NovelToon NovelToon
AKU Bukan Lagi PUTRI

AKU Bukan Lagi PUTRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:533.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: pipik sukirno

Kisah seorang gadis yang demi menyelamatkan orang lain harus rela kehilangan ingatannya termasuk identitas dirinya namun justru membuatnya mendapatkan identitas baru yang kemudian merubah hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipik sukirno, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode. 6

Dengan langkah kaki yang gontai Diah menyusuri lorong rumah sakit sambil menggandeng anaknya yang asik memainkan mainan robot ditangan lainnya. Merasa lapar sang anak yang bernama Dezza Anggara memanggil-manggil mamanya. Namun karena Diah sedang melamun dia tak mendengar suara anaknya yang terus memanggilnya.

" Ma.. Mama !! Dedek yapel. Dedek mau makan sama ikan." Seru anaknya sambil menarik-narik tangan Diah. " Iih mama mah, dibilang dedek yapel tuga, gak dengel-dengel !!" Teriak Dezza yang kesal karena mamanya tak menghiraukan panggilannya.

" Hap !!"

Tiba-tiba dari arah belakang ada seseorang yang mengangkat tubuh Dezza yang akhirnya menyadarkan Diah dari lamunannya.

" Siapa kamu ? Dan mau apa kamu sama anak saya ?" Terik Diah yang kaget. Dan saat dia bebalik badan, ternyata orang yang mengangkat tubuh anaknya adalah petugas kepolisian yang siangvtadi membantu menggendong dan membawa ibunya keruang UGD. " Oh, bapak polisi yang tadi siang. Maaf, saya fikir orang jahat yang mau menculik anak saya. " Kata Diah kemudian menahan malu.

" Kalau saya penculik, saya akan dengan mudah menculik anak mbak, karena mbaknya nggak akan sadar. Soalnya mbaknya melamun terus. Dan lagi, saya ini mau menyelamatkan anak mbak dari bahaya lo.. " Jawab petugas itu ramah.

" Maksud bapak ?" Tanya Diah kebingungan.

" Coba deh mbak liat, anak tangganya ada disana. Dan mbak tadi mau turun dari sini. Biar cuma beberapa, Tapi kalau sampai anak mbak ikut jatuh saya yakin dia pasti akan terluka. " Jawb petugas itu sambil menunjukkan posisi anak tangga yang seharusnya akan Diah lewati.

" Astagfirullahhaladzim.. Maaf pak, saya benar-benar nggak sadar. " Jawab Diah sambil menepuk keningnya karena terkejut.

" Kok minta maaf ke saya, ke anak mbak dong, kan yang mau mbak celakai itu dua, bukan saya. " Ledek petugas itu.

" Ah, iya ya, maaf pak.. " Jawab Diah malu

" Lah, malah minta maaf lagi. " Sahut petugas itu lagi.

" Eh, iya gak maaf lagi. Sini sayang sama mama, kasian om polisinya, kamu kan berat. " Jawab Diah sambil mengulurkan tangannya kepada Dezza untuk menggendongnya. " Maafin mama, ya sayang ya.. Mama ceroboh banget. Hampir aja mama mau nyelakai kamu. " Kata Diah sambil membelai rambut dan menciumi kening

anaknya itu.

" Tapi dedek yapel ma.. " Rengek Dezza yang sudah kelaparan.

" Lho, dedek belum makan ?" Tanya petugas itu sambil mencubit pelan pipi Dezza yang tembem.

Dezza menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepalanya kemudian menatap mamanya yang tersenyum kecil kepadanya.

" Belum ?" Tanya petugas itu lagi. Dan Dezza kembali menggelengkan kepalanya. " Dedek mau makan sama apa ?" Tanyanya kemudian.

Dezza yang takut untuk menjawab kemudian menatap kembali mamanya itu seperti bertanya apakah boleh menjawab atau tidak. Mengerti akan maksud anaknya, Diahpun menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.

" Ikan. Dedek mau ikan yang dibakal-bakal itu om, baunya enak. " Jawab Dezza polos.

" Waah, om juga suka ikan yang dibakar. Ayo kita makan ikan bakar. Om yang traktir !" Seru petugas itu dengan semangat.

" Ah, terima kasih atas kebaikan bapak, tapi bapak tidak perlu mentraktir kami, saya tidak ingin merepotkan bapak. " Kata Diah menyela.

" Eee tidak baik menolak niat baik orang. Karena saya sudah memutuskan akan mentraktir kalian, jadi kalian tidak boleh menolak. Kalau menolak akan saya penjarakan. " Ancam petugas itu.

" Hah!!" Teriak Diah kaget mendengar ancaman itu.

" Ckckckck.. Saya cuma bercanda. Jangan dianggap serius. Mari.. " Ledek petugas itu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

" Ah, hahaha.. Maaf, pak. Saya fikir bapak serius. " Jawab Diah menahan malu.

" Sebenarnya saya memang serius. " Kata petugas itu dengan wajah seriusnya.

Diah tak lagi menjawab kata-kata petugas itu. Terlebih lagi orang ini adalah seorang polisi dan wajahnya sangat serius saat mengucapkannya.

" Jangan mencoba untuk menolak, jika tidak mau mendapat masalah. Saya benar-benar serius. Bahwa saya ingin mentraktir kalian berdua. " Kata petugas itu lagi dengan wajah yang masih serius. Namun malah tersenyum jail diujung kata-katanya.

" Iiihh bapak!! Bikin saya deg-degan. saya fikir bapak beneran serius mau menjarain saya. " Kata Diah yang mengela nafas lega.

" Hahahahahaha.. Tidak ada pasal yang bisa memenjarakan seseorang hanya karena dia menolak untuk ditraktir makan, bukan ?" Jawab petugas itu tertawa geli.

Mereka berduapun berjalan beriringan menuju tempat makan dimana terdapat ikan bakar yang berada diseberang rumah sakit tersebut.

Selama perjalanan menuju tempat makan Diah diam-diam melirik petugas kepolisian itu sambil tersenyum kecil melihat tingkahnya yang bercanda ria dengan anaknya yang kembali digendongnya.

" Mungkin dia sedang kangen dengan anaknya yang dirumah. " Batin Diah untuk menepis perasaan kagumnya karena tak ingin terlihat berharap.

Sesampainya ditempat makan, mereka lanhsung memesan makanan dan kembali berbincang. Tak tau mengapa tapi Dezza terlihat sangat akrab dengan petugas itu, seperti sudah mengenal dengan baik sampai tak mau lepas dari sisinya sampai petugas kepolisian itupun harus memangkunya. Padahal biasanaya Dezza bukanlah anak yang mau ikut dengan siapa saja kecuali dengan orang-orang yang sudah dikenalnya atau sudah sering bertemu.

" Duh, dedek Ezza jangan nakal dong nak, sini duduk disebelah mama, Ezza kan sudah gede, sudah besar. " Rayu Diah pada Dezza.

" Gak !" Jawab Dezza sambil memelototi mamanya.

" Eh, kok galak sama mamanya, gak boleh sayang.." Sahut petugas itu saat melihat reaksi Dezza yang membantah Diah. " Udah mbak, nggak papa, saya nggak masalah kok. " Tambahnya.

" Bukannya gitu pak, dia ini susah banget dibilangin. Lagian udah gede kok masih minta dipangku. Sini sayang, kasian oom polisinya, nanti dedek ditangkep terus dipenjara lo. " Rayu Diah lagi dengan sedikit lebih keras.

" Jangan galak-galak mbak sama anak. Saya saja nggak masalah kok. Asal anaknya diem aja. " Sahut petugas itu menengahi.

" Maafkan Ezza ya pak, dia ini nggak biasanya bisa akrab sama orang baru. Tapi saya nggak mau nanti dia jadi kebiasaan. Nanti saya juga yang repot. " Jawab Diah.

" Hahaha mbak ini. Ngomong-ngomong kita belum kenal juga lo. "

" Wah, benar juga. Nama saya Diah. " Jawab Diah sambil mengulurkan tangannya.

" Saya Andrean. " Jawabnya sambil menjabat tangan Diah.

Makanan yang mereka pesan akhirnya datang. Merekapun menyantap makanan mereka dengan lahap.

Jangan lupa like, klik favorite dan tinggalkan komen kalian untuk kritik dan sarannya ya sahabat readers. Terima kasih😊😊😊

1
🌲🌲🌲 🍎🍎🍎 🌲🌲🌲
Wkwkwk 😂😂😂😂😂😂😂😂😂
🌲🌲🌲 🍎🍎🍎 🌲🌲🌲
Gkgkgk 😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
🌲🌲🌲 🍎🍎🍎 🌲🌲🌲
Hahaha 😂😂😂😂😂😂😂😂😂
🌲🌲🌲 🍎🍎🍎 🌲🌲🌲
😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
hiro😼
Bikin aku kesel deh ama si lin tuh huh greget aku bacanya pengen gw getok kepalanya huh
hiro😼
Kapan ya nunggu episode shasha cuekin fengying?
hiro😼
Lin fengying ini bagaimana sih? Bilang aja dia malaikat kecil tapi haishhhhh dhlh bikin kesel
hiro😼
Aku semua aja soalnya kaya masuk akal
hiro😼
D dan E
hiro😼
Pasti kaget dan ga nyangka sih thor
hiro😼
Manisss sekaliii andai saja aku bisa seperti mereka😭
hiro😼
Aaminnn thor
hiro😼
Iseng sekali dia, aku aja hampir tidak bisa menahan ketawa🤣
hiro😼
Kok sama😭
hiro😼
Aku dikit dikit paham tapi yah kalau ga paham aku skip aja, semangat thor
hiro😼
Kapan sih sadarnya☹️😭
hiro😼
Ini apalagi, jubaidah?
Erina Munir
waduuh thoor...jangan gitu dòong...masa mentang2 amnesia trud makannya apa aja boleh...itukan haram...
Erina Munir
akuuuuuh....😊
Arlyn
mampir kka, ceritanya sangat menarik😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!