Nandini adalah seorang gadis remaja yang cantik, berkulit putih, rambut lurus hitam pekat panjang, mata yang bulat indah.
Nandini yang baru putus dengan sang pacar yang bernama Tomy karena di selingkuhi pun harus menerima kalau dirinya akan di jodohkan dengan seseorang yang bahkan tidak di kenalnya sama sekali.
Kalau pun Nandini tau, Nandini pasti bakal menolaknya karena pria ini adalah dambaan setiap kaum hawa, yang dimana nantinya Nandini akan terus merasakan sakit hati karena popularitas pria yang di jodohkan nya bertolak belakang dengannya yang hanya mahasiswi biasa. Namun dugaan nya itu salah besar!
Akankah keduanya saling jatuh cinta? Atau malah akan sebaliknya?
Hem ... jangan lupa ikuti terus kisahnya deh, karna novel ini masih ongoing ya🤗
Bantu support karyaku ini♥️
Tinggalkan jejaknya dengan mengklik love, favorit, komen and dukungannya, ya🥰
Salam santuy dari author_lemot😍
RIMU06♥️💚🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karina the dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tamparan Keras Dari Keyla!
Nandini pun masih memasang wajah datarnya saat bertemu Keyla.
Keyla pun menatap Nandini. "Nan? Elo gapapa kan? Ngomong dong, kan gue jadi bingung kalau lo gak ngomong?" Nandini pun menggaruk kepalanya yang gak gatal.
"Ya ... gue gapapa, Key! Udah lo santai aja, kenapa?" Nandini pun bertanya balik.
"Gapapa sih, tadi Kenzy ninggalin gue sendiri, apa dia ada nemuin lo?" balas Keyla.
"Gak tau juga, dari tadi gue sendirian di perpus ini, mungkin dia sama temennya kali!"
"Iya kali yah." Nandini pun hanya mengangguk.
★★★
Saat pelajaran berlangsung pun Nandini tidak bisa fokus karna memikirkan gimana nanti hubungannya Keyla dan Kenzy.
"Kalau hubungannya Keyla dan Kenzy tetap di biarkan, terus gimana nanti ke depannya? Gue takut kalau Keyla bakalan tau yang sebenarnya! Apa nanti Kenzy bakalan cerain gue, atau gue yang di madu sama Kenzy, ih ogah banget gue!" batin Nandini sambil memutar-mutar balpoin miliknya.
★★★
Sepulang dari kampus, Nandini dan Kenzy pun kedatangan tamu, yaitu kedua orangtuanya Kenzy yang datang berkunjung untuk memberikan hadiah pernikahan kepada Nandini dan Kenzy.
"Akhirnya kalian berdua datang juga, mama sama papa udah nungguin kalian dari tadi lho?" Nandini pun masih dengan muka datarnya.
"Emangnya ada apa, Mah? Kok tumben kalian berdua datang kesini masih siang?" mamanya Kenzy pun tersenyum.
"Papa sama Mama datang kesini karna mau kasih hadiah sama Nandini, Nandini tolong kamu terima, ya?" kata Azhar sambil memberikan bungkusan kotak berukuran mini kepada Nandini.
Nandini pun menerimanya dengan sungkan. "Padahal papa gak usah lho repot-repot kayak gini? Pake kasih hadiah segala, Nandini jadi merasa gak enak lho, pah?"
Azhar pun tersenyum dan memegang kedua bahunya nandini. "Kamu memang pantas menerimanya, Nan?"
Nandini pun tersenyum. "Makasi lho Pah, sebelumnya. Maafin kalau Nandini bikin papa sama Mama jadi repot?"
"Enggak bikin repot sama sekali sayang, malahan mama seneng kalau Nandini minta apa-apa dari kami?" kata Monna - mamanya Kenzy.
"Sekali lagi makasi, ya, mah?" Monna pun mengangguk dan tak lama Nandini pun membuka kadonya dan terdapat kunci disana.
"Mama sama papa gak salah kan ngasih Nandini kunci seperti ini? Kayak kunci rumah." Nandini pun menatap kedua mertuanya itu.
"Enggak dong sayang, papa sengaja beliin rumah itu buat kalian, biar hari ini juga kalian langsung berangkat kesana?"
"Kita berdua, pah? Gak mau ah!" Kenzy pun menolaknya.
"Kenapa gak mau? Kalian berdua kan sudah menikah, tinggal berdua tidak akan ada masalah. Papa udah pengen gendong cucu, Ken?" Kenzy pun menggaruk tengkuknya dan terpaksa mengiyakan permintaan papanya.
"Bagus! Ya udah sana kalian kemasi baju kalian dan bersiap untuk berangkat ke rumah baru yang telah di sediakan sekarang juga!" balas Azhar tegas, Kenzy pun mengangguk, setelah itu menggandeng tangannya Nandini menuju ke kamarnya.
"Setelah sampai di rumah baru nanti, jangan harap gue mau sekamar sama lo!" kata Kenzy sambil membereskan pakaiannya dan memasukannya ke dalam koper.
"Elo fikir gue mau gitu satu kamar sama lo, ntar yang ada gue di apa-apain lagi sama lo! Dasar cowok mesum." balas Nandini sambil buru-buru mengemasi bajunya.
"Ya udah deal, nanti disana enggak satu kamar, ya?" Nandini pun mengangguk, setelah itu membawa kopernya ke luar dan tak lama di susul Kenzy.
"Kalian udah siap buat pindahan ke rumah baru?" tanya Hernandang.
"Siap gak siap harus siap kan, pah?" balas Nandini.
Hernandang pun tersenyum. "Iya sayang, kamu jaga diri kamu disana baik-baik, ya?" Nandini pun mengangguk.
Setelah itu Kenzy dan Nandini pun berangkat menuju ke rumah baru yang telah di belikan papanya Kenzy.
★★★
Sesampainya di rumah baru, Nandini pun langsung membereskan pakaiannya di lemari, sedangkan Kenzy langsung berbaring di kamarnya, karna di rumah itu ada beberapa kamar.
Kenzy pun keluar dari kamarnya, dan masuk ke dalam kamarnya Nandini. "Woy? Lagi ngapain lo?" tanyanya sambil duduk di tepi ranjang kasurnya Nandini.
"Punya mata kan? Ya, lo liat sendiri lah gue lagi ngapain? Bukannya lo bilang kita pisah kamar, ya? Terus ngapain lo disini?" balas Nandini sambil tetap membereskan bajunya yang masih tersimpan rapih di kopernya.
"Ya punya. Gak usah g-r, gue dateng kesini cuman mau minta bantuan lo?" Nandini pun mengabaikan omongannya Kenzy.
"Nandini? Gue minta tolong sama lo, jawab dong? Gue gak suka didiemin kayak gini?" sambung Kenzy sedikit memohon.
"Minta tolong apaan? Tobthe point aja bisa gak sih? Gak usah ribet, males gue dengernya!" balas Nandini jutek.
"Tolong beresin pakaian gue dan rapiin di lemari gue, bisa?" Nandini pun berdiri dan menutup lemarinya.
"Emang tangan lo kenapa? Gak berfungsi? Enak aja lo nyuruh-nyuruh gue!"
"Hehh ... gue ada kewajiban, ya, nyuruh lo, tinggal turutin aja apa susahnya? Gue suami lo." Nandini pun terlihat kesal.
"Suami macam apa yang punya cewek lain di luaran sana? Dengar, ya, meskipun gue gak suka sama lo, gue gak punya cowok lain selain lo sendiri!" ketus Nandini.
"Elo cemburu? Ngomong aja kali, gak usah ngomel-ngomel dulu, ribet amat!" balas Kenzy.
"Gue gak cemburu! Mau lo nikah sekarang juga sama Keyla gue gak peduli!" Nandini pun pergi meninggalkan Kenzy sendiri.
"Damn it itu cewek, gue belum selesai juga, udah maen pergi aja, Nandini?" Kenzy pun berteriak memanggil nama Nandini.
Setelah itu Kenzy pun mendapati Nandini sedang membereskan bajunya Kenzy ke dalam lemarinya.
Kenzy pun duduk di kasurnya. "Nah gitu dong, gue fikir lo gak akan mau beresin baju gue, ternyata di kerjain juga." kata Kenzy.
Nandini pun melemparkan kaos milik Kenzy. "Bawel lu ya, mau gue beresin apa enggak?"
"Baju mahal tuh? Jangan di lempar-lempar, beresin?" kata Kenzy sambil melemparkan kaosnya kepada Nandini.
Nandini pun langsung menatap kesal ke arah Kenzy. "Ngeselin, ya. Beresin aja deh sendiri gue males!" Nandini pun berdiri dan hendak pergi, namun Kenzy dengan buru-buru meraih tangannya Nandini dan menggemgamnya.
Nandini pun memberhentikan langkahnya dengan malas. "Apa lagi sih? Gue udah bilang kan kalau gue males beresin baju lo, mendingan lo beresin sendiri!"
Kenzy pun langsung melepaskan cekalannya kasar. "Ya udah sana lu pergi. Elo diem aja di kamar, biar gue telpon Keyla buat dateng kesini dan bantuin gue!" Nandini pun pura-pura tak mendengar dan langsung pergi meninggalkan Kenzy sendiri.
Ternyata Kenzy tidak main-main dengan ucapannya, Kenzy pun langsung menelpon Keyla untuk datang ke rumah barunya dan tak butuh waktu lama, Keyla pun sudah sampai disana dan masuk ke dalam kamarnya Kenzy.
"Omegat ... ternyata dia beneran sama ucapannya, sampai dia berani masukin cewek ke kamarnya. Lagian si Keyla mau-mau aja di suruh, BODOH!!!" gumam Nandini di dalam kamarnya tanpa berniat keluar.
Keyla POV
"Sayang, kok kamu gak bilang sama aku sih kalau kamu pindah ke rumah ini?" Kenzy pun sedikit kebingungan dan menggaruk tengkuknya.
"I-iya maaf, aku kan di anterin sama orangtua aku, makanya aku gak sempet ngabarin kamu dulu?" Kenzy pun berbohong dan Keyla pun percaya begitu saja.
"Ya udah deh, inikan baju kamu udah rapi semuanya, gimana kalau sekarang kita jalan-jalan ke luar?" ajak Keyla sambil tersenyum kecil.
"Ya udah yuk, jalan sekarang?" Kenzy pun menuntun tangannya Keyla keluar dari rumah itu tanpa merasa bersalah sedikit pun.
Setelah Kenzy dan Keyla pergi, Nandini pun keluar dari kamarnya dan menonton tv.
"Aduhh ... kepala gue kok mendadak pusing gini, ya? Apa gue kurang tidur, apa gimana, ya? Tidur di sofa gapapa kali, ya?" Nandini pun langsung merebahkan tubuh mungilnya di sofa.
Kenzy POV
"Kok gue jadi kepikiran Nandini, ya? Apa dia baik-baik aja di rumah sendirian? Lah ... bodo amat, mau dia kenapa-napa juga bukan urusan gue!" batin Kenzy menggerutu.
"Sayang? Kamu kenapa sih, kok malah bengong kayak gitu? Kamu gak suka jalan sama aku?" tanya Keyla sambil duduk.
Kenzy pun senyum terpaksa. "Suka banget, cuman aku lagi mikir aja, kenapa, ya, kedua orangtua aku nyuruh aku tinggal di rumah baru? Apa mereka gak mau liat aku lagi?" balas Kenzy.
Keyla pun mengusap lembut tangannya Kenzy. "Kamu jangan ngomong kayak gitu, mungkin aja kedua orangtua kamu pengen kamu mandiri, iya, kan?" Kenzy pun mengangguk.
★★★
Setelah puas berjalan-jalan, Kenzy pun mengantarkan Keyla pulang, setelah itu kembali ke rumah barunya.
Kenzy pun mencoba mengintip ke kamarnya Nandini, namun Nandini tidak ada di kamarnya.
Posisinya Nandini tidur di kursi panjang jadi tubuh mungilnya Nandini gak keliatan.
"Nandini kok gak ada di kamarnya, kemana dia? Mana tv nyala lagi, kebiasaan boros kali, ya, tu anak! Mana pergi gak bilang-bilang!" gumam Kenzy sambil mematikan acara televisi yang di tonton Nandini.
Saat Kenzy berbalik, kedua mata Kenzy pun langsung tertuju ke arah Nandini yang sedang tidur di sofa.
"Dasar bocah, ya! Gue cariin juga, malah enak-enakan tidur, damn it ...!" gumamnya lagi sambil mendekati ke arah Nandini tidur.
Nandini pun menggeliat dan Kenzy pun hanya memandanginya saja, Nandini pun tetap memejamkan matanya tanpa berniat untuk membuka matanya sedikit pun.
Kenzy pun membenarkan rambutnya Nandini yang menghalangi wajahnya wajah putihnya Nandini. "Kalau di liat-liat, elo cantik juga, bahkan gue akuin lah elo lebih cantik ketimbang Keyla, kalah montok juga, tapi kayaknya lo benci banget sama gue, aneh!!!" batin Kenzy sambil duduk di lantai dan menghadap Nandini.
Setelah itu Kenzy pun tidur disana menemani Nandini.
★★★
Pagi t'lah tiba, ayam pun berkokok, Nandini pun bangun dari tidurnya dan kaget saat melihat Kenzy tidur dengan posisi duduk apalagi posisinya sangat dekat dengannya.
"Ngapain nih anak tiduran disini, gak ada kerjaan banget dah! Aduhh!!! Badan gue sakit, serasa patah tulang semua nih punggung gue!" rintih Nandini sambil bangun dari kursi itu dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamarnya dan mulai melakukan ritual mandinya.
★★★
Setelah selesai semuanya, Nandini pun langsung memasak di dapur dan menyiapkan sarapan untuk dirinya dan juga Kenzy.
Saat Kenzy bangun dari tidurnya, Kenzy pun langsung mencari keberadaannya Nandini.
Tak harus jauh mata memandang, Nandini sudah nampak di netranya Kenzy yang sedang asik makan di meja makan.
Kenzy pun menghampiri Nandini. "Enak ya, makan sendiri gak ajak-ajak gue, gue suami lo?" kata Kenzy.
"Ngapain gue ngajakin lo makan, elo bisa makan sendiri kan. Gue mau langsung ke kampus aja!" balas Nandini sambil berdiri.
Kenzy pun langsung menarik tangannya Nandini dan pandangan mata mereka pun bertemu. "Gak bisa gitu dong, gue kan udah resmi jadi suami lo, jadi mau gimana pun elo, elo tanggung jawab gue dan lo berangkat ke kampus bareng gue aja!" ucap Kenzy tak bisa di bantah.
Nandini pun melepaskan pegangan tangannya Kenzy. "Udah lah, di kampus ada Keyla dan gue gak mau bikin dia salah paham sama gue, jadi gue mau berangkat sendiri aja."
Kenzy pun malah mengeratkan pegangannya. "Gak bisa. Ya udah ayo berangkat ke kampus, biarin gue gak sarapan juga, biar nanti aja di kampus!"
"Dasar keras kepala yah, gue bilang gak mau, ya, gak mau. Ngapain lo maksa?"
"Karna gue gak mau di salahin kalau sampai lo kenapa-napa, jadi lo nurut aja apa kata gue!" kali ini Nandini tak membantah omongannya Kenzy dan Kenzy pun menarik tangannya Nandini.
Nandini pun hanya pasrah dan mengikuti Kenzy, setelah itu mereka berdua pun berangkat ke kampus bersamaan.
★★★
Keyla pun sudah siap menanti Kenzy dari tadi, wajahnya Keyla pun terlihat sangat senang saat mobilnya Kenzy memasuki area parkiran kampus, namun setalh melihat Nandini keluar dari dalam mobilnya Kenzy, wajah Keyla pun berubah dan senyumnya hilang memudar.
Keyla terlihat sangat marah dan langsung menghampiri Nandini dan menamparnya.
Plakk
Tamparan keras dari tangannya Keyla pun berhasil mendarat di pipi putih mulus Nandini dan Kenzy pun sempat terkejut namun tak bisa berbuat apa-apa.
"Gue gak nyangka kalau lo bisa sejahat itu sama gue, Nan? Elo itu kakak sepupu gue, masa lo tega jalan bareng sama cowok gue? Okeh Nan, gue tau lo cantik, tapi gak cowok gue juga yang lo embat!" kata Keyla dengan sorot mata yang tajam menatap Nandini.
"Bener tuh sayang, dia emang gak tau diri minta tumpangan sama aku, apalagi tadi dia godain aku supaya bisa nebeng mobil aku. Kakak sepupu kamu itu memang jahat!" Nandini pun menatap tak percaya kalau Kenzy bakalan memojokan dirinya.
Dengan sekuat tenaganya Nandini pun menahan emosi dan air matanya yang ingin jatuh.
"Gue gak sejahat itu Key dan gue gak mungkin mau sama pacar lo, please percaya sama gue? Kalau cowok lo yang mau gue berangkat bareng dia!" sepertinya penjelasan Nandini tak cukup untuk di percaya oleh Keyla dan Keyla pun malah menambah tamparan keras di pipi sebelah kanannya Nandini.
Plakk
Tamparan kedua itu mampu membuat Nandini meneteskan air matanya dan pergi dari hadapannya Keyla dan juga Kenzy.
"Udah sayang, mendingan sekarang kita masuk ke dalam kelas kamu aja, gimana?" kata Kenzy.
"Ya udah yuk? Lagian aku juga udah capek banget debat sama dia dan bikin aku muak!" balas Keyla sambil menarik tangannya Kenzy dan setelah itu pergi.
Video Keyla yang menampar Nandini pun langsung viral di forum online kampus.
Banyak yang merasa iba dan tak banyak juga yang menggosipkan Nandini yang tak enak di dengar telinga.
setelah sekian lama aku kirain udah aja cerita nya....
lanjut... ...
udah mulai ada konflik ya.....💪💪💪💪💪🥰🥰
lanjutnya jangan lama" bikin kangen..