NovelToon NovelToon
Ketulusan Dalam Cinta

Ketulusan Dalam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Menyembunyikan Identitas / Pernikahan Kilat
Popularitas:299
Nilai: 5
Nama Author: Ray firmansyah

di saat seorang pemuda mengira sudah menemukan cinta yang tulus ternyata dia salah malah kembali di khianati...

Akankan dia menemukan cinta tulus itu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ray firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 5

"Terimakasih banyak ya Mas! karena sudah bersedia menolong Kakek." ucap Zahra.

"Sama-sama Zahra! panggil saja aku Ar." sahut Ardan.

"Baiklah Ar." ucap Zahra.

"Oh iya Kek! Ar langsung pamit pulang saja yah." ucap Ardan

"Kok buru-buru banget Ar?" tanya Kakek Rahmat.

"Iya nih Kek! lagian Ar juga ingin langsung berangkat kerja." jawab Ardan.

"Zahra tolong antarkan Nak Ar dulu sana, karena dia tidak bawa kendaraan." pinta Kakek Rahmat.

"Tidak perlu kok Kek! lagipula di depan sudah di tunggu sama Ojek Online." tolak Ardan.

"Oh begitu!! ya udah hati-hati di jalan yah." sahut Kakek Rahmat.

"Baik! Kek Zahra Ar pamit Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

Setelah menyalami tangan Kakek Rahmat, Ardan pun keluar dari Rumah tersebut dan langsung pergi menuju ke Restoran.

"Neng! gimana menurut kamu, dengan Pemuda bernama Ardan tadi?" tanya kakek Rahmat.

"Hmm kelihatan sih orang yang baik Kek." jawab Zahra.

"Ya tentu saja orang baik kalau tidak mana mungkin menolong Kakek, oh iya gimana kalau seandainya Kakek menjodohkan kamu dengannya, apa kamu setuju." ucap kakek Rahmat.

"Astagfirullah!! tentu saja aku tidak setuju Kek! apa Kakek lupa bahwa aku ini sudah di khitbah oleh seseorang dan juga sudah bertunangan di tambah lagi sebentar lagi akan segera menikah." sahut Zahra.

"Ya Kakek juga tau tentang itu, tapi tidak tau kenapa Kakek merasa tidak yakin dengan Tunangan kamu itu." ucap Kakek Rahmat.

"Sudahlah Kek! jangan soudzon begitu doain saja yang terbaik buat Cucu Kakek ini." sahut Zahra.

"Ya sudah pasti kalau tentang itu mah, Kakek ingin masuk kamar dan istirahat yah." ucap Kakek Rahmat.

"Hayoo biar Zahra yang antar Kakek ke kamar." ajak Zahra.

"Memangnya kamu tidak pergi ke Kampus?" tanya Kakek Rahmat.

"Nanti setelah Zahra sudah memastikan Kakek beristirahat, barulah akan tenang untuk Zahra pergi ke Kampus nya." jawab Zahra.

"Sudah sana pergi saja ke Kampus nanti bisa telat masuk lagi, lagian Kakek juga bisa sendiri." ucap Kakek Rahmat.

"Huft..baiklah Kek! Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

.

.

Di Restoran

Ardan sedang sibuk berkutat dengan pekerjaan yang sebagai pelayan Restoran tiba-tiba di panggil untuk mengantar makanan karena yang biasa mengantar makanan ada yang tidak masuk kerja hari ini.

Setelah melihat alamatnya Ardan pun di buat dilema sesaat, karena harus mengantar makanan ke Perusahaan Papa nya yaitu AA grup. tapi karena dia hanya seorang pekerja memutuskan untuk bersikap profesional dalam pekerjaan nya.

Akhirnya Ardan pun mengantar makanan tersebut dengan hati yang bertanya-tanya apa Papanya tau kalau ia bekerja di Restoran tersebut, setelah menempuh perjalanan beberapa menit Ardan pun sudah sampai.

Ardan pun langsung masuk menuju meja Resepsionis hanya sekedar untuk bertanya padahal sudah sangat tau tempatnya.

"Permisi Mbak! saya mau antar makanan atas nama Bapak Samuel." ucap Ardan.

"Taruh di situ saja makanan nya! nanti saya suruh OB yang mengantarkan makanan tersebut ke Pak Samuel." sahut Nadya.

Seorang Resepsionis yang tertera di nametag nya bernama Nadya itu tanpa melihat ke arah Ardan sedikit pun ia malah sibuk dengan memainkan Hp nya dan Resepsionis itu pun tidak mengetahui kalau yang sedang mengantar makanan adalah Putra dari atasan nya sendiri, ya karena Ardan selalu menutupi identitas asli dirinya dengan begitu sangat rapi sekali.

"Maaf Mbak! makanan ini harus ku antarkan langsung ke tangan Pak Samuel." ucap Ardan.

"Kamu ingin membantah...''

Teriak Nadya tapi terpotong dengan kedatangan seseorang yang baru keluar dari lift iya adalah Andre Asisten atasannya.

"Ada apa nih ribut-ribut eh de..apa di sini ada masalah sampai menyebut nama Pak Samuel begitu?" tanya Pak Andre.

Pak andre tidak jadi untuk meneruskan kata dan langsung mengalihkan pembicaraan saat melihat Ardan menggelengkan kepalanya itu pertanda jangan di teruskan, karena Pak Andre juga tau kalau Putra dari atasannya ini selalu menyembunyikan statusnya.

"Maaf Pak!! saya datang ke Perusahaan ini hanya ingin mengantar makanan untuk Bapak Samuel, tapi Mbak ini meminta saya untuk menaruh makanan ini di sini." ucap Ardan.

"Dia bohong Pak..." protes Nadya terpotong.

"Diam!! kamu itu sebagai Resepsionis harusnya selalu ramah dengan tamu yang datang di Perusahaan ini siapapun itu Nad, hayoo Mas ikut biar saya yang mengantar Mas langsung ke ruangan Pak Samuel." potong Pak Andre.

"Baiklah!! terimakasih banyak Pak." sahut Ardan.

Ardan pun mengikuti Pak Andre masuk ke lift untuk menuju ke ruangan atasannya, setelah sampai di depan ruangan atasannya dan Pak Andre pun kembali ke tempat nya.

Di Ruangan Direktur

Kini Ardan sedang duduk di ruangan bersama Pak Samuel ( sang Papa ) setelah tadi sang Asisten yang bernama Andre mengantarnya dan sudah keluar dari ruangan karena di minta oleh Pak Samuel.

"Maksud Papa apa sih sampai memesan makanan di tempat aku bekerja, apa sebener nya Papa selama ini masih memata-matai aku?" tanya Ardan.

"Eh tidak seperti itu Ar!! Papa hanya ingin memastikan kamu mendapatkan pekerjaan yang tidak macam-macam itu saja." jawab Papa Samuel.

"Ya ampun Pa! kenapa sampai segitunya sih, jadi maksud Papa tidak percaya dengan Putra Kandung sendiri." ucap Ardan.

"Papa percaya kok Ar!! hanya saja Papa ingin bertemu dan menanyakan sesuatu padamu, ini tentang cerita Adek kamu yang katanya kamu kemaren menolong seorang Kakek Kakek." sahut Papa Samuel.

"Kalau hanya ingin bertanya tentang itu, kan Papa bisa menelpon Ar saja." ucap Ardan.

"Ya kamu memang bener sih Ar!! tapi Papa juga ingin memastikan sesuatu, coba kamu lihat foto di Hp Papa ini apa bener Kakek yang ada di foto ini yang kamu tolong kemaren." pinta Papa Samuel.

Papa Samuel memberikan Hp nya ke Putranya untuk melihatnya, Ardan menerima dan melihat dengan seksama dan teliti.

"Ya bener ini orangnya Pa! kok bisa Papa berfoto dengan Kakek Rahmat?" tanya Ardan.

"Alhamdulillah kalau bener!! akhirnya Papa bisa bertemu kembali dengan Pak Rahmat, oh iya kamu tau kan alamatnya kan Ar?" jawab Papa Samuel seraya bertanya.

"Tentu saja aku tau Pak! karena Ar sendiri yang mengantar beliau pulang, eh tunggu Pa! sebenernya Kakek Rahmat itu siapa dan kenapa juga membuat Papa sampai ingin sekali bertemu dengan Kakek Rahmat." jawab Ardan.

"Karena beliau lah orang yang paling berjasa untuk Papa! dulu beliau lah yang bersedia membiayai Kuliah sampai lulus dan Papa juga di tempatkan di Kampus yang sama bersama Nugraha Putranya beliau." ucap Papa Samuel.

"Oh jadi maksud Papa itu berteman dengan Almarhum Paman Nugraha Ayahnya Zahra." sahut Ardan.

"Iya!! malah sudah seperti Keluarga sendiri...

Bersambung

~ *See You Next* ~

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!