seorang gadis dari kampung yang lugu bernama Niken putri, dia selalu mendapat perlakuan yang kejam dari teman-teman nya.
tetapi setelah berapa tahun, Orang-orang yang merundungnya kaget setelah melihat perubahan yang ada dalam gadis itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yumi wie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
wasiat mengejutkan
setelah berhasil membuka gembok tersebut Niken kembali ke kontrakan kecilnya.
hari sudah mulai sore, perut Niken terasa perih karena belum terisi makanan sedikitpun dari pagi, tapi dia tidak menghiraukannya dia lebih tertarik dengan isi di dalam kotak tersebut.
betapa terkejutnya Niken melihat isi di dalam kotak tersebut, matanya bersinar melihat benda yang ada dalam kotak milik ibunya, ada beberapa gepok uang kertas dan tiga batang Emas di dalam kotak tersebut " ibu" gumamnya terharu.
dan di situpun terdapat sepucuk surat yang di tulis ibunya, Niken membaca surat tersebut berlahan.
anakku Niken, setelah kamu membaca surat ini itu artinya ibu sudah tidak berada di dunia ini lagi, dan ibu mohon pergi lah sejauh mungkin dari tempat ini, satu hal lagi jangan pernah berurusan dengan orang yang bernama Anderson!! ibu takut nak, tapi ibu lebih takut mereka akan menyakitimu. Niken anak ibu, hiduplah dengan baik, ibu menyayangi dirimu.
air mata Niken bercucuran kembali membasahi pipinya, sekarang dia baru tau kenapa sampai bisa ibunya mengahiri hidup-Nya.
Niken pun teringat pria kekar yang tempo hari kerumahnya, dia seperti teringat sesuatu wajah pria tersebut pantas saja tidak asing.
pria tersebut anak buah pemilik penggadaian ilegal terbesar di kampung itu yang bernama Anderson ayah dari Sarah Anderson gadis yang selalu merundung nya di kelas, dia meminjamkan uang dengan bunga yang berkali lipat, ternyata ibunya mendapat permasalah dari orang-orang tersebut.
" mungkinkah uang ini" pikiran Niken beranggapan ibunya meminjam banyak uang untuk membiayai kehidupan mereka dari orang-orang tersebut.
Niken merasa sangat bersalah atas kejadian ini.
akhirnya dengan perasaan yang sedih dan rasa lelah yang dia rasakan Niken pun tertidur dengan tangan yang masih memegang surat tersebut.
pagi harinya Niken terbangun tangannya masih memegang sepucuk surat itu, Niken teringat sebuah surat yang di tuliskan ibunya sebelum mengahiri hidup-Nya, dia pun mencari surat sebelumnya dengan mata yang terbelalak kaget setengah mati, apa yang di pikirkan Niken benar saja tulisan yang ada dalam surat satunya sangatlah berbeda, tulisan ibunya sedikit berantakan, Niken tercengang diapun membayangkan pisau kater yang mengiris pergelangan tangan ibu-Nya waktu itu.
" Ya Tuhan " benarkah"! wajah Niken berubah memerah karena marah.
Ibuku dia tidak mengahiri hidup-Nya "! gumam Niken dengan rasa ketakutan, tangan nya bergetar dengan kuat. menahan rasa marah dan takut yang teramat.
ibu" maafkan Niken bu" Niken telah beranggapan ibu bodoh karena mengahiri hidupmu" tapi sekarang Niken tau" merekalah yang telah melukai ibu"!
"Ibu ajat dan tetangganya"
Ibu kenapa rumah mendiang di segel" tanya seorang ibu2 kepada bu ajat.
ibu ajat sendiripun merasa heran, karena selama ini ibunya Niken tidak pernah menceritakan apa-apa.
ibu" orang-orang ini kan"! ucapanya berhenti setelah salah satu dari pria yang menempelkan surat segel di pintu ibunya Niken itu menghampiri mereka.
menatap ke arah kedua ibu tersebut " maaf ibu-ibu apa ada yang tau kemana anak dari pemilik rumah ini"? tanyanya dengan suara yang dingin.
kami tidak tau" ucap bu ajat berusaha menutupi nya, karena dia tau orang-orang ini bukanlah orang-orang baik.
bu ajat terdiam sesaat membayangkan Niken yang memeluknya dengan erat terakhir kali dia bertemu, dan ada bagusnya anak itu pergi secepatnya kalo tidak dia tidak tau apa yang akan terjadi dengan Niken.
pria tersebut pun melangkahkan kakinya meninggalkan warga di situ, tentu saja setelah menggembok pintu rumah dari Almarhumah.
ibu ajat mengerutkan kedua alisnya, dia heran pikirnya kenapa ibunya Niken sampai bisa berurusan dengan orang-orang tersebut, sedangan dia tau ayahnya Niken dulunya orang yang berkecukupan, walaupun setelah kepergian suaminya mendiang ibunya Niken hidup dengan pas-pasan karena harta yang di tinggalkan suaminya di persiapkan untuk Niken masuk kuliah nanti. begitulah cerita yang di dengar ibu ajat dari mendiang.
bersambung...
semoga karya2 yg lain lebih oke y🥰
novak dan ken selamat walopun luka