Jangan lupa follow ig Author.
Ig : Alletta Prin.
Alletta Prin Queena Aziskia Delson adalah putri bungsu keluarga Aziskia dan Delson. Alletta anak yang hangat, ramah, ceria dan baik hati. Tapi semua itu langsung berubah saat kejadian 7 tahun lalu menimpanya. kejadian yang merubah hidup alletta menjadi kelam.
Malvino Ditama Nelson, Putra tunggal keluarga Nelson. Malvin mendirikan mafianya sendiri yang ia beri nama White Tiger. ia sangat sayang kepada adik dan sepupu perempuannya. tapi ia membenci adiknya karna suatu alasan.
Naoki Miki, putri bungsu keluarga Nelson. ia dulu amat disayang oleh keluarga besar Nelson. sebelum kejadian buruk itu menimpa dirinya.
Bukan hanya menceritakan tentang balas dendam Alletta. tapi juga menceritakan perjalanan cinta tokoh yang sangat seru dan menyimpan banyak misteri.
Pertemanan, balas dendam, permusuhun, patah hati dirangkum jadi satu dinovel ini.
Gimana kelanjutan ceritanya ? Cuss kepoin!
Hay makasih udah mampir baca karya author dan ini karya pertama author jadi maaf jika ada typo.
SELAMAT MEMBACA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alletta prin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MG EP 05
" Aku dijual oleh ayahku. kau tau ?" Aza tersenyum getir.
" Eommaku ( artinya ibu ) sangat pintar menyembunyikan perasaannya. ia selalu tersenyum didepanku, tapi menyimpan banyak luka dihatinya. appa ( artinya ayah ) juga sama, ia selalu bersikap lembut padaku, menyayangiku dengan tulus, tapi itu semua adalah palsu hikss. mereka memakai topeng lain jika bersamaku. appa yang baik dan lembut, akan berubah menjadi kejam, ia memukul, membentak, menghina dan menampar eomma dibelakangku hikss. awalnya aku nggak percaya, tapi waktu aku pulang sekolah, aku melihat sendiri bagaimana perlakuan appa kepada eomma. saat itu appa marah karna eomma memarahinya karna ingin menjualku hikss " Cerita Aza sambil menangis sesegukkan. Alletta pun menitikkan air mata, ternyata ada juga orang yang tak beruntung sama sepertinya. Alletta memeluk erat Aza untuk menenangkannya dan dibalas oleh Aza.
Aza melepas pelukannya dan kembali bercerita." Aku melihat ia menampar eomma sehingga bibirnya berdarah, aku menangis dan menghampiri hikss eomma yang tersungkur dilantai. aku dapat melihat raut wajah terkejut eomma dan appa melihatku. aku membantu eomma berdiri dan menghampiri appa yang tengah mematung " Aza menjeda ucapannya sambil menghela nafas.
" Ia melihat dan berjongkok didepanku. ia bilang ' ini nggak bener sayang, bukan gitu ceritanya ' ia ingin mengusap rambutku tapi hikss aku tepis. aku sangat marah mendengar itu, aku kira ia akan minta maaf dengan apa yang telah ia lakukan, tapi ternyata enggak hikss " Ucap Aza kembali menangis, memegang dadanya yang amat sesak mengingat perlakuan appa nya.
ia kembali bercerita saat ayahnya menyeret, membawanya keluar mansion sehabis menampar dan mengatakan bahwa ia selama ini hanya pura - pura. kasih sayang yang ia kasih, kelembutan yang appanya berikan hanya omong kosong. dan disinilah Aza sekarang, ditempat yang jauh dari kata aman. Alletta yang mendengar cerita Aza menangis dalam diam. sesak yang ada dihatinya saat mengingat keluarganya. letta bertekad agar keluar dari tempat ini dan membalas perbuatan iblis itu.
" kalo kamu gimana ? kenapa kamu bisa sampai sini, apa yang terjadi denganmu ?" Tanya Aza sembari mengusap ingusnya. Alletta kembali memangis saat ditanya oleh Aza. Aza menepuk punggung Alletta pelan.
ia dapat melihat kesedihan, amarah, kecewa jadi satu diraut wajah letta. letta menarik nafas panjang sambil menceritakan siapa ia dan kenapa bisa ia sampai ditempat seperti ini. raut wajah Aza berubah, ia terkejut dan tak menyangka dengan apa yang terjadi terhadap letta. dipeluknya erat tubuh letta dan dibalas oleh letta tak kalah erat. mereka membangun rencana agar dapat keluar dari tempat ini.
🍀🍀🍀🍀
Sementara itu, Dunia sedang dihebohkan dengan berita yang menyebar luas hanya dalam 6 jam. mereka terkejut bukan main saat melihat berita yang disiarkan di tv masing".
Keluarga terkaya didunia dibantai habis beserta pelayan, supir dan bodyguard. hanya satu orang yang tidak ditemukan dilokasi, yaitu tubuh putri bungsu atau keturunan putri satu - satunya. orang - orang berpartisipasi untuk menemukan putri keluarga tersebut. dan bukan hanya itu seluruh harta keluarga Azikia Dan Delson jatuh ketangan orang yang mereka tidak tau siapa dan kenapa.
Para sahabat Kiran dan Delon yang mendengar kabar duka itu hanya menganga tak percaya dan menangis, karna kehilangan sahabatnya.
apa ini yang dimaksud Kiran semalam ? batin para sahabat Kiran. kini tujuan mereka hanya satu, menemukan putri sahabatnya yang menghilang entah kemana. itu adalah permintaan terakhir kiran pada mereka. polisi yang bertugas juga bingung bukan main sebab, tak ada satupun bukti tentang pembunuhan itu, semua bersih seolah memang ini adalah kasus pembunuhan berencana.
Jenazah merekapun dimakamkan bersebelahan dengan makan orang tua Kiran dan Delon. Nanda menangis histeris, ia seolah tak percaya sahabatnya kini telah pergi jauh meninggalkannya. Awan pun sama ia masih mencari keberadaan putrinya dan malah mendapat kabar yang tak ia duga. sekarang kecurigaan para sahabat hanya mengarah pada 2 orang, yaitu Albert dan Nesa. mereka tau apa yang dulu terjadi sehingga, membuat dendam yang teramat dalam pada Kiran dan Delon.
Mereka juga sempat tak percaya dengan dugaan mereka karna mereka tau kalo Albert dan Nesa sudah meninggal. tapi waktu melihat di tv mereka beramsumsi, jika kematian mereka dipalsukan.
Kini mereka tengah berkumpul diruang keluaraga mansion keluarga Nelson." Yah " panggil Nanda pada suaminya." Iya bun. ada apa " Jawab Marvell menatap Nanda.
" Pokoknya kita harus temuin Alletta yah " Ucap Nanda yakin membuat semua orang menatapnya. " Itu adalah permintaan terakhir Kiran, sebelum ia pergi " Ujar Nanda sembari menghapus air matanya yang menetes. mereka mengangguk yakin.
\*\*\*\*\*\*
Alletta dan Aza kini tengah berusaha untuk membuka penutup fentilasi. Alletta dan Aza sesekali meringis saat perut mereka terasa sangat sakit, bahkan kini baju putih yang mereka kenakan, terkena darah dari luka mereka.
" Udah kebuka belum Al ?" Tanya Aza melihat letta yang tengah berusaha membuka penutup fentilasi.
" Bentar " Ucap letta menarik penutup itu dan yahh. TERBUKA,
" Oke kita pelan - pelan aja naiknya, biar nggak ketahuan " Ucap Aza diangguki Alletta. kemudian Alletta masuk kedalam fentilasi dan disusul Aza. mereka melewati dengan hati - hati, sebab fentilasi itu terbuat dari besi.
Mereka berhasil keluar dari tempat itu yang terlihat dari luar, tempat itu tampak tak terurus.
" Heh siapa kalian!!??" Sentak seseorang membuat Aza spontan menarik tangan Alletta untuk berlari. mereka berlari sambil memegang tangan satu sama lain. darah yang ada dibaju mereka tampak bertambah, bahkan darah itu sampai menetes ketanah.
Mereka akhirnya sampai dijalan raya dan melambaikan tangannya saat melihat taksi. taksi tersebut kemudian berhenti dan mereka langsung masuk dan menyuruh supir untuk melaju. beberapa orang yang mengejar mereka berhenti sambil memandang taksi itu.
" Udah nggak usah dikejar. lagian boss sudah mendapat apa yang dia inginkan " Ucap salah satu dari mereka dan diangguki yang lain.
" Huhhh.... akhirnya berhasil juga kita lolos dari mereka " Ucap Aza sembari membuang nafas lega diangguki Alletta. supir taksi yang melihat itupun bertanya.
" Neng baru diculik nya ?" Tanya sang supir melihat kearah spionnya.
" I-iya pak " Ucap Aza takut. karna ia tak memegang uang untuk membanyar taksi. "aduh bodoh banget si aku, kenapa nggak kepikiran coba, kan kasian bapaknya kalo nggak dibayar, pasti Al juga nggak bawa uang " Gumam Aza pelan tapi masih bisa didengar oleh Alletta dan supir.
Supir yang mendengar itupun tersenyum. " Nggak usah bayar neng. lagian bapak ikhlas bantu kok neng, daerah sini emang rawan neng. makanya lain kali lebih hati - hati aja ya neng " Ucap supir tersebut tulus. Aza dan Letta kompak menganggukkan kepalanya dan mengucapkan terimakasih.
" Oh iya neng. saya antar kerumah sakit ajanya. kayaknya luka neng berdua teh parah " Ujar sang supir khawatir akan kondisi keduanya.
Aza menggeleng membuat Alletta menatapnya bingung. " Kenapa Za ? kita kerumah sakit aja, Luka kita kayaknya cukup serius " Ucap Alletta sembari menatap Aza.
" Aku mau langsung pulang Al, pasti eomma khawatir sama aku, kamu ikut aku pulang aja " Aza mengangguk yakin, pasti sang eomma kesayangannya sedang mengkhawatirkan dirinya dan Alletta mengangguk tanda setuju.
" Pak kejalan xxxx, nanti aku bakal minta uang sama eomma, tenang aja pak " Ucap Aza santai diangguki supir taksi itu. Alletta merebahkan tubuhnya pada jok mobil, memejamkan mata untuk melupakan sejenak tentang apa yang baru ia alami. ' Letta harus bertahan hidup, untuk membalaskan dendam mommy, daddy dan abang. letta juga bawa kartu dari mommy sana daddy jadi hidup letta udah terjamin ' batin Alletta merasa lega karna ia membawa black card disakunya.
Hayy!
Jangan lupa Like, Komen dan Vote.😘
Happy Reading.