NovelToon NovelToon
Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 5
Nama Author: Dee_K

Akibat trauma masa lalunya, Delia Angelista yang notabene adalah gadis ceria kini menjadi dingin terhadap lelaki.

Tetapi semenjak pertemuan pertamanya dengan Radit yang tak lain kekasih dari sahabatnya sendiri yaitu Viviane, telah membuat hati seorang Delia berbeda.

Sanggupkah Delia menyimpan perasaannya sendiri? Lalu bagaimanakah dengan perasaan Radit terhadap Delia? Apakah sama atau bertepuk sebelah tangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dee_K, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 6 Perasaan Aneh

#Radit POV

Hari ini seperti biasa aku akan jadi bodyguard kekasihku Viviane 24 jam nonstop. Hal itu sudah menjadi kebiasaanku setiap aku mengambil cuti kerja. Sebenarnya nggak cuti sih, perusahaan tempat aku bekerja juga milik papaku sendiri yang sebagai direkturnya sedangkan aku bagian manager pemasaran. Jadi aku bisa ijin kapan saja selama masih bisa aku handle dari jarak jauh. Papa juga bisa memaklumi itu. Karena kepulanganku tidak hanya untuk Viviane melainkan juga untuk mamaku. Ya, mama dan papa tinggal terpisah karena mama juga mengurus usahanya sendiri yaitu butik. Meskipun mama dan papa tinggal terpisah tetapi komunikasi mereka berdua tetap lancar dan harmonis.

Pukul tujuh aku sudah bersiap untuk mengantar Viviane ke kampus. Viviane hari ini ada jadwal konsultasi dengan dosen pembimbing skripsinya. Sebenarnya jadwalnya jam 9. Hanya saja Viviane minta diantar pulang dulu ke apartemennya untuk mengambil berkas yang diperlukan.

Aku mengantar Viviane ke kampus lebih suka naik motor daripada naik mobil, agar bisa mesra-mesraan sama Viviane. Selain itu juga menghindari macet. Viviane pun juga tidak banyak protes karena kepanasan atau apalah. Itu lah yang aku suka dari Viviane, dia tidak pilih-pilih, penurut, dan tidak minder karena latar belakang ekonomi keluarga kita berbeda. Viviane berasal dari keluarga yang sederhana yang tinggal di kampung. Dia tinggal di kota bersama paman dan bibinya sejak masih SMA. Dan berbekal dengan kecerdasannya dia mendapatkan beasiswa untuk kuliah.

Setibanya di parkiran kampus, Viviane langsung meninggalkanku dengan terburu-buru bahkan kita tidak sempat cipika-cipiki. Itu dikarenakan tadi ada sedikit kendala saat di apartemen Viviane. Ya… yang semalam masih kurang menurutku.

Aku berjalan mencari tempat duduk yang nyaman buat nunggu Viviane konsultasi sama dosennya. Saat melangkahkan kaki, tepat di depan mata kepalaku sendiri aku melihat teman Viviane yang katanya sahabatnya sejak tiga tahun yang lalu. Dia adalah Delia. Yang kapan hari tidak sengaja aku numpahi semangkok bakso ke pahanya.

Aku melihat dia turun dari motor gedhe, dan yang boncengin dia seorang cowok yang kelihatan gagah, tetapi wajahnya tidak kelihatan begitu jelas. Aku terus mengamatinya dari jauh. Sampai aku tidak sadar langkah kakiku berhenti begitu saja hanya untuk melihat Delia yang diantar seorang cowok.

Ku amati dia manja banget sama cowok itu, bahkan mereka cipika-cipiki sebelum berpisah. Dan cowok itu juga mengacak rambutnya Delia. Delia bahagia sekali karena itu terlihat dari senyumnya. Senyum yang sangat menyejukkan hati. Berbeda sekali saat kita bertiga dulu ngobrol bareng Viviane pasca peristiwa tumpahnya semangkok bakso. Saat itu Delia hanya menundukkan kepalanya, jarang sekali menimpali obrolan kita. Dia terkesan dingin. Menurut cerita Viviane, Delia memang menutup hatinya untuk kaum adam, karena trauma masa lalunya. Tetapi jika dibandingkan dengan yang aku lihat sekarang, dia malah kelihatan ceria.

“ck… dasar cewek munafik, katanya trauma sama cowok tapi apa? Kelihatan ganjen gitu. Apa karena cowoknya yang gagah dan kaya lantas dia bisa membuka hatinya? Kalua dilihat cowoknya juga nggak jauh beda sama aku. 11 12 lah. Dia yang 11, aku yang 12” batin Radit tidak sadar.

“astaga… mikir apa sih aku ini” sadar Radit sambil menepuk-nepuk mulutnya sendiri.

#Radit POV end

Akhirnya Radit bisa duduk santai setelah mengamati kemesraan Delia dengan sang kekasih. Dia menunggu Viviane sambil mengecek email dari orang kantor yang masuk melalui ponselnya. Dan tiba-tiba saja Delia duduk di depan Radit. Mereka berdua tidak menyadari itu. Karena area itu umum untuk mahasiswa. Radit dengan kesibukannya mengecek email yang masuk, dan Delia yang sibuk menyalakan laptopnya untuk mengerjakan tugasnya. Mereka berdua tidak menyadari sedang duduk berdua berhadapan. Namun tiba-tiba Delia mendapat telepon dari abangnya.

“ya halo?”

“(…..)

“ya ga papa ntr aku langsung ke mall aja, jadi jemputnya di mall kaya’ bias-“

Belum sempat melanjutkan ucapannya di seberang telepon, Delia dibuat terkejut dengan sosok dihadapannya yang tengah menatapnya tajam. Buru-buru Delia menutup panggilan teleponnya.

“eh… Ra..radit, lagi antar Viviane ya?” basa-basi Delia gugup dan merasa canggung dengan keberadaan Radit

“hmmm” jawab singkat Radit yang masih terus menatap Delia yang masih kelihatan gugup

“matanya…. Kenapa dengan mata itu? Kenapa perasaanku jadi aneh gini tiap kali melihat tatapan mata Delia?” batin Radit

Sementara Radit masih bingung dengan pemikirannya sendiri. Dia bingung dan meara aneh dengan hatinya. Padahal dia tadi sudah menilai bahwa Delia termasuk perempuan munafik. Tapi apa sekarang? Kenyataannya, antara pikiran dan hatinya berbanding terbalik. Pikirannya membenci akan kemunafikan Delia, sedangkan hati merasa aneh di kala melihat tatapn teduhnya. Radit bingung harus mengikuti pkirannya atau kata hatinya?.

Tetapi kalau menuruti pemikirannya, untuk membenci sifat Delia yang terkesan munafik menurutnya apakah pantas? Dia juga baru mengenal Delia. Lantas dia harus membencinya? Kenapa? Memangnya merugikan dirinya meskipun Delia munafik. Entahlah ada sebagian kecil dari hati Radit seakan tidak terima dengan sikap Delia yang ganjen terhadap laki-laki. Padahal dia bukan siapa-siapanya Delia. Sedangkam Delia melihat Radit malah diam saja, lebih baik dia segera memutuskan untuk segera pergi meninggalkan Radit. Karena kalau terlalu lama berhadapan dengan Radit, akan berdampak buruk juga pada kesehatan hatinya.

“ehm… aku duluan ya Dit. Salam ke Viviane” pamit Delia yang hanya diangguki oleh Radit. Setelah Radit merasakan kepergian Delia dari hadapannya, perasaannya semakin berantakan. Seakan dia tidak mau jauh dari Delia. Dia ingin selalu dekat dengannya. Memangnya Delia juga bakal mau dekat dengannya? Yang ada Delia malah takut dengan tatapannya yang dingin dan tajam setajam mata pisau.😀

Setelah beberapa waktu kemudian, Viviane sudah menyelesaikan bimbingannya dan segera menghampiri Radit. Mereka berdua langsung menuju mall untuk makan siang dan Viviane juga mau membeli buku-buku referensi buat nyusun skripsinya.

Radit benar-benar tipe cowok yang setia dan penyayang. Apapun yang diinginkan oleh Viviane selalu ia turuti. Permintaan Viviane pun juga tidak pernah macam-macam. Sudah lama mereka menjalin hubungan, mereka bisa saling mengerti satu sama lain. Meskipun menjalani hubungan jarak jauh atau bahasa gaulnya sekarang LDR (Long Distance Relationship) tapi mereka tidak pernah ada pertengkaran. Ada sih pertengkaran kecil, tapi itu hal yang wajar. Dan mereka bisa mengatasinya dengan saling mengalah dan memaafkan. Karena memang itu adalah kunci suatu hubungan agar tetap langgeng. Selain itu juga saling percaya dan setia. Tapi bicara tentang setia, rasanya ada yang aneh pada perasaan Radit. Apalagi semenjak bertemu dengan Delia. Semoga saja tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan diluar kendalinya.

*TBC

*salam hangat dari _author newbie_😘😘

1
Muna Junaidi
Mareee kita baca kembali soalnya candu🤭🤭
antha mom
makasih thor ceritanya sampai 3 turunan mulai dari cerita Delia & Radit, kemudian Radit punya anak kayola menikah dengan Vito dan Vito punya anak namanya barra dan menikah dengan Carissa dan semuanya happy ending.sukses buat Kamu ya thor 👍
antha mom
makasih thor ceritanya bagus 👍
antha mom
keras kepala banget kamu Clarissa kamu tu udah hamil lhoo syukur barra bertanggung jawab kan barra juga di jebak seseorang menaruh obat keminumanny saat reuni 😡
antha mom
Vito Vito wadah ya 🤣🤣
antha mom
Bram bramm 🤣
antha mom
kamu ya Bram mencari kesempatan aja 🤣
antha mom
gegara kamu kay si Bram yg kena tampar 😡
antha mom
tapi kamu yang nyuruh Bram ikut ngantar Desi beli makan siang
antha mom
keras kepala mu itu kay
antha mom
nggak ada kapok nya ya si Kay ini beraktifitas di luar rumah
antha mom
seharusnya kay juga mengenalkan diri dengan menyebut "saya kay istri dari mas Vito" gitu lho
antha mom
ini baru benar kay harus di antar ke dokter kandungan
antha mom
tu kan yg ngidam si Vito 🤣
antha mom
Vito hampir sama dengan mertuanya (Radit), emosian tanpa bertanya, posesif
antha mom
o o o siapa dia 🤭
antha mom
serindu itukah pak gio ke mendiang istrinya?, semoga pak gio bisa melanjutkan kembali kehidupan nya tanpa mendiang istrinya
antha mom
🏂 akhir nya terjadi lah unboxing nya di Maldives
antha mom
yesss akhirnya buka puasa juga si Vito 🤣🤣
antha mom
ooooo Melly,, Melly kirain cupu ternyata suhu 😡😡 ternyata kamu WC umum ya 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!