NovelToon NovelToon
Ibu,Maaf Aku Harus Pergi

Ibu,Maaf Aku Harus Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan / Anak Genius
Popularitas:510
Nilai: 5
Nama Author: Cuek Tapi Manis

Sejak kecil Husnan hanya memiliki satu impian: membahagiakan ibunya. Demi adiknya, ia rela kehilangan segalanya, bahkan harus berpisah dengan keluarga yang dicintainya. Bertahun-tahun kemudian ia kembali sebagai pria sukses. Namun yang menunggunya bukanlah pelukan hangat, melainkan seorang adik yang telah menjadi anak durhaka dan seorang ibu yang telah terlalu lama menangis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cuek Tapi Manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Surat Perpisahan Husnan

Sinar matahari mulai memenuhi kamar Yuni,ia pun terbangun dari tidurnya karena kelelahan mencari pinjaman tadi pagi Yuni membuka matanya,melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul dua belas siang.

Yuni pun berdiri dari tempat tidur dan berjalan menuju dapur untuk memanaskan makanan yang tadi pagi ia masak.

Setelah beberapa saat Hasan pun pulang dari sekolah."Bu aku pulang."ucap Hasan sambil meletakkan tas .

Yuni pun keluar dari dapur dan membawa makanan itu ke ruang makan.

"Ayo nak kita makan dulu , setelah itu kita ke rumah sakit menjenguk Husnan."

Hasan pun mengangguk dan duduk di kursi ruang makan.

"Nak,ayo yang cepat ya makannya kakak dari pagi belum makan."ucapnya sambil memberikan piring ke Hasan .

"Iya Bu." Jawab Hasan sambil mengambil nasi.

Setelah selesai makan Yuni mengambil uang yang tadi pagi ia pinjam,mereka pun bersiap-siap untuk ke rumah sakit.

Mereka berjalan dari rumahnya dengan berjalan kaki setelah sampai di jalan raya mereka berdua berdiri sambil menunggu angkot.

Tak lama kemudian sebuah angkot berhenti di depan mereka ,dan mereka pun naik angkot dan angkotnya mulai berjalan.

Beberapa kilo meter kemudian Yuni melihat rumah sakit,"pak... Turun sini."ucap Yuni.

Mereka berdua akhirnya turun dari angkot dan bergegas masuk ke gerbang rumah sakit dan menuju ke ruang rawat Husnan .

Setelah sampai di ruang rawat ia pun membuka pintunya.dan ternyata Husnan tidak ada di ranjang,Yuni mengira mungkin Husnan sedang di Kamar mandi.jadi memutuskan untuk menunggu dulu.

Setelah sekian lama mereka menunggu,Yuni pun mencarinya di berbagai kamar mandi tetapi tidak menemukannya.

Dokter yang melihat Yuni masuk lagi ke ruang rawat langsung memberikan surat itu dan beranjak pergi.

Yuni membuka surat itu yang di bungkus amplop .

Yuni dan Hasan membaca surat itu yang isinya:

"Bu ..maaf aku harus pergi, jangan mencariku ya Bu, aku akan pulang kalau aku sudah sukses,dik jaga ibu ya jangan buat ibu kesal dan kamu harus rawat ibu ."

Air mata Yuni dan Hasan mengalir dan membasahi surat itu, setelah membacanya. Yuni bergegas menuju lorong rumah sakit sambil menangis.

"Husnan....Husnan kamu di mana,Nak jangan tinggalkan ibu."

Hasan mengikuti ibunya di belakang.

Orang orang di sekitar menoleh ke arah mereka berdua.tetapi tidak ada satupun yang mengetahui keberadaannya.

Lalu Yuni menghampiri meja perawat.

"Sus..sus di mana anak yang di rawat di kamar itu sambil menunjuk ke arah kamarnya. "

"Maaf buk kami tidak tahu anak itu pergi ke mana."

Dokter yang menerima surat itu menghampiri Yuni.

"Bu... Saya minta maaf. tadi pagi ia memang menitipkan surat itu kepada saya,tapi saya tidak menyangka dia akan pergi meninggalkan rumah sakit.

Mendengar ucapan dokter itu Yuni lututnya langsung lemas dan terduduk di lantai sambil menangis.

"Nak... maafkan ibu,ibu gak bisa menjadi ibu yang baik.."

Sementara itu ,tanpa mengetahui ibunya yang sedang mencarinya,Husnan sedang duduk di kursi mobil,menuju ke rumah yang akan mengubah hidupnya.

Di perjalanan Husnan hanya murung tidak mau berbicara dengan pemilik mobil itu.

sesekali pemilik mobilnya mengajak berbicara, namun Husnan hanya menjawab singkat.

Sesampainya di rumah pemilik mobil mereka pun turun dari mobilnya,dan sopirnya sedang memarkirkan mobil itu.

Husnan pun kaget saat melihat rumah yang terlalu besar dan mewah itu yang sangat berbeda dengan yang ia tinggali selama ini.

Rumahnya memiliki tiga lantai dengan halaman yang di penuhi bunga bunga segar dan mengharumkan udara disana, juga ada kolam renang di belakang rumah.lantai rumahnya dari marmer yang berkilau.

"Oh iya nak ,namaku Hendra Wijaya."ucap pemilik mobil itu sambil mengulurkan tangannya ke arah Husnan .

Husnan pun terdiam sejenak lalu teringat nama Hendra itu.

"Om...bukannya om Hendra itu orang terkaya di kota ini?"

Hendra pun tersenyum "kamu kok tahu."

"Iya om soalnya aku pernah melihatnya di televisi."jawab Husnan .

"Sudah..jangan bahas itu lagi, ayo masuk"

Mereka pun berjalan menuju ke pintu depan,saat tiba di dalam .

Sesampainya di dalam, tangan dan kakinya gemetar seolah sedang bermimpi.

"Neng buatkan hidangan ."ucap Hendra kepada pembantu.

Seorang pembantu pun pergi ke dapur sambil membuatkan hidangan untuk majikannya.

Mereka berdua pun duduk di kursi ruang makan .

Hendra masih mencoba mengajak Husnan untuk berbicara .tetapi Husnan masih cuma menjawab dengan singkat.

Tak lama kemudian pembantu pun datang sambil membawakan hidangan itu.

Husnan yang melihat hidangan yang sudah tersaji di atas meja itu kepikiran lagi dengan ibunya dan Hasan yang mungkin belum makan dengan layak.

"Ayo makan "ucap Hendra.

Husnan pun mengangguk dan mereka pun makan bersama.

Setelah makan Hendra pun mengajak Husnan berkeliling rumahnya yang besar itu.

"Gimana ,nak betah gak hidup di rumah ini?tanya Hendra sambil tersenyum.

"Sa..saya kaya gak pantas om tinggal di sini."

"Ngomong apa kamu ini ,kau anak yang sudah ku celakai masa gak pantas."jawab Hendra sambil menenangkan Husnan .

Husnan hanya mengangguk .

"Ayo sini ikut om ,om tunjukkan kamar kamu."

Husnan pun mengikuti di belakang Hendra.

Sesampainya ia pun terkejut melihat pemandangan kamar tidur yang di siapkan untuk dirinya.

"Beneran ini om ?"tanya Husnan.

Hendra mengangguk sambil tersenyum.

"Iya ..ini buat kamu."

Sementara Yuni masih terus mencari Husnan ke setiap sudut rumah sakit.namun tidak menemukan jejak sedikit pun Husnan pergi.

Ia pun memutuskan pergi ke kantor polisi bersama Hasan untuk melaporkan putranya hilang.

Di saat Yuni melaporkan kehilangan anaknya,Husnan justru lagi melangkah memasuki kamar barunya.tanpa menyadari ibunya yang sedang mencarinya.

1
the virtuso
saling support kak
Putry Chan
💪
Otna Forever
Siiip, lanjutkan
Obby Ilhamsyah: semangat nulis novelnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!