NovelToon NovelToon
Omku Suamiku , 3

Omku Suamiku , 3

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Cintapertama / Nikahmuda / Anak Kembar / Beda Usia / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: riena

Musim ke tiga sequel dari
Omku Suamiku season 1 dan 2

Disarankan membaca
Omku Suamiku season 1 revisi
Omku Suamiku season 2

Julie, terjebak dalam perjanjian dengan tiga orang pemuda Bara, Neo dan Alan karena iklan tipu tipu.

Jadi pembatu ketiganya karena kontrak yang sudah terlanjur disetujui tanpa melihat isi kontrak kerja yang sudah ditandatangani.

Bagaimana Julie menjalani hari hari menghadapi Bara yang dingin dan jutek, Neo yang gak jelas kadang baik kadang lebih jutek dari kembarannya dan Alan yang hobi ngegombal.
Khas playboy cap badak bercula ?

Dan Alana, adik perempuan Alan yang baru berusia enam belas tahun, akan menikahi gurunya sendiri karena rasa dan permintaan sang Opa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Calon Pacar

Mama Quina dan Mama Freya sudah berada di ruang tamu, bertepatan dengan Neo dan Alan keluar dari dalam kamar, tidak terlihat Bara.

" Ma-mama "

Alan dan Neo kompak berucap gagap.

Julie yang berada di belakang kedua Mama muda meringis.

" Dia siapa ? "

Mama Quina memutar bola matanya, memberikan isyarat ke belakang punggungnya.

" Oh, dia calon pacarku "

Alan berbisik ke telinga Mama Quina agar Julie tidak mendengar, Mama Quina melotot.

" Juliette, terimakasih sudah memasakkan sarapan, mau Kuliah kan ? Hati hati dijalan jalan ya "

Alan membimbing Julie keluar dari ruang tamu dan membawanya ke teras.

" Jangan pulang dulu sebelum Abang beritahu, main-lah ketempat yang jauh hari ini sepulang dari kampus, ibu ratu ada di rumah, nanti malam Abang akan menceritakan semua padamu, oke ! "

Julie tidak memberikan komentar apapun, gegas dia pergi supaya tidak terlambat sampai ke kampus.

" Yakin itu calon pacarmu ? "

Mama Quina, Mama Freya dan Neo sudah duduk di kursi makan.

Neo yang sedang meminum air putih, tersedak, uhuk.

Ini sandiwara atau dia benar-benar naksir ? Ah gak mungkin, dia kan baru dua malam disini.

" Iya Ma, kenapa ? Dia kan cantik, imut kaya' Mama, dan menggemaskan, begitu kan kata Papa ? "

Alan merengkuh bahu Mama Quina.

Mama Quina memukul bahu Alan pelan.

" Papamu tidak pernah merayu Mama seperti itu, kata kata itu biasanya Mama dengar dari Opa untuk Oma, apa kamu pernah mendengar Opa masih sering berkata begitu pada Oma Shi ? "

Kedua alis mata Mama Quina menyatu membentuk kerutan yang dalam di dahi .

Alan tergelak.

Mendadak Mama Quina cemburu kepada Oma Sushi, beruntung sekali Oma Shi berjodoh dengan Opa Yonan, sudah sepuh masih juga selalu berkata manis, beda dengan suaminya, tetap lembut dan perhatian sih, tapi rayuannya tidak semanis gula.

Coba Papa Wahyu belajar merayu dari bang Zai, beuh.

" Terus, ngapain dia pagi pagi kesini ? Kan baru mantan pacar ? Ingat Lan, kalian tidak boleh membawa perempuan masuk ke dalam rumah "

Mama Quina ingat lagi dengan Julie.

" Mama, dia kemari karena aku ingin minta di buatkan sarapan, masakannya lumayan enak "

Ucap Alan penuh percaya diri.

" Mana sarapannya ? "

Gantian Mama Freya yang bertanya.

" Nih "

Alan membuka tudung saji dengan percaya diri, lalu ke empat pasang mata melotot menatap isi tudung saji.

Hanya ada tiga gelas susu dan lima butir telur rebus.

" Cuma ini, dan kamu bilang masakannya lumayan enak ? "

Neo nyengir.

" Juliette....Anak siapa sih dia ? "

Alan menggeram dengan gigi rapat.

Mama Quina dan Mama Freya menatap Alan dan Neo secara bergantian.

" Ma, sudah dari tadi ? "

Bara baru ikut bergabung di meja makan, kedua bola matanya berputar mencari keberadaan Julie.

Mungkin sudah berangkat ke kampus.

" Mencari siapa ? Perempuan yang bernama Juliette ? Benarkah dia calon pacar Alan ? Dan kenapa dia ada disini pagi pagi "

Gantian Mama Freya yang bertanya.

Bara melihat sekilas pada Alan dan Neo yang memberikan kedipan mata cepat, agar kebohongan mereka tidak diketahui.

" Gak jelas Ma "

Jawab Bara ikut duduk, dengan tenang mulai mengupas telur rebus yang ada di piring, perutnya benar benar lapar gara gara malam tadi sebelum tidur berolah raga terlebih dahulu.

Alan dan Neo melotot, bagaimana bisa Bara tidak ikut mendukung sandiwara mereka, bukankah mereka bertiga juga yang menjebak Julie berada di rumah ini karena iklan tipu tipu itu.

" Maksud kamu apa Bar ? Jadi dia siapa ? "

Mama Quina memperhatikan gerak gerik Bara.

" Terlalu banyak gadis gadis yang menjadi korban PHP- nya dan Julie, eh siapa Lan, kau memanggilnya Juliette ya ? Entah korban yang keberapa "

Bara memotong satu butir telur menjadi dua bagian, dan memasukkannya ke dalam mulut.

Dia ini ikut bersandiwara atau mengejek sih ?

" Alan, jangan mempermainkan perempuan ! Kamu tidak ingin jika adikmu Alana dipermainkan oleh pria lain kan ? "

Mama Quina melotot judes.

" Tidak kekasih hatiku, cinta pertama ku, kali ini tidak main main "

Alan terbatuk batuk oleh salivanya sendiri.

Gantian Bara dan Neo yang melotot.

Total betul kebohongannya atau betul betul tidak bohong ?

Neo berusaha. mengingat ingat, apakah ada tingkah manis Alan yang berlebihan pada Julie.

Bara tidak perduli, mau Alan serius atau bermain main, baginya sama saja, karena Alan selalu manis terhadap semua perempuan.

...*****...

Om Sam mengantar Fatimah ke kampus seperti biasa sekalian berangkat ke kantor.

Setelah Fatimah menamatkan pendidikan sekolah dasarnya, tepatnya enam tahun yang lalu Om Sam memilih tinggal di rumah yang terpisah, karena Fatimah sudah beranjak remaja, Malika juga sudah remaja.

Begitu juga dengan Saka, Saka dua tahun lebih cepat meninggalkan rumah kediaman Papanya karena Keluarga Yasmin dari Kuala lumpur yang sering berkunjung, membuat rumah terlalu ramai, dan akan berdampak kurang baik dikarenakan dari latar belakang dan negara yang berbeda, tinggal berpisah untuk menghindari konflik.

Ruangan pribadi Saka dan Om Sam, tetap dibiarkan kosong, jaga jaga jika berkumpul dan menginap di rumah kediaman Alfian.

Sepanjang perjalanan ke kampus, Om Sam terus memikirkan ucapan Fatimah yang mengatakan jika Aisyah masih belum menikah.

Kenapa, mengapa, pertanyaan itu terus berseliweran di kepala Om Sam.

Hampir delapan belas tahun Om Sam tidak pernah bertemu atau sekedar Aisyah.

" Baby, jika Mama-mu ingin bertemu dan mungkin meminta maaf, apakah kamu mau menemuinya dan memberikan maaf ? "

Pertanyaan Papanya membuat gerakan tangan Fatimah yang hendak meraih handle pintu karena mereka sudah berada di depan kampus menjadi terhenti.

" Untuk apa meminta maaf ? "

" Untuk, mengabaikan mu, mungkin "

Om Sam juga tidak tahu untuk apa.

Fatimah mengembuskan napas pelan.

" Aku akan memaafkan Mama jika alasannya bisa aku terima kenapa dia sama sekali tidak pernah mengunjungiku "

" Jika Papa yang bersalah ? "

Fatimah tidak bisa menatap manik mata Papanya yang selalu berlindung di balik kaca mata hitamnya.

" Bagiku, apapun kesalahan Papa, semua sudah Papa bayar lunas karena sudah menyayangi aku tanpa membaginya dengan orang lain, sementara dia ?

Apa yang pernah aku lakukan sehingga dia sama sekali tidak memperdulikanku, pernahkah dia memberikan ASI-nya padaku ? Aku besar dan tumbuh dari produk susu formula, dan Alloh sangat baik padaku, aku tidak kehilangan belaian kasih sayang seorang ibu, semua itu aku dapat dari Tante Dinda, satu yang akan aku tanyakan padanya jika bertemu "

" Apa "

Suara Om Sam tercekat di tenggorokan.

" Apa salahku padanya "

Fatimah keluar dari mobil Papanya dengan wajah menahan tangis.

Om Sam melepaskan kaca mata hitamnya setelah Fatimah menutup pintu mobil, matanya memanas, hatinya ikut nyeri, bukan hanya Aisyah yang bersalah, tetapi dirinya juga, mereka berdua terlalu egois dan tidak memikirkan bagaimana batin Fatimah yang sebenarnya.

Walaupun Dinda menyayangi Fatimah seperti putrinya sendiri, tetapi kekosongan hati Fatimah akan sosok seorang ibu yang melahirkannya tetap tidak akan ada yang bisa menggantinya.

Om Sam berbalik arah, tidak ke kantor tetapi ke tempat, dimana untuk pertama kalinya dia bertemu dengan perempuan yang menjadi sebab Fatimah terlahir ke dunia ini.

...******...

...🌻🌻🌻🌻🌻🌻...

1
Av-Av
Klau di Noveltoon bisa langsung lihat visualnya yaaaa..
Av-Av
seru.......
Magda Nuraini Nursyirwan
cie cie Bara,gak bisa omong lagi,disebelah bapak mertua,Fatimeh senyum2 😎🥰
Magda Nuraini Nursyirwan
inget opa Tyo,sedih banget
Magda Nuraini Nursyirwan
gak di buat2 sesuai nalar dan logic,mengesankan critanya,ceritanya bagus,per bab perbab bikin nagih pengen tau banget,lika liku nenek kamek saudara anak dan keturunannya,akrab,dengan guyonan konyol sampai menahan rindu,penasaran dan jangan sampai ketinggalan membaca cerita indah ini,ber sambung2 garis keturunannya 💖💖💖💖💖💖💖
Magda Nuraini Nursyirwan
suka banget ceritanya Riena 👌🌺😍🥰
Mmh dew
💚💙🧡💛❤💜
Mmh dew
the best pokonya, baca di ulang ulang nga pernah bosan💜❤💛🧡💙💚
Mmh dew
💚💙🧡💛❤💜
Mmh dew
💜❤💛🧡💙💚
Mmh dew
💚💙🧡💛❤💜
Mmh dew
❤💛💜🧡💙💚
Mmh dew
💚💙🧡💜💛❤
Rabiatul Wulan
lagi kangen 🤗sama semua tulisanmu thor😁jdi rencananya mau baca ulang satu-satu 🤭😍😍
Rafli Satria
Luar biasa
Safitri Agus
udah tamat aja, rasanya ga bosan baca berulang kali OKSK,, terlalu berkesan dihati,🥰🥰🥰💞💞💞
Safitri Agus
😍😍😍
Safitri Agus
hamil berjamaah, keluarga mereka ini ada momen apa saja maunya selalu bareng ngikutin pendahulunya😂😂😂
Safitri Agus
kenny mupeng 😁,lucu sayang disini cuma figuran ga tahu jodohnya siapa 🤭
Safitri Agus
ga ada drama nangisnya,Alana benar² sudah siap,🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!