yang ingin memasuki rumahnya. Pak Samsul yang berada di luar rumah nampak pria itu memegang dadanya.
"Zaki tidak akan pernah pulang Bu, Zaki sudah kembali keharibaan Allah. Putra kita telah berpulang ke tempat sang pencipta, Bu." jawab Pak Samsul.
Deg..
Bu Ratna yang mendengar perkataan dari suaminya wanita itu langsung menghentikan langkah kakinya. langkah kaki itu terhenti, jantungnya begitu sakit, air matanya langsung meluncur keluar dari dua bola mata itu.
"Apa maksud Bapak?" tanya Bu Ratna.
"Putra kita sudah dijemput oleh sang pencipta, Bu." jawab Pak Samsul.
Seketika Bu Ratna langsung terkulai lemas di lantai, sedangkan Amelia yang mendengar perkataan dari ayah mertuanya.., Tentu saja dia langsung membatu di tempat. kaki dan kedua tangannya langsung gemetar, air matanya menetes dengan begitu deras.
"Apa maksud Bapak?" ucap Amelia.
Pak Samsul menatap menantunya, pria itu mendekati Amelia sembari mengusap air matanya. sedangkan Bu Ratna nampak Wanita itu sudah menangis histeris, kedua tangannya menutup wajahnya.
"Ya Allah..., kenapa seperti ini. kenapa kau menjemput Putraku di usia yang begitu muda!" seru Bu Ratna. wanita itu menangis begitu histeris, air matanya keluar dengan begitu deras,
Tidak ada yang bisa diucapkan oleh Pak Samsul ketika melihat istrinya seperti itu. pria itu berjalan mendekati menantunya, Amelia seketika tidak sadarkan diri saat mendengar suaminya telah tiada.
"Amelia Putri ku!" seru Pak Samsul. Bu Ratna yang mendengar suaminya berteriak, seketika wanita itu memutar tubuhnya, kedua bola matanya menatap menantunya yang sudah terkapar di lantai. Amelia pingsan, wanita itu benar-benar tidak bisa menerima semua kabar ini.
"Amel!" seru Bu Ratna yang ikut berlari mendekati Amel. Wanita itu memeluk Amel dengan begitu erat,
"Bawa Putri kita masuk, Pak!" seru Bu Ratna.
Pak Samsul langsung mengangkat Amel masuk kedalam kamarnya, pria itu seperti sudah kehilangan separuh jiwanya. ketika mendapat kabar dari pimpinan putranya kalau Zaki telah meninggal dunia.
1 jam kemudian
Amelia sudah terbangun dari pingsannya, dia menatap kedua mertuanya dengan tatapan seolah dia tidak percaya. Amelia tersenyum, wanita itu terbangun dari ranjangnya kemudian memeluk Bu Ratna. sedangkan Bu Ratna yang melihat hal itu, nampak wanita itu meneteskan air matanya kembali.
"Ibu, Kenapa Ibu di sini? ayo kita masak Bu, sebentar lagi Mas Zaki menelponku." ucap Amelia.
Pak Samsul terlihat memegang dadanya, air matanya sudah menetes.
"Kenapa Bapak menangis, Ada apa Pak?" tanya Amel kepada bapak mertuanya.
"Kamu harus bisa menerima kenyataan ini, Amel. kenyataan pahit yang harus kau jalani, kau tanggung dan kau terima." ucap Pak Samsul.
Amel langsung meneteskan air matanya, Wanita itu menutup wajahnya sembari menangis.
"Tidak Pak, ini pasti cuma mimpi, tidak mungkin Mas Zaki meninggalkan aku!" ucap Amel dengan suara yang begitu keras.
"Kau harus kuat, Amel." ucap Pak Samsul kembali. bu Ratna tidak bisa menahan kesedihannya, wanita itu menangis sembari memeluk Amel.
"Zaki tidak akan pulang kembali, Zaki tidak akan pernah pulang, Amel!" seru Bu Ratna yang menangis histeris.
"Tidak Bu, tidak! Mas Zaki pasti pulang." jawab Amel.
"Amel!" seru Bu Ratna sembari mengoncang pundak Amelia.
"Tidak Bu, semuanya bohong. semuanya tidak mungkin terjadi!" seru Amel kembali dengan air mata yang berurai.
"Istighfar Amel, istigfar!" seru Pak Samsul.
"Tidak Pak, tidak! Allah tidak akan begitu kejam padaku, Allah tidak akan mungkin melakukan semua ini!" seru Amel yang tidak bisa menerima sebuah kenyataan kalau kini dirinya telah menjadi seorang janda.
"Besok jenazah Zaki akan sampai di tempat ini." ucap Pak Samsul. walaupun pria tua itu terlihat tegar, namun di dadanya dia tidak bisa menerima kalau putranya telah meninggal.
Yoga yang mendengar kabar itu, pria itu juga sangat syok saat mendengar kalau adiknya sudah tiada. dengan secepat kilat Yoga meninggalkan semua pekerjaannya menuju rumah kedua orang tuanya.
** bersambung **
tak ada kelajutan tentang anak 3 Malik dan Amelia
lanjut dong ceritanya
Alus novelnya sangat
mantap
tapi sayang lansung tamat
tak ada nyabung tentang kehidupan anak Malik dan Amelia di hari tuanya gitu
cnt pertma nya yg jd suami ke 2 ameli.bnr kata pepatah gk dpt gadia nya janda nya pun gk apa.ku tunggu janda mu..
sukses
semangt
mksh
terlalu larut.
sedih boleh asal jgn meratapi...